Ariana alson anak dari putra alson dan rianti alson. Gadis yang cantik,baik hati,ramah dan pintar, kepribadian yang riang selalu bisa membawa suasa yang menyenangkan buatnorang sekitarnya. Namun itu dulu saat ibunya masih hidup, tapi sekarang berubah semua bermula dari kematian sang ibu yang di sebabkan orang ketiga.
Maksud papa apa? Kenapa papa membawa jal*ng ke rumah? Marah rianti mama Ariana
Jaga ucapanmu rianti!
Apa selama ini kamu selingkuh di belakang ku?
Mama Riana menatap nanar ke arah suaminya.
Maafkan aku rianti aku mencintainya.
DEG
Dengan perasaan kalut karena dihianati, mama rianti mengajak ana atau ariana pergi dari rumah.
Rianti kami mau kemana? Mau kamu bawa kemana Ariana?
Hiks... hiks... Aku mau pergi dari sini karena kamu sudah menghianaku. Kamu tega mas kamu gak kasian sama ana dan aku. Belasan tahun aku menemanimu dari nol sampai sukses tapi ini balasanmu mas? Kau selingkuh!
Ana berlari dari rumah bersama ibunya namun saat di depan gerbang rumahnya ada mobil kencang lalu menabrak rianti mama ana sampai meninggal.
MAMA.....hiks...hiks mama jangan tinggalkan ana ma. Papa tolong mama pak hiks...hiks
Uhuk....uhuk dengan nafas tersengal mama rianti mengucapkan kata maaf buat ana.
Ana sayang maafkan mama tidak bisa bersama ana lagi. Jaga diri baik-baik nak, mama selalu menyayangimu.
Setelah mengucapkan itu mama rianti menutup mata. Dan tak lama kemudian putra dan selingkuhannya yang bernama Diana datang ke tempat kejadian.
Rianti bangun, maafkan aku rianti.
Diana hanya menyaksikan tak peduli malah dia tersenyum karena penghalang untuk menjadi nyonya alson sudah meninggal.
Setelah kejadian itu mama rianti yang sudah meninggal kemudian di makam kan. Setelah pemakaman mama rinati selesai ana langsung masuk kedalam kamar.
Ma kenapa mama meninggalkan ana sendirian, hiks...hiks...ana kangen mama sekarang papa sudah mau nikah lagi, ana gak mau mama baru ana mau sama mama ana mau ikut mama hiks...hiks...
Setelah bermonolog ana ketiduran. Lama ana tidur sampai ketokan pintu terdengar.
Tok...tok...tok...
Non ini bi Surti, sekarang waktunya makan malam non.
Iya bi bentar lagi ana turun.
Setelah itu ana ke kamar mandi membersihkan diri dan dan turun ke bawah untuk makan malam. Di meja makan sudah ada papa ana dan Diana yang menunggu.
Tidak ada suara saat makan, namun tiba-tiba putra bersuara. Ana papa akan menikahi Tante Diana, papa harap kamu bisa menerima dan menganggap ibumu sendiri.
Ana kaget dengan apa yang di katan ayah nya. Sungguh iya sangat kesal dan marah namun ia males untuk bertengkar dengan papanya, percuma saja protes toh tidak akan ada gunanya.
Karena tidak mendengar sautan dari ana papanya menganggap bahwa ana menyetujuinya.
Namun tanpa disadari putra, ana merasa benci dan dendam sama Diana, karena dia mama nya meninggal dan karena papa nya selingkuh mamanya meninggal.
Keesokan harinya pernikahan putra dan Diana sudah selesai dilaksanakan.
Hari-hari sifat putra semakin tak peduli kepada ana, sedangkan Diana sering berkata sinis dan berlaku kasar pada ana. Sebenarnya putra mengetahui itu namun tidak peduli.
_______
Heh anak tak tau diri mau kemana kamu? Kata dia menegur ana yang hendak keluar
Bukan urusanmu.
Dasar kurang ajar, anak sama ibu sama aja tidak tau diri.
Tiba-tiba putra datang, ada pa ini kenapa ribut-ribut?
Itu mas ana, mama sudah nanya baik-baik tapi dia jawabnya kurang ajar ke mama padahal kan maksud mama baik.
Karena termakan omongan Diana, putra yang emosi langsung menampar ana.
PLAK....
Mau mu apa hah? Kenapa kamu tidak bisa menghargai mama Diana? Dia mama mu juga.
Dengan emosi yang menggebu putra memarahi ana tanpa memikirkan perasaan anaknya.
Ana yang menunduk langsung mengangkat wajahnya, ana sudah muak dengan keluarganya hatinya hancur sambil menangis ana mengeluarkan uneg-uneg nya selama ini.
Papa menampar ana? Karena perempuan perebut itu? Papa berubah, papa sudah tidak sayang ana,apa karena perempuan itu? Karena papa mama neninggal. Hiks...
Plak....
Satu tamparan lagi diterima ana, namun sekarang bukan air mata yang keluar dari mata ana tapi sebuah senyum kesedihan.
Anak kurang ajar sekarang kamu pergi dari rumah ini, aku tidak punya anak kayak kamu anak tidak tau terimakasih.
Jadi papa mengusir ku, baiklah aku pergi mulai sekarang jangan cari aku lagi dan mulai sekarang aku bukan lagi anakmu aku Ariana Alson melepas marga Alson.
Ariana langsung berlari ke dalam kamarnya mengambil baju seperlunya dan juga ATM tanpa batas miliknya yang di berikan oleh ibunya. Setelah itu iya turun ke bawah dan pergi. Namun saat di ruang tamu dia berhenti dan berucap.
Ingatlah tuan putra yang terhormat aku akan datang kembali untuk menuntut balas, dan saat aku datang jangan pernah menyesal camkan itu.
Setelah mengucapkan itu ana langsung pergi keluar rumah dengan membawa tas ranselnya.
Suasa malam hari yang dingin tak menyurutkan langkah ana. Anak itu terus berjalan yang ada dalam pikirannya dia harus menemukan tempat tinggal baru dan memulai semuanya dari nol. Terbesit dalam benaknya dia akan pergi ke kota A.
Saat ini ana sudah ada di bandara dan memesan tiket untuk ke kota A. Umur ana yang sudah 17 tahun dan bekal ilmu bela diri sehingga ia tidak memiliki rasa takut. Ya, ana miliki ilmu bela diri yang di ajarkan oleh mendiang sang kakek, bukan hanya ilmu bela diri tapi juga ana menguasai berbagai macam senjata. Saat sampai di kota A
Welcome to new my life.....
_________
Sesampainya di bandara kota A Ana langsung memesan taxi, selang beberapa saat ana sudah dalam perjalan menuju hotel.
Pak langsung ke hotel. Kata ana dingin
Baik neng, jawab pak supir taxi.
Entah kenapa ini anak dingin banget,mukanya datar dan cuek entah apa yang di alaminya tapi sepertinya dia sedang menahan kesedihannya kasian dia. Batin si supir taxi.
Saat sampai di hotel ana tanpa bicara langsung turun dari taxi dan langsung menuju resepsionis dan memesan kamar untuk istirahat.
Huh...akhir bisa istirahat juga, aku harus memulai semuanya dari nol aku harus menjadi orang sukse agar aku bisa membalaskan sakit hatiku dan mama ku. Aku juga harus menjadi penguasa dunia bawah semua harus terwujud dan aku pastikan mereka yang membuat mamaku meninggal akan mendapatkan balasannya ini sumpahku.
Setelah bermonolog ana memejamkan matanya, lelah dirasakan namun tak menyurutkan niatnya. Malam hari tiba ana baru bangun tidur tiba-tiba perutnya terasa lapar.
Hem...udah malam ternyata, aku harus cari makan perutku sudah keroncongan.
Setelah membersihkan diri ana langsung turun ke bawah dan makan malam setelah itu ia langsung kembali ke kamarnya.
Aku harus memulai rencanaku, besok aku harus mencari tempat tinggal dan kendaraan agar aku bisa memulai rencanaku.
-------
-------
------
Mentari pagi sudah menampakkan sinarnya, begitupun dengan gadis manis nan cantik yang sudah siap-siap untuk memulai rencananya siapa lagi kalau bukan Ana.
Saat ini mendatangi tempat penjual rumah di kota A. Permisi saya mau beli rumah yang besar dan luas apa ada?
Maaf untuk membeli rumah dengan kriterianya yang anda minta lebih baik langsung menemui manager langsung, mari saya antarkan.
Tok...tok...tok..
Masuk. Jawab sang pemilik ruangan
Ceklek
Permisi pak ini ada yang mencari rumah, resepsionis
Oh iya silahkan masuk dan silahkan duduk, manager
Saya cari rumah yang luas dan besar yang ada di pinggiran kota.
Ada tapi....
Puk (anggap suara kartu ATM yang di lempar😁)
Saya bayar berapun, ambil itu kartunya .
Baiklah nona.
Entah siapa nona ini dingin banget ekspresinya juga ih...menakutkan. pikir si manager
Kalau sudah selesai antarkan saya kesana. Ana
Baik nona sudah beres mari saya antarkan.
Setelah itu ana di antarkan ke rumah barunya, selesai mengantar ke rumah tersebut manager itublangsung pamit undur diri. Sekarang ana berada di rumah yang besar dengan halaman yang luas tempatnya berada jauh dari pusat kota.
Hem...bagus juga nih menson.
Setelah itu ana kembali ke kotel untuk check out dan kembali ke menson yangbsudah di belinya. Sebelum itu ana juga membeli mobil sport sebagai kendaraannya.
Sesampainya di mensinnya ana langsung istirahat, saat sore hari ana bangun dan keluar untuk mecari bahan makanan. Namun sebelum ke supermarket ana mampir ke lestoran untuk makan karena saat makan jam makan siang ana lewatkan.
Setelah selesai ana langsung keluar, namun saat di parkiran ana melihat ana seorang laki-laki remaja kira-kira umurnya 1 tahun lebih tua dari ana sedang makan roti dekat tong sampah.
Karena merasa kasian ana menghampiri anak tersebut.
Hey...sapa ana. Entahlah sifat dinginnya seperti hilang saat melihat anak tersebut berganti dengan rasa iba.
Iya? Laki-laki tersebut menatap ana
Sedang apa kamu?
Sedang makan, apa roti ini milikmu?
Maksudnya?
Aku menemukan roti ini disini,karena lapar aku memakannya. Maafkan aku.
Hati ana merasa terenyuh melihat laki-laki tersebut. Penampilannya berantakan,baju bolong-bolong muka kotor.
Kenapa kamu bisa disini?
Aku diusir lari rumah dan aku tidak punya tempat tinggal.
Bagaimana kalau kamu ikut denganku saja?
Benarkah, tapi kenapa?
Tidak apa-apa aku hanya tidak tega melihatmu seperti itu. Siapa namamu?
Namaku Rudi Anggara panggil Rudi.
Baiklah rudi sepertinya kau lebih tua dariku, panggil saja aku ana.
Baiklah mari ikut aku.
Setelah itu ana membawa Rudi bersamanya membeli perlengkapan memasak dan tak lupa membeli pakaian untuk Rudi.
Hari,bulan dan tahun sudah terlewati, sekarang sudah 5 tahun ana menetap di kota A bersama Rudi. Sekarang ana sudah membangun perusahaannya yang bernama A'N Corp uang berkembang pesat dan menjadi perusahaan terbesar di Asia dan juga mafia yang ia bangun susah payah sudah menjadi mafia yang di takuti di seluruh dunia.
Ana dan Rudy hanya hidup berdua, ana sudah menganggap rudi sebagai kakak nya sendiri. Rudi sudah mengetahui masa lalu ana, Rudi sangat geram sama keluarga ana yang telah membuat ana seperti ini.
Bang. Panggil ana pada Rudi
Ya ana kenapa?
Ini waktunya aku balas dendam sama mereka.
Kamu yakin ana?
Aku sudah sangat yakin.
Baiklah aku akan selalu mendung dan membantu mu.
Kini mereka sedang mempersiapkan pembalasan kepada keluarga ana.
---------
---------
---------
Saat ini ana dan Rudi menuju markasnya. Saat sampai di depan markas yang berlambangkan dua pedang yang bersilang dan di tengah ada seekor singa memakai mahkota. Ya, nama geng mafia ini adalah KING LION.
Saat masuk markas banyak yang memberi hormat kepada sang pemimpin. Tiba-tiba salah satu anak buahnya menghampiri ana.
Bos ada penghianat.
Mendengar itu ana langsung naik pitam, emosinya sudah di ubun-ubun siap meledak aura yang di keluarkan sangat suram membuat semua yang ada disana merinding ketakutan. Ana sudah seperti Dewi pencabut nyawa.
Ana paling tidak suka dengan yang namanya penghianat. Dimana orangnya? Saut ana dingin
Di ruang eksekusi bos.
Ana langsung menghampiri orang tersebut.
Brak....suara pintu di tendang. Yap ana menendang pintu karena sangat emosi dan ingin melenyapkan orang tersebut.
Bagh
Bugh
bagh
Bugh
Tanpa aba-aba Ariana langsung menendang memukul membabi buta pada orang tersebut.
Katakan siapa yang menyuruhmu brengsek.
Cih...sampai matipun aku tak akan mengatakannya. Jawab sang penghianat yang bernama Angga
Oh jadi gak mau ngaku?
Ana langsung mengambil pisau level kesayangannya. Tanpa aba-aba dia langsung menyayat paha Angga.
Masih tidak mau ngaku?
Tidak akan pernah, sampai matipun
Oh benarkah? Bagaimana ya kalau anak istrimu mendapatkan imbas dari kelakuanmu?
Jahahahahah... Kamu tak akan pernah menemukan mereka. Sungut Angga
Istrimu bernama Rita usia 33 tahun memiliki putri bernama Anggi usia 15 tahun. Tinggal di kota x tepatnya di jalan xxx. Apa masih kurang?
Apa mau mu? Janagn pernah ganggu mereka. Jawab Angga dengan suara membentak ana
Jangan membentukku brengsek. Sekarang jawab atau aku akan memusnahkan keluargamu.
Tak ada pilihan lain akhirnya Angga mengatakannya.
Aku di suruh Diana untuk membunuhmu.
Hahhahahahahah mau membunuhku? Bangs*t.
Cres...kreat....cres....
Setelah mendengar penjelasan dari angga, ana langsung menusuk mata Angga setelah itu dicongkelnya kedua matanya sampai menggelinding di lantai, di sayat-sayat badannya setelah puas ana langsung merobek perut Angga sampai isi perutnya keluar. Seketika Angga langsung meninggal tanpa sepatah katapun.
Urus bedebah ini bakar mayatnya sampai jadi abu.
--------
Kak Rudi aku akan ke kantor mantan papaku akan aku buat dia merasakan apa yang aku rasakan. Ucap ana
Baiklah kapan kau akan melakukannya?
Sebenarnya Rudi menyukai ana namun dia takut untuk mengatakannya.
Hari ini kak.
Baiklah kakak akan ikut denganmu.
-------
Sesampainya di kantor Putra's Corp ana langsung menanyakan di mana ruangan putra, setelah tau dimana ruangnnya dia langsung menuju kesana diikuti Rudi
Tok....tok....tok
Masuk. Jawab putra
Permisi pak ada yang ingin bertemu. Kata sang sekertaris
Siapa?
Itu pak dari perusahaan A'N Corp.
Suruh dia masuk.
Baik pak.
Setelah itu masuklah ana dan Angga.
Tok...tok...tok
Masuk.
Selamat pagi tuan putra. Kata ana
Selamat pa....kamu? Kaget putra
Bagaimana kabarnya tuan putra yang terhormat, masih ingat dengan saya?
Dengan mata berkaca-kaca putra ingin berabjak dari tempatnya ingin memeluk anaknya, anak yang telah ia usir dan ia kecewakan. Namun sebelum itu langsung di cegak sama Rudi.
Apa yang mau tuan putra lakukan? Tolong jaga sikap anda. Tegas rudi, sebenarnya Rudi ingin menonjok putra namun ia tahan karena tak ingin mengecewakan ana.
Nak, darimana saja kamu nak? Papa kangen selama ini papa mencarimu kemana-mana. Maafkan papa nak.
Cih tidak usah pura-pura tuan putra, anak mana yang kamu maksud? Anakmu telah mati aku bukan anakmu.
Nak jangan bicara begitu aku papa mu nak.
Sejak saat kau mengusirku dari rumahmu aku bukan lagi anakmu. Itu kan kemauan mu, kau lebih memilih si penggoda itu dan karenamu juga aku kehilang mamaku. Aku sudah pernah bilang jangan pernah menyesal.
Nak maafkan papa nak.
Tak ada kata maaf. Oiya aku kesini ada yang ingin aku katakan masalah bisnis.
Katakanlah nak. Jawab putra dengan suara parau menahan tangis
Mulai saat ini aku akan mencabut sahamku di perusahaanmu.
Apa???
Apa kurang jelas tuan?
Tidak...tidak.... Kamu pasti bercanda kan?
Saya tidak bercanda tuan, mulai saat ini saya akan mencabutnya. Selamat tinggal
Ana dan Rudi keluar dari ruang itu sambil menyeringai. Sedangkan di ruang putra menangis meratapi nasibnya ia menyesali semua perbuatannya namun semua percuma anaknya dan perusahaan sudah tak ada.
Sedangkan di lain tempat anak buah ana berhasil menculik Diana dan di bawa ke markas sesuai perintah ana.
Sore itu setelah menyelesaikan urusan kantor ana langsung menuju ke markasnya.
Heh brengsek kenapa kalain menculik ku apa salahku?? Diana berteriak
Diam! Bentak anak buah ana.
Tak lama kemudian terdengar langkah kaki mendekat. Yah dia ana yang baru sampai dan langsung menemui Diana ibu tirinya.
Ceklek
Suara pintu terbuka.
Diana mimicingkan mata mengingat siapa yang ada di hadapannya itu.
Hay wanita jahlang apa kabar?
Heh siapa kamu kenapa menculik ku brengsek.
Haahahhaha terdengar suara gelak tawa ana yang menyeramkan.
Apa kamu sudah melupakanku ibu tiri?
Ka...kamu?
Iya ini aku,sudah ingat?
Heh brengsek lepasin Akau, dasar anak tak tau diri.
Plak
Ana langsung menampar pipi Diana.
Plak
Plak
Plak
Ana terus menampar pipi dianas sampai-sampai bibirnya mengeluarkan darah.
Kamu bilang aku anak tak tau diri?
Bugh
Lagi-lagi ana menendang perut Diana.
Dasar perebut suami orang, karena kamu ibuku meninggal, kau telah menghancurkan kebahagiaanku, gara-gara kamu papa ku meninggal kan kami. Dasar perempuan mura*an. Dan kau ingin membunuhku dengan mengirim seekor kecoa. Cih menjijikkan.
Diana membulatkan matanya, ia tak menyangka bahwa orang suruhannya sudah tiada.
Aku sudah bosan, aku tak ingin bertele-tele lagi.
Tanpa aba-aba ana langsung mengambil pisau kesayangannya.
Tak..tak..tak ana memotong jari Diana
Auuu dasar brengs*k kau apakan tangaku.
Tanpa menjawab ana melanjutkan aksinya.
Tak
Tak
Tak
Satu persatu jari Diana di potong, setelah itu kakinya di potong setelah tangan dan kakinya kedua matanya di congkel dan sentuhan terahir ana menembakkan peluru ke kepala Diana.
DOR....
akhirnya Diana meninggal di tempat.
------
Ana apa rencanamu sekarang? Kata Rudi
Entahlah kak aku masih belum tau. Dendamku sudah terbalaskan.
Aku mendukung segala keputusanmu.
Terimakasih kak sudah mendukung ku selama ini dan selalu menjadi orang yang selalu melindungi ku.
Emmm...i..tu
Kenapa kak?
Tapi kamu jangan marah ya.
Iya katakan saja kak.
Sebenarnya aku menyukaimu, selama ini aku memendam perasaanku karena aku sadar aku siapa. Aku tak memaksamu menerima ku tapi aku hanya mengutarakan apa yang aku rasakan supaya tidak ada hal yang menggal dalam hatiku.
Hening tak ada jawaban dari ana. Namun ana terus menatap kedua mata Rudi tak ada kebongan disana. Ana percaya bahwa Rudi sungguh-sungguh dengan ucapannya. Selama ini memang ana tak pernah dekat dengan seorang laki-laki selain rudi, ana merasa nyaman bersamanya.
Baiklah kalau kamu tak mau menjawab, maaf. Rudi hendak pergi namun tiba-tiba
Greb
Ana memeluk Rudi dari belakang.
Jangan tinggalkan aku kak. Aku juga menyukai mu
Rudi terkejut dan berbalik melepas pelukan ana.
Benarkah sayang??
Ana mengangguk.
Terimakasih sayang.
Cup
Rudi mengecup kening ana dengan sayang.
AND.