Judul : Impian yang Berganti
Deskripsi : Seorang pria pengangguran yang bernama Takumi, ia adalah pria lulusan SMA IT DHBS, dia mengabdi dirinya di Pesantren selama 6 tahun, Takumi mempunyai hobby melamun tapi jago dalam bidang IT ( Informasi Teknologi), selama ia sekolah, ia ditinggal oleh kedua orangtuanya saat kenaikan kelas 10, saudara saudara nya ikut kedua orang tua nya tersebut, Takumi ditinggal sendiri begitu saja tanpa ada alasan yang jelas, ia masih sanggup bersekolah walaupun kelengkapan belajarnya seperti Baju, buku, alat tulis, dan lain-lain nya itu masih kurang lengkap, selama ia di sekolah Takumi selalu di jauhi oleh teman temannya diakibatkan fisik Takumi yang sangat buruk, dia sama sekali tidak mempunyai teman walaupun ia selalu berusaha untuk ingin lebih dekat dengan temannya, tapi usaha itu pun sia sia, teman temannya pada tidak ada yang tertarik pada tampang buruk fisik nya yang membuat motivasi dalam hidupnya itu menurun.
Impian yang Berganti
Lelaki bermata elang itu fokus di layar HP-nya.Jemarinya sibuk mengotak atik program pencetak uang yang merupakan mimpi besarnya
"Bila bisa sukses dengan santai, mengapa harus kerja keras dan menguras otak"
Takumi nama lelaki itu. 90℅ aplikasi yang dibuat nyaris selesai, Tiba-tiba sebuah notifikasi masuk membuatnya nampak emosi setengah frustasi. Ada satu langkah yang harus dia lakukan untuk dapat menyelesaikan program itu, dan langkah itu hanya ada di sebuah buku lama yang tertinggal di rumah kakaknya, Takumi segra meraih ranselnya, memasukkan beberapa lembar kaos dan jins dengan cepat lalu menutup pintu kamarnya dengan bunyi yang cukup keras, lima menit grab yang dipesan melalui aplikasi menghampirinya, Takumi segera melompat ke boncengan si abang grab, sampai di terminal, Takumi kembali nampak kesal karena bus yang akan ditumpanginya telah berangkat. Takumi menghempaskan ranselnya di kursi penumpang. Tak peduli sekelilinya Takumi langsung merebahkan kepalanya ke sandaran kursi dengan kaki yang menjuntai, suara karnet melengking keras di telinganya, Takumi segera meraih ranselnya, pemuda yang berada di sampingnya coba tersenyum ramah, namun Takumi hanya menatap dingin, dengan setengah berlari Takumi naik ke atas bus yang sudah mulai berjalan. Takumi menatap HP-nya, ada yang berbeda. Takumi teriak keras meminta supir bus untuk berhenti, terminal telah lewat beberapa kilo dan ia baru sadar bila hpnya telah tertukar.
Supir mengerem mendadak, beberapa penumpang terdengar marah. Takumi segera turun kembali menuju terminal, bagaimana pun jua dia harus bertemu dengan pemuda yang duduk di sampingnya tadi.
Takumi terduduk lemas saat mendapati kursi tempatnya duduk tadi telah kosong. Kemana pemuda itu? Bisiknya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling nya setelah lelah mengelilingi terminal bus, akhirnya ia memutuskan untuk duduk kembali ke kursi nya, tiba tiba dari HP itu ada angin kencang yang menghembus ke arah muka Takumi yang membuat HP itu menyedot tubuhnya untuk masuk pada system HP tersebut, pandangan Takumi dipenuhi oleh gelap gulita yang tiada sinar yang dapat menerangi gelap gulita tersebut, Tiba tiba pandangannya di penuhi oleh terangnya langit di luar ia segera membuka kedua matanya dan langsung melihat arah sekitarnya ia melihat banyaknya mobil berterbangan, robot robot yang sedang melayani orang orang di berbagai tempat, pepohonan tidak terlihat sama sekali, disertai bangunan bangunan besar yang lebih modern yang mengelilingi diri nya , terkejut dengan tempat yang sedang mengelilingi dirinya itu, ia langsung bergerak dan menuju orang terdekat untuk menanyakan tempat yang sedang ditanyakan itu
"Permisi pak, izin bertanya? Saya berada di tempat apa ya? "
"Loh masa kamu gak tau tempat ini? Ini kan wisata yang terkenal itu lihat bahkan ada papan namanya di situ, kamu baru pertama kali ya? " Jawab seorang pria
Pandangan Takumi langsung mengarah ke samping untuk melihat nama dari tempat yang sedang ditempati itu, ia terkejut melihat bahwasanya disamping dari papan wisata tersebut ia melihat lagi ada papan di sampingnya yang menunjukan Happy New Year 2089, Shock melihat papan tersebut Ia langsung menanyakan lagi pertanyaan kepada orang tersebut
"Apa ini benar sekarang tahun 2089?" Tanya Takumi dengan tampak seolah olah tidak tahu bahwasanya ini adalah tahun baru
"Haha apa kamu ini habis hibernasi? , lucu saja melihat mu seolah olah tidak tahu segalanya, iya benar sekarang tahun 2089, seorang CEO dari perusahaan gedung yang paling besar di kota ini" Jawab seorang pria itu dengan tertawa sejenak
Takumi memperhatikan kantong celana pada pria tersebut, di kantong itu terdapat sebuah kaleng yang mempunyai selang kecil yang berwarna transparan yang ditaruh di hidung nya, selang tersebut tidak terlalu keliatan ketika diliat dari jarak jauh tapi jika diliat dari dekat warna transparan itu terlihat jelas sekali, taruh bagian kiri kantong pria tersebut, Takumi lantas heran sempat bengong ketika ia melihat itu dan orang orang terdekatnya
"Ayah ayah, lihat ini aku barusan mendapatkan voucher oksigen gratis selama 3 hari untuk 3 orang, dapatnya dari situ ayah, aku senang sekali!! " Jawab seorang anak yang sedang berlari cepat karna terlalu gembira dari bapak yang Takumi tanyakan, Anak itu lantas memeluk bapaknya dan seketika melihat ke arah muka Takumi dengan tampak yang bengong
"Pa dia siapa? Kok mukanya jelek sekali"
"Hush jaga ucapan mu nak, dia cuman orang yang bertanya lokasi nak" Jawab si bapak dari anak itu tersebut
Lantas Takumi tersinggung dengan ucapan anak itu tersebut sehingga langsung meninggalkan mereka berdua segera mencari tempat yang bisa ia tinggali, menyadari hal tersebut ternyata orang orang di zaman ini sekarang ketika hilangnya pohon di bumi diakibatkan perbuatan manusia sekarang oksigen dapat dijual dan dipakai secara simpel, tapi yang membuatnya bingung mengapa ia masih bisa bernafas?, seketika Takumi melihat orang yang menggunakan mobil terbang tersebut dan membayar transportasi itu dengan menggunakan jam tangan yang sangat canggih itu, Takumi merasa kagum dengan jam tangan itu tersebut, ia lantas melanjutkan perjalanan nya untuk mencari sebuah penginapan yang bisa ia tempati sementara, arah pandangan Takumi mengarah ke sebuah toko yang dimana toko itu menjual barang barang atau baju baju original dari kota Bontang yang berada di zaman Takumi, Nama tokonya adalah Souvenir Bontang, Bangunan tersebut sangat tua bahkan warna dari dinding tersebut udah pudar tapi masih buka, Takumi merasa kenal dengan nama toko tersebut dan langsung mengunjungi toko dan mencari yang pemilik dari toko tersebut, Takumi bertanya kepada karyawan karyawan yang bekerja di situ, lalu karyawan karyawan itu menunjukan kepada Takumi kepada pemilik dari toko tersebut, Takumi terkejut dengan pemilik dari toko tersebut ia adalah seorang kakek yang udah tua sekali, karyawan memberi tau bahwa umurnya sekarang adalah 86 tahun ia sudah sangat tua bahkan rambut nya pada gugur semua, banyak tabung oksigen yang tertempel pada hidungnya, kulit sudah keriputan, kurus krempeng, kesehatan nya pun yang sangat kritis, semua itu dialami oleh kakek tersebut, kakek ini menjalani tokonya sejak usianya 18 tahun setelah lulus SMA melanjutkan pekerjaan bapak nya yang sudah tiada, Takumi menjadi teringat pada pembisikan teman SMA nya itu yang dimana temannya itu pernah menceritakan pada temannya bahwasanya temannya ini bakalan berhenti kuliah dan meneruskan toko bapaknya tersebut, Kakek itu kemudian memegang lengan Takumi dengan pelan pelan, ia membisikan pada Takumi bahwasanya Takumi mirip orang yang ada di SMA nya dulu Takumi terharu, mendengar bisikan yang lemah lembut itu yang membuatnya mengeluarkan setetes air mata karena kakek tersebut masih mengingat nya bahkan pada usianya udah tua dini, kakek tersebut membisikan dan menceritakan pada Takumi bahwasanya ia ingin melihat sebuah pohon dan menaruh nya di dekat kamarnya itu, Takumi menangis tanpa henti mendengar berapa sedihnya hidup kakek tersebut ketika sudah lulus SMA ia sama sekali tidak pernah beranjak keluar karena ia sangat ingin mewujudkan impian bapaknya itu, Takumi berjanji pada kakek tersebut untuk dapat mewujudkan impian kakek tersebut ia langsung meminta pada kakek tersebut untuk menjadikan Takumi sebagai karyawan pada tokonya walaupun pekerjaan itu tidak terlalu besar gajinya, tahun demi tahun pekerjaan Takumi berganti ia bahkan mendapatkan sebuah penawaran dari seseorang untuk bisa bekerja di perusahaan seorang ilmuwan terkenal yang mengajak Takumi pada proyek nya itu, orang itu mengambil Takumi karena bakatnya dalam menulis sebuah mahakarya besar yang berarti bagi seorang ilmuan itu yang berjudul "Rimbaku" Yang mengisahkan kakek dengan sepohon yang sangat besar, cerita itu mengambil kisah nyata dari kehidupan kakek tersebut yang dimana saat umurnya 24 tahun ia pernah menanam pohon disamping tokonya dan lalu pohon itu ditebang saat usia nya beranjak 71, sangking populernya buku itu bahkan buku itu pernah masuk kedalam papan besar yang berada di pusat kota, Ilmuan itu tersentuh saat membaca buku best seller milik Takumi ia mengundang Takumi untuk berpartisipasi dalam proyek ilmuan yang bernama Hidupkan kembali Rimba kita, Takumi sangat menyetujui proyek yang ditawarkan oleh ilmuan, Ilmuan ini memberikan sebuah Apartemen yang megah untuk Takumi tinggal, Takumi pun berhasil membuat buku yang Ke 2 kalinya itu yang berjudulnya "Rimbaku volume 2" Yang dimana lagi lagi buku itu Rame lagi, ilmuan itu pun membuat sebuah pengumuman langsung di papan besar yang berada di pusat kota, Ilmuan itu menyampaikan bahwasannya ia akan menghidupkan kembali pepohonan yang sudah tiada di bumi, vidio itu langsung viral di berbagai negara dan Berombongan untuk membantu mendukung proyek besar ini, Kakek pemilik toko Souvenir Bontang meninggal saat umur takumi beranjak menjadi 28 sebelum proyek ini sudah selesai, sekarang Takumi yang mengambil kepemilikan toko sang kakek Takumi sekarang harus menepati janji sang kakek yang dimana menaruh pohon didekat kamarnya ,pada tahun 2100 proyek itu sudah selesai, sekarang kaleng yang berselang oksigen sudah tiada, dan kini umur Takumi menjadi 31, sekarang Takumi menjadi seorang Penulis buku terhebat di kalangan dunia, semua karya nya itu diambil dari kisah nyatanya selama ia hidup di zaman lamanya, ia sudah menepati janji sang kakek, Takumi menaruh pohon kesukaan kakek yang pernah dibilangnya kepadanya
Takumi /たくみ : Diambil dari arti bahasa Jepang - Laut yang Terbuka -
Amanat : Usaha itu tidak akan Menghianati hasil, terus berusaha menggapai impian mu dan jangan pernah menyerah walaupun jalan selalu buntuh
By Yamil