Dimana ketika kelahiran seorang anak di seluruh dunia sangat di nantikan , mereka menyambut keturunannya dengan ke bahagiaan, bahkan ada sampai yang menggelar pesta penyambutan kelahirannya anak nya.
Tapi beda dengan keluarga ku, ketika pertama kali aku menampakkan wajah ku di dunia ini mereka sudah memandang ku dengan sinis dan tatapan benci, tak ada senyum dan rasa syukur atas kelahiran ku.
Aku juga tak mengerti , seringkali aku bertanya dalam hati " Apa salah ku sehingga mereka begitu benci pada ku ?"
Kadang hati ku sakit ketika mereka memperlakukan ku bagaikan najis, yang haram banginya untuk di
sentuh .
Yaaa.......
Mereka tak pernah sekali pun menyentuh ku dengan ke dua tangannya, ketika pernah suatu kali, tak sengaja aku menyenggol nya, ia sudah memaki- maki ku dengan kata-kata yang sangat lah kasar. Dan yang lebih parahnya lagi ia melap bekas sentuhan ku di depan mata ku.
Di detik itu jugalah aku berada di titik yang paling bawah dalam hidup ku.
Dimana aku sadar bahwa memang keluarga ku tak menginginkan ku dan mereka hanya menganggap ku sebagai najis di rumah itu.
Di hari itu dan di detik itu pula lah , aku mencoba menjauh agar aku tak sekalipun menyentuh mereka lagi, walau aku sangat menginginkan pelukannya untuk menghangatkan tubuh ku, kala aku kedinginan.
Aku juga pernah berharab ingin merasakan elusan kasih di kepala ku , seperti yang aku lihat di taman itu. huffff.... aku sungguh bodoh pernah mengharapkan itu semua. Alhasil aku lah yang tersakiti dengan harapan ku yang konyol itu.
Aku Tifane kata orang arti nama ku begitu bagus
" Mutiara terindah "
mereka berkata " Pasti anak itu sangat di manja dan di jaga oleh keluarganya , mereka memberikan nama yang begitu indah pada anak nya. Mungkin mereka sudah tau bahwa suatu hari nanti anaknya akan tumbuh menjadi anak yang sangat cantik, seperti yang kita lihat sekarang "
Aku yang mendengar semua itu hanya bisa tertawa
"haha.. haha....haha..."
merenungkan nasib ku yang sebenarnya, tak seindah yang mereka katakan.
Sungguh aku merasa semua itu hanyalah lelucon belaka , yang tak akan pernah terjadi.
Bahkan dari apa yang mereka katakan itu semua adalah kebalikan dari cerita mereka.
ingin aku berteriak mengungkapkan cerita yang sebenarnya.
" Aku tidak seindah yang kalian katakan, aku ini hanyalah najis yang tak di inginkan keluarga ku, bahkan asal kalian tau mereka tak memberikan aku nama ketika aku lahir, yang memberikan ku nama guru SD ku dulu yang aku pakai hingga kini.