Nama gue Alea Sabita, anak kampus yang kata temen sifat gue barbar dan kalo ngomong suka ngejleb gak ngira-ngira. Padahal yah, gue gak tau kalau itu bakal bener ceritanya....yah kan namanya temen tanya sama gue apalagi curhat, pasti kita kasih saran atau gak kita ngejawab seadanya kalau emang kepepet, contohnya: kita selalu ada dua pilihan aja....iya dan enggak(bener kan?).
Yang penting nih dari idup dan pikiran gue yang ada tiap hari nih yaitu, mikirin....idola gue. Contohnya jadi fangril, tapi gak usah jadi fanatik juga sih. Setidaknya kan kita masih bisa liat mereka dari jauh, kalau gue butuh modal paket data tiap bulan dan lihat mvnya aja udah seneng banget apalagi yang ketemu langsung....mungkin gue langsung sekarat (mungkin loh).
Idola gue itu Choi Soobinnya TXT(tomorow x together), dia itu....behhh....gak tau lagi udah gak bisa berkata-kata lagi. Soobin itu nyany....
"Le! lu nulis apaan sih? serius baget kayaknya. Ngerjain tugas sejarah yah, liat dong...biar gue ada ide juga!" ujar Ririn yang seketika membuat gue nutup kenceng laptop.
Brak!
"Bu-bukan apa-apa, rin! ha ha ha. Yah kalik tugas gue kerjain di sini, gak enak!" ujar Alea mengibas-ngibaskan tangannya.
"Panas ya!!"
"Owh gue kira lo ngerjain tugas sejarah, soalnya gue gak ada ide buat mau bikin gimananya. Eh, Laras mana nih? ngilang aja tuh anak...gue nyari dia gak pernah nemuin tuh anak!" ujar Ririn.
"Emang kalian berdua main petak umpet pakek sembunyi segala! lagian kalau tuh anak ilang mungkin lagi nyantai di kantin kampus!"
"Ya udah nyari dia aja kesana, sekalian nongkrong bareng...siapa tau disana banyak cogan yang nganggur!" Ririn nyengir- nyengir seperti orang gila.
"Kebiasaan lo dari gue sekelas sama lo, tiap hari gak ada hujan pasti ngopi sama Laras buat nyari cogan. Gak sayang lo sama Dirga!"
"Kayak lo enggak aja!"
"Emang enggak kan!",
Seketika Ririn melupakan masa kelam yang menimpanya saat menanyakan hal yang sama ini pada Alea.
Begonya gue...kenapa tanya nih anak fangril. Udah tau dia fangril masih ngomong! batin Ririn menatap nanar kedepan.
"Ayolah bodo amat sama pertanyaan lo!"
Mereka pun ke kantin kampus mencari anak anoa yang barusan hilang diambil kucing.
***
Di kantin
"Hitut aing dud dud dud tet bontet terererereret, ayeh ayeh. Ehee!"
Dari kejauhan terlihat Alea dan Ririn diam seperti patung memandang Laras yang tengah berjoget ria dia tengah kantin tidak mempedulikan orang-orang karena dirinya senang.
"Rin itu temen lo tuh!" ujar Alea
"Bukan, temen lo kalik!" ujar Ririn
"Gitu yah lo kalau temen udah gila aja gak pernah di akuin, tapi kalau udah banyak yang tepuk tangan gara-gara tuh anak lo bilang, ' ini temen gue, ini temen gue'."
Ririn menengok ke Alea dengan horor, "Lo juga barusan, upil dugong!"
"Pisss!" dua jari tangan Alea ditunjukkan sambil nyengir kuda ke Ririn.
Akhirnya mereka duduk ke tempat dimana Laras sudah selesai dengan berjogetnya.
Brakk!!!
"Kebiasaan!!" ujar Ririn sambil menggebrak meja.
"Kalau ngefans santuy mawon mbak, ora usah dadi wong gendeng, kowe dudu arek cilik neh!" ujar Ririn.
"Ngomong apa sih rin? aku nggak terlalu ngerti bahasamu!" ujar Laras menggaruk kepalanya padahal tak gatal.
"Gak jadi!"
Alea menatap Ririn dengan tatapan malas karena dia mengerti apa yang diucapkan oleh Ririn.
"Ras! lo masih suka animasi si nopal yah? terutama cute girl."
"Iya dong, mereka itu keluarga yang rukun dan saling menyayangi bangetttt....! jadi sayang deh." auto muka cute aka Laras diaktifkan.
Nampan dan laptop menjadi penghalang yang menutupi mata mereka dari senjata ke uwuan Laras yang membuat siapa saja mimisan atau enggak pingsan.
"Ya ampun nikmat mana yang engkau dustakan!" Ojan yang gak sengaja lihat kesengsem.
Crottt!!
"Ojaaannn!!!"
"Ojannnnn!!!"
Alea dan Ririn berbarengan meneriaki ojan yang sudah terkapar dalam keadaan mimisan setelah melihat mode on cute milik Laras. Sedangkan Laras pusing kenapa bisa ojan mimisan, padahal teman-temannya tau kalau penyebab dari semua ini adalah Mode cutenya Laras.
Pura-pura gak tau aja lah, kasian bat dah nasip lu, Jan! andai lo gak liat pasti ini gak bakal kejadian! batin Alea geleng-geleng kepala.
Akhirnya Ojan dibawa ke rumah sakit terdekat, "Rin, sebenarnya kak ojan kenapa sih sampek gitu!" ujar Laras polos atau pura-pura gak tau sih.
Gara-gara lo aing, gereget baget et dah! kalo aja lo bukan temen gue mungkin udah gue smack down sekarang! batin Ririn geregetan.
"Rin tega gak sih lo pengen smack down Laras sekarang!" bisik Alea di telinga Ririn.
"Kok lo tau isi pikiran gue, oh...atau jangan-jangan lo cenayang yah!" ujar Ririn kepada Alea.
"Bujuk buset! jauh amat tuduhan lo. Yah kalik gue cenayang...tapi..."
Alea mendekat ke telinga Ririn, ".....emang lo pengen smeck down Laras?" Ririn manggut-manggut bahwa apa yang diucapkan Alea adalah kebenaran.
"Sama gue juga pengen tapi ditahan dulu, nunggu dia udah dewasa dulu!"
Brak!!
"Eh!!" ujar Alea terhuyung hampir terjatuh kalau tidak ditangkap Laras.
"Punya mata dipakek dong buat liat!"
"Dih sorry, habisnya gue dikejer-kejer sama mantan gue!"
"Siapa?..." tanya Laras kepada pria tadi yang menabrak tubuh Alea.
"Yah gue lah!"
"....Tanyak!!! bwahahahhahahahhahahah!!!" ujar Laras terbahak-bahak yang diikuti Alea dan Ririn.
"Bisa aja lu anak anoa!" ujar Ririn kepada Laras.
Namun maknya ondel-ondel datang mencari pria itu, siapa lagi kalau bukan mantan pacarnya. Ririn, Alea, dan laras diam saling menatap.
"Itu pacar lo!" Alea menunjuk maknya ondel-ondel. Pria itu mengangguk mengiyakan apa yang diucapkan lea.
"Bhahahahahhahahahahhahah!!!" mereka bertiga tertawa keras sambil memukul mukul meja kantin dan membuat kericuhan.
"Pantes!" ucap mereka bertiga.
"Baby!!! kamu dimana?" mak ondel-ondel mencari-cari pria itu sampai ke kantin.
"Dia minus 100 yah matanya, kok cuma 1,5 meter dari kita gak liat!" ujar Alea.
"Bukan minus lagi tapi udah katarka tuh orang!" tambah Ririn.
Wanita itu pun akhirnya mengetahui mantan pacarnya ada di dekat lea langsung berlari.
"Le...awas...le...ada banteng mau nyeruduk!" ujar Ririn bercanda.
Wanita itu bergelandutan manja di tangan pria yang tak lain mantan pacarnya itu. Alea sedikit mingir untuk meluaskan wanita itu bergelandutan pada mantannya.
"Lepas!!!" ujar pria itu menghempaskan tangan wanita itu. Alea saling menatap dengan Ririn dan Laras, seperti memberikan kode yang berkata, ' mending pergi...gak usah ganggu!'. Kode diterima dan mereka melangkah dengan diam agar tidak mengganggu. Namun,
"Kamu bukan lagi pacarku yah, sekarang aku udah nemuin yang lebih dan jauh lebih modis dari pada kamu!" pria itu menarik tangan Lea dan berbohong bahwa lea adalah pacarnya.
"Dih, siapa yang bilang?" ujar Alea melepaskan pegangan tangan pria itu dari tangannya.
"Asal lo tau yah, di daftar pasangan gue gak ada lo disana! lagian lo itu jangan menilai orang hanya karena penampilannya. Sebenernya lo itu nyari model apa nyari pacar! pakek bilang cari yang modis segala." Alea sudah kesal dibuatnya.
"Iya nih, gue aja gak pernah liat lo bareng sama Lea!" Ririn membantu adu mulut bersama Lea, Sedangkan Laras dia duduk menonton.
"Lagian wajah lo itu mirip....." Alea menerka-nerka wajah pria itu.
"Jimin Bts!" ujar pria itu.
"Bukan....!" ucap Alea,
"Taehyung!" tebak wanita itu,
"Bukan dikit lagi" Lea kembali melanjutkan.
"Verrel bramasta?" ujar Ririn.
"Bukan...ayo tebak tinggal dikit!"
"Baekhyun!" ujar Laras mendapat sorotan mata dari Alea.
"Bukan!"
"Udah ah capek gue!" pria itu menyerah.
"Oh gue tau apa yang lo pikirin!" ujar Ririn tersenyum smirk.
"Hahaha...lo mirip banget sama tukang siomay depan rumah gue!" ujar Alea terbahak-bahak.
"Anjim, yang mukaknya pernah gak sengaja lo tabok karena ada tai lalat yang gede mirip laler itu!" ujar Ririn diangguki Lea membuat mereka bertiga tertawa.
"Lo ngehina gue!" ujar pria itu emosi.
"Lagian yah masnya gue itu gak kenal lo! eh, malah ngaku-ngaku pacar gue!" ujar Alea.
"Lowongan cari pacar gue udah tutup! kalau ada gue konfirmasi deh!" ujar Alea.
"Bukan sombong tapi gue udah punya calon suami yang tinggi, baik hati dan tidak sombong!" tambahnya.
"Mana!"
Waduh gue lupa, kan gue cuma ngaku-ngaku itu juga kan Soobin gue bilangnya! yah kalik gue ke korea terus seret dia kesini, batin Alea bingung ia melirik ke samping kanan dan kirinya mencari orang yang tepat.
Itu badan mirip banget sama punyanya Soobin, ah gak mungkin lah dia kan di korea...yah kalik liburan ke sini! batin Alea.
Alea pun langsung mendekati pria tinggi itu dan menarik tangannya tanpa melihat siapa yang ia tarik. Semua orang terkejut, bahkan Ririn dan Laras ternganga.
"Ini pacar gue, kenapa tampan yah sampe kaget gitu!" ujar Alea yang masih tidak tau siapa yang ia bawa.
"Ehemm!" orang yang ditarik oleh Lea berdehem.
Ririn langsung memutar badan Lea dengan keras untuk menghadapkan Lea dengan pria yang ia bawa.
Lea melotot ketika melihat siap yang ada di hadapannya.
"So-Soobin!" Alea menutup mulutnya.
"Annyeonghaseyo!" ucap Soobin tersenyum manis kepada Alea.
Benar-benar tidak disangka jika sang idola benar-benar ada dihadapannya langsung, ia bahkan pernah berfikir itu suatu yang mustahil jika ia bertemu dengan sang idola Choi Soobin.
-Tamat-