Pulang sekolah biasanya kami para anak asrama pasti melanjutkan untuk belajar atau istirahat ada juga yang sibuk dengan hpnya menonton film horor.
Yah tergantung dari apa yang mereka suka lakukan, berbeda dengan aku yang kebiasaanya suka membaca. buku yang aku baca mungkin sudah berbagai jenis kalau bukan novel, buku pelajaran, dan juga buku-buku lainnya.
seperti biasanya di waktu sore biasanya kami sering berkumpul bersama dan kadang menceritakan kejadian yang baru kita alami, kita juga biasanya suka nonton horor bersama di tempat ini.
Waktu magrib telah tiba kami para penghuni biasanya menunaikan sholat sebagai umat muslim.
Hal aneh yang selalu kita lakukan itu karena kamai semua sangat menyukai film yang menegangkan seperti Film psikopat, film hantu bahkan kita juga sangat menyukai film bernuansa romantisme seperti drama Korea dan hal yang berbau romantis.
Malam telah tiba tapi kami tetap melanjutkan nonton film horor yang di putar dari kaset hingga sampailah waktu jam 10 sampai jam 11 malam. waktu kami untuk tidur semua, tapi masih ada juga anak-anak yang belum tidur. salah satu senior kami menyuruh untuk sebagian anak-anak yang lebih mudah dari kami untuk pergi istirahat takutnya mereka tidak bisa bangun subuh.
Malam itu saat semua orang tertidur lelap aku tiba-tiba terbangun dari tidurku, Entah kenapa malam itu benar-benar malam yang dingin dan sangat gelap lalu ku selimuti tubuhku dengan selimut yang ku pakai.
Aku merasa sangat ribut di kamar sebelah, entah lah kenapa di malam hening ini ada suara seperti seseorang sedang ribut-ribut dan membuat tidurku terganggu. yah siapa lagi kalau bukan anak di sebelah yang biasanya tengah malam begini sedang menelpon dengan pacarnya.
"Aduh, mengganggu tidur orang" ungkapku marah dalam hati dengan mata yang masih terpejam.
Semakin lama suara itu semakin bising, akhirnya tidurku terganggu dan mataku terbuka. sepertinya dia sedang marahan sama pacarnya hingga membuat suaranya sangat terdengar jelas kalau dia sedang marah. tapi anehnya hanya aku yang terganggu dalam tidurku yang lain malah tertidur pulas.
saat mataku tertuju pada tangga lantai tiga, aku begitu kaget di tangga itu ada sosok makhluk yang baru pertama kali aku liat dengan wajah yang putih pucat sedang menatapku di anak tangga yang dia langkahi, aku tidak begitu yakin lalu aku mencoba menutup mata dan membukanya lagi namun itu benar-benar nyata adanya.
Wanita itu begitu tinggi, rambut panjang terurai, berbaju putih wajah pucat dan tangannya yang menyentuh tembok ketika berjalan.
Aku semakin ketakutan ketika mengetahui itu benar-benar nyata, dia tetap terus berjalan hingga sedikit langkah lagi menginjakku yang tadi tertidur di dalam ruangan yang gelap. Ketika aku terus membangunkan temanku yang terlelap bersamaku di ruangan itu, dia malah mengira aku sedang mengigau.
sebut saja namanya Inna "In bangun in aku liat hantu seriusan, dia lagi di tangga menuju kita ayo bangun," gumamku pada temanku yang begitu enak tidurnya.
"Ih mengganggu orang tidur saja, kamu kenapa lagi ngigau yah, ucapnya lalu melanjutkan tidurnya.
seseorang berlari dan menaiki tangga itu, ternyata dia kak Tina yang ribut berkelahi di telpon dengan pacarnya tadi. dia menaiki tangga dan menyambar hantu pucat itu, hantu itu hilang entah kemana.
aku teriak dan kaget tapi seperti tidak ada yang mendengatku, rasanya seperti mimpi buruk bagiku tapi itu benar terjadi.
kak Tina yang naik di lantai tiga aku suruh untuk menyalahkan lampu dan memtikannya lagi. kali ini kak Tina seperti merespon perkataan ku tanpa memarahiku sedikit pun.
alhasil setelah kak Tina menuruti perkataan ku hantu itu benar-benar tidak muncul lagi.
Kak Tina masih di lantai tiga dengan handpone di telingannya, tiba-tiba di kejauhan sana cowoknya mendengar seperti ada wanita lain yang menemani kak tina padahal saat itu dia sendiri di lantai tiga itu. Karena pacarnya tidak terlalu yakin akhirnya dia memutuskan untuk bertanya kepada kak Tina.
"kamu dengan siapa, ada orang di samping kamu atau kamu lagi sendiri?" ucapnya di telpon.
" aku sendiri di sini memang ada apa yah?" kata kak Tina merasa heran padahal dari tadi dia sendiri di sini, entah kenapa bulu kuduknya seperti berdiri dengan sendirinya.
"Serius kok aku dengar wanita di samping kamu lagi bicara sama kamu?" Ucap cowok yang menelponnya. Tina sontak saja semakin kaget dan balik kiri kanan melihat siapa yang datang tapi beneran tidak ada siapa-siapa.
"Tina orang yang bersama menyapaku tadi jadi aku pikir kamu bersama salah satu temanmu" kata si penelpon di kejauhan.
"jangan bikin aku takut deh aku beneran sendiri di sini" kata Tina. tapi aku merasa seorang wanita sedang bersama mu dan ingin berkenalan denganmu.
karena dia sudah takut, Tina buru- buru lari menuruni anak tangga dan kembali ke tempat tidurnya.
Cowok di ujung sana terheran-heran. Katanya tidak ada orang di sampingnya tapi kok cewek yang di sampingnya bicara sama aku, seperti seseorang memberi tahu aku dan itu bukan suara Tina. tiba-tiba indah juga matikan telpon aneh deh, ungkap rendi di kejauhan sana.
Setelah lama memikirkan perkataan Rendi Tina tertidur dengan pulas.
Paginya Tina terbangun dan menceritakan kisahnya tadi malam kepadaku dan anak-anak lainnya. aku pun mengatakannya aku melihat cewek itu di tangga dan menghilang ketika kak Tina menaiki anak tangga dan menyambarnya.
Ternyata ditelusuri ini dulu kuburan Belanda yang ditempati rumah asrama ini.....