langit sore bontang.
seorang remaja bernama shasya yang bersekolah di SMA N 3 Bontang, mempunyai seorang doi atau crush. Ia sudah menyukai si doi tersebut selama 2 bulan. Awal mulanya, saat itu shasya akan naik ke bangku SMA ia pun mendaftar ke sekolah tersebut.
Saat mendaftar, ia bertemu dengan sosok laki-laki yang di idamkan oleh shasya,ia seperti pangeran kerajaan yang sangat amat tampan.Shasya memperhatikan nya terus hingga dimana mata shasya bertemu dengan mata lelaki itu dan lelaki itu tersenyum manis kepada shasya, shasya segera beralih memunggungi lelaki tersebut dengan rasa malu dan salah tingkah.
Disitulah shasya menyadari perasaan nya bahwa dia sedang jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat PLS, ternyata shasya sekelompok dengan lelaki idamannya itu. Ia pun tersipu malu saat teman-teman sekelompok nya mengolok-olok dia ketika sedang berbicara dengan lelaki tersebut. Dan shasya pun tau nama lelaki tersebut adalah Daffa, Daffa adalah lelaki idaman yang selama ini shasya kejar dan selalu ingin berada di samping nya.
Setelah pembagian kelas, shasya ternyata tidak sekelas dengan daffa.
"Syaaa, ke kantin yukkk jangan murung terus ih" Ajak feli, teman shasya dari SD hingga SMA. Feli ternyata sekelas kembali bersama shasya.
"syaaa, yang penting kan kamu gak pisah sekolah sama dia. Kan cuman pisah kelas, orang juga masih ketemu kok dh ayokk ke kantin" Ajak feli lagi dan diangguki oleh shasya yang masih menunjukkan muka murung nya itu.
kemudian mereka bersama-sama ke kantin dan beberapa teman kelas shasya ikut juga. Sesampainya ia di kantin,ia bertemu dengan daffa. Disitulah seketika muka shasya berubah menjadi senang dan bahagia. Shasya pun mendatangi daffa dan bertanya bagaimana ia di kelas baru nya itu, dan begitu pun sebaliknya.
Selang beberapa bulan ia menyukai daffa, konflik pun muncul dimana daffa yang sudah mulai risih akan adanya shasya yang selalu mengganggu nya dan shasya yang sering memposting foto daffa di sosial media nya menggemparkan dia kalangan teman-teman daffa yang mengira bahwa daffa sedang berpacaran dengan shasya padahal tidak. Shasya pun, menangis sesenggukan ketika teman daffa yaitu chella juga teman shasya menasihati nya untuk tidak terlalu dekat dengan daffa karena daffa merasa risih dan juga merasa tidak enak untuk bilang bahwa dia risih langsung ke hadapan shasya.
"udah yah sa, udah cukup berjuang nya. kamu ga akan bisa sama dia kalau dia aja masih mau balik sma mantan nya" ujar chella dan shasya pun terkejut.
"HAH!!! DIA LAGI GAGAL MOVE ON DARI MANTAN NYA?? DIH KOK BISA AKU SUKA YAHH??" Ujar shasya kaget.
"lah justru aku yang nanya ke kamu, kok kamu bisa suka dia padahal dia ganteng juga gak banget gitu." ujar chella
"aku jatuh cinta pada pandangan pertama chell, itu yang buat aku suka. kan aku udah pernah cerita ke kamu, gimana sih ishhhh!!" marah shasya kepada chella.
"oh iyaaa lupaa, astaghfirullah maaf yahh syaaa" maaf chella kepada shasya dan disenyumi paksa.
"aku ga mau suka dia lagi, aku mau blacklist aja dia, aku ga suka, ga sukaa diaaaaaa!!!!" teriak shasya masih dengan air mata yang terus-menerus jatuh dan chella pun menyuruh shasya untuk tenang karena sekarang hanya ada shasya dan ia di dalam kelas tersebut.
"udah gak usah sedih-sedih lagi, yukk kita pulang" ajak chella kepada shasya sembari menenangkan nya yang masih nangis terisak.
setelah merasa shasya udah agak tenang, chella pun mengantar shasya pulang, karena kebetulan shasya ga bawa motor juga. Shasya sampai di rumah pukul 15.45, dan baru saja shasya ingin rebahan untuk melanjutkan nangisnya, chella tiba-tiba menelepon nya.
drtttttt...
drtttttt...
"hallo sya? kamu udah mau tidur belum?" bicara chella lewat telepon.
"belum, kenapa?" jawab shasya ketus karena ia sedang tidak mood.
"ini aku mau ngajak kamu ke pantai galau yang ada di tanjung laut tuhh" ajak chella.
"ihhh udah tau aku galau, malah di ajak ke pantai galau ntar aku tambah galau lagi" sedih shasya di sebrang telepon chella.
"udah gak apa-apa, lebih enak malah menggalau nya di pantai. kalau di rumah ga enak soalnya sementara galau biasanya disuruh ibu tuh buat beli garam biasanya HAHAHAHAHA" Ejek chella di telpon dan shasya sedikit terhibur.
shasya dan chella pun pergi ke pantai galau, karena letak nya tak jauh dari rumah mereka shasya dan chella pun sampai di pantai galau.
shasya berlari sedikit ke pinggir pantai galau tersebut,
"hufttt, disini sejuk yah chell aku sukaaaa hehehe" bicara shasya sambil tersenyum menghirup udara segar.
"tuh kan apa aku bilang, coba aja aku gak ajak kamu pasti kamu murung muluuu tuh" ujar chella.
angin sore berhembus dengan kencang yang menemani para pemuda pemudi dan remaja yang berada di pantai galau itu. angin tersebut membuat shasya memejamkan matanya dan memulai mengingat kembali bagaimana ia menangis tadi dengan sesenggukan, bagaimana juga ia awal bertemu dengan daffa di wktu itu hingga ia meneteskan air mata kembali. Chella membiarkan teman nya itu menangis kembali, karena chella juga pernah mengalami nya.
angin kencang di pantai galau terus-menerus lewat membuat cuaca yang panas menjadi sejuk dan beberapa pengunjung yang datang bercanda, bermain air, dan berbincang.
semenjak kejadian yang di alami shasya, ia pun menjadi tidak peduli dengan daffa dan hanya menganggap nya sebagai teman sekolah saja.