Siang ini sangat cerah, aku dan davit main di taman.kita berdua mengobrol, mengkhayal...
*******
"Hahaha, kamu lucu banget sih diva, aku suka khayalan kamu" ucap davit.
Aku dan davit sudah lama bersahabat, dia sangat baik kepada ku. Dia berbeda dengan teman-teman yang lainnya, aku sangat senang bisa kenal dengan davit.
"Whehe, eh iya vit diva sore ini mau ke pasar malem loh, kamu mau ikut?" Tanya ku pada davit.
"Maaf div aku gabisa, kamu lupa ya?"
"Lupa apa vit?"
"Besok aku harus pindah ke Jogja, karena ayah ku pindah dinas" jelas davit.
hati ku sangat sakit ketika davit mengucapkan itu.
Sudah tak terasa kita berdua akan berpisah.
"Ouh iya vit, maaf aku lupa. Apa kita bakalan ketemu lagi?" Tanya ku kepada davit.
Waktu itu aku baru berumur 10 tahun.
"Kita bakalan ketemu lagi kok, kita bakalan bersama-sama lagi, aku janji sama kamu" air mataku menetes, tidak kalah dengan davit, kita berdua menangis. Mengingat masa-masa dulu, tetapi perpisahan itu semakin dekat, waktu terus berputar.
"Aku janji div kita akan ketemu lagi" janji davit. Aku sangat senang ketika Davit mengucapkan janji itu, mungkin suatu hari nanti kita akan ketemu.
_________________________
Sekarang aku sudah kuliah.
"Universitas Gajah Mada" adalah universitas impianku, aku diterima di universitas itu, tetapi aku rindu dengan davit. Sudah lama aku dan davit tidak ketemu.
"Eh iya aku baru inget kalau davit pindah ke Jogja, mungkin aku akan ketemu dia" ucap ku
"Diva kenapa kamu selalu ingat ke davit sih, emang sebaik gimana? Apa dia ganteng?" Tanya Nadia, sahabat ku.. kita baru kenal Minggu lalu, tapi dia sangat baik denganku, dia selalu mendengar kan ceritaku.
"dia baik banget tau, aku jadi rindu dia, eh Nadia nanti bantuin aku ya nyari davit"
"Okelah sahabat, yuk masuk, bentar lagi dosennya Dateng loh"
"Iya ayok"
_________________________
"Auuu, sakit, kamu yang lempar kaleng ini?" ucapku
"Maaf aku gak sengaja" ucapnya
"Kamu tau peraturan disini ga sih, kan udah ada peraturan nya, "gaboleh buang sampah sembarangan" kamu anak baru juga disini?" ucap ku, aku sangat kesal dengan lelaki itu..
"Iya aku anak baru, apa jangan-jangan kamu anak baru juga?"
"Yaaa, aku duluan dosenku bentar lagi datang" ucap ku
"Yaa silahkan, gaada yang ngalangin kamu juga kan"
Lelaki itu sangat tampan. tetapi ada yang aneh, saat aku melihat wajahnya seperti tidak asing, aku seperti mengenali nya, bahkan saat aku mendekati dia hatiku begitu rindu kepada Davit.
"Apa dia davit?" Ucap ku, kebetulan tempat itu sedang sepi...
"Diva kamu kok ngomong sendiri?" Tanya Vina, teman ku tetapi tidak terlalu dekat
"Eh Vina, engga kok, tadi cuman ada cowo yang lempar kaleng ke badanku" jawab ku
"Kamu gapapa kan?" Tanyanya
"Gapapa, aku duluan ya, takutnya dosenku sudah datang"
"Iya diva hati- hati"
Aku hanya tersenyum lalu pergi...
"Diva kok lama sih, dosennya tadi udah kesini tapi dia lagi angkat telepone dulu" ucap Nadia
"Ceritanya panjang nanti aku ceritain."
"Hmmm"
____________________
"Aaa akhirnya selesai juga kuliahnya, eh iya div katanya kamu mau cerita, ceritanya di cafe itu yuk"
Ajak Nadia
"Oke ayok" jawab ku
"Jadi gini ya Nadia, kan tadi aku izin ke kamar mandi, nah waktu aku mau balik lagi ada cowo yang ngelempar kaleng ke badanku, terus aku tegur dia".
"Terus gimana?" Tanya Nadia
"Terus dia bilang maaf doank donk, dan kamu mau tau, dia juga mahasiswa baru loh di UGM, sama kaya kita"
"Dimi apa div, whaha parah si itu anak, mahasiswa baru kok gitu sih sifatnya"
"Gatau deh, eh iya tapi ada yang aneh"
"Aneh apa div?"
"Kok aku jadi rindu Davit sih" ucap ku
"Lah kok jadi davit lagi sih, kita kan lagi ngobrolin cowo itu"
Ucapnya kesal
"Iya tapikan itu bersangkutan, maksudnya aku waktu Deket dia jadi rindu Davit, dan mukanya itu kaya gak asing gitu loh" jelas ku
"Apa mungkin itu davit? Kamu tanya namanya ga?" Tanya Nadia
"Engga" jawabku.
"Yaah kalau gitu susah sih kita tau nya, apa dia davit atau bukannya"
"Tapi kan kita bisa ketemu lagi Nadia, kan satu kampus"
"Eh iya aku lupa , maaf aku pelupa"
_________________________
Hari ini sangat mendung cuacanya, tidak seperti kemarin, cuaca kemarin sangat cerah...
"Aduh kok hujan sih, aku takut telat nih" ucapku di halte buss
"Hey mau ikut ga?" Ucap seorang lelaki memakai mobil, wajah nya tidak terlalu asing.....
"Kamu yang kemarin lempar kaleng ke badanku ya?" Tanya ku
"Iya, mau ikut gak? Susah tau nyari bisa waktu hujan" ucap nya.
"Emang gapapa kalau aku ikut?" Tanya ku, karena aku tidak mau merepotkan nya.
"Gapapa, yaa sebagai permintaan maaf lah, cepet!!!"
"Iya iya." Jawab ku
"Eh btw nama kamu siapa?" Tanya ku pada lelaki itu
"Nama aku davit, kamu?" Jawab nya
Detak jantung ku berdetak dengan kencang, orang itu.... Davit?.. apa dia davit yang selama ini aku cari?...
"Davit?"
"Iya namaku davit, kamu ?"
"Hmm, namaku diva"
Jawab ku, aku sangat yakin bahwa dia adalah davit yang selama ini aku cari..
"Ouh Diva, namanya gak asing ya" ucap nya.
Apa dia masih mengenaliku? Apakah aku harus bilang kedua bahwa aku adalah diva temen kecil nya dia, bahkan sahabat nya...
"Davit" ucap ku
"Apa?" Jawabnya
"Kamu pernah tinggal di Bandung?" Tanya ku, aku penasaran apakah dia adalah davit yang aku cari apa bukan?
"Pernah tapi sebentar" jawabnya, dengan muka biasa saja
"Davit apa kamu inget sahabat perempuan itu" tanya ku, aku semakin penasaran..
"Sahabat perempuan? Hmm aku lupa sih, malahan nama nya juga aku lupa. Tapi masih inget dia sangat lucu,cantik, tetapi aku lupa dengan namanya." Jawabnya enteng
"Lah kok kamu malah ngomongin itu, emang kamu tau? Kamu kan bukan siapa-siapa nya aku,bahkan kita baru kenal" ucapnya.
Disisi lain hati ku sangat senang, karena bisa ketemu dengan sahabat ku sekarang, di sisi lain hatiku sangat sakit karena dia melupakan aku.
"Vit?" Ucap ku
"Vit? Ucapan itu, seperti tidak asing..." Jawabnya..
"Diva...diva... Aku inget nama sahabat aku sama kaya nama kamu diva, namanya "diva" makasih div" ucapnya. Hatiku senang ketika dia mulai mengingat namaku
"Vit, aku itu diva, diva sahabat kamu waktu kecil" ucap ku, aku ingin davit mengenali ku lagi, seperti dulu.... Dia perhatian kepadaku.
"Diva, beneran kamu sahabat aku waktu kecil?" Tanya nya
"Iya vit , aku selalu nungguin kamu, setiap aku pulang sekolah aku sering ketaman favorit kita"
"Demi apa,aku kangen banget sama kamu div" ucapnya, dia memelukku.
"Aku juga vit. Aku ganyangka kalau kita bakalan ketemu lagi."
"Iya div"
*TAMAT*