Terlambat sudah, pintu gerbang sekolah sudah ditutup dan dikunci oleh satpam, itu artinya yang terlambat silahkan pulang, namun itu tidak berlaku untuk beberapa anak nakal ini.
"Kau saja aku tidak berani."ujar Pino.
"Kau ini menyusahkan sekali."jawab Oka.
"Kau baru tau ya."balas Dio.
"Dia memang sangat menyusahkan."lanjut Moka.
"Diam kalian semua."bentak Jaka.
"Hey siapa kau."tanya Moka.
"Aku? memangnya siapa kalian."balas Jaka.
"Apa kau sedang mengintip."cetus Oka.
Pino, Oka, Dio, Moka, Jaka. Sederet nama anak SMA nakal yang selalu membuat kehebohan disekolah, mereka tak pernah jera atas hukuman yang di berikan oleh para guru kepada mereka yang terus berulah.
Pagi itu mereka berlima sedang mengintip kedalam sekolah lewat pagar belakang, pasalnya mereka sudah terlambat dan gerbang depan sudah dikunci oleh satpam.
"Pin kau duluan cepat."Kata Moka.
"Kenapa tidak kau saja."balas Pino.
"Aku duluan minggir."cetus Dio
"Oke silahkan tuan Dio."lanjut Oka.
"Sok berani."tantang Pino.
"Berisik."jawab Dio
"Hei kau anak baru naiklah cepat."ucap Moka.
"Kenapa harus aku."jawab Jaka.
"Lalu kenapa kau disini."cetus Oka.
"Aku sedang mencari jalan untuk masuk."jawab Jaka.
"Kenapa tidak masuk lewat gerbang?"tanya Pino.
"Apa kau buta?"jawab Jaka.
"Tidak, hanya saja aku heran kenapa kau terlambat."balas Pino.
"Sudahlah diam kalian jangan berdebat."cetus Dio.
Begitulah singkatnya pertemuan serta perkenalan singkat mereka dengan Jaka yang akhirnya menjadi teman mereka.
Seiring berjalanya waktu Jaka sudah berteman sangat akrab dengan Pino, Dio, Oka dan Moka.
Di Kantin sekolah....
"Kau mau kemana."tanya Dio kepada Moka.
"Mencari para gadis."jawab Moka.
"Sudah dapat bawa kemari ya."balas Dio.
"Iya bawa kemari."lanjut Jaka.
"Enak saja."jawab Moka.
Miko pergi meninggalkan mereka berempat di kantin.
"Pin, kau ada hubungan apa dengan Ayu."tanya Jaka.
"Haha jangankan kau, aku saja tidak tau."jawab Pino.
"Konyol."jawab Dio.
"Kau sangat konyol Pin."lanjut Oka.
"Benar."seru Jaka.
"Apa kalian tau?"cetus Pino, yang seketika membuat ketiga temannya itu menelan ludah.
Setelah pergi beberapa saat akhirnya Moka kembali, namun ia tidak sendiri, ia membawa seorang gadis.
"Behhh cantiknya."cetus Jaka.
"He'e."balas Oka melongo.
"Bagaikan bulan disiang hari, Terang."lanjut Pino.
"Moka memang sangat pandai meluluhkan hati gadis gadis disekolah ini."cetus Dio
"Kenalin Ini Tania."ucap Moka.
"Halo aku Jaka."ucap Jaka menyerobot Pino.
"Halo Jaka, aku Tania."balas Tania.
Setelah basa basi mengenalkan teman temanya kepada Tania, Moka mengajak Tania pindah tempat untuk mengobrol berdua saja.
Tania sangat cantik, dan siapa pun yang mendapatkannya adalah orang yang sangat beruntung.
Oka, Jaka, Pino, Dio sudah sepakat untuk mengajak Moka bertaruh, siapapun diantara mereka berlima yang bisa mendapatkan Tania akan jadi ketua gang.
Setelah mendengar permintaan dari para sahabatnya itu, Moka setuju untuk bertaruh, karena ia sangat yakin ialah yang akan jadi pemenangnya.
Setiap orang akan mendapat kesempatan
Mendapatkan Tania hanya dalam satu malam, dan jawaban yang mereka dapat dari Tania akan diumumkan di hari keenam oleh masing masing orang secara bersamaan.
Hari pertama, Moka.
Hari itu ia mengajak Tania untuk nonton dan makan serta pergi ketempat lain yang Tania suka, dan Moka mengeluarkan segala triknya untuk memikat hati Tania, diperjalanan pulang mereka mampir ke taman yang sangat indah, mereka berbincang bercanda dan penuh tawa dan...
"Tania."panggil Moka lembut.
"Iya Ka."jawab Tania senyum.
"Eum...bagaimana apakah kau senang hari ini."tanya Moka.
"Sangat senang dan terimakasih buat semuanya."balas Tania.
"Baguslah hehe, eum aku ngomong sesuatu ni Tan."ucap Moka.
"Apa Ka?."jawab Tania.
"Mungkin ini terlalu cepat, namun aku akan mengatakannya sekarang, aku menyukaimu Tan, apakah kau mempunyai rasa yang sama terhadapku."ujar Moka kepada Tania yang tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Benarkah?, jadi apakah kau mau menjadi kekasihku?."tanya Moka meyakinkan.
"Iya aku mau Ka."jawab Tania yang membuat Moka sangat senang serta memeluk Tania.
Setelah bermesraan mereka pun pulang, dan Moka tampak sangat senang karena cintanya terbalas.
Hari kedua, Oka.
Malam ini adalah malam giliran Oka, ia mengeluarkan semua trik yang ia punya untuk memikat hati Tania, jika Moka mengajak Tania pergi jalan jalan beda lagi cara Oka memperlakukan Tania, ia mengajaknya bertamu kerumahnya untuk makan malam bersama keluarganya, setelah itu barulah Oka mengajak Tania menikmati keindahan malam kota, menyelusuri jalan dengan Vespa miliknya, tepat pada Pukul 22:00 Oka menyatakan cintanya dijalan yang dipenuhi lampu bulat menerangi disepanjang jalan dipinggir pantai.
"Tan."panggil Oka.
"Kenapa Oka."balas Tania dengan nada suara manja.
"Eum kamu udah punya seseorang yang mengisi hatimu atau belum?"tanya Oka dengan menatap sendu Tania.
"Eum belum ada sih."jawab Tania malu malu.
"Aku menyukaimu Tan, dan kuharap kau mempunyai rasa yang sama persis denganku."ujar Moka.
"Eum to the points banget ya."balas Tania sambil tersenyum manis.
"Jadi bagaimana Tan, maukah kau menjadi kekasihku."tanya Oka, namun Tania tak menjawabnya dengan kata kata, melainkan ia menjawabnya dengan anggukan kepala serta memeluk Oka, serta menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu, Oka mengelus rambutnya serta mencium kening Tania.
"Terimakasih sudah membalas rasaku."kata Oka.
Setelah itu Oka mengantar Tania pulang kerumahnya dengan perasaan yang sangat berbunga bunga.
Hari ketiga, Pino.
Pino sicupu yang mengajak Tania pergi kepasar malam, menikmati permainan menantang serta memasuki rumah hantu yang menyeramkan itu mungkin menjadi trik Pino untuk memikat hati Tania.
Pino yang sudah menyiapkan semuanya, bahkan ia menyewa semua pemeran hantu didalam rumah hantu itu untuk ikut membantu melancarkan triknya.
Ditengah rasa takut Tania, Pino mendekap serta menenangkan Tania, ia tampak seperti Pahlawan bagi Tania yang memang takut akan hal mistis.
Ditengah ketakutan Tania, para pemeran hantu bebaris memegang bunga serta menyalakan lilin lilin keci yang sangat indah, disaat itulah Pino menyatakan perasaanya kepada Tania yang disambut air mata haru bercampur cemas lalu secara tiba tiba kelopak bunga bunga bertaburan diatas mereka yang sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
Hari Keempat, Dio.
Dikesempatan ini Dio mengajak Tania untuk menikmati pantai dimalam hari, menikmati deburan ombak serta angin laut yang begitu mendukung untuk kencan bersama orang yang disukai, ditengah hamparan pasir karpet merah terbentang serta meja dan kursi serta makanan yang sudah dihiasi lilin dan beberapa lampu yang menerangi membuat tempat itu tampak indah serta romantis untuk berkencan, tak tanggung tanggung Dio menyewa Band musik akustik untuk mengiringi makan malam itu dengan penuh cinta, bagaikan Romeo dan Juliet mereka menikmatinya dengan penuh kasih, hal itu membuat Tania menitikan air mata haru atas perjuangan seorang Dio yang ingin mendapatkan hatinya, Dio sangat senang karena perasaanya yang dibalas oleh Tania, ia memegang tangan Tania lalu mengecup mesra kening Tania di pinggir pantai yang ditemani deburan ombak serta angin cinta yang menyejukan.
Hari Kelima, Jaka.
Jaka adalah yang terakhir, ia melancarkan triknya dengan beberapa trik yang langsung menarik perhatian Tania, saat itu Jaka mengajak Tania untuk menemaninya makan malam disebuah apartemen milik kakaknya, Jaka yang pandai memasak ingin membuat kesan yang berbeda untuk Tania, ia menyiapkan tempat yang sudah di permak menjadi altar penuh dengan bunga warna warni, tak lupa ia menambahkan lampu kuning yang yang mambuat suasana yang penuh kenyamanan serta hangat untuk Tania, ia memutar musik nuansa romantis, kini sang Putri Tania duduk manis dikursi altar yang tampak seperti kerajaan yang dipenuhi oleh bunga, sementara itu Jaka menunjukan skillnya memasak didepan sang Putri, bagaikan Chef Profesional ia memasak dengan penuh cekatan, malam itu mereka menikmati makan malam yang dimasak langsung oleh pangeran untuk sang putri, setelah makan ia meletakan seikat bunga serta cincin disamping bunga itu, lalu ia berlutut dihadapan sang putri menyatakan perasan dan keinginan nya untuk mengikat jari manis lentik yang menggemaskan itu dengan cinta, dan cincin menjadi alatnya, malam itu juga menjadi saksi air mata haru dari Tania yang memang tak dapat menahan laju air mata yang mengalir dari kedua kelopak matanya, malam yang penuh cinta dan kasih sayang itu meluluhkan hati Tania dan menerima Jaka sebagai pangeran hatinya.
Permainan selesai, tibalah saatnya mereka berkumpul untuk memberitahu hasilnya masing - masing, alangkah sangat terkejutnya mereka mendengar pernyataan masing masing dari mereka yang sudah sah menjadi kekasih Tania, sungguh luar biasa gadis itu, lima kekasih dalam lima malam.
Dengan perasaan yang tampak kecewa mereka duduk berbaris di taman sekolah, saat itu pula Tania datang mengembalikan cincin dari jaka serta menjelaskan semuanya.
Tania berharap kedepanya mereka berlima dapat lebih menghargai seorang perempuan, wanita bukanlah barang yang dapat dipertaruhkan, wanita adalah kekuatan dunia, tanpa seorang wanita para lelaki bukanlah apa apa, wanita adalah mahluk tuhan yang paling indah karena kedudukannya simbol kasih sayang.
Saat itu Tania yang sudah tau rencana mereka langsung berencana memberikan sedikit pelajaran untuk mereka berlima yang memang sudah keterlaluan, mempertaruhkan seorang wanita hanya dengan tahta dalam sebuah perkumpulan yang tak jelas itu, dan mereka berlima menyadari kesalahan yang mereka perbuat, mereka meminta maaf kepada Tania atas kejadian itu dan berjanji tak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama.
Tamat.
by:iitarnt