Nama gue Vino dan umur gue 17 tahun, sekarang gue kelas 11 SMA dan gue hanya seorang siswa biasa dan tidak ada istimewanya dari gue, nilai aja rata-rata, tampang gue biasa aja enggak tampan dan enggak jelek dan dalam olahraga juga rata-rata.
Yang paling mencolok pada diri gue, yaitu tinggi badan gue yaitu 150 cm, sedangkan tinggi laki-laki pada umumnya di atas 165 cm, dan juga ada hal yang paling istimewa yang terjadi dalam diri gue yaitu kemunculan seorang siswi yang menjadi primadona sekolah, dan nama nya adalah Laura.
*
*
*
*
*
*
"Vino!" Panggil seorang wanita ke gue, saat ini gue lagi membaca buku dan segera gue melihat ke arah depan dan yang memanggil gue adalah Laura, dia adalah primadona sekolah dan kenapa dia ada disini.
"I... iya!?" Ucap gue dengan gagap karena wajah nya yang sangat cantik, dan biasanya gue melihat nya dari jauh tapi sekarang orang nya ada di depan gue.
"Jadilah pacar ku!!" Ucap nya dan membuat semua orang yang sedang berkerumun terkejut mendengar ucapan dari Laura, apa lagi gue yang merupakan orang yang di minta jadi pacar nya.
Plaak
Gue pun menapar kedua pipi gue dan ternyata sakit, berati ini bukan mimpi dan ini nyata bahwa Laura seorang primadona sekolah mau gua jadi pacar nya, yang gue tau kalau dia tidak pernah pacaran dengan pria mana pun, tapi sekarang si primadona nya mau gue jadi pacar nya.
"Kenapa kamu nampar pipi mu!?" Tanya Laura ke gue sambil mengusap kedua pipi gue dengan kedua tangan nya yang lembut itu, dan terasa pipi gue memanas karena baru pertama kalinya gue di beginiin sama seorang perempuan, apa lagi gue belum pernah pacaran mungkin karena tampang gue biasa-biasa aja.
Dan seorang primadona malah mau gue jadi pacar nya, apa mata nya enggak sehat? atau dia hanya mau mempermainkan gue seperti membuat pertaruhan dengan teman nya? dan sepertinya gue enggak boleh senang dulu karena gue enggak tau apa maksudnya dia mau pacaran sama gue, tapi malah enggak mau pacaran dengan orang yang tertampan di sekolah ini.
"Enggak mau!" Tolak gue dan membuat orang-orang yang sedang memperhatikan kami mencemohoin gue seperti, 'jangan sok jadi cowok!' 'tampang aja biasa aja! berani nya nolak nona Laura!'
dan itulah yang gue dengar, tapi gue enggak peduli karena gue tau kalau mereka itu iri karena Laura memilih gue jadi pacar nya.
"Kalau begitu aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku! " Bisik nya pada telinga kanan gue, setelah itu dia menggigit telinga gue "Mmm" Desah gue karena merasa aneh di telinga gue, karena telinga gue di gigit Laura, setelah itu dia pergi keluar dari kelas dan bel pun berbunyi yang menandakan pelajaran di mulai.
Kriiiiiiing
Bel pun berbunyi yang menandakan sekolah sudah selesai dan segera gue pergi dari kelas, karena gue enggak mau di kerubuni oleh para siswa lain yang pasti nya menanyakan kejadian perihal tadi, dan gue enggak mau meladeni mereka dan lebih baik gue pulang dan tiduran di kasur gue sambil membaca buku.
Tap Tap Tap
Saat gue sampai di depan pagar di sana sudah ada Laura dengan dua orang berbadan besar di samping kanan kiri nya, dan mereka adalah bordigard yang selalu mengawasi Laura dari bahaya dan tidak seperti biasa nya Laura membiarkan bordigard di dekat nya.
Kenapa gue tau, karena dari para siswa yang selalu membicarakan Laura, seperti Laura yang menjadi juara satu di sekolah, pandai dalam olahraga bahkan bela diri juga pandai dia juga memiliki paras wajah yang sangat cantik bak seorang putri, dan juga dia dari keluarga terkaya di negara jerman dan dia itu adalah perempuan yang sempurna dan tidak sebanding dengan gue yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja, karena itu gue menolak menjadi pacar nya.
Karena gue sadar kalau dunia kami berdua itu berbeda, tapi sepertinya Laura tidak akan menyerah semudah itu setelah dia mengatakan akan membuat gue jatuh cinta pada nya.
"Ini untuk mu!" Ucap Laura yang memberikan buket bunga mawar yang di pegang nya tadi ke gue, gue kira bunga mawar nya dari seorang pria untuk nya? atau itu memang benar, lalu bunga nya di berikan ke gue!?
"Gue enggak mau barang bekas milik orang lain!" Tukas gue dan segera gue pergi meninggalkan nya, tapi Laura malah menghadang gua dan gua juga baru sadar kalau dia lebih tinggi dari gue, dan tinggi gue hanya sampai dada nya dan itu membuat gue kesal aja -_-||
"Apa lagi!?" Tanya gue dan memasang wajah datar, supaya Laura tau kalau gue tidak akan terbawa dalam arus permainan busuk nya itu.
"Vino! buket bunga ini aku yang beli sendiri untuk mu dan ini bukan pemberian dari orang lain untuk ku, kalau pun ada orang lain memberikan hadiah untuk ku pasti nya aku tidak akan terima, kecuali itu hadiah pemberian mu maka akan aku terima!" ucap Laura dengan nada yang lembut setelah itu dia memeluk gue dan pasti kalian tau apa yang terjadi, banyak siswa/siswi yang memperhatikan kami berdua karena kami berdua berpelukan.
Deg deg deg
Bukan itu saja dada gue juga berdegup kencang dan wajah gue juga memanas, dan gue tidak tau perasaan ini bercampur aduk antara senang dan malu, pokoknya begitulah dan segera gue lepaskan pelukan kami supaya dia tidak mendengar jantung gue berdetak cepat saat ini, setelah itu gue pun pergi meninggalkan nya tapi dia memegang tangan gue dan ternyata tenaga nya lebih kuat dari gue padahal gue ini laki-laki.
"Lepasin tangan gue!" Bentak gue ke Laura tapi dia tetap saja tidak mau melepaskan gengaman nya itu.
"Aku mau kita pulang bersama!" Ucap nya dan dia menarik tangan gue, tapi gue enggak bisa melepas genggaman nya dan juga gue heran kenapa tenaganya dia lebih kuat di banding tenaga perempuan biasa.
"Lepasin tangan gue! gue mau pulang sendiri!!" Teriak gue ke Laura tapi dia tetap saja tidak mendengar kan gue, dan segera dia menarik tangan gue kedalam mobil yang telah pintu mobil nya di buka oleh salah satu bordigard Laura.
Braak
Bruuum
Pintu mobil pun di tutup oleh bordigard Laura, setelah kami berdua telah masuk kedalam mobil dan segera mobil melaju ke arah rumah gue dan dalam mobil hanya ada kesunyian dan tidak ada yang berbicara pun, dan gue mengalihkan pandangan gue ke arah kaca mobil.
Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya kami sampai juga dan biasanya gue akan tiba di rumah setelah 1 jam perjalanan dengan menaiki angkutan umum.
Tuup
Saat gue mau membuka pintu mobil, Laura sudah membuka pintu mobil nya lebih dulu untuk gue dan gue merasa ini terbalik, seharusnya gue yang membuka pintu untuk nya tapi yasudalah toh dia sendiri yang membuka kan pintu untuk gue jadi nya enggak masalah kan.
"Ini buket bunga nya!" Ucap nya yang memberikan buket bunga mawar nya ke gue, dan gue pun menerima nya aja karena dia udah susah payah membelikan buket nya untuk gue.
"Makasih" Ucap gue dengan tersenyum pada nya, mungkin gue harus bersikap baik sedikit pada nya, dan tidak mengambil keputusan begitu saja dalam menilai seseorang yang baru dekat dengan gue.
Cup
Bluush
Wajah gue pun memerah dan terasa panas, karena terkejut dengan apa yang terjadi tadi yaitu Laura mencium bibir gue saat gue lengah, dan setelah dia mencium gue Laura membukukan tubuh nya sedikit, lalu mendekat kan bibir nya ke telinga gue.
"Sampai jumpa besok TUAN PUTRI!" Bisik nya ke telinga gue dan juga Laura melakukan nya lagi, yaitu menggigit telinga gue setelah itu Laura pergi masuk kedalam mobil nya dan pergi menjauh dari rumah gue.
Dan gue pun sadar apa yang telah terjadi tadi, dan gue pun memegang telinga gue yang di gigit oleh Laura tadi dan gue selalu bertanya-tanya kenapa dia suka sekali menggigit telinga gue!? dan juga apa maksut nya TUAN PUTRI?
Apa maksudnya Laura, gue itu adalah tuan putri nya, dan dia adalah pangeran! WHAT! yang benar saja! lebih baik gue masuk kedalam rumah saja dan menikmati waktu santai gue.
💖💖💖
Cekleek
Gue menutup pintu kamar karena sebetar lagi gue pergi sekolah bersama ayah, dan saat gue tiba di ruang makan di sana ada seorang perempuan yang enggak mau gue temuin, karena dia selalu memaksa gue jadi pacar nya dan siapa lagi kalau bukan Laura.
"Ngapain lo di sini?" Tanya gue ke Laura yang sedang menikmati masakan ibu gue.
"Tentu aja menjeput pacar ku!" Jawab nya dengan enteng nya saja, dan orang tua gue juga saat ini lagi menatap gue dengan tatapan tajam mereka, yang pasti nya mereka meminta keterangan tentang bagaimana gue yang introvert ini bisa punya pacar.
💖💖💖
Dan gue pun menjelaskan ke kedua orang tua gue tentang apa yang sebenarnya yang terjadi, kalau kami belum pacaran dan Laura lah yang meminta gue menjadi pacar nya, tapi gue menolak nya dan gue tidak menjelaskan lagi lebih dari itu.
Tapi nyata nya orang tua gue malah menyuruh gue untuk pacaran dengan Laura, dan lebih parah lagi ibu mengatakan secara lansung ke Laura yaitu 'jaga anak tante ya, anak tante itu agak sulit dalam berteman! tapi karena ada kamu tante enggak perlu takut lagi tentang masa depan nya! karena calon istrinya ada di depan tante sekarang! jadi jaga anak semata wayang tante yang rapuh ini! '
Itulah ucapan yang ibu bilang ke Laura, dan membuat Laura menjadi percaya diri dalam hati nya itu, kalau dia dapat membuat gue jatuh cinta pada nya apa lagi kedua orangtua gue telah menyetujui hubungan kami berdua, tapi gue belum setuju tentang hubungan kami.
Bagaimana tidak gue enggak setuju menjadi pacar nya, karena banyak siswa yang mengatakan 'Lo enggak cocok jadi pacar nona Laura!, lebih baik lo pindah aja dari sekolah ini! ' dan itu membuat gue kesal aja dan tidak sampai di situ aja, mereka juga sering membully gue, padahal mereka dulu tidak menganggap gue ada di sini, tapi sekarang malah berbeda karena Laura sang primadona sekolah.
💖💖💖
Tapi, saat 3 siswa membully gue saat jam istirahat di saat itu Laura melihat nya dengan mata kepala nya sendiri, tentang beberapa siswa yang selalu membully gue bahkan gue hampir keluar sekolah, tapi itu tidak terjadi karena Laura yang selalu melindungi gue dari pembullyyan para siswa di sekolah.
Saat kejadian pembullyyan saat itu, Laura melakukan pemindahan kelas ke kelas gue dan kami juga duduk berdua, bahkan jika ada kerja kelompok maka kami berdua selalu satu kelompok dan juga, Laura tidak lagi pernah dekat dengan siswa lain seperti biasanya dan malah selalu bersama gue.
Karena Laura membuat 3 siswa yang membully masuk ke rumah sakit, lalu dia juga membuat pengumuman untuk seluruh siswa di lapangan sekolah, bahkan para guru dan juga kepala sekolah juga mendengar pengumuman yang di buat Laura.
"Pada saat ini dan seterusnya, siapa yang berani menyakiti kekasih ku Vino! maka mereka akan mengelami hal yang sama dengan 3 siswa yang masuk rumah sakit hari ini! baik itu siswa, guru maupun kepala sekolah!! apa kalian mengerti!!" Bentak Laura yang membuat semua orang ketakutan, bahkan aku juga karena ini baru pertama kalinya kami melihat nya semarah ini.
💖💖💖
Pada saat itu gue merasa bersalah pada Laura sebab karena dia melindungi gue, sehingga dia harus menjahui teman-teman nya, dan karena itu gue mau menjahui nya, tapi....
"Kamu adalah tuan putri ku! dan aku adalah pangeran mu yang akan selalu melindungi mu! karena itu kamu hanya perlu mencintai ku saja! " Ucap Laura dan seketika air mata gue keluar dan membasahi kedua pipi gue, dan Laura pun dengan lembut mengelus kedua pipi gue dengan jempol tangan nya.
"I LOVE U" Ucap nya dan Laura pun mencium bibir gue dengan lembut, dan gue juga menerima ciuman nya itu dan mengalungkan tangan gue ke leher nya, dan dia memegang pinggang gue dengan salah satu tangan nya, dan tangan lain membelai surai rambut gue.
Dan ini adalah awal dari hubungan kami berdua, dan semua nya belum berakhir sampai sini saja karena pasti nya, akan banyak ujian yang akan menguji seberapa besarnya cinta kami antara satu sama lain, dan yang pasti saat ini kami telah pacaran dan juga dengan bersama-sama kami akan melewati manis dan pahit nya dalam hubungan kami ini
Dan satu kata yang bisa gue ucapkan pada Laura, adalah...
💖I LOVE U TO💖
~END~
{Sampai jumpa di a boy princces and a gril prince aseason 2 }