Sebelum adanya terang, sang gelap lebih dulu hadir dalam dunia, sang terang akan datang apabila sudah waktunya untuk menerangi seluruh isi bumi.
Zoya adalah seorang Ksatria yang sedang hilang rasa akan pertarungan, ia hanya mabuk setiap hari, hilang rasa peduli atas sesama dan masa bodoh terhadap perang yang sedang melanda Negara Tarmen.
Perang besar saat ini sedang terjadi di belahan bumi selatan, tepatnya perang antara Kerajaan Tarmen dan Kerajaan Kilosus, perang tersebut dipicu karena Kerajaan Kilosus yang semena mena terhadap Kerajaan Tarmen.
Zoya tinggal di gubuk kecil bersama dengan kedua sepupunya kembarnya yaitu Naze dan Raze, mereka tinggal di hutan pinggir Kota Tarmen.
"Kakak apa kakak akan terus seperti ini."tanya Raze kepada Zoya.
"Diam dan tidurlah Raze."jawab Zoya dingin.
"Kakak ini aneh, sebagai seorang pendekar seharusnya kakak membantu kerajaan berperang."balas Naze.
"Kalian ini mau kakak mati ya."balas Zoya.
Naze dan Raze tak menjawab perkataan Zoya.
"Kak Naze, apa Ksatria hebat seperti kak Zoya akan mati dengan mudah?."bisik Raze pada Naze.
"Mana kutahu, kau tau sendiri Kak Zoya sudah lama tak bertarung."balas bisikan Raze.
"Oh iya aku lupa."jawab Raze.
Malam itu Zoya tak dapat tidur, ia memikirkan perkataan kedua adik sepupunya, sudah sepantasnya ia membantu Kerajaan dengan kekuatan yang ia miliki, namun jika ia gugur dalam perang itu, siapa yang akan menjaga kedua adik sepupunya yang bodoh ini, begitulah pikir Zoya
Castalis, adalah putri kerajaan yang sangat mencintai Zoya, Putri Castalis sendiri yang menyatakan cintanya kepada Zoya saat masih tinggal di dalam Istana Kerajaan, Zoya adalah Ksatria bayangan yang diusir langsung oleh Raja Pinros karena dianggap memperalat Putri Castalis, semenjak saat itulah Zoya dan kedua adik sepupunya itu diasingkan dari istana dan ditempatkan dihutan pinggir kota Tarmen.
Sebagai Ksatria bayangan yang kini hanya tampak seperti seorang pemabuk jalanan, Zoya sangat ingin membantu Kerajaan yang sedang dalam tekanan itu, namun ia sangat berharap piha kerajaanlah yang datang meminta bantuan, karena ini masalah harga diri jadi ia tak ingin dianggap rendahan oleh pihak kerajaan.
Malam itu, Raja Pinros mengutus beberapa pasukan khusus untuk meminta Zoya kembali ke istana untuk membantu Kerajaan yang sedang dalam bahaya olej tekanan dari Kerajaan Kilosus.
Zoya menyuruh para pasukan khusus untuk membawa kedua adik sepupunya itu terlebih dahulu, karena ada sesuatu yang harus disiapkannya sebelum turun ke medan perang.
"Apa yang mau kau lakukan."tanya Barapas ketua pasukan khusus awan cerah.
"Aku hanya harus mempersiapkan sesuatu."jawab Zoya.
"Baiklah kami pergi dulu."balas Barapas.
Malam itu Zoya memanggil pedang Dewa miliknya yang sudah lama ia kubur, karena ia memutuskan akan membantu Kerajaan untuk bertempur di garda terdepan perang itu.
Sementara di istana, Putri Castalis yang mendengar kabar bahwa Zoya akan kembali ke istana tampak begitu bahagia, karena ia dapat melihat lelaki yang selama ini ia cintai dan itu membuatnya bersemngat bersolek secantik mungkin untuk menyambut kedatangan Zoya.
Akhirnya Zoya datang ke istana Menghadap Raja Pinros, dengan ini Zoya dinobatkan kembali menjadi Ksatria bayangan oleh Raja Pinros.
Sementara itu Putri Castalis sangat sedih, karena Zoya tak menghiraukanya bahkan tak menoleh sedikitpun kepada Putri Castalis, Zoya harus memenuhi permintaan Raja Pinros untuk tidak mendekati Putrinya, karena Castalis akan dinikahkan dengan pangeran Kerajaan Zeptrus.
Sementara itu Zoya yang sudah bersiap menuju medan tempur melakukan penghormatan suci dihadapan Raja Pinros, ia memimpin pasukan bayangan dan pergi meninggalkan Kerajaan.
Benar saja para prajurit sangat senang dengan kembalinya pasukan bayangan yang memporak porandakan garda terdepan pasukan Kerajaan Kilosus, pasukan bayangan berhasil memukul mundur pasukan berkuda kerajaan Kilosus di gerbang utara dan mengambil alih pertahanan gerbang utara yang dijebol oleh pasukan berkuda Kerajaan Kilosus yang saat itu dipimpin langsung oleh Jendral Bezanus.
"Sudah lama sekali ya."ucap Nozera wakil ketua pasukan bayangan.
"ini tak terlalu membuatku terkejut."balas Zoya.
"Haha kau benar, ini terlalu mudah untukmu."balas Nozera memuji.
"Bagaimana kabarmu."tanya Zoya.
"Seperti yang kau lihat, kami tampak seperti pecundang semenjak kepergian ketua kami."jelas Nozera.
"Apa semuanya baik baik saja."ucap Zoya.
"Ada beberapa anggota kita yang gugur."jawab Nozera.
"Itu sudah biasa."balas Zoya.
"Adikku salah satunya."jawab Nozera.
"Oh aku turut berduka."jawab Zoya dengan perasaan bersalah.
"Tak apa, itu sudah berlalu."balas Nozera.
Mereka melanjutkan serangan, ke arah gerbang timur, namun tak semudah pertempuran di gerbang selatan, kali ini mereka kehilangan beberapa nyawa anggotanya yang gugur, Zoya hanya mendapat luka ringan, dan Nozera harus menahan sakit karena anak panah yang menancap di bahunya.
Setelah beberapa minggu bertempur di garda terdepan dengan hanya meninggalkan seperempat pasukan tersisa dari perang itu akhrinya semuanya kembali menuju Kerajaan, pasukan Kerajaan Tarmen berhasil memukul mundur pasukan Kerajaan Kilosus.
Raja Pinros sangat senang mendengar kemenangan itu pun merayakannya bersama seluruh mentri, jendral dan prajurit di depan istana, malam itu tampak meriah karena pesta yang di adakan oleh Raja Pinros sebagai bentuk rasa syukur atas keberanian para tentara kerajaan dan beberapa pasukan khusus yang berhasil memukul mundur musuh.
Zoya yang baru saja kembali dari pertempuran dikagetkan oleh Putri Castalis yang tiba tiba masuk kedalam kamarnya, dengan cuaca dingin yang sangat mendukung itu terjadilah penyatuan antara Zoya dan Putri Castalis yang sangat tergila gila kepada Zoya, mereka menghabiskan separuh malam hanya berdua dikamar dan melakukan penyatuan itu beberapa kali untuk melepas rindu, tak dapat dipungkiri oleh Zoya bahwa ia juga sangat mencintai Castalis, dan secara tidak langsung Zoya sudah mengingkari janji resmi antara ia dan Raja Pinros demi cintanya kepada Putri Castalis.
Pagi yang cerah begitu pula dengan perasaan Putri Castalis yang sedang berbunga bunga karena Zoya, kenangan yang tak akan ia lupakan, malam penuh cinta bersama Zoya.
*****
Terimakasih sudah membaca, dan semoga suka dengan alur cerita pendek ini ☺️
by:iitarnt