Taki Tachibana dan Mitsuha Miyamizu adalah sepasang suami istri yang bahagia. Namun, kisah cinta mereka tidak hanya bertemu, pacaran, lalu menikah. Mereka berdua harus melewati batasan ruang dan waktu. Bahkan, mereka berdua dipertemukan oleh takdir dengan cara yang mengejutkan, yaitu dengan cara bertukar tubuh.
“Taki-kun, ayo bangun ini udah pagi," Mitsuha membangunkan Taki.
“Oaahh...," Taki masih mengantuk.
Taki segera pergi mandi, bersiap berangkat untuk berangkat bekerja. Sementara Mitsuha sedang memasak untuk sarapan mereka berdua. Setelah selesai memakai baju, Taki malah menggangu Mitsuha yang sedang memasak.
“Taki-kun, jangan ganggu aku," ujar Mitsuha.
Taki tidak menghiraukannya dan masih terus menganggu Mitsuha. Sarapan telah siap, Taki segera menyantap makanannya.
“Taki-kun pelan-pelan, nanti keselek" ucap Mitsuha untuk memperingatkan Taki.
Benar saja, Taki tersedak karena makan terlalu cepat.
“Minum mana minum," Taki meminta minum.
Mitsuha segera menuangkan air minum ke dalam gelas, dan memberikannya kepada Taki.
“Hahhh... lega," ucap Taki setelah meminum air.
“Taki-kun. Aku kan udah bilang kalau makan itu pelan-pelan," ucap Mitsuha.
“Iya-iya maaf," Taki melanjutkan makannya.
Setelah selesai sarapan, Taki segera berangkat untuk bekerja.
“Hati-hati ya, Taki-kun," ucap Mitsuha.
“Iya, aku pergi dulu," ujar Taki sambil melambaikan tangannya.
Setelah Taki pergi, Mitsuha mulai melakukan rutinitas seorang istri. Mitsuha mencuci piring, kemudian mencuci baju.
“Tok... tok... tok...." terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Mitsuha segera membuka pintu. Ternyata, yang mengetuk pintu adalah Katsuhiko Teshigawara dan Sayaka Natori. Mereka adalah teman baik Mitsuha.
“Wah... kalian datang, silahkan masuk," Mitsuha mempersilahkan Katsuhiko dan Sayaka untuk masuk.
“Kalian mau minum apa?" tanya Mitsuha.
“Apa aja boleh," ucap Sayaka.
“Tunggu sebentar," Mitsuha pergi ke dapur untuk membuatkan teh untuk mereka berdua.
“Kamu rajin bersih-bersih ya Mitsuha, gak kaya ini nih bisanya cuma malas-malasan," Katsuhiko menyindir Sayaka.
“Siapa yang kau maksud malas-malasan?" tanya Sayaka sambil melipat lengan bajunya, bersiap untuk memberikan sebuah pukulan untuk Katsuhiko.
Beruntung, Mitsuha datang sebelum perang dunia shinobi ke-4 terjadi. Mitsuha membawakan teh dan cemilan untuk mereka berdua.
“Di mana Taki-kun?" tanya Sayaka.
“Taki-kun sedang bekerja," ucap Mitsuha
“Taki-kun hebat. Gak kaya ini nih, pengangguran," Sayaka membalas sindiran Katsuhiko.
“Kau...
“Sudah, gak usah bertengkar," ucap Mitsuha.
Katsuhiko tidak mau menatap wajah Sayaka dan Sayaka juga tidak mau menatap wajah Katsuhiko.
“Kalian ada masalah apa kok kesini?" tanya Mitsuha.
“Kami hanya kebetulan lewat, dan ingin melihat teman baik kita," ucap Sayaka.
Mereka bertiga mengobrol bersama alias reunian. Jam sudah menunjuk pukul 9 pagi, Katsuhiko dan Sayaka pamit untuk pulang.
“Kami pulang dulu ya," ucap Katsuhiko dan Sayaka.
“Hati-hati di jalan," ucap Mitsuha.
Tidak terasa hari sudah mulai petang. Taki baru pulang bekerja.
“Aku pulang," ucap Taki.
“Taki-kun, aku udah nyiapin makan malam tapi kamu harus ganti baju dulu," ujar Mitsuha.
Taki segera mengganti baju dan makan malam bersama Mitsuha. Setelah selesai makan, Mitsuha segera membersihkan meja dan mencuci piring. Sebagai suami yang baik, Taki mengatakan bahwa dia yang akan membersihkan mejanya.
Taki segera mencari lap untuk membersihkan meja. Setelah cukup lama mencari, akhirnya Taki menemukan sebuah kain di kursi. Diambilah kain itu untuk membersihkan meja. Awalnya Mitsuha senang karena Taki membantunya beres-beres. Tetapi setelah tahu kain yang digunakan adalah kain sutra mahal yang baru dia beli kemarin, Mitsuha menjadi sangat marah.
“Taki-kun, itu kan kain sutra mahal yang aku beli kemarin," Mitsuha marah.
“Lah, aku kirain ini kain perca," Taki bingung.
“Taki-kun jahat," Mitsuha ngambek.
“Maaf," Taki meminta maaf.
Namun, Mitsuha masih ngambek dan diemin Taki. Karena tahu bahwa Mitsuha sedang ngambek, Taki pun mengeluarkan jurus pamungkasnya.
“Besok kita pergi makan es krim deh, tapi kamu jangan marah lagi ya," ucap Taki.
“Yeaayy!" Mitsuha melompat kegirangan.
Mitsuha memang sangat menyukai es krim. Jadi, jika Mitsuha sedang marah atau ngambek. Taki hanya cukup menawarkan Mitsuha untuk pergi beli es krim. Kemudian, Mitsuha tidak akan marah lagi.
Karena sudah malam, Taki dan Mitsuha memutuskan untuk tidur.
Keesokan harinya, Taki terbangun dari tidurnya. Namun, Taki terkejut saat melihat dirinya menjadi seorang perempuan.
“Di mana aku?" tanya Taki.
“Kenapa aku jadi perempuan?" Taki benar-benar terkejut.
Kemudian, seorang perempuan masuk ke dalam kamar.
“Airi, sekarang udah jam 6 pagi. Ayo cepat bangun sekolah," ucap ibu itu.
“Siapa Airi?" tanya Taki dalam hati.
“Ayo nak, nanti terlambat lho," ucap ibu itu.
Taki segera pergi berangkat sekolah. Ternyata, sekarang dia ada di Okinawa.
“Kenapa aku ada di Okinawa?" tanya dalam hati lagi.
“Kenapa aku harus menjadi anak perempuan lagi?" Taki mulai kesal.
“Tunggu dulu, lalu di mana Mitsuha?" Taki baru sadar kalau Mitsuha tidak ada.
Sementara itu, Mitsuha juga baru bangun dari tidurnya. Mitsuha juga terkejut karena dirinya menjadi seorang laki-laki.
“Aku jadi laki-laki?" tanya Mitsuha bingung.
Mitsuha keluar dari rumah dan menyadari bahwa dirinya sedang berada di Osaka.
“Bagaimana aku bisa ada di Osaka?" tanya Mitsuha bingung.
“Hikaru, kamu kok gak sekolah?" tanya seorang ibu.
“Ha... siapa Hikaru?" tanya Mitsuha.
“Lho, masa kamu lupa sama nama kamu sendiri," ujar ibu itu.
“Namaku Mitsuha, bukan Hikaru," gumam Mitsuha.
“Kenapa harus menjadi anak laki-laki lagi," Mitsuha kesal sekaligus bingung.
Taki dan Mitsuha berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah, Airi telah ditunggu oleh seorang laki-laki.
“Hai gadis cantik, boleh kenalan gak?" goda Ryuji, teman sekelas Airi.
“Kenapa aku jadi ngerasa geli sih," gumam Taki.
Ryuji memegang kedua bahu Airi.
“Airi-chan, aishiteiru," ucap Ryuji.
Taki merasa geli sehingga dia memukul Ryuji dengan sangat keras. Semua murid tak menyangka kalau Airi bisa melakukan hal itu.
“Maafkan aku," Taki meminta maaf.
“Ngg... nggak papa kok," ucap Ryuji.
“Aku beneran gak bermaksud buat mukul kamu," ujar Taki.
“Iya, udah gak papa," ucap Ryuji.
Sementara itu, Mitsuha telah sampai di sekolah. Di depan pintu, ada dua orang gadis yang telah menunggu Hikaru.
“Hikaru-kun," ucap Azumi, teman sekelas Hikaru.
“Akhirnya kau datang, Hikaru-kun," ucap Naomi, teman sekelas Hikaru juga.
Berbeda dengan Taki, Mitsuha bertubuh Hikaru berbicara dengan sangat lembut dan ramah.
“Kenapa kau hari ini sangat lembut?" tanya Azumi.
“Iya, biasanya kau terlihat sangat dingin," ucap Naomi.
“Enggak papa, hari ini aku lagi senang aja," ujar Mitsuha.
“Oh, baiklah," kata Azumi dan Naomi.
Hari sudah mulai petang, semua murid pulang dari sekolah, termasuk Taki dan Mitsuha.
“Hahh... aku hanya ingin pulang," ujar Taki.
“Apa yang harus kulakukan agar dapat kembali?" tanya Mitsuha.
“Tunggu, itu dia," Tampaknya Taki dan Mitsuha telah menumukan cara untuk kembali.
Ya, Taki dan Mitsuha akan pergi ke Danau di Desa Itomori. Tempat di mana Taki dan Mitsuha dipertemukan kembali, pada waktu Kataware-doki. Taki dan Mitsuha segera berangkat ke Desa Itomori.
Sesampainya di Itomori, Taki dan Mitsuha segera berlari. Mereka harus segera bertemu, karena waktu Kataware-doki akan segera berakhir.
“MITSUHA," Teriak Taki.
“TAKI-KUN," Mitsuha juga berteriak.
Setelah berlari cukup lama, akhirnya Taki dan Mitsuha berpapasan. Taki dan Mitsuha menatap satu sama lain.
“Mitsuha," ucap Taki.
“Taki-kun," kata Mitsuha sambil tersenyum bahagia.
“Hah...," Taki dan Mitsuha terbangun dari tidurnya.
“Mitsuha, apa kau bermimpi tentang kehidupan orang lain?" tanya Taki.
“Iya. Aku bermimpi, kita bertemu saat Kataware-doki seperti dulu," ucap Mitsuha.
“Menurutmu, apakah mereka bisa bertemu seperti kita?" tanya Taki.
“Aku tidak tahu," ucap Mitsuha.
Airi dan Hikaru terbangun dari tidurnya.
“Siapa perempuan yang ada di mimpiku?" tanya Hikaru.
“Siapa laki-laki itu?" tanya Airi.
Hikaru dan Airi segera berangkat ke sekolah. Sepulang sekolah, Hikaru dan Airi masih penasaran tentang satu sama lain. Namun, mereka berdua memutuskan untuk melupakannya.
---10 Tahun Kemudian---
Hikaru baru selesai bekerja dan pulang menggunakan kereta. Airi juga baru selesai bekerja dan pulang menggunakan kereta juga. Kereta mereka saling berpapasan. Airi dan Hikaru terkejut setelah melihat satu sama lain.
Hikaru segera turun di pemberhentian selanjutnya dan segera pergi mencari Airi. Sama seperti Hikaru, Airi turun di pemberhentian selanjutnya dan segera mencari Hikaru. Mereka berdua tidak dapat menemukan satu sama lain. Hikaru putus asa dan berjalan ke Tangga Kuil Suga untuk pulang ke rumah. Airi juga memutuskan untuk pulang melalui Tangga Kuil Suga.
Hikaru dan Airi saling bertatapan. Tetapi, Hikaru memutuskan untuk berjalan melewati Airi karena Hikaru bukan siapa-siapanya. Airi juga hanya berjalan melewati Hikaru.
Namun, Hikaru memutuskan untuk berhenti dan berbalik.
“Hei, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Hikaru.
Airi berbalik dan menatap Hikaru.
“Aku juga merasa begitu," ucap Airi sambil menangis bahagia.
“Siapa Namamu?" tanya Hikaru dan Airi bersama.
---Tamat---