Namaku Sunny Chou, saat ini aku berusia 20 tahun dan akan bertambah menjadi 21 pada 13 hari mendatang. Aku adalah mahasiswa semester 6 jurusan Computer Science di Stanford University. Dilihat dari namaku, tentu kalian tahu kalau aku merupakan keturunan Asia. Aku mengambil langkah besar dalam hidupku dengan memilih kuliah jauh dari kedua orang tua dan ketiga adikku.
Aku terdiam di balkon rumah sewaku, menatap ke sebuah benda berbentuk lingkaran sempurna di langit pada malam hari. Aku sangat suka menatap ke arah hamparan luas yang tak dapat digapai itu. Malam ini pun sama, Ketika aku memiliki waktu luang maka aku akan terdiam sembari merenungkan kehidupanku. Angin malam yang berhembus ini membuat pikiranku sangat tenang.
Dengan mata terpejam, aku menikmati perasaan saat angin menerpa seluruh tubuhku. Namun tiba-tiba, aku merasakan sebuah belaian pada kulit kaki sekaligus tanganku yang tidak terlapisi kain. Rasanya seperti ada dua kulit yang sedang bersentuhan, aku merasa seperti ada orang yang sedang mendekapku dari belakang, mengurungku di antara orang tersebut dan pagar besi balkonku. Aku langsung merinding, karena aku merasakan kulit yang bersentuhan dengan kulitku tadi bersuhu sangat dingin, hampir seperti es.
Aku langsung membuka kedua mataku. Melihat ke sekitar kamar rumah sewaku hingga ke halaman di bawah, namun tak kulihat apa pun yang mencurigakan, hanya ada angin yang berhembus di halamanku yang menerbangkan sejumlah bunga musim gugur yang terus berjatuhan meski telah kubersihkan. Tak lama aku merasakan angin kencang menabrak tubuhku, hingga menerbangkan sejumlah rambutku. Gamang yang kurasakan tak kunjung hilang, sehingga aku memutuskan untuk masuk ke kamarku, menutup balkon dan menutup hariku dengan tidur.
H-12
Di pagi hari aku melakukan aktivitasku seperti biasanya, aku berangkat ke university ku dengan menggunakan bus umum. Hari ini bus tidak terlalu ramai, hanya ada seorang ibu yang sedang bercanda dengan anaknya, seorang kakek-kakek yang sedang membaca koran, dan beberapa pemuda pemudi yang sepertinya akan berangkat ke sekolah, kampus, dan tempat kerja masing-masing. Memang cukup banyak orang, tapi tidak sampai membuat bus ini penuh seperti yang ada di drama Korea yang sering kutonton.
Aku mengambil sebuah earphone dari dalam tasku, memakainya, dan menempelkan kepalaku ke jendela. Tak lama aku pun terlelap. Kemudian aku kembali merasakan hawa dingin pada telingaku yang sontak membuatku terbangun. Aku langsung melepas earphone milikku, dan menatap ke sekitar. Ternyata aku sudah berada di area kampusku. Untung saja aku terbangun pada tepat waktu, sehingga aku langsung mengemasi barangku dan beranjak turun.
“Sunshine!”
Aku menoleh ke sumber suara, sejauh yang kutahu, hanya ada satu orang yang memanggilku seperti itu. Dia adalah sahabatku, dia sama denganku yang merupakan keturunan Asia, namun dia sudah lebih lama menetap di daerah ini. Jessica langsung merangkulku, yah memang karena tinggiku yang tak seberapa ini membuat dia lebih mudah untuk merangkulku dari mana saja.
“Gee! Kau membuatku bertambah pendek dengan mengalungkan lengan panjangmu di bahuku”
“hahaha~ aku senang kau lebih pendek dariku, di sini kita terlihat seperti kumpulan dwarf kau tahu” ucapnya dengan tertawa renyah
“kalau bangsa dwarf mendengarnya, mereka pasti kesal diremehkan makhluk lain” ucapku asal, kesal juga bukan jika kita dikatai pendek, tapi kita tidak bisa membantah karena kenyataan yang ada.
“hey, hari ini apa kau mengikuti kelas mitologi?” tanya Jessica
“umm, ya, itu ada dalam daftar kelasku, bukankah kau juga?”
“yeah, kalau begitu kita bisa duduk bersebelahan!” ucapnya senang
“ya, ya, ya, sekarang aku harus pergi ke kelas Operating Systems terlebih dahulu. By baby”
“jangan lupa untuk menungguku di kantin sebelum kelas” teriak Jessica padaku, aku hanya memberi tanda ok sembari tetap jalan dan menatap ke depan
©by: SweetChinnamon
Aku telah berada di dalam kelas, seperti biasa aku mulai mengeluarkan peralatan tulisku, dan mendengarkan penjelasan dari pengajar dengan saksama. Namun entah mengapa hari ini terasa berbeda, mataku terasa berat, dan akhirnya aku pun tanpa sadar memejamkan mataku, dan terlelap.
Di dalam mimpi aku melihat sesosok pria mengenakan tudung sehingga aku tak dapat melihat wajahnya. Namun ada satu hal yang kumengerti dari sesosok pria ini, yaitu dia sedang tertawa bahagia sembari menggandeng tanganku. Kami berlari menghampiri pantai, menyambut deburan ombak yang sedang mengarah ke arah kami. Lalu aku melihat seekor kuda laut raksasa di tengah laut. Mungkin karena ini adalah mimpi, aku tak dapat mengontrol tubuhku. Aku ingin berlari menjauhi kuda laut yang semakin lama menghampiri kami tersebut. Dan entah kenapa aku justru dapat melihat diriku dan sesosok pria itu justru tersenyum menantikan kuda laut tersebut menghampiri kami.
Setelah kuda laut raksasa tersebut sampai ke pinggiran pantai, betapa terkejutnya aku saat melihat adegan dimana pria itu menaiki punggung kuda raksasa dan mengulurkan tangannya ke arahku memintaku untuk ikut naik. Dan pada adegan berikutnya yang kutahu bahwa aku telah naik ke punggung kuda tersebut, dan kami (aku dan sesosok pria itu) diajak pergi menjauhi pantai.
“hei!” panggilan serta tepukan pelan pada bahuku membuatku tersadar dari mimpiku.
“what’re you doin? I’ve been waiting for you at canteen!” ucap Jessica sedikit kesal padaku
“sorry, what time it is?” tanyaku pada Jessica. Aku sudah terbiasa dengan mimpi-mimpi khayalanku, jadi hanya karena sebuah mimpi tidak akan ada yang berubah dalam kehidupanku. Setidaknya itu yang ada di pikiranku.
“it’s just 15 minutes before class!” ucapnya sembari menarikku, aku pun lekas memasukkan peralatan tulisku ke dalam tas dengan sebelah tanganku, lalu beranjak dari kelas yang kosong itu. Namun sebelum benar-benar keluar dari pintu kelas, aku menyadari bahwa ada seorang pria yang ternyata juga masih berada di dalam kelas. Dia memakai kacamata, menggunakan jaket berwarna hijau army.
©by: SweetChinnamon
Ini sudah genap ke-12 kali aku bermimpi sesosok pria yang sama. Mimpi ini terus terjadi setiap harinya. Di setiap adegan dalam mimpiku, aku terlihat sangat bahagia bersama sosok pria itu. Namun dalam mimpiku kali ini, ini pertama kalinya aku melakukan komunikasi dengannya.
Saat ini aku berada di tepi pantai, aku melihat sosok laki-laki itu dari kejauhan. Lalu aku berjalan santai ke arah laki-laki itu, begitu pula dengan laki-laki itu yang berjalan menghampiriku. Tak lama kami pun bertemu di satu titik tengah.
“kau sudah sampai” ucapnya, pada kenyataannya, aku terkejut. Namun entah kenapa aku tidak merasa aneh dengan dirinya yang tiba-tiba mengajakku berbicara. Dan jangan lupakan perilakunya sembari bertanya itu! Dia tersenyum dan dengan kedua tangannya masing-masing, dia menggenggam tanganku serta mengusap rambutku.
“hmm” aku dapat melihat diriku sendiri yang tersipu malu sembari menjawab pelan pertanyaannya. Oh, ini sungguh menggelikan, aku melihat diriku sendiri yang bertingkah seperti orang yang sedang jatuh cinta.
“kalau begitu, bagaimana kalau kita mulai?” tanyanya
“baik” hey! Bagaimana mungkin aku mengiyakan ajakannya sedangkan aku sama sekali tidak mengerti apa yang akan dilakukan?! Namun memang seperti ini biasanya, aku hanya dapat pasrah dengan apa pun yang “kami” lakukan. Yah meskipun yang sedang bersamanya adalah aku, tapi aku sendiri tidak bisa mengendalikan tubuhku.
Kami berdua kemudian melangkah masuk ke dalam pulau itu, menapaki jalan yang entah dari mana keberadaannya. Kalau dipikir-pikir memang ini pulau yang aneh, karena pulau ini justru terlihat seperti tempat wisata atau pulau pribadi. Tak lama aku melihat sebuah gereja kecil yang entah kenapa terasa indah, tenang dan hangat. Kami berdua memasuki gereja itu, begitu pintu dibuka, aku mendengar suara lonceng gereja yang merdu.
“di sini kita akan terikat satu sama lain” ucapnya
“hmm?” tanpa sadar aku mengeluarkan suara khas orang terkejut. Aku tak mengerti ucapannya. Tunggu! Kenapa aku bisa mengeluarkan suara itu?
Setelah itu, aku mencoba untuk melepas genggaman tanganku dan tangannya. Dan wow, kini aku telah bisa mengendalikan tubuhku!
“apa maksudmu?” karena aku sudah dapat bertindak sesuai kehendak hatiku, aku merasa lebih ringan, aku pun mulai bertanya dengan pertanyaan yang perlu ditanyakan untuk saat ini.
“tentu saja kita akan mulai upacara pernikahan di sini” ucapnya,, sembari kembali menggenggam tanganku menuju altar. Mendengar ucapannya, tiba-tiba kusadari bahwa kami memang mengenakan jas serta dress pengantin.
“apa katamu?!” aku terkejut dengan ucapannya.
‘aku harus lari dari sini!’ itu yang ada di pikiranku.
Kemudian, aku yang masih berada di dekat pintu gereja ini segera melepaskan genggamannya, dan saat aku hendak membuka pintu, tiba-tiba dia telah berada di depan pintu dan menghalangiku untuk keluar.
“heol” ucapku tercengang. Dapat kulihat sudut bibirnya yang tertarik ke atas, menampilkan sebuah senyum, namun aku tak dapat memahami arti senyumnya itu.
“kenapa kau lari? Bukankah selama ini kita menghabiskan waktu bersama dengan bahagia” ucapnya
“apa maksudmu! Aku tidak tahu siapa dirimu, bahkan aku tidak pernah melihat wajahmu! Kita tidak saling mengenal! Biarkan aku pergi dari sini!” ucapku.
Tak lama setelah aku berkata seperti itu, tiba-tiba aku dapat melihat sosok dirinya dengan jelas. Ternyata dia tampan! Tunggu tunggu! Ini bukan saatnya untuk itu, aku tetap harus kabur dari sini!
“aku tidak peduli siapa kamu, meskipun aku sudah melihatmu, tapi aku tetap ingin pergi dari sini! Kumohon biarkan aku pergi!” ucapku, sembari berusaha menyingkirkannya dari depan pintu. Tak ku sangka dia benar-benar membiarkanku pergi! Aku pun berlari kecil, ke arah kami datang tadi.
©by: SweetChinnamon
Di hadapanku kini adalah sebuah masalah yang besar! Laut! Oh my! Aku baru ingat bahwa aku sedang berada di pulau, lalu sekarang aku akan pergi kemana? Pikirku memandangi laut.
“benar. Memangnya kau mau pergi kemana?” aku menoleh ke belakangku, dia berjalan mendekatiku, lalu aku berjalan mundur, tak lama, aku merasakan basah di telapak kakiku. Aku tersandung sebuah batu, kemudian jatuh, tanganku menopang badanku, aku mendongak, melihat sosoknya yang sudah berada di hadapanku. Dan kemudian aku pun terbangun di dalam kamarku.
“huft” aku menarik nafas panjang, mimpi kali ini benar-benar melelahkan.
Mimpi pertamaku masih terhitung normal, karena kami hanya berlari menuju pantai, lalu menemui sesosok kuda laut, yah meskipun ukuran kuda laut tersebut tidak masuk akal. Namun mimpi-mimpi selanjutnya juga lebih aneh, mulai dari aku dan dia yang dapat berjalan dengan sangat cepat mengitari pulau tersebut, lalu ada pula saat-saat kami berjalan-jalan di atas awan. terkadang aku tertawa mengingat mimpiku itu. Bagaimana bisa khayalanku terlalu tinggi sampai menyebabkan aku bermimpi seperti itu?
Namun, mimpiku hari ini membuatku benar-benar merinding. Karena ketika aku bangun saat ini, aku merasakan kedua telapak kaki dan kedua tanganku yang basah. Aku melihat kedua telapak tanganku, tercium bau khas lautan dari kedua tanganku. Badanku langsung berkeringat.
Aku melihat layar ponselku. Sudah pukul 1 subuh, ini adalah hari ulang tahunku. Tak lama, aku mendapat pesan gambar dari nomor yang tak dikenal. Ketika aku membukanya rasa gamang yang kurasakan semakin menjadi. Dapat kulihat pada layar ponselku sebuah foto rumah, dan itu adalah foto rumah sewaku di malam hari. Di bawahnya terdapat pesan yang berisi 'Maaf membuatmu menunggu lama, my wife. Aku datang menjemputmu!'. Tepat setelah aku selesai membaca pesan itu, aku mendengar bunyi ketukan pintu rumah sewaku.
'Knock knock knock'
-FIN-
Thank you for reading. Tinggalkan jejak berupa suka / komentar jika kalian tertarik dengan cerita saya (saya ingin tahu tanggapan teman-teman mengenai cerita saya dan apa yang perlu saya perbaiki) 🙏 Terima kasih