" Kapan mama dapat cuti untuk pulang " suara anaku bergetar diseberang sana,tanda dia sedang menahan isaknya.aku menghela nafas panjang .
" mungkin bulan depan baru bisa terbang dek " akhirnya aku menjawab dengan agak ragu .
Namaku Renata ,sudah hampir tiga tahun aku menjadi TKW di Singapura,karena goncangan perekonomian dalam rumah tanggaku .
Akhirnya aku terpaksa juga demi menghindari tumpukan hutang dan cemoohan orang - orang .
Satu hal yang tak pernah terlintas dalam pikiranku sana sekali .
Hidup susah dan menjadi TKW ,salah satu tema yang dulu aku perolok bersama teman - teman arisan .
Semua berawal dari kehidupan kami yang semakin mapan ,mengikuti gaya orang - orang yang juga sepadan .Menurut kami .
*****
" Yuk ke mall beli baju sama tas buat Rendi yah..."
" Sekalian jalan - jalan "
" Libur gini "
Aku mengajak suami ku , Andi .
Suamiku mengangguk dan membereskan apa yang tadi membuatnya sibuk .
Beberapa lembar koran dan yang lain .
Begitu sampai dimall ,Rendi semangat sekali memilih tas motif kartun kesukaannya .
Ada beberapa motif tas kartun yang berbeda dia pilih .
Aku tahu semuanya adalah kartun kesukaannya .
Ada Tayo, Upin Ipin ,Kereta juga ada Dora Emon serta Micky .
Aku senang melihatnya begitu teliti memilih dan menimbang mana yang lebih dua sukai .
" Ayo pilih mana ???"
" Setelah ini kita nyusul ayah ke MD dilantai atas situ "
" Sudah waktunya makan siang ini " akhirnya aku mengenterupsi Rendi sambil menunjuk arah atas dengan mataku .
Tadi sambil menunggu kami memilih barang ,Andi menuju MD dan bilang suruh menyusul saja .
Setelah mendapat apa yang disuka Rendi mengandeng tanganku ke arah kasir .
Satu tas motif Dora Emon dan beberapa kaos serta celana pendek buat Rendi .
Aku juga memilihkan dua kaos untuk suamiku .
Untuk diriku sendiri nanti saja setelah mengisi perut ,sudah terasa demi cacing dalam perut minta diisi .
****
Keluarga kecil yang semakin sukses dan bahagia .
Begitu orang sering membicarakan kami .
Meskipun tentu saja tak semua orang bicara hal yang baik tentang kami ,ada saja orang yang iri dan mengunjing keburukan yang belum tentu semua benar .
Begitulah kehidupan kami .
Usaha suamiku semakin berkembang , toko sperpart mobil beserta bengkel yang mendukung dan sudah punya beberapa cabang .
Bahkan minggu kemaren baru saja buka cabang baru didaerah Pondok Aren dan Radio Dalam .
Tapi manusia memang kadang lupa saat ada diatas dan tak memandang ke arah lain .
Dengan semakin membaiknya perekonomian semakin baik pula kehidupan dan pergaulan yang ikut naik level .
Andi menaikan pergaulannya dengan beberapa teman bisnisnya yang tentu saja semuanya tajir.
Mengkoleksi moge ,dan beberapa miniaturnya .
Aku sendiri ikut kelompok arisan ibu - ibu berkelas dan club senam .
Sebulan sekali mengadakan perjalanan sekedar untuk ngerumpi cantik .
Hemmmm.
Kami pun sudah pindah ke daerah perumahan yang elit tak lagi ngontrak diperkampungkan padat penduduk .
*****
Musibah dan ujian datang tak perlu undangan .
Dia datang untuk mengukur kadar kesadaran dan kemampuan orang yang didatangi .
Suamiku beberapa kali terlibat dengan perempuan ,dan yang terakhir lebih parah .
Andi selingkuh dengan Ratna ,teman arisanku istri Wawan yang notabene teman dan rekan kerjanya Andi sendiri untuk urusan pasokan beberapa barang ditoko .
Miris.
Wawan tentu tak terima dan menjebloskan Andi ke penjara .
Bukan hanya soal perselingkuhan saja yang melatari gugatannya.
Ada beberapa hal ,salah satunya penggelapan barang dan tagihan yang macet .
Waktu yang mendadak membuatku tak terima dan ingin menuntut cerai .
Tapi keluargaku menyarankan untuk berpikir ulang .
" Ini ujian dan kamu harus kuat "
Begitu nasehat ibuku .
*****
Dengan bantuan teman yang seorang pengacara Andi bebas bersyarat dan uang tebusan tentunya .
Usahanya sedikit oleng dan beberapa cabang terpaksa dilepas untuk dikelola teman dan ada juga yang ditutup .
Mengurangi pengeluaran dan menutup utang .
Usaha tinggal satu untuk bertahan hidup , itupun yang didekat rumah agar kami bisa memantau bersama.
Namun setelah beberapa bulan keadaan membaik Andi kembali berulah .
Kali ini dia sampai menghamili gadis anak pengusaha dealer mobil yang baru beberapa bulan menjalin kerja sama .
Ahhh ... Kenapa Andi gak ada kapoknya !!!
Aku sadar jika Andi suamiku itu memang tampan ,badannya juga atletis dan kulitnya kuning bersih .
Bahkan jika tidak sedang bersama denganku atau Rendi orang akan mengira jika dia masih lajang .
Tentu bantak perempuan yang mengilainya termasuk para gadis - gadis yang mengejarnya .
Aku frustasi memikirkan waktu ke depan .
Agghhhh ...
Andi kembali masuk penjara jika tidak menikahi gadis tersebut .
*****
Kekacauan yang terjadi dalam keluargaku sudah sangat menyesakan dada.
Usaha sudah tak bisa dipertahankan ,utang pun kembali menumpuk .
Orang tuaku sudah membantu sebisa mereka , bahkan mobil dirumahpun sudah ikut dijual untuk menutup utang .
Sertifikat rumahku pun sudah masuk bank dan aku tak tahu bagaimana caranya untuk menebusnya nanti.
Rendi ,anaku aku titipkan kerumah tanteku di Bekasi agar tidak terpengaruh dengan kekacauan yang terjadi .
Aku pontang panting mengurus banyak hal ,Andi terpaksa menikahi gadis tersebut dan nasibku akhirnya mengantung .
Aku kembali ke rumah orang tuaku di Bintaro , sedangkan Andi dirumah istri barunya .
Aku sudah tak peduli orang yang membicarakan kami dengan segala masalah kami .
" Sekarang liat kan nasibnya, dulu aja bergaya sok "
" Sombong sih .... "
" Kasihan ya jadi terbalik gitu nasibnya "
Dan entah apa lagi komentar mereka - mereka yang terdengar membicarakan nasibku .
*****
Teman - teman ngumpul dan arisanku pun ikut menjauh dan menghindar tiap ketemu aku . Tidak selevel .
Mungkin itu pikiran mereka , sama seperti pikiranku yang dulu .
Ahhh ....aku sungguh menyesal .
Dan setelah dua tahun berlalu aku dalam keterpurukan aku nekat ikut mendaftar ke agen untuk menjadi TKW .
Tapi sebelum aku berangkat aku sudah menyelesaikan urusanku dengan Andi .
Ya ,akhirnya aku bercerai denganya .
Biarlah aku lalui jalan hidupku dengan keputusanku .
Semoga waktu kemaren tidak ada lagi dalam hidupku ,saat dalam kesenangan dan serba berlebih namun berakhir tragis .
Mungkin kami memang harus ditegur oleh Tuhan karena sikap kami yang sombong dan tak bisa bersyukur dengan baik .
Tamat