Tik..tik...tik... Terdengar suara rintik air,hari ini hujannya lebat diriku hanya bisa berada dirumah sambil meratapimu.Suaranya begitu menenangkan seperti alunan lagu yang tak terputus , sangat enak didengar oleh telinga siapapun.
Aku selalu membuat puisi saat hujan karna dibawah hujan tentu ada kenangan yang tak terlupakan.
Hujaan ooh hujan siramilah para tanaman ini supaya tumbuh subur agar bermanfaat.
Buatlah para manusia yang awalnya membencimu berubah menjadi membutuhkanmu karna kami tak bisa hidup tanpamu.Seperti ladang yang luas,sungai yang kering,dan tanah yang gersang kami semua membutuhkanmu.Dan dirimu yang selalu membuatku tenang.
Hujan kau lah saksi dimana aku tumbuh dan bermain denganmu,kau lah saksi dimana kenangan indah yang telah kulalui,hujan kau juga lah saksi dimana suatu tragedi yang menimpaku.Kau adalah temanku hujan teman seumur hidupku walaupun kau takkan selalu ada di sisiku.
Hujan kau suatu yang sangat dibutuhkan dunia,manfaatmu sangat besar dalam kehidupan para makhluk hidup.Kau diciptakan tuhan untuk membasahi dunia,kau juga diciptakan tuhan untuk membuat kami belajar tentang bersyukur atas kuasanya.
Hujan kau bagaikan CCTV yang merekam setiap kejadian yang terjadi dalam dunia ini.
INI ADALAH PUISI UNTUKMU HUJAN
Hari makin gelap,awan makin mendung.Di sepanjang jalan aku berjalan sambil bersenandung ria,diriku baru pulang kerja setelah mendapat gaji bulan ini.Saat diriku tiba di depan apartemen,aku melihat ada seseorang yang sedang berkeliling melihat-lihat apartemen ku dia memakai tudung berwarna hitam dan memakai masker penampilannya sangat misterius,Sebenarnya aku takut untuk bertanya karna melihat penampilannya dan aku berlalu pergi dengan tak menganggap dia masih berada di depan apartemen ku.
Saat diriku telah berada dalam apartemen aku menutup pintu sembari melihat ke jendela aku sangat cemas karna melihat dia masih berada di depan apartemen ku sambil melihat jendela yang kupakai untuk melihatnya aku ketakutan siapa yang tidak takut saat ada orang yang mengintai seperti stalker,tapi rasa penasaranku melebihi rasa takut,akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.
"Permisi...sedang apa ya anda disini"Tanyaku
"Hmmm.."Jawabnya
Saat aku hendak bertanya lagi dia memberikan sebuah buku,aku mengambil buku tersebut dan kembali bertanya.
"Anda siapa dan juga apa buku ini?!"
"Kau akan tau nanti"Jawabnya
Saat aku ingin bertanya lagi tiba-tiba dia hilang dalam satu kedipan mata.Tentu saja aku terkejut dengan kejadian itu siapa pula yang tidak terkejut dengan melihat seseorang yang menghilang dalam satu kedipan mata.
Setelah beberapa waktu saat kejadian itu terjadi hujan mulai turun dan aku sedang duduk di dekat jendela sambil melihat buku yang diberi orang misterius tadi,kejadian tersebut masih terngiang-ngiang di kepalaku, banyak sekali pertanyaan yang ingin kutanya seperti 'kenapa orang itu memberiku buku ini'
lalu'siapa kah orang itu' dan masih banyak lagi.
Aku melihat sampul buku itu bergambar seperti hujan yang turun dengan rintik air nan indah,warnanya sangat segar dan enak dipandang walaupun itu hanya sampul tapi terlihat nyata oleh mata judul buku itu tertulis HUJAN.
Aku penasaran dengan isi buku tersebut,saat membuka buku tersebut aku terkejut karna kertas dalam buku itu terlihat usang dan tulisan dibuku itu juga terlihat pudar terlihat ad bagian yang hilang 'Sangat beda sekali dengan sampulnya' kata ku dalam hati.
Walaupun tulisan dibuku tersebut terlihat pudar tapi masih bisa dibaca olehku.
"Hujan itu bagaikan lagu yang selalu menenangkan hati di kala kau bersedih,dikala kau marah"Saat aku membaca itu hatiku terasa tenang dan sejuk,aku membaca buku itu dengan mendengar hujan yang sedang turun.
"Suaranya sangat merdu dan tak terputus oleh apapun kecuali dia sendiri"Kata ku
Aku mendengarkan hujan dengan seksama,rasanya kepalaku terasa ringan seperti tidak ada beban pikiran.Akupun mulai mengantuk karna memang saat itu sudah malam dan aku tertidur di meja dengan memeluk buku hujan itu.
Malampun berlalu pagipun tiba.Aku segera bersiap-siap untuk olahraga pagi karna hari ini aku cuti jadi aku berpikir untuk olahraga terlebih dahulu.
Setelah bersiap-siap aku mulai pergi berolahraga dengan pemanasan terlebih dahulu supaya saat selesai olahraga tubuhku tidak terasa sakit.
"1....2...3.."
Saat sudah pemanasan diriku mulai dengan lari dari depan apartemen sampai ketaman kota,jarak apartemen ku dengan taman kota cukup jauh dan cocok untuk berolahraga lari.
Aku berlari selama 45 menit baru sampai di taman,aku langsung mencari kursi untuk beristirahat , tapi aku tidak menemukan kursi dimana-mana padahal di taman kota selalu ada kursi di dekat air mancur.Aku merasa janggal dengan hal ini.
Saat itu aku baru menyadari bahwa aku sedang tidak berada di taman kota tetapi.....
Di tempat asing yang terlihat seperti taman tapi terbuat oleh plastik yang dibentuk bunga rumput seperti unsur-unsur taman pada umumnya tapi tiba-tiba taman itu tertupi oleh kabut termasuk diriku.Aku sontak kaget.
'Ada apa ini ?!'aku bertanya dalam hati
Aku masih berdiam diri ditempat,aku masih kebingungan dan cemas akan kejadian janggal yang menimpaku hari ini.
Lalu tiba-tiba ada tangan yang menarikku keluar kabut itu,aku sangat terkejut dan ketakutan tapi aku hanya bisa pasrah karna tak dapat melihat apapun akibat ditutupi kabut.
saat aku ditarik aku hanya menutup mataku dan terus berpikir positif,dalam kurung waktu kurang dari 1 jam barulah tarikan itu berhenti.Akhirnya aku bisa bernafas dengan teratur aku sedikit takut untuk membuka mata jadi aku mengintip sedikit tapi tidak ada apa apa lalu aku membuka mataku sepenuhnya.Diriku kaget karna telah berada dalam kamar sendiri.
Aku kebingungan karna berada dikamar sendiri padahal saat itu aku ditarik oleh sesuatu 'atau jangan-jangan dia ada disini' kataku dalam hati,lalu aku dengan hati-hati memeriksa kamar,dapur dan ruang tamu tapi tidak ada sesuatu yang aneh kecuali satu yaitu buku hujan.
"Dimana buku hujan ituu!?"aku sontak kaget
Saat aku mencari-cari buku itu terdapat buku yang bergambar Langit biru yang indah dengan sinar matahari menyinari luasnya padang rumput hijau judulnya tertulis SEMI.