Baekhyun mengelus lembut pipi kanan Wannie.
Mengangguk pelan menenangkan.
Mendekatkan dirinya ke Seung Wan.
"Tenanglah.Honey."
"Ba.. Baekhyun..." Seung Wan bingung memundurkan tubuhnya merapat kursi penumpang.
Baekhyun tersenyum kecil.
Wajahnya makin mendekati Seung Wan.
"Wannie.." panggilnya pelan.
Tangan kanannya kini di belakang tengkuk leher Seung Wan.
Seung Wan menggigit bibirnya gugup.
Baekhyun dapat mendengar hela nafas gugup Seung Wan kini karena hidung mereka bertemu.
Baekhyun memiringkan kepalanya mengecup bibir Seung Wan perlahan.
Membuka matanya mencari mata Seung Wan.
Dihadapannya,Seung Wan memejamkan mata.
Baekhyun menyeringai kecil.
Kembali menempati bibirnya ke bibir Seung Wan.
Seung Wan menarik baju Baekhyun.
Melepaskan bibirnya dari tautan.
"Baek.. Baekhyun...Aku mau pulang.
Ah tidak!
Aku harus segera kembali ke dorm."
Baekhyun mengangguk mengerti tertunduk.
Dia memundurkan tubuhnya dari hadapan Seung Wan.
"Baiklah.Aku akan langsung antar kamu sekarang."
Baekhyun mulai menyalakan mobilnya dan membawanya meninggalkan sisi bukit ini.
Malam ini Baekhyun membawa Seung Wan ke bukit karena Seung Wan mengeluh 'bosan' dan 'lelah'.
Baekhyun memggaruk hidungnya.
"Ehm.. bagaimana perasaan kamu sekarang,Honey?
Apa sudah lebih baik?"
tanyanya sambil menoleh sekali ke arah Seung Wan.
Seung Wan masih diam sejak tadi.
"Hey..Wannie...Honey..Apa kamu baik baik saja?"
Baekhyun mulai khawatir.
"Baekhyun..Apa tadi kita ..."
"Apa?Kita kenapa?"
Seung Wan menangkup pipinya sendiri.
"Tadi kita ...'ciuman'!
benarkah?"
Baekhyun tertawa kecil.
"Memang kenapa?"
Seung Wan menggeleng keras.
"Baekhyun!
Aku rasa kamu jangan menghubungiku lagi.
Kita tidak bisa begini."
"Wannie!Honey.. Sudahlah..
Tadi itu tidak ada yang tahu..."
"Baekhyun..Aku tidak percaya tadi kita..."
"Honey... sudahlah..tadi itu cuma ya biasa...
Tenanglah!"
Seung Wan mengalihkan pandangannya kini hanya melihat jalanan di sisi jendela.
Dia diam enggan menjawab.
"Wannie...Honey.."
Baekhyun kembali mencoba memanggil.
Seung Wan mengerjapkan matanya menahan diri.
Dia begitu kecewa dengan dirinya sendiri.
Bagaimana bisa?
Rasanya sekarang dia benar benar mengkhianati cinta kekasih yang dipilihnya.
Aku adalah kekasih Sehun.
Dan baru saja aku berciuman dengan teman Sehun.
Ahh...benar benar...
Seung Wan akhirnya tiba di dorm.
Terlihat Seulgi melambaikan tangannya di sisi jalan.
"Baekhyun Oppa.. Berhenti disini saja."
Seung Wan menginstruksikan Baekhyun agar menepi.
Setelah tepat berhenti di depan Seulgi.
Seung Wan melepas sabuk pengaman sebelum keluar.
"Oppa..Terima kasih.."
katanya pelan.
Baekhyun hanya mengangguk.
"Hmmhm.."
Seung Wan menghela nafas berat.
"Jangan panggil aku 'Honey'.
Dan jangan menghubungiku lagi.."
"Apa?Astaga Wannie...Kita baru kembali berkomunikasi sebulan ini..
Dan sekarang kamu mau berhenti menghubungi aku lagi?!
Aku tidak percaya ini!"
"Baekhyun..ku mohon.."
Seung Wan akhirnya membuka pintu mobil lalu keluar.
Memeluk Seulgi yang menyambutnya dengan berondong pertanyaan.
"Kamu darimana saja?
Chanyeol menghubungi aku karena Sehun panik tidak mendapatkan jawaban telepon darimu.
Kamu darimana?Dan ponselmu..."
Seung Wan mengeluarkan ponselnya dari tas.
"Ah.. I'm sorry..Aku lupa mengaktifkan notifikasi.
Harusnya sesudah latihan tadi aku menghidupkan mode suara notifikasi.
Ya...tapi aku lupa..
I'm sorry.."
Seulgi mengetuk pelan dahi Seung Wan.
"Dasar!Kamu padahal tahu pasti Sehun.."
"I'm sorry.."
Seung Wan tersenyum kecil memohon maaf.
"Seulgi-ya...Tadi aku yang bawa Wannie jalan jalan sebentar.."
Suara Baekhyun dari dalam mobil.
"Tolong katakan pada Yoo Jung.Jangan memarahi Wannie.
Dan ya... Lebih baik soal aku jalan jalan tadi...
Kamu tidak beri tahu Chanyeol dan Sehun..Kurasa lebih baik.."
Seulgi mengangguk.
"Ok..Aku akan ingat itu.
Dan Baekhyun Bro..
Thanks.."
Baekhyun tersenyum lebar mengangkat jempolnya.
"Ok Bro..Aku pergi dulu...
Bye Hon..Ah ..maksudku ..
Bye Wannie..."
Baekhyun melambaikan tangannya dan mulai beranjak pergi dari hadapan Seulgi dan Seung Wan.
------------------
Baekhyun mengutuk dirinya sendiri.
Dia merasa bersalah.
Tapi juga bahagia.
Apa aku sebrengsek ini?
Aku baru saja mencium kekasih temanku sendiri.
Masih jelas 3 tahun lalu.
Mereka bertiga menyatakan cinta di hari yang sama.
Ya...bertiga!
Kami bertiga.
Aku Baekhyun.
Chanyeol.
Dan Sehun.
Bodohnya aku!
Aku begitu nyaman dengan Seung Wan.
Bahkan kami saling memanggil sebutan akrab 'Bro' seperti 'Brother'.
Hingga akhirnya aku menyadari aku mencintai Seung Wan.
Aku menyatakan cinta sore itu.
Dan Seung Wan hanya menggeleng.
Keesokan harinya.
Baru Seung Wan menjawab tidak menerima cintaku.
Dan malam itu juga Chanyeol bercerita jika dia baru menyatakan cinta ke Seung Wan.
Ahhh...padahal Seung Wan Lebih dahulu akrab dengan Chanyeol.
Namun sama sepertiku.
Waktu..
Waktu dia menyadari mencintai Seung Wan.
Waktu Chanyeol menyatakan cinta.
Seung Wan sudah memutuskan menjalani hubungan kekasih dengan Sehun yang pertama menyatakan cinta.
Hhhh...
Kecanggungan antara Aku , Chanyeol dan Sehun .
Begitu terasa.
Junmyeon Hyung pun turun tangan akhirnya.
Dan kami sepakat.
Kami ikhlas dan akan mendukung Sehun dan Seung Wan.
Baekhyun menyeringai getir.
Chanyeol dapat langsung mencintai orang lain selain Seung Wan.
Chanyeol tidak lama dari penolakan Seung Wan.
Chanyeol menjalani hubungan kekasih dengan Seulgi.
"Ya...ya...ya....Dan Aku masih disini...
Masih mencintai Wannie.."
Baekhyun mengetuk kemudinya kesal.
"Aku benci diriku yang kalah.
Aku lebih tidak suka diriku yang tidak bisa menahan diri.
Dan tadi ...
ciuman tadi..."
Baekhyun merutuki dirinya sendiri.
"God!please...jangan sampai Sehun tahu..."
-------------------------
Sehun memeluk erat Seung Wan.
"Aku panik sekali tadi.
Lega sekali kami menemukan kamu..
Apa kamu baik baik saja?"
Seung Wan mengelus punggung Sehun.
"I am ok,Baby.."
"Kenapa tadi ponsel kamu.."
"Kan tadi aku sudah jelaskan ..aku lupa.."
"Mmhmm..jangan lupa lagi ya..."
Gumam Sehun.
"Yes,Baby...aku tidak akan lupa lagi..."
Drrtt Drrttt...
Suara getaran ponsel Seung Wan.
Seung Wan mengecek ponselnya.
*Honey...good night 😙✌️
"Honey?Siapa yang memanggilmu 'Honey'?"
Sehun ternyata melihat notifikasi pesan masuk yang langsung terlihat isi pesannya.
Namun syukurlah Sehun tidak mengerti siapa pemilik pesan itu.
"Itu dari siapa?"
Seung Wan tersenyum kecil enteng.
"Itu temen aku..biasa cuma bilang selamat tidur.
Dan Honey itu seperti panggilan sayang.
Honey artinya madu.
Jadi orang tersayang yang dipanggil 'Honey' itu seperti eksplisit 'Sayangku yang manis.semanis madu' seperti itu.."
"Ah...kalau begitu..
Aku juga mau panggil kamu 'Honey'.."
"Hah?ah.. tidak perlu seperti itu juga aku tidak masalah.."
Sehun cemberut kesal.
"Tapi aku mau.." 😕
"Baiklah baiklah!
Jadi ... sekarang..kamu 'Honey' aku!"😙
Seung Wan menggenggam tangan Sehun.
Permainan kehidupan macam apa ini?
Baekhyun yang memanggil aku 'Honey' dan aku menolak keras.
Namun lihat sekarang.
Kekasihku sendiri ...
------------
Seung Wan meraup wajahnya kasar.
Baru saja teringat kembali kejadian ciuman tadi.
Aku harus melupakan kejadian tadi!
Ya...biar kejadian tadi jadi rahasia hingga kubawa mati!
Di tempat lain.
Baekhyun tersenyum kecil.
Aku tidak akan pernah melupakan kejadian tadi.
Ya...tadi rahasia.
Tapi kenangan ini akan selalu hidup di otakku.
------