Brak.. suara tabrakan tak terhindarkan dari kedua belah pihak yg berlawanan arus, untung saja sang pemilik mobil segera membanting stir hingga ia bertabrakan dengan pembatas jalan
"Sial! kau itu punya mata tidak!" Maki pria yg mengemudi mobil bmw itu kesal manatap tia yg marah
"Hadeuh, kenapa dunia sempit banget yaa! menyesal aku lewat jang ini." Ucap tia acuh dan kembali menyalakan motor metic nya cepat
Yaaa, kami sudah menikah selama 1 th, namun tak ada kata romantis atau pun bahagia didalam nya, kami masih dengan kesibukan sendiri-sendiri dan masih suka berantam karna hal sepele dan tak ada yg mau mengalah bagi kami! kekalahan hanya untuk orang lemah, kami selalu mencari masalah dan keributan kecil agar kami merasa tak canggung, karna itu lah kami tidak pernah akur
Manikah karna perjodohan? wah, anda benar sekali! kami di jodohkan oleh kedua belah pihak tetangga! hah tetangga? iya tetangga.. kami di tuduh melakukan tindakan senonoh di dalam rumah ku! padahal pria itu hanya ingin meminjam tang untuk memperbaiki peralon nya yg bocor! namun para tetangga yg kepo dan berbudi perkerti itu mengartikan lain dan mengira lain! karna kebetulan tang itu sedang berada di kamar ku, tentu saja aku mengambilkan nya dan ntah mengapa ia pun juga ikut masuk kedalam kamar ku! alhasil kami harus menikah karna di jodohkan tetangga! aneh? tentu saja.. kami berdua pun merasakan hal yg sama! takdir? ohh.. kurasa ini memang takdir kami! karna hubungan kami masih baik-baik saja setelah pertengkaran-pertengkaran kecil yg kami sering lakukan itu
"Hey, dasar istri menyebalkan! awas saja jika kau sudah sampai di rumah nanti." Gumam pria yg membawa mobil bmw itu menjerit kesal
"Huh, ngga di rumah ngga di jalan pasti ketemu! nasib.. nasib, harus punya suami menyebalkan kek dia." Gumam tia kesal dan segera memakirkan motor nya di depan salah satu kafe ternama di kota X
Tia menaruh laptop nya di salah satu meja yg ada disana, setelah ia memesan makanan dan minuman, tia mulai menulis kembali novel-novel yg telah ia lakukan sudah hampir satu tahun lama nya itu
Tia sangat membutuhkan tempat yg nyaman dan tentram saat menulis, namun tidak saat ia dirumah! pasti aja saja hal yg membuat pria menyebalkan itu menggangu kosentrasi nya
"Huh, andai di rumah bisa tentram seperti ini! dan tidak ada si tuan menyebalkan itu! aku akan sangat nyaman tinggal di sana." Gumam tia terkekeh kecil dan terlalu kembali dalam tulisan nya
Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 17:00 wib, saat nya tia mulai berperang dan kembali kerumah nya itu
Tia sudah memakirkan motor nya di garasi rumah, ia juga sudah menyiram tanaman sebelum masuk ke dalam rumah, dari luar rumah terlihat sepi dan tidak ada tanda-tanda ada seseorang di dalam
Tia pun berteriak girang, ia cepat-cepat masuk ke dalam dan membuka semua pakaian nya satu persatu karna merasa tidak ada tuan menyebalkan disana, sekarang hanya tersisa tentop dan celana hot pans saja yg ia kenakan, baju yg tadi? sudah ia lepas dan taruh di sofa.. sudah menjadi kebiasan buat tia seperti itu, karna ia gampang sekali merasa gerah atau pun pengap di badanya itu
Tia membuka kulkas perlahan-lahan dan mengambil makanan dan minuman dari sana, ia juga bersenandung ria karna tidak ada tuan menyebalkan malam ini
"Kau bahagia?" Suara serak yg membuat jantung tia langsung berdetak kencang bagaimana mungkin itu suara tuan yg menyebalkan itu
"Mangapa? kenapa kau ada disini." Triak tia panik dan langsung jongkok menyembunyikan dirinya yg tak berpakaian lengkap itu
"Aku haus dan lapar! karna itu aku turun." Ucap nya gamblang dan malah terlihat cool mengambil makanan dan minuman dari kulkas
"Kenpa? tidak ada mobil mu di garasi?" Tanya tia masih dalam keadaan panik
"Perlu ku ingatkan? kau menabrakan nya dan alhasil ban nya bocor! aku menaruh nya di bengkel." Ucap suara serak itu terdengar kesal menatap tajam ke arah tia
"Itu salah mu! mengapa aku jadi yg disalah kan!" Ucap tia mendengus kesal masih dalam ke adaan nya sama
"Baiklah, tapi ingat ini.. uang bulan mu akan ku potong! untuk membayar uang bengkel nanti!" Ucap suara serak itu terdengar sedikit mengejek ke arah tia
"Hey! dasar tuan Anggara yg angkuh! dan menyebalkan! aku tidak akan menyiapkan sarapan besok." Ucap tia kesal dan menendang kuklas pelan
"Sudahlah, aku cape ingin tidur! jangan berisik oke!" Ucap anggara tersenyum miring puas membuat tia menderita
Namun kata-kata itu di artikan lain oleh tia, ia segera membawa ponsel nya dan menyambungkan nya di radio dan di bawa nya kelantai atas dan di nyalakan pas kamar anggara, bunyi yg dadakan membuat ia meloncat kaget dan menatap kesal ke arah tia
"Kau? sudah mengibarkan bendera perang, istri ku! kita akan segera bertempur." Ucap anggara tersenyum devil dan berlarian mengejar tia yg turun ke bawah dan tertawa bersama di karpet yg berada di ruang tamu dengan berpelukan karna tak ingin kalah
"Kau menyebalkan, suami ku!" Ucap tia sebal dan menatap tajam ke arah anggara
"Kau lebih menyebalkan, istri ku!" Ucap anggara terkekeh kecil dan mencubit tia gemas
Ting.. suara pesan masuk ke dalam ponsel tia dan anggara pun dengan kepo nya menanyakan pesan apa yg masuk
"Pesan dari siapa itu?" Tanya anggara kepo
"Yes, dari NT.. novel ku lukus kontrak!" Ucap tia girang dan tersenyum lebar
"Wah, selamat ya.. istri ku." Ucap anggara ikut tersenyum bahagia
"Iyaa," Ucap tia cepat dengan senyuman nya
"Ngomong-ngomong, novel apa yg kamu tulis?" Tanya anggara masih dengab kepo nya
"Cerita tentang pernikahan karna di jodohkan tetangga! cerita kita." Ucap tia tersenyum kecil mengingat kejadian kacau setahun yg lalu
"Hahaha.. pasti seru! hanya karna tang, aku mendapatkan istri menyebalkan seperti mu!" Ucap anggara tertawa kencang dan menepuk dahi nya tak percaya
"Hahaha.. dan juga aku mendapatkan suami seperti mu, yg angkuh! menyebalkan! dan terkadang membuatku menjadi lebih baik lagi." Ucap tia tersenyum tulus memandang anggara intens
"Aku juga, selamat ulang tahun pernikahan kita yg setahun.. istri ku." Ucap anggara pelan dan menyerahkan kalung dari kantung celana nya itu di hadapan tia
"Angga! so swett sekali!" Pekik tia terharu dan menantap kalung itu bahagia
Prak.. satu goseran krim kue yg ada di bawah meja itu mendarat tepat di pipi tia, tia terteguh atas apa yg di lakukan suami menyebalkan nya itu
"Happy wedding anniversary, dear." Ucap anggara tersenyum tak berdosa di hadapan tia
"Anggaraa!! kau tau itu krim! argh.. sini kau." Triak tia kembali tersulut api kekesalan pada suami nya itu mereka pun kembalu melanjutkan pertengkaran absurd yg terjadi karna ulah mereka sendiri
TAMAT..
Jangan lupa mampir ke novel aku ya gaes😊😙