Pernah ngga kalian berfikir, gimana caranya bikin cowok yang kalian taksir bisa balik suka sama kalian?
Aku selalu gagal dalam urusan cinta, tapi kali ini aku ngga akan menyerah, dengan berbekal sebuah buku panduan percintaan aku mulai mendekati Ale, cowok berbadan atletis yang jago main bola, anak kampus sebelah yang jadi idola di internet.
Baiklah, mari kita mulai.
#Langkah pertama : Masuk ke inner circle nya, jadi bagian dari teman terdekatnya. Atau seenggaknya bikin dia notice kalau ada Kamu di dunia ini.
Aku tidak mengenal Ale sama sekali, hanya sekedar tau dari sosial media, Bagaimana caranya bisa menjadi teman dekatnya?
oke, aku tidak akan menyerah, dengan berbagai cara aku mencari celah untuk mendekatinya, setelah mencari tau siapa saja teman dekatnya, ternyata ada salah atu yang aku kenal, namanya Adam, mereka satu team sepak bola diluar kampus. Mereka sering bertemu di lapangan. So, kenapa ngga nyoba lewat Adam.
Adam adalah teman sekolahku, satu kompleks juga denganku, kami sudah lumayan dekat sejak kecil, tidak sulit bagiku untuk masuk ke circle pertemanannya. Setelah berbasa-basi dengan Adam dan mengutarakan niatku untuk ikut ke lapangan karena bosan, Adam mengerti, akhirnya hari ini dia mengijinkan aku ikut ke lapangan untuk menonton mereka sparing dengan team asal kota lain.
Di lapangan, Adam memperkenalkan aku pada Ale dan teman yang lain, kebetulan hari ini Ale tidak ikut turun, dia menjadi cadangan karena kakinya sakit terkena beling kemarin malam.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, aku dan Ale duduk berdua di kursi pemain cadangan, dia anak yang supel, kami ngobrol kesana kemari hingga kadang tertawa geli, dari obrolan itu aku tau dia tidak punya pacar, makanan favoritnya adalah sate ayam, dia takut dengan segala jenis serangga.
Langkah pertama, berhasil.
#Langkah kedua : dekati tapi jangan terlihat murahan.
Masih dengan berbekal buku panduan yang review-nya aduhai dengan bintang 5 aku mantap melakukan langkah selanjutnya.
Aku semakin sering mengikuti Adam latihan, banyak yang menyangka bahwa aku adalah pacarnya Adam, Ale juga semakin akrab denganku.
Hari ini, Ale juga tidak main, malas katanya. Aku duduk di sampingnya, menawari dia Snack yang aku bawa, hingga akhirnya kami makan Snack dari wadah yang sama. Satu peningkatan.
Karena bosan aku mengajak Ale keluar, dia mau, kami duduk di luar memandang ke arah jalanan, Ale menyalakan sebatang rokok, aku dengan percaya diri meminta nomor hapenya, tanpa banyak kata dia memberikan nomornya kepadaku.
Langkah kedua berjalan mulus.
#Langkah ketiga : Berikan perhatian tapi jangan berlebihan.
Setelah mendapat nomor WhatsApp Ale, aku semakin mudah berkomunikasi dengan dia, setiap hari kami saling mengirim pesan via WhatsApp, dari pertanyaan dasar seperti 'sudah makan belum' sampai ke percakapan yang sedikit pribadi, hari ini dia bercerita tentang kucingnya yang mati di tabrak lari hingga mamanya yang mengeluh pinggangnya sakit karena salah gerak waktu yoga . kami juga semakin sering bertemu di luar latihan rutin di lapangan, beberapa kali kami pergi nonton film terbaru di bioskop. Kami semakin dekat, hingga aku lupa dengan buku panduan yang selama ini ku jadikan acuan.
Langkah ke tiga, done !!
#Langkah ke empat : Dekati keluarganya.
Karena Ale adalah anak tunggal dan papanya dinas di luar kota, otomatis yang dirumah cuma ada mamanya. Kau ingat, kemarin Ale sempat cerita bahwa mamanya mengeluh sakit pinggang, hari ini aku membawa sebuah alat pijat otomatis berbentuk bantal yang biasanya di gunakan orang tua untuk menghilangkan pegal-pegal. Aku memberikannya kepada Ale, ditujukan untuk mamanya tentu saja.
"Lhoh ini apa na?". tanya Ale padaku saat aku memberikan bungkusan yang lumayan besar untuknya.
"itu, alat pijet otomatis, ada batere sama penghangatnya, tinggal di nyalain trus di taro pinggang pas rebahan, mamaku juga pakai, kan mama kamu sering ngeluh sakit pinggang tuh, siapa tau bisa mendingan pake ini". jawabku.
"ini berapa?". tanya Ale.
"udah gak usah, itu dapet bonus kok, beli 2 gratis 1, kemaren kebetulan aku beliin mama sama Oma". aku berdalih.
"ih..gue gak enak ah, masa dapet gratisan". jawab Ale lagi.
"ga apa-apa santai aja kaya ama siapa aja Lo". kataku meyakinkan Ale.
"gak enak ah, oke, gini aja, sebagai gantinya, gue traktir deh hari ini, Lo mau makan apa?" tanya Ale bersemangat.
"serah Lo aja deh, gue pemakan segala". jawabku sambil tertawa.
***
Tiga hari berlalu, Ale bercerita tentang keadaan mamanya, sekarang mamanya sudah tidak lagi mengeluh sakit pinggang.
Aku dan Ale sedang makan sate di pinggir jalan dekat rumahnya, tiba-tiba hapenya berbunyi, ada pesan masuk.
Setelah makan, Ale mengajak aku pulang, aku takut sekaligus senang, kapan lagi bisa ketemu mamanya Ale.
"assalamualaikum". kataku sambil memasuki rumah Ale.
"walaikumsalam, ohh ada temennya Ale juga to, sini duduk, namanya siapa dek?" tanya mamanya Ale.
"Ina tante". jawabku canggung sambil duduk di sofa ruang tamu mereka.
Ale masuk ke dalam kamarnya, lalu keluar lagi dengan helm di kepalanya "Na, gue tinggal bentar ya, temen gue minta jemput di bandara, abis dari Kebumen". katanya sambil keluar rumah.
"lhoh, gue ditinggal disini?" bisikku.
"gapapa sama mama, bentar, paling 15 menit". jawab Ale lagi. memang jarak bandara dan rumah Ale hanya sekitar 5km, jadi 15 menit cukup untuk pulang pergi.
Selama Ale pergi mamanya mengajak aku ke dapur, kebetulan saat aku datang mamanya sedang membuat bubur kacang hijau permintaan Ale.
"sini dek, gak apa-apa biasa aja, anggep aja rumah sendiri, maaf ya tante sambil masak, soalnya Ale tadi minta di bikinin bubur kacang ijo". kata mamanya Ale dengan ramah.
"iya Tante gak apa-apa kok, malah Ina ngga enak nih gak bisa bantu". kataku sambil tersenyum malu.
"mau bantu apa, wong tinggal di ublek-ublek nanti Mateng sendiri". katanya sambil tertawa. "kamu temen kuliahnya Ale?". lanjutnya.
"bukan Tante, tapi kampusnya Deket". jawabku.
"ohh, Ale itu gak pernah bawa cewek pulang, tapi banyak cewek yang dateng kesini nyariin dia". kata mamanya Ale sambil terus mengaduk bubur.
"padahal Ale itu di kampus terkenal lhoh Tan, banyak yang naksir sampe ke kampusnya Ina juga banyak yang naksir Ale". jawabaku.
"iya, Tante itu sampe risih diomongin tetangga gara-gara banyak cewek kesini, kadang Ale dirumah tapi gak mau nemuin, terpaksa kan Tante bohong, oh iya ngomong-ngomong makasih ya alat pijetnya enak sekarang Tante bisa tidur nyenyak".
"iya Tante sama-sama, mama Ina juga pake, katanya enak"? jawabku sambil tersenyum.
Di tengah obrolanku dan mamanya, Ale pulang setelah menjemput temannya. Lalu kami makan bubur kacang hijau yang tadi di buat oleh mamanya.
Saat aku pamit pulang, mamanya berkata 'sering-sering main kesini ya, biar tante ngga kesepian', yang artinya aku berhasil mengambil hati mamanya Ale.
Langkah ke empat berhasil dengan sempurna.
#Langkah ke lima : Ungkapkan cinta.
Hampir tiga bulan aku dan Ale dekat, tapi tidak ada kemajuan di hubungan kami, tidak ada ungkapan cinta, bahkan dia seperti enggan membicarakan soal cinta.
Hari ini Ale mengajak aku membeli kado untuk mamanya yang sedang berulang tahun, dia membeli sebuah airfryer sesuai saran ku, aku juga sudah membeli satu set spatula dengan merk yang lumayan terkenal, dengan warna pink dan tosca plus gambar flamingo yang elegan.
Aku berniat mengungkapkan cintaku saat kami sedang makan di cafe, tiba-tiba Hpku bergetar, ada satu pesan masuk, dari Adam. Isinya membuatku ingin berteriak saking kagetnya.
'malem Ina, lagi apa?
lagi pergi sama Ale ya?
Na, tadinya gue seneng Lo inget sama gue, gue seneng Lo ikut gue ke lapangan, tapi ternyata gue cuma GR, tapi gue gak apa-apa, gue seneng bisa Deket sama Lo walupun gue cuma jadi jalur Lo deketin Ale, jujur, sejak kita SMA gue udah ada rasa sama Lo, waktu kita kuliah, kita pisah, sebenernya gue sedih karena cinta gue harus berakhir sebelum dimulai. Gue doain, semoga Lo bisa bahagia sama Ale ya Na, gue ngomong gini biar tenang aja, gak ngarep apa-apa dari Lo, maaf na kalo gue lancang ngomong gini ke elo'
Bibirku bergetar, ada rasa bersalah di hatiku, Adam adalah teman yang baik bagiku, tapi aku menyakiti hatinya tanpa aku tau bahwa dia ada rasa kepadaku, rasanya ingin sekali menangis, tapi aku menahannya, aku hanya ingin fokus kepada Ale untuk saat ini. Aku menghela nafasku dalam-dalam. Dan mulai percakapan serius kepada Ale.
"Al, gue pengen deh ngomong sesuatu ama Lo". kataku mengawali percakapan.
"Na, pliss jangan ngomongin cinta ya, gue lagi ga pengen ngomongin cinta". apakah terlihat jelas di wajahku kalau aku akan mengungkapkan cinta kepadanya, darimana dia tau?.
"Al, kita kan deket udah lumayan lama masa mau gini-gini aja?". tanyaku.
"gue nyaman sama Lo, tapi gue gak pengen punya ikatan sama orang lain, gue mohon Lo ngertiin gue, Lo bakal tetep jadi temen terdekat gue, sahabat gue, tapi enggak buat jadi pacar gue, untuk saat ini tentunya, gue gak tau kalo nanti kedepanya kita emang jodoh". jawaban Ale membuatku seperti di sambar petir, aku tak bisa berkata apa-apa, hanya bisa tersenyum kecut.
"oh oke". hanya itu yang bisa ku ucapkan.
Aku pulang dengan perasaan kacau, ku coba menghubungi Adam, tapi ternyata nomorku telah di blokir olehnya, mungkin karena dia sakit hati. Kini, aku baru menyadari, cinta bukanlah sesuatu yang bisa di rekayasa dengan berbagai cara, bukan seperti membuat donat yang berhasil hanya dengan melihat tutorial YouTube, cinta adalah sesuatu yang hadir tanpa di sadari dan mengalir dengan sendirinya. Jangan sampai kita mengabaikan orang yang mencintai kita hanya karena ego kita ingin mengejar yang lain.
Akhirnya aku tetap sendiri, cintaku gagal untuk yang ke sekian kali.
Tamat.