Jika kamu menemukan catatan ini, itu artinya nyawamu sedang terancam. Jadi, segeralah pergi ke tempat ramai dan bacalah catatan ini hingga selesai. Aku akan menceritakan segalanya dari awal agar kamu tidak merasa bingung.
****
Sebelum aku mulai bercerita, aku akan memperkenalkan diri. Namaku Bella. Aku genap berusia 17 tahun, sejak satu hari yang lalu. Aku mempunyai seorang kembaran sebelumya, namanya Adam. Ia masih hidup hingga sekarang, tetapi ia bukan lagi kembaranku. Kalian pasti bingung kenapa sebelumnya ia adalah kembaranku dan sekarang ia bukan lagi kembaranku. Bersabarlah, akan aku ceritakan perlahan.
Satu hari yang lalu merupakan hari ulang tahun terburuk dalam hidupku. Kedua orang tuaku memberikanku sebuah hadiah di pagi hari sebelum aku pergi ke sekolah bersama Adam. Adam tidak mendapat hadiah. Ini aneh. Tidak seperti biasanya. akan tetapi, mungkin ia sudah mendapatkanya kemarin.
Aku sedang sarapan dan duduk di meja makan bersama kedua orang tuaku beserta adam saat aku menerima kotak berwarna hitam dengan pita berwarna keemasan dari kedua orang tuaku. Aku mengerutkan kening ketika melihat apa yang ada dalam kotak tersebut. Sebuah ranting pohon berukuran kurang lebih 25 cm. Apakah ini sebuah lelucon? Mungkin ini sebabnya adam di berikan hadiah terlebih dahulu.
Aku menghela nafas berlebihan. “Apa ulang tahunku adalah sebuah lelucon?”
Aku menoleh ke arah adam dengan emosi yang meledak. “Apa hadiah yang kamu dapatkan dari Ayah dan Ibu?’’
Adam hanya mengangkat bahu dan berkata, “Tidak ada.”
“Bella, dengarkan Ibu. Ada beberapa hal yang harus kami ceritakan. Duduklah, kami hanya membutuhkan waktu 20 menit,” sela Ibu sebelum aku mengambil tasku dan pergi ke sekolah dengan perasaan kesal. Tidak ada yang mengejarku, dan itu membuatku tambah kesal.
Aku sudah berjalan kira-kira 10 meter jauhnya dari rumah ketika terdengar suara ledakkan dari arah rumahku. Aku hendak berlari pulang ketika Adam berlari ke arahku dan menarik siku tanganku.
“Ayo, pergi kamu sedang dalam bahaya,” kata Adam sambil menyeretkku.
Aku menepis tangannya. “Kamu gila? Terjadi sesuatu di rumah dan kita malah kabur? Apa yang sebenarnya terjadi? Kamu pasti tau, karena kamu baru saja keluar dari rumah.” Aku lalu berlari ke arah rumah.
Sesampainya di rumah aku mendapati rumah dalam keadaan sangat kacau. Meja dan kursi tempat aku, Ayah dan Ibu sarapan beberapa menit lalu sudah hancur. Bahkan salah satu kursi sudah ada yang terlempar keluar hingga memecahkan kaca jendela. Rak-rak piring yang tadi masih tersusun rapi sudah tidak berbentuk lagi. Aku mengedarkan pandangan keseluruh ruangan sambil memanggil Ayah dan Ibu.
“Kemana Ayah dan Ibu?” tanyaku kepada Adam yang sudah bediri di sampingku.
“Sepertinya mereka di jadikan tahanan sampai pada mereka mau membuka mulut. Kita harus pergi sekarang, mereka akan kembali lagi.”
“Siapa ‘mereka’ yang kamu maksud? Dan siapa yang menahan Ayah dan Ibu? Kita harus melaporkan ini ke polisi!”
“Jika polisi bisa membantu, aku akan melakukannya sejak tadi. Aku akan menjelaskannya nanti, tidak ada waktu sekarang. Kita harus kabur.”
Aku masih diam saat mahluk aneh muncul di hadapanku. Bentuknya seperti persilangan antara kuda dan buaya. Sebelum aku bereaksi, adam memberikan ranting yang di berikan oleh kedua orang tuaku. Ranting itu lalu berubah menjadi sebuah pedang.
“Penggal kepalanya saat ia sudah lengah.” Adam lalu lompat ke hadapanku dan berubah menjadi seekor serigala dan mengigit mahluk itu tepat di lehernya lalu melemparkannya kesudut ruangan tepat di dekat kakiku, aku lalu memenggal kepala mahluk aneh itu sebelum ia sempat bereaksi. Mahluk itu berubah menjadi abu setelah aku memenggal kepalanya. Aku menjatuhkan pedang di tanganku dan benda itu langsung berubah kembali menjadi ranting yang tak berguna.
Setelah kejadian itu, banyak informasi yang aku dapatkan.
1. Mahluk yang baru saa menyerangku di rumah kedua orang tuaku adalah bunyip. Mereka diutus oleh dewan penyihir untuk menangkapku.
2. Kedua orang tuaku bukanlah orang tua kandungku, mereka adalah peri yang di tugaskan untuk merawatku.
3. Adam bukan saudara kembarku dan dia adalah manusia serigala, yang di utus untuk menjagaku.
4. Fakta yang terakhir adalah aku merupakan keturunan dari keturunan seorang penyihir.
Sebenarnya sangat banyak yang ingin aku ceritakan pada catatan ini tetapi, aku rasa kamu tidak memiliki banyak waktu untuk membacanya. Akan aku ceritakan secara detail kisah hidupku ketika kita bertemu.
Oke, untuk mempersingkat waktu aku akan langsung ke inti cerita. Jadi, adam berkata padaku bahwa menurut ramalan aku adalah salah satu anak dari empat anak keturunan keluarga penyihir tertua yang sedang di sembunyikan keberadaannya sejak lahir. Kedua orang tua kandungku tidak pernah merawatku karena dapat menyebabkan resiko aku tertangkap dan di bunuh oleh dewan. Sampai usiaku 17 tahun aromaku sudah tidak lagi dapat di sembunyikan dan membuatku menjadi buronan para dewan penyihir seperti sekarang.
Kamu mungkin akan bingung mengapa para dewan mengejarku dan ingin membunuhku. Jadi, menurut ramalan salah satu anak dari empat anak keturunan keluarga penyihir tertua yang sedang di sembunyikan keberadaannya sejak lahir, akan menciptakan peperangan antar mahluk dan menyebabkan sihir hitam menguasai dunia dan menganggantikan posisi raja penyihir pada saat ini.
****
Setelah menceritakan segalanya adam membawaku ke kediaman kedua orang tuaku yang pada saat itu hanya ada seseorang yang menurut adam merupakan 'Ayah' kandungku. Bukan reuni yang menyenangkan karena aku tidak pernah mengenalnya sejak kecil.
Ia menceritakan apa yang sudah di ceritakan adam dan mengatakan kepadaku untuk melatih ilmu sihir yang aku miliki untuk pertahanan diri karena banyak mahluk di luar sana yang mengincarku. Aku menyimak apa yang ia katakan sambil menyantap semamngkup sup di hadapanku. Setidaknya sup ini enak, ini merupakan hal terbaik yang aku dapatkan dalam beberapa jam belakangan. Aku jadi penasaran apa yang ia tambahkan dalam hidangan ini. oke, kita kembali ke topik.
Setelah basa-basi yang membosannkan. ‘Ayahku’ mengajakku berlatih ilmu sihir yang aku miliki karena ia pikir aku sudah kehabisan waktu. Jadi, ia membawaku ke sebuah ruangan besar yang memiliki banyak buku-buku bersampul coklat yang terlihat usang.
Ia mengajariku berbagai hal yang sebelumnya tidak kuketahui bahwa aku mampu melakukannya. Seperti membuat diriku keluardari ragaku dan melakukan perjalanan, memindahkan sesuatu tanpa menyentuh dan membaca pikiran serta menguasai pikiran kita sendiri agar orang lain tak dapat masuk kedalamnya dan masih banyak lagi. Ketika kita bertemu aku janji akan mengajarkan segalanya kepadamu.
Hari yang panjang, aku selesai berlatih pada pukul 23:45. Latihan di hentikan karena ‘Ayahku’ tiba-tiba mendapat urusan mendadak sehingga haus pergi meninggalkanku. Ia lantas menyuruhku beristirahat dan melakukan sesi latihan esok hari.
Malam itu di kamarku aku tidak bisa tertidur. Selain karena kehidupanku yang seperti di jungkir balikkan, aku juga penasaran dengan sebuah ruangan yang tidak boleh ku masukkin. Ruangan tersebut berada tepat di samping ruang latihan. Tadi, sebelum pergi ‘Ayahku' baru saja keluar dari ruangan tersebut dengan terburu-buru.
Karena rasa penasaran yang menghantuiku, aku lalu beranjak dari kasurku dan pergi menuju ruangan tersebut. Sesampainya di depan pintu ruangan tersebut, terdengar suara helaan nafas seseorang di belakangku.
“Kamu tidak boleh memasuki ruangan itu,” Adam berdiri di sampingku.
“Dengar. Sesuatu di larang karena suatu alasan. Jika, alasannya tidak dapat di katakan itu bisa berarti dua hal, baik atau buruk.” Aku membuka pintu yang ternyata tidak terkunci dan menghambur masuk sebelum adam mencegahku.
Jadi, singkat cerita. Aku menemukan hal tak terduga di ruangan tersebut yang mungkin kau sendiri tidak akan percaya hal ini. aku membaca berkas-berkas di dalam ruangan yag terlihat seperti ruang kerja kuno pada zaman dahulu. Setelah aku mengaitkan semua fakta yang tertulis aku mendapatkan benang merahnya. Para keluarga penyihir tertua sudah muak dengan keadaan dunia pada saat ini. Mereka mempelajari sihir hitam dan menciptakan 4 anak yang menurut ramalan akan mempunyai kekuatan yang luar biasa. Empat anak ini akan digunakan sebagai alat untuk menciptakan peperangan besar dan mencitakan bencana guna menghapuskan setengah populasi dunia untuk menciptakan tatanan dunia baru.
Ternyata adam sebagai penjagaku sejak kecil juga tidak mengetahui hal ini. Ia muak dan mengajakku kabur dari rumah tersebut sebelum siapapun ‘Ayahku’ pulang. Sebelum pergi meninggalkan rumah tersebut pagi ini, aku menuliskan catatan ini dengan kertas kusus yang ku beri mantra dimana catatan ini hanya bisa di baca oleh empat anak yang tertulis dalam ramalan.
****
Jika kamu merupakan orang yang tepat. Maka sekarang setelah kamu selesai membaca catatan ini kamu mempunyai 3 pilihan. Satu, berdiam diri dan membiarkan dewan menangkapmu karena di anggap sebagai ancaman. Dua, bergambung dengan orang tuamu dan menciptakan kehancuran dunia. Tiga, temui aku pada alamat yang aku tuliskan di belakang catatan ini, tempat ini aman karena merupakan permukiman para manusia serigala. Bau mereka dapat menutupi aroma kita. Aku harap kamu memilih opsi ke tiga agar kita bisa mendapatkan jalan tengah untuk masalah ini.
Selesai/end