Bukan hanya cantik, Kajol adalah gadis yang baik, pintar dan selalu ceria, sehingga banyak teman - teman yang menyukainya. Tapi suatu ketika wajah cerianya pudar saat ada satu kejadian yang membuat Kajol terpuruk. Ya...apalagi kalau bukan tentang asmara. Tapi seiringnya waktu wajah pudar Kajol ceria kembali.
Beberapa hari ini Kajol terlihat begitu lesu dan merasa ketakutan sehingga Kajol kurang fokus pada sahabatnya yang menyapa saat Kajol duduk dibangku taman kampus. "Hei.......Kajol.......Kajol". Teriak Alia Bhatt berjalan menuju arah Kajol, tapi Kajol masih dengan diamnya. "Apa yang kamu lamunkan? Aku dari tadi memanggilmu". Sapa Alia Bhatt yang duduk disamping Kajol.
"Aahhh....... Alia, kamu buat aku jantungan tau ngak". Kesal Kajol sambil memonyongkan bibirnya.
"Kenapa akhir -akhir ini aku perhatikan kamu seperti banyak pikiran? ada apa sebenarnya? cerita padaku mungkin aku bisa bantu". Tanya Alia Bhatt sambil merangkul Kajol.
Alia Bhatt adalah sosok sahabat yang baik dan sangat peduli seperti keluarga sendiri bagi Kajol. Sedikit cerewet sih, tapi mempunyai sifat penyayang pada orang yang dianggapnya baik. Mereka bersahabat baik sejak SMP hingga kini.
"Aku juga binggung dan entahlah......mungkin hanya perasaanku saja". Berpikir sejenak mengingat kejadian yang hampir 2 minggu ini dialami Kajol. "Saat aku dijalan pulang kerumah seperti ada yang mengikutiku dari belakang, dan hari ini juga ada yang mengikutiku saat kekampus pagi td, aku takut Alia". Jawab Kajol dengan nada setengah ketakutan.
"Apa jangan - jangan ada yang menyukaimu..? atau mungkin dia penculik..?". Teriak Alia Bhatt yang menakuti Kajol dengan mengguncangkan bahunya dengan keras.
"Aahhh...... kamu jangan menakutiku Alia, mana ada orang yang ingin menculikku, karena aku bukan anak orang kaya. Eemm...... kalau yang menyukaiku...... aku rasa tidak mungkin". Jawab Kajol pada Alia sambil melirik kekanan dan kekiri serta kebelakang kalau dirasa ada yang sedang menguping pembicaran mereka.
*******
Pukul 16.00 sore Kajol berjalan pulang sendirian hendak mendekati halte yang dirasa ramai orang pada saat itu. Kajol berbalik kebelakang dan melihat ada orang yang masih saja mengikutinya seperti kemarin dengan memakai baju dan topi hitam yang kira - kira berjarak 2 meter darinya. Kajol pun mempercepat langkahnya, kemudian duduk dihalte. Kajol sungguh ketakutan kalau orang itu mencelakainya.
Ketika bosan, Kajol mulai memainkan ponselnya hingga tak sadar bahwa dihalte telah sepi, hanya ada Kajol dan seorang wanita paruh baya yang menunggu bus Trans lewat. Kajol pun gelisah, tak lama kemudia berdiri hendak pergi kearah Mini Market untuk membeli minum, tiba - tiba ada seorang pria yang memanggil Kajol dari arah belakang.
"Kajol......!!". Sapa pria itu.
Kajol yang mendengar suara itu pun berbalik, dan betapa terkejutnya saat dilihat pria yang selama ini Kajol ingin lenyapkan dari pikirannya muncul kembali. Entah apa yang dilakukannya pada Kajol.
"Kau..... Salman Khan". Ucap Kajol dengan nada sedikit meninggi.
Salman khan adalah mantan kekasih Kajol, padahal status mereka tidak jelas pada waktu itu. Salman pria yang baik, tampan, tinggi, bertubuh ideal dan berotot serta tak ketinggalan dengan jambangnya yang membuat Kajol cinta padanya dulu, tapi sekarang tidak...sewaktu Kajol tahu bahwa Salman pria yang buruk baginya.
" Hai..... apa kabar Kajol?". Tanyanya pada Kajol dengan sedikit senyum meringis.
Mendengar pertanyaan darinya Kajol pun melangkahkan kakinya untuk menghindar. Saat berjalan 2 langkah, Salman pun langsung menarik lengan Kajol dengan cepat yang posisinya dibelakang Kajol.
"Kajol..... aku ingin bicara padamu, please". Ucap Salman yang memohon. "Dengarkan aku..... aku tau aku salah, aku ingin minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu dulu. Sengaja 2 minggu ini aku mengikutimu untuk menjelaskan tentang permasalahan kita yang belum jelas tapi aku ragu, dan sekarang aku memberanikan diri untuk menjelaskannya padamu, aku minta maaf". Penyesalan Salman dengan perasaan bersalah disusul matanya yang sedikit berkaca - kaca yang masih memegang lengan Kajol dengan keras.
"Jadi selama ini kamu yang mengikutiku? Tanya Kajol dengan menolehkan wajahnya kekanan menatap arah bawah tanpa melihat wajah Salman. "Kamu membuatku takut Salman. Dan untuk apa kamu kembali hanya untuk membuka luka lama? Lepaskan aku.....!!". Teriak Kajol dengan kesal dan menghempaskan tangan Salman dilengannya namun ditarik kembali oleh Salman dengan cengkraman yang cukup kuat.
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memaafkanku, aku tidak tenang selama hidupku karena aku melukaimu, sungguh aku bodoh, aku bersalah dan menyesal setelah semuanya terjadi". Penjelasan Salman yang membuat Kajol terkejut kemudian berbalik ke arah Salman dan mata mereka saling beradu setelah 1 tahun yang lalu saat peristiwa itu. Jujur saja ada terselip rasa kerinduan diantara mereka.
Untuk menghilangkan rasa canggung, seketika mata Kajol kekanan dan kekiri melihat keadaan sekitar halte itu. Dan baru disadari hanya ada mereka berdua.
hening.....
"Kamu baru sadar atas apa yang kamu lakukan dulu? kemana saja dirimu, hah...? apa yang kamu lakukan, hah...? apa...? Teriak kajol dengan kesal.
"Setelah apa yang kamu perbuat padaku 1 tahun lalu, kamu pikir aku bisa melupakan semua itu? aku sakit Salman, sakit....hiks....hiks....!! kamu bukan saja melukaiku tapi kamu menghianatiku, kamu tinggalkan aku pergi dengan wanita lain, dan yang paling menyakitkan adalah saat aku tahu kamu menikahi dia....hiks....hiks....!! apa salahku Salman? mana janjimu dulu yang selalu setia padaku? aku benci kamu Salman". Kajol menangis terseduh - seduh sampai memukul dada bidang Salman yang kekar tapi Salman hanya diam dan menerima karena ada rasa bersalah yang besar terhadap wanita yang dicintainya dulu.
"Pergilah...... aku tidak mau melihatmu lagi". Pernyataan Kajol dengan tegas ke Salman dengan berurai air mata yang deras.
Flashback on
Di kediaman Salman Khan pukul 21.00 malam, Salman tak henti memandang foto Kajol pada ponselnya dikamar.
"Aku mencintaimu Kajol, tapi aku ragu dengan perasaanku sendiri, kamu yang terlalu menyebalkan, terlalu naif". Salman meluapkan rasa kekesalan pada foto Kajol hingga matanya berkaca - kaca. "Jujur aku bosan dengan pikiranmu itu, aku pacar kamu tapi selalu membatasiku untuk bertemu. Aku rindu kamu.... aku ingin memelukmu disaat aku butuh sandaran, tapi selalu saja ada alasan kalau kita belum halal". Salman tambah kesal kemudian menghempaskan ponselnya ke kasur.
"Arghhh..... aku muak dengan semua itu". Air mata Salman pun jatuh seketika mengingat apa yg dialaminya saat ini. "Mungkin dengan cara pergi darimu, aku mendapatkan kebahagian dengan wanita lain. Maafkan aku Kajol, karena aku seorang pecundang yang pergi begitu saja meninggalkanmu". Salman kuat pada pendiriannya lalu mengusap air matanya dan bangkit untuk melupakan wanita yang dicintainya demi kebahagiannya. Bahkan Salman pun tak peduli egoisnya dirinya saat ini.
Sedangkan dilain tempat di kediaman Kajol yang berada di kamarnya. Kajol duduk sambil menyandarkan kepalanya diatas ranjang dengan pikiran galau.
"Ada apa dengan Salman? apa dia masih marah saat aku menolak untuk bertemu dengannya waktu itu? ini sudah 3 bulan tanpa kabar darinya". Pikiran Kajol kesana kemari dengan berbagai pikiran buruk yang melanda. "Aku hanya tidak mau berlebihan dalam suatu hubungan, apa itu salah? kenapa Salman tidak pernah mengerti. Aku tidak bisa diam saja, aku harus cari tahu tentang Salman".
Sejenak Kajol berfikir untuk mencari tahu tentang Salman melalui media sosial. Ya.... selama kejadian itu, mereka memilih diam tanpa kabar hingga Kajol menghapus semua pertemanan dimedia sosialnya dengan Salman 1 bulan setelah kejadian itu. Saat dilihat pada salah satu akun media sosial Salman, betapa terkejutnya Kajol melihat foto Salman dan seorang wanita cantik, dan benar saja itu adalah foto prewedding mereka yang keterangannya akan melangsungkan pernikahan 1 bulan lagi. Itu yang membuat Kajol penasaran dan bertanya - tanya. Ada apa sebenarnya?
"Keterlaluan kamu Salman, kenapa kamu jahat padaku? Apa salahku? tega kamu melukaiku. Kenapa.... kenapa....? Hiks....hiks...hiks...". Air mata Kajol pun jatuh deras melihat pengkhianatan yg dilakukan Salman, hatinya benar - benar sakit.
"Ya Tuhan..... tolong kuatkan aku". Kajol memegangi dadanya yang terasa sakit bercampur sesak. "Aku serahkan semua hanya padaMu. Jika dia bukan jodohku dan tak ditakdirkan bersamaku, tolong ikhlaskan hatiku untuk menerima apa yang telah terjadi.... hiks.... hiks....hiks. Aku harus bisa melupakan Salman". Tekad Kajol yang begitu kuat agar bisa menjalani kehidupan dimasa depan walau sulit akan dihadapi dengan berusaha dan berdoa untuk benar - benar bisa mengikhlaskan tanpa rasa dendam.
Flashback Off
Suasana menjadi haru, hanya ada suara kendaraan yang berlalu lalang. Dan Salman masih mencengkram lengan Kajol.
"Aku mohon maafkan aku Kajol, aku sudah melukaimu. Dan soal menikahi dia, itu karena aku melakukan kesalahan, dia hamil karena ulahku. Aku sadar apa yang kau larang dulu untuk kita, sekarang dampaknya terjadi padaku karena aku tidak mendengar ucapanmu. Tolong maafkan aku Kajol". Salman menjelaskan secara rinci tentang permasalahan yang selama ini ada dipikiran Kajol dan sekarang terjawab sudah.
"Aku tidak peduli lagi Salman, aku sudah melupakan hal itu. Allah tidak merestui kita untuk bersama". Pandangan mata Kajol terhadap Salman sangat dalam begitu juga dengan Salman yang menatap Kajol dengan hati yang teriris. "Jadilah Pria yang baik untuk keluargamu Salman. Aku memaafkanmu sebelum kamu memintanya. Aku terima maafmu...!!". Ucap Kajol tegas dengan mata yang berkaca - kaca sambil tersemyum kemudian Salman melepaskan cengkramannya di lengan Kajol.
"Terima kasih Kajol, kamu memang wanita yang baik. Semoga hidupmu bahagia kelak bersama pria yang tulus mencintaimu". Salman mendo'akan Kajol dengan hati yang tenang atas diterimanya permintaan maafnya pada Kajol. Dan senyum pun berada antara mereka berdua.
Setelah permasalahan mereka selesai, kedua insan itu pun melangkah pergi dengan berlawan arah secara bersamaan tanpa ada ragu untuk menoleh kebelakang dengan perasaan lega yang mereka bawa masing - masing didalam hati.
****END****