Andrea anastasia, seorang gadis berusia 14 tahun yang harus membanting tulang dan bekerja keras sendiri demi masa depannya dan adiknya. Mereka hanya hidup berdua menjalani kerasnya dunia tanpa adanya orang tua. Orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan dua tahun lalu.
----------------
Kala itu di pagi hari terlihat dua orang anak yang masih terlelap dalam tidurnya, mereka tidur beralaskan kardus dan berteduh dibawah jembatan yang satu bernama Andrea yaitu kakaknya yang berusia 14 tahun dan satu lagi bernama Raina yaitu adiknya yang akan berusia 10 tahun. Mereka hanya hidup berdua menjalani kerasnya dunia. Matahari sudah mulai terbit, suara lalu lalang kendaraan pun mulai terdengar, Andrea sudah terbangun dan akan membangunkan adiknya. "Dek ayo bangun temenin kaka jual koran" Ucap sang kakak. "Iya kak bentar ya Rai mau beresin kardus" Balas sang adik yang kerap dipanggil Rai. Setelah membereskan kardus Rai pun berlari ke arah kakaknya yang sedang mengambil koran. "Kak aku udah selesai beresin kardus ayo kita jual koran" Ucap Rai. Sebelum mereka menjual koran, Andrea dan Rai mampir ke warung membeli roti untuk mengganjal perut mereka. "Buk beli roti yang seribu" Ucap Andrea. Setelah mereka membeli roti mereka pun membagi dua roti tersebut, setengah untuk Andrea dan setengah untuk Rai.
Setelah mereka menghabiskan rotinya mereka pun pergi ke lampu merah untuk menjual koran dengan mengelilingi pengendara motor dan mobil. "Pak, Buk korannya silahkan dibeli" Ucap Andrea yang begitu antusias menjual korannya. Di lain sisi adiknya juga ikut membantu kakaknya menjual koran. Satu persatu korannya terjual dan lampu merah pun telah berubah menjadi hijau saatnya mereka menunggu disamping jalan hingga lampu merah berikutnya, Kegiatan ini dilakukan sampai korannya habis terjual.
Adzan Dzuhur berkumandang waktunya bagi mereka untuk menunaikan shalat. "Dek alhamdulillah hari ini koran kita habis terjual, oh iya udah adzan nih ayo kita shalat" Ucap Andrea. Mereka segera menuju masjid terdekat dan langsung wudhu sebelum shalat, setelah shalat raina membereskan mukenanya dan andrea sedang berdoa di dalam hatinya "Yaallah besok adikku ulang tahun yang ke sepuluh, semoga engkau melancarkan rezeki kami agar aku bisa membelikan kue dan eskrim untuknya yaallah aamiin" Setelah berdoa, Andrea segera membereskan mukenanya dan langsung mengajak rai untuk tidur siang dibawah jembatan. "Rai ayo tidur siang dulu" Ucap Andrea yang dibalas anggukan oleh adiknya. Lalu mereka pergi kebawah jembatan untuk tidur siang. Adzan Ashar berkumandang, Andrea terbangun dan segera membangunkan adiknya dari tidurnya untuk shalat Ashar. "Dek bangun udah Ashar, ayo kita shalat" Ucap Andrea yang dibalas anggukan oleh Rai.
Mereka berdua segera pergi ke masjid untuk menunaikan shalat Ashar. Setelah mereka selesai shalat, Rai pun mengajak kakaknya berkeliling dan jalan jalan sebentar untuk sekedar melepas penat dan disetujui oleh kakaknya. Mereka berjalan sambil tertawa ria seakan tidak ada beban hidup, "Kak aku kangen sama mama papa, pasti mereka udah bahagia kan di surga?" Pertanyaan itu keluar dari mulut polos dan lugu Raina, seketika itu juga hati kakaknya terenyuh oleh ucapan Raina. "Iya dek, semoga mereka bahagia ya di alam sana" Balas Andrea yang mencoba membalas perkataan adiknya meski terasa berat untuk mengatakan itu.
Setelah itu mereka kembali melanjutkan berkeliling, hingga Raina melihat dompet tergeletak disamping jalan "Kak itu aku liat dompet" Ucap Rai. "Coba kaka liat isinya" Balas Andrea sambil mengambil dompet itu "Yaampun banyak banget isinya" Ucap Andrea. "Gimana kalo uangnya buat kita aja kak" Ucap Rai. "Dek meskipun kita yang nemuin dompet ini, bukan berarti uang ini milik kita, mau gimana pun uang ini bukan hasil dari usaha kita jadi kita harus kembaliin ke pemilik aslinya coba kita liat dulu KTP nya siapa tau kita bisa cari alamat ini" Balas Andrea dengan kata kata bijaknya. "Coba kak aku liat, Gang Mawar Blok 2A Nomor 19 kak tulisannya" Ucap Rai. "Itu kan ga jauh dari sini, ayo kita kesana" Balas Andrea. Setelah itu mereka berjalan kaki menuju alamat yang ada pada KTP tersebut.
Setelah sampai alamat yang dituju, mereka berdua berdecak kagum oleh penampilan rumah itu. Yap, rumah itu sangatlah mewah. "Assalamualaikum permisi pak apa benar ini Gang Mawar Blok 2A Nomor 19?" Ucap Andrea. "Waalaikumsalam iya benar ini alamatnya, ada yang bisa dibantu dek?" Balas Pak Satpam. "Begini pak saya menemukan dompet ini dijalan terus saya ikutin alamatnya, saya mau balikin dompetnya pak" Ucap Andrea. "Sebentar ya dek saya panggilin nyonya dulu, silahkan masuk" Balas Pak Satpam. Mereka berdua pun masuk dan duduk di ruang tamu sambil menunggu orang yang dipanggil nyonya itu datang. "Ehh ada tamu, saya dengar kalian mau balikin dompet yaa?" Ucap Nyonya itu. "Iya nyonya saya sama kakak saya nemu dijalan" Balas Rai. "Jangan panggil saya nyonya panggil saja Bu Roma, oh iya ngomong ngomong kalian kok cuma datang berdua, orang tua kalian dimana?" Ucap Bu Roma. "Kami cuma tinggal berdua, orang tua kami sudah meninggal, saya dan adik saya berjualan koran untuk memenuhi kebutuhan hidup bu" Balas Andrea. "Yaampun kalian berdua ini masih kecil harusnya jangan kerja dulu, gini aja sebagai gantinya karna kalian sudah menolong saya bagaimana kalau kalian tinggal disini saja? Kebutuhan kalian akan saya tanggung" Ucap Bu Roma. "Yaallah Bu gausah kita bisa ko hidup diluar sana lagi pula kita gamau ngerepotin bu" Balas Andrea. "Gapapa saya juga kesepian dirumah cuma sama suami saya, anak anak saya sudah kerja semua, tolong diterima ya dek tawaran saya" Ucap Bu Roma. "Gapapa kak terima aja" Ucap Rai. Dan Andrea Pun menyetujuinya.
Keesokan harinya. "Selamat ulang tahun adikkuu" Ucap Andrea. "Selamat ulang tahun Raina" ucap Bu Roma yang membawakan kue ulang tahun dan eskrim untuk Raina. "Wah kaka kok inget hari ulang tahunku, makasih ya kakaku Dan Bu Roma" Ucap Rai. "Iya sama sama, jangan panggil Bu Roma lagi dong, sekarang kan kita sudah menjadi keluarga jadi panggil mama saja" Balas Bu Roma. "Hehe makasih mama" Ucap Rai.
Cerita pun selesai dan mereka berdua kini hidup bahagia.
Pesan Moral:
Jangan pernah mengeluh tentang kehidupan yang kalian jalani sekarang, lihatlah kebawah masih banyak orang orang yang lebih sulit hidupnya daripada kita. Tetaplah berbuat baik dan pantang menyerah dalam menjalani hidup.