Bakat Aliya Menjaga Budaya
Aliya seorang anak pelaut, ia tinggal diBontang Kuala, yaitu sebuah daerah yang menjadi salah satu tujuan masyarakat berwisata. Aliya memiliki hobi menari, setiap hal yg membuat nya merasa tak nyaman bisa kembali membaik apabila menarii...
Hingga suatu ketika ayah Aliya jatuh sakit, ibu nya sangat bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, karena ia tak memiliki simpanan yang cukup untuk membayar biaya rumah sakit jika harus membawa ayah Aliya pergi ke rumah sakit, hasil pekerjaan ayah nya pun juga tak cukup untuk itu, Aliya pun turut bersedih dan khawatir dengan kondisi ayah yang akan semakin memburuk jika tidak segera ditangani oleh seorang dokter.
Hingga suatu ketika ibu Aliya meminta Aliya untuk berhenti berlatih menari karna bagi ibunya dengan menari tak dapat merubah kondisi ekonomi keluarga nya itu.
“Aliya, coba liat kondisi ayahmu sekarang!!! Dia sedang sakitt, mengapa kamu hanya terus menari? Menari ga bisa buat keluarga kita ini menjadi lebih baik, ibu mau kamu mencari pekerjaan saja dari pada menari” ucap ibu meminta Aliya mencari pekerjaan dan berhenti untuk meninggalkan hobinya itu
Aliya tidak semudah itu mengiyakan permintaan ibunya, karena dengan menarilah Aliya menjadi semangat untuk melakukan apapun..
“maaf bu, tapi itu adalah hobi ku, tapi ibu jangan khawatir,dengan aku menari keluarga ini tidak akan rugi” jawab Aliya berusaha meyakinkan ibu
Sudah hampir sepekan ayah Aliya dirawat dirumah tanpa penanganan dokter, Aliya masih sering berkunjung ke sanggar tari untuk terus berlatih. ia pergi ke sanggar tari setiap akhir pekan secara diam-diam hal ini ia lakukan agar tak ketahuan ibunya.
Letak sanggar tari tak begitu jauh dari rumahnya, Sanggar Seni Buluh Dengsanak lah sanggar tempat ia berlatih menari selama kurang lebih 2 tahun. Ia berkunjung ke sanggar setiap akhir pekan
Di sanggar ia bisa meluapkan emosinya dengan menari, tak hanya meluapkan emosi saja, tapi ia juga suka mengisi waktu luang nya dengan hobinya itu.
Pagi yg cerah diakhir pekan, ia kembali mendatangi sanggar tari, namun kali ini ia tak datang dengan keinginannya tapi karena panggilan dari guru tari nya
Sesampainya di sanggar tari. kali ini berbeda dari jam-jam tari biasanya, yang dimana saat ia datang teman-teman nya sudah sibuk berlatih kali ini smuanya berkumpul diaula sanggar tari. Hal ini membuat Aliya gugup dan bingung
Baru saja ia duduk diantara banyaknya pelajar tari, tiba-tiba nama Aliya dipanggil untuk maju kedepan oleh pembimbing tari yang kebetulan juga sebagai pemilik sanggar tari. Ia tak dipanggil sendirian tapi dengan beberapa teman nya, ia berpikir keras, apakah dia sudah melakukan kesalahan berat sehingga harus maju kedepan dihadapan orang banyak.
“untuk nama-nama berikut harap untuk maju ke depan yah,, Aliya, Dinda, Salsa…”ucap pembina tari mengumumkan mereka yang terpilih
Yang ternyata kabar baik Aliya dipercaya mampu untuk ikut berpartisipasi di sebuah lomba yang cukup bergengsi untuk mewakili sanggar tari nya.
“jadi saya memilih beberapa dari pelajar tari disini yang menurut kami bisa dan mampu, dan kami memilih kalian (menunjuk Aliya dan teman-temannya yang juga berada di depan) untuk mengikuti lomba yang sangat bergengsi ini untuk mewakili Sanggar Tari Seni Buluh Dengsanak, saya harap kalian dapat menampilkan yang terbaik dan semoga sukses…” ucap pembina tari
Dikabarkan mereka akan menampilkan sebuah tarian yang berasal dari Kalimantan Timur, dan pemenang akan mendapatkan berbagai hadiah menarik, tapi diantara semua hadiah yang menarik ada hadiah yang paling menarik bagi Aliya yaitu uang tunai senilai 15 juta, bagi Aliya uang itu lebih ia butuhkan untuk membawa ayahnya ke rumah sakit
Hal ini membuat Aliya merasa begitu senang tak dapat berucap apa-apa selain ucapan syukur kepada Allah atas kepercayaan yang sudah diberikan kepadanya untuk mengikuti lomba tersebut
Tapi kali ini dia tak tau harus bagaimana menghadapi ibunya dirmh, dia tak yakin ibunya akan senang mendengar kabar baik ini.
tapi mau tidak mau Aliya harus izin, karna lomba tersebut akan dilaksanakan diluar kota,
sesampainya dirumah Aliya mencoba untuk membicarakan hal ini kepada ibunya. Dan seperti yang ia pikirkan, ibunya tak senang akan kabar ini, tapi Aliya sangat ingin pergi, ia memasang wajah murung dan kecewa.
ia terus membujuk ibunya, hingga pada akhirnya ibunya mengiyakan walaupun mungkin terdengar tidak ikhlas
setelah mendapat izin dari ibu Aliya semakin bersemangat untuk berlatih menyiapkan tampilan yang terbaik. Ia tak pernah mengeluh akan lelah yang ia rasakan, karena ini memang hobi Aliya sejak dulu
waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba, Aliya sudah siap untuk keberangkatannya ke Samarinda, yah benar Samarinda. Mobil travel sudah tiba dan siap mengantar Aliya dan teman-teman nya. Aliya pun tidak lupa untuk berpamitan dengan kedua orang tuanya sebelum pergi meninggalkan mereka, ia melambaikan tangan kepada ibu dan ayahnya. Saat roda mobil sudah mulai berputar yang menandakan ia sudah harus pergi.
Sudah 2 jam berlalu tak terasa waktu manghrib pun tiba, ia juga sudah sampai di tempat yang mereka tuju, yaitu rumah keluarga pembimbing tari. Mereka tinggal di rumah itu selama mereka masih berada disana, hal ini untuk meminimalkan biaya khususnya biaya penginapan.
Lomba akan dilaksanakan keesokan harinya di pagi hari, sehingga mereka beristirahat lebih cepat untuk mengumpulkan energi mereka sebelum menari.
Keesokan harinya..
Dipagi yang cerah, Aliya dan teman-teman nya sudah bersiap untuk menampilkan tarian mereka, tari Jepen, salah satu tarian yang berasal dari Kalimantan Timur. Di tempat lomba sudah begitu ramai, para penonton menunggu para penari menyebarkan keindahan dari tarian nya.
“tari berikutnya adalah tari dari Kalimantan Timur, yang akan dibawakan oleh salah satu sanggar tari di kota Bontang, Sanggar Tari Seni Buluh Dengsanak,Tariiiii Jepennnnn!!!” ucap pembawa acara mengumumkan saat nya mereka untuk tampil
Aliya begitu bersemangat untuk menampilkan yang terbaik, tarian mereka menjadi tarian nomor urut paling akhir, sehingga saat tarian mereka usai mereka segera beristirahat sejenak menunggu waktu pengumuman pemenang.
Waktu yang Aliya tunggu pun tiba setelah beristirahat kurang lebih setengah jam, waktu yang begitu singkat untuk menentukan siapakah pemenangnya.
Tapi memanglah ini yang Aliya tunggu-tunggu yaitu pembagian hadiah. Siapa yang tidak sabar ketika diberitahu bahwa sang pemenang akan mendapatkan hadiah yang sangat besar, terkhusus bagi Aliya
Pembawa acara mengumumkan pemenang dari juara paling bawah hingga juara 1, begitu tidak disangka bahwa usaha Aliya berlatih menari tidaklah sia-sia, karena sanggar tarinya bisa meraih juara 1, ia begitu bangga dan tak dapat berucap apa-apa selain ucapan syukur kepada sang pencipta karena telah memberikan kesempatan untuknya bisa membanggakan sanggar tarinya dan dapat mengenalkan budaya dari tempat ia tinggal
“juara 1 dimenangkan olehhhh Sanggar Seni Buluh Dengsanakkk, selamat kami ucapkan kepada sanggar tari tersebut karena sudah menampilkan tarian yang begitu indah,tarima kasih juga kami ucapkan karena telah memperkenalkan budaya khas Kalimantan timur yaitu tari jepen. Sekali lagi kami mengucapkan selamat” ucap pembawa acara mengucapkan selamat atas kemenangan mereka
Aliya begitu bahagia karena kini dengan hadiah yang ia dapatkan bisa ia gunakan untuk membawa ayah ke rumah sakit, karena ia tau inilah hal yang terpenting, dan menjadi alasan dibalik usaha keras Aliya untuk dapat meraih kemenangan. Ia semakin tak sabar untuk pulang menemui ibu dan ayahnya dan memberikan kabar bahagia ini kepada mereka.
Aliya pun pulang kerumah, tak sabar memasuki rumah, ia begitu bersemangat menemui orang tuanya. Sesampainya Aliya dirumah nya, Aliya justru kebingungan, mengapa rumah nya nampak begitu sepi. Hal ini membuat Aliya segera mencari tau dengan mendatangi salah satu rumah tetangga yang tinggal tak jauh dari rumahnya
“permisi bu, apa ibu liat ibu dan ayah ku pergi kemana?, mengapa rumah saya begitu sepi?, tak ada orang didalamnya” Tanya Aliya kepada salah satu tetangganya dengan penuh rasa khawatir
“tadi pagi saya melihat mereka pergi, dan sepertinya mereka pergi kerumah sakit, karena kondisi ayahmu yang semakin memburuk Aliya” jawab tetangga Aliya
Aliya terkejut dan panik setelah mendengar kabar ini
“apa ibu tau ke rumah sakit mana ayah saya dibawa?” Tanya Aliya
“setau saya mereka pergi ke RSUD, karena ayahmu lebih membutuhkan penanganan medis” ucap tetangga memberikan informasi kepada Aliya
“baik bu terimakasih informasinya” jawab Aliya dengan penuh kekhawatiran
Aliya segera bergegas mengunjungi rumah sakit sesuai yang tetangga Aliya beritahu, ia pergi meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa. Hingga sesampainya di rumah sakit ia segera bertanya kepada resepsionis rumah sakit
Selepas bertanya kamar ayah Aliya dimana, ia segera berjalan dengan sangat cepat menuju ruangan tempat ayahnya di rawat. Setelah sampai di depan pintu ruangan ayahnya, Aliya tidak sengaja melihat sang ibu menangis tersedu-sedu sembari mengeluhkan biaya yang harus ia siapkan untuk membayar rumah sakit. Aliya yang mendengar hal itu tak dapat berkutip, air matanya kini sudah tidak dapat ia bendung lagi. Air mata Aliya terus mengalir tak henti.
Aliya mencoba melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tempat ayah nya dirawat dengan sangat pelan. Dan saat langkah kaki Aliya sudah begitu dekat dengan ibunya, Aliya segera memeluk ibunya. Ibu tak tau dengan keberadaan Aliya di rumah sakit sebelumnya
“Aliya? Kamu sudah pulang nak?” ucap ibu bertanya sembari menghapus bekas air matanya
“sudah bu, ini aku. Maafkan Aliya buu, Aliya tak dapat membantu ibu saat ibu akan membawa ayah ke rumah sakit” Aliya meminta maaf
“tak apa nakk, tapi sekarang kita harus bagaimana nakk? Kita tidak memiliki biaya untuk membayar rumah sakit” jawab ibu Aliya
Aliya segera memberitahu ibunya akan kemenangan yang ia dapatkan saat berlomba di Samarinda, ia menceriakan semua hal yang ia temui disana, saat mendengar kabar baik Aliya, ibu begitu bahagia, bahkan ia terus mengucapkan makasi dan maaf. Dan ibu merasa sangat bersyukur akan bakat tari yang Tuhan berikan padanya.
“Aliya maafkan ibu sebelumnya telah melarang mu untuk menari, ibu tidak tahu kalau efek dari bakat mu ternyata sebesar ini nak” ucap ibu bangga pada Aliya
Sehingga ibu Aliya sadar bahwa untuk melestarikan budaya Indonesia itu adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap orang, terkhusus warga Indonesia itu sendiri. Dan pada kenyataan nya menari tidak akan pernah merugikan orang lain, dan dengan menari juga Aliya dapat memperkenalkan budaya nya kepada khalayak ramai. Sehingga orang tua di rumah atau siapapun kita tidak seharusnya melarang keras anak ataupun orang lain yang memiliki talenta atau bakat untuk melestarikan budaya, karena hal itu akan sangat berdampak positif bagi orang lain, tekhusus lingkungan sekitar kita.