Bertahun lamanya aku menjalin kasih dengan seorang pria yang sama, tak pernah berganti, tak pernah ke lain hati.
Aku mencintai dia lebih dari diriku sendiri, dia yang menyelamatkan aku dari kecelakaan maut 15 tahun yang lalu, kecelakaan yang merenggut nyawa Tae Oh adikku.
Dia menarik tubuhku dari dalam mobil yang mulai mengeluarkan kepulan asap tebal, puluhan orang lain hanya melihat dari kejauhan, beberapa diantaranya hanya berteriak memanggil nama anak itu,
"Ji Yong, kembali, disana bahaya"
"Ji Yong, apa yang kamu lakukan, cepat kembali, mobilnya akan segera meledak"
"Ji Yong"
"Ji Yong"
Aku hanya bisa melihat seraut wajah anak seusiaku yang sedang susah payah menarikku yang terhimpit kaca mobil, dia sahabat kecilku, Kwon Ji Yong.
Kini, kami telah beranjak dewasa, bersama melewati suka dan duka, hidup berdampingan tanpa orangtua, dia tinggal bersama paman dan bibinya, aku tinggal bersama nenekku. keluarga kami bisa dibilang miskin dan serba kekurangan, kami hanya makan sekali sehari.
Tubuh kurus keringnya tak mengurangi sedikitpun ketampanan wajahnya, dia begitu menggoda. Banyak wanita yang tertarik padanya, bahkan beberapa agensi mulai meliriknya.
Di dalam himpitan ekonomi, kami memutar otak agar bisa tetap bertahan hidup esok hari, aku dan Ji Yong mulai mengamen di kawasan sungai Han, Aku memainkan harmonika Ji Yong yang bernyanyi, suaranya begitu merdu, tak sedikit orang yang memasukkan uang ke dalam kotak kami.
Hingga pada suatu hari, Seorang produser musik mendengar keindahan suara Ji Yong yang sedang menyanyikan soundtrack drama full house yang begitu terkenal.
Pria bertubuh gemuk itu langsung merekrut Ji Yong ke dalam agensinya. Sejak saat itu, hidup kami berubah, Kami jarang bertemu, sekalipun bertemu harus diam-diam. Dia membelikan aku sebuah apartemen, menjamin hidupku dengan segala kemewahan, tapi aku tidak sebahagia dulu ketika harus bersusah payah dulu hanya untuk membeli tteokbokki, kini yang kurasakan hanya kehampaan.
Kesepian menyelimuti hatiku, ingin sekali aku kembali ke masa kami masih miskin dulu, masa dimana kami harus mengamen untuk bertahan hidup, bekerja paruh waktu di minimarket hingga menjadi pengantar paket. Waktu itu kami bahagia meski tanpa materi.
Malam ini Ji Yong sedang tidak ada jadwal, dia datang ke apartemenku, sekedar untuk melepas rindu, kami berpelukan setelah sekian Minggu tidak bertemu, bibir kami tak ada hentinya untuk saling mencium, bau alkohol masih terasa dari nafasnya, aku tak heran, jika tidak ada jadwal biasanya dia akan pergi minum dengan petinggi YG entertainment.
Tidak seperti biasanya, malam ini dia menginap disini, tertidur pulas di sampingku, aku membelai lembut wajahnya, wajah yang sangat aku cintai, wajah yang sangat mudah aku jumpai, wajah yang lalu lalang di televisi, dan wajah yang paling sering aku tangisi.
Rinduku tak akan hilang dalam semalam, aku ingin menghabiskan setiap malam dalam sisa hidupku bersamanya. Aku beranjak ke kamar mandi, duduk di bathup yang terisi penuh dengan air hangat. Tangisku pecah, aku merasa seperti istri simpanan yang harus bersembunyi hanya untuk bertemu kekasih hatinya.
Ji Yong terbangun dan mencariku, dia masuk ke dalam kamar mandi, mendapatiku yang menangis di bathup dengan lingerie satin yang tak kulepaskan.
"sayang, apa yang kamu lakukan". dia membelai lembut wajahku.
"bolehkah aku kembali ke masa kita dulu, masa ketika kita miskin tapi bahagia". jawabku.
"seandainya bisa, aku juga ingin kembali, ternyata materi bukanlah segalanya". jawan ji Yong sambil melepaskan kimononya.
"aku merasa seperti wanita jalang yang menunggu pria beristri datang kemari dan berharap untuk di tiduri lalu di tinggal pergi". Tangisanku semakin menjadi-jadi. Ji Yong hanya terdiam, matanya berkaca-kaca.
"seperti itukah yang kamu rasakan selama ini? betapa bodohnya aku, aku hanya terus mengirim hadiah tanpa tau yang sebenarnya kamu inginkan". Ji Yong duduk di pinggiran bathup.
"aku sungguh tidak nyaman dengan keadaan ini, bolehkan aku pulang kerumah?". tanyaku.
"Tanpa kamu, tidak akan ada lagu-lagu indah dengan emosi di dalamnya, tanpa kamu, lagu yang kunyanyikan hanya sebuah nada hampa tanpa rasa, kamu adalah hidupku". kata Ji Yong sambil mengangkat tubuhku dari bathup lalu membawaku ke dalam kamar.
Dengan lembut dia melepas pakaianku, menggantinya dengan yang kering, aku hanya diam tanpa kata, dia menyisir rambutku yang basah, lalu membuatkan aku secangkir susu.
"haruskah aku keluar dari agensi? kekayaanku sudah cukup untuk kita hidup 10 tahun lagi, atau kamu ingin kita pindah ke negara lain?". Dia menatap mataku dalam-dalam.
"Tidak, itu akan menghancurkan hidupmu". jawabku.
"aku tidak peduli, menyakitimu adalah hal terbesar yang paling aku takuti". Kata Ji Yong sambil memeluk tubuhku.
***
Suatu hari, aku dan Ji young merayakan ulang tahunku, kami datang ke sebuah Bioskop Drive in, dalam mobil kami berpelukan dan berciuman seperti pasangan muda pada umumnya, tanpa kami sadari, ada beberapa paparazi mengawasi kami.
Beberapa jam kemudian, tersebar luas fotoku dan Ji Yong yang sedang berciuman di dalam mobil. YG entertainment sampai kehabisan akal untuk menyelesaikan masalah ini.
Banyak Fangirl yang meninggalkan Ji Yong Menghujat kami berdua dengan kata kotor dan segala sumpah serapah, hanya fans fanatik yang mencintai karya Ji Yong yang masih bertahan.
Karir Ji Yong sangat hancur saat itu, bukan hanya untuk Ji Yong, semua itu juga berimbas padaku, entah darimana mereka tau namaku, semua media sosialku dihujani dengan komentar buruk netizen, aku sempat terpuruk saat itu.
Tiba-tiba Ji Yong datang, dia meminta ijin padaku untuk menjalankan wamil.
"kamu yakin mau wamil sekarang di tengah keadaan yang sedang seperti ini?". tanyaku.
"saat ini adalah saat yang tepat untuk aku pergi, mereka akan diam dan tidak akan menghujatmu lagi, kita berikan mereka waktu untuk melupakan hal ini". jawabnya.
"baiklah, jika itu yang terbaik untuk kamu". aku memeluk Ji Yong, aku yang dulu mendukung karirnya sekuat tenaga, sekarang aku yang menjatuhkannya dengan egoku yang meminta dia menemaniku di hari ulang tahunku.
***
Dua tahun berlalu, Semua media sosial di gegerkan dengan Ji Yong yang telah selesai wamil. para Fangirl yang tadinya menghujat kini sudah tidak ada lagi.
Tanpa menunggu lama, Ji Yong mengeluarkan single baru sebagai lagu comeback-nya, sebuah lagu yang berisi tentang pria cacat yang menemukan cinta sejatinya, tapi lagunya sepi peminat, CD copy-nya tidak laku di pasaran. YG entertainment rugi besar. Ternyata selama ini Ji Yong hanya di lupakan, tapi tidak di maafkan.
Ji Yong merasa tidak apa-apa, dia justru menikmati banyak waktu yang bisa dia habiskan bersamaku setelah lama tidak bertemu. Kami pergi sesuka hati, Makan, tidur, minum tanpa takut dihujat oleh banyak orang. Kami menikmati masa-masa ini.
***
Beberapa bulan kemudian YG entertainment menjalankan Plan B, mereka membuat lagu baru untuk Ji Yong yang judulnya "forgotten but not forgiven, lagu yang bercerita tentang seorang pria yang membuat kesalahan terhadap kekasihnya, kesalahannya bisa terlupakan tapi tidak termaafkan, lagu dengan irama sedih nan menyayat hati ini mampu menggugah hati para penggemar. Sedikit demi sedikit kepopuleran Ji Yong kembali lagi, aku harus pasrah bila suatu hari harus menjalani hidup seperti di penjara lagi.
Tiba-tiba Pada suatu hari, seorang pria gagah berotot dengan setelan jas mewah datang ke apartemenku dia adalah orang dari YG entertainment, datang untuk menanyakan tentang bagaimana aku dan Ji Yong bisa bertemu. Aku menceritakan tentang kejadian masa lalu dimana aku terlibat kecelakaan yang menewaskan satu-satunya saudaraku Tae oh, dengan detail aku menceritakan segalanya. Hampir satu jam aku menceritakan hal itu kepadanya, lalu dia pamit setelah selesai mendengar ceritaku.
Esok paginya, beredar ertikel di media sosial, aku terkejut membaca judulnya "Han Jae Hee, wanita yang terlibat skandal dengan Kwon Ji Yong 2 tahun lalu adalah sahabat masa kecilnya", ku baca artike berita tersebut, isinya sama persis dengan yang ku ceritakan kepada pria kemarin.
Dengan beredarnya artikel yang isinya cerita tentang aku dan Ji Yong kecil, mendadak banyak sekali Fangirl yang kembali mengagumi Ji Yong, mereka menyebut Ji Yong adalah super hero, dari situlah Lahir nama G-Dragon yang artinya Ji Yong si pemberani seperti naga.
Perlahan aku dan Ji Yong mulai berani tampil di depan umum, Beberapa kali dia mengajak aku ke acara penghargaan. Memang tidak mudah, Haters masih bertebaran di mana-mana, tapi tidak separah dulu, jika dulu mereka menganggap aku adalah wanita jalang yang menggoda Ji Yong mereka, kini yang mereka soroti adalah penampilanku. Meskipun bisa di bilang postur tubuh dan wajahku tidak kalah menarik dari idol wanita YG entertainment.
Malam ini Ji Yong datang ke apartemenku tanpa menyelinap, tubuhnya bau alkohol, Matanya merah, aku paham betul apa yang terjadi, aku hanya membawa dia naik ke kamarku, melepas Kancing kemeja yang dia pakai, membersihkan tubuhnya dengan handuk basah dan membiarkan dia tidur.
Jam 5 Pagi, ketika langit masih gelap, Ji Yong bangun dari tidurnya, memeluk pinggangku dengan lembut, membelai perut buncitku lalu berbisik, Maafkan papa yang tidak bisa menemani kamu dan mama setiap hari ya sayang. Aku hanya tersenyum.
He Will be a Super daddy, soon.
THE END