Judul : Diary Freya
Pengarang : Aralia⚘
Hanya sepenggal kisah yang menceritakan seorang gadis muda yang berusaha bangkit dari kesedihannya. Cerita akan ia yang kehilangan orang terdekat yang amat sangat disayanginya. Kehilangan seseorang yang bagaikan separuh jiwanya dengan sangat tiba2, dan kini ia harus belajar merelakan dan menerima taqdir ini dengan dada yang lapang?! Sulit. Yah itulah yang ada dibenak nya sampai saat ini.
Nama nya Freya Nathalia Zeroine. Seorang nona muda di keluarga konglomerat Zeroine. Ia yang baru saja kehilangan sang kakak kembar, Fayra Athala Zeroine. Yang sudah seperti separuh jiwa nya sendiri. Sesosok kakak yang selalu hadir menemani, menghibur dan menyemangati kala ia futur.
Tak perlu berlama lama mari kita simak kisah nya📖
Didalam sebuah ruangan dengan nuansa cat merah nan biru tampak seorang gadis dengan seragam putih abu abu tengah menarikan pena nya diatas selembar kertas. Jarum jam sudah menunjukkan pukul enam lewat dua puluh lima menit. Teriakan yang menggema dari arah lantai bawah pun masih tak mampu membuyarkan konsentrasinya.
XX/XX/20XX
Pagi yang sendu. Sang surya masih tak dapat pancarkan sinar nya. Langit mendung tertutup awan. Angin bertiup kencang menerpa wajah ku. Dingin, namun tak sedingin hati ku. Ku berbisik pada angin, wahai angin sampaikan salam ku dan katakan kepada nya bahwa aku sangat merindukan nya. Tanpa ku sadari mata ku mulai berkaca kaca. Dan kini hati ku juga mulai menangis. Tak perlu disangkal, pipi ku pun mulai basah oleh air mata. Karena menahan rindu yang berkarat nan tiada tepi ini.
Fayra Athala Zeroine, i miss you💙
Tulis nya di buku kecil warna abu abu dengan motif buah cherry milik nya. Saat akan melanjutkan aktivitas menulis nya, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar ruangan tersebut.
Tok..tok..tok..
" Frey, ini bunda. Bunda boleh masuk?! " tanya seorang wanita paruh baya yang diyakini bunda dari Freya, Qyra Tania Zeroine. " Masuk aja bund, pintu nya ga dikunci " jawab Freya dengan suara serak nya. Ia juga buru buru untuk menyeka air mata nya agar tak terlihat oleh sang bunda.
" Kamu abis nangis sayang?! " ucap Qyra khawatir. " Gapapa kok bund, cuman lagi kangen kak Fay aja " balas Freya dengan sedikit menampakkan senyum palsu nya. Senyum yang terlihat sangat dipaksakan. " Ya udah kalau gitu sekarang ke bawah ya ayah udah nunggu buat sarapan " perintah Qyra. " Iya bund " timpal Freya
________________________________________
" Frey, mau ke kantin ga?! " tanya Aurel, teman sekelas Freya. " Ga usah gw mau ke perpus aja. Permisi. " jawab Freya sambil berlalu meninggalkan Aurel.
Sesampainya di perpustakaan, Ia segera mengambil novel kesukaannya dan berjalan menuju bangku pojok dan duduk disana. Dinyalakan nya lagu favorit nya kemudian ia pasang earphone di telinga dan mulai membaca novel yang dipinjam nya tadi.
Saat sudah selesai membaca novel, ia melirik ke arah jendela. Terlihat taman belakang sekolah yang hijau nan asri. Tak lama kemudian air mata Freya turun kembali. Ah, dia ingat tempat itu. Tempat terakhir yang ia kunjungi bersama sang kakak sesaat sebelum ia pergi. Memori otak nya berputar mengingat kejadian 3 bulan lalu
Flashback on
Di taman belakang sekolah itu tampak dua orang gadis yang tengah asyik bercengkrama dan bercanda ria dibawah naungan pohon besar nan rindang.
" Dek, kok kakak ngerasa kakak bakal pergi jauh ya? Tapi kalau itu ben- " ujar seorang gadis berbando biru yang ucapan nya langsung dipotong oleh seorang gadis manis disebelah nya. " Stop ih, kakak ngomong apa sih?! Ga jelas deh. " potong gadis dengan bando merah.
" Jangan dipotong napa?! Tapi kalau beneran gitu, kakak boleh minta permintaan ga?! " tanya gadis berbando biru yang tak lain dan tak bukan adalah Fayra Athala Zeroine. Sedangkan gadis berbando merah tadi adalah sang adik, Freya Nathalia Zeroine.
Freya yang masih tak faham akan apa maksud yang diucapkan oleh sang kakak pun hanya mengangkat salah satu alis nya, bertanya apa.
" Ini akan jadi permintaan pertama dan terakhir dari kakak. Tetap bahagia, tetap jadi Freya Nathalia Zeroine yang kakak kenal. Dan jangan pernah berubah selama kakak udah ga bisa ada disamping mu lagi. Janji sama kakak ya dek😊 " ucap Fayra sambil tersenyum manis. Oh tidak, maksud ku sangat manis. Senyum terakhir yang termanis seorang Fayra Athala Zeroine yang dilihat oleh Freya. Senyum perpisahan yang sebenarnya.
Flashback off
" Hufftt, maaf kak " gumam Freya lirih
Ia pun segera mengambil pena nya dalam saku baju nya dan mulai menulis di buku abu abu dengan motif buah cherry yang selalu ia bawa kemana mana.
To my sist, Fayra Athala Zeroine.
Hai kak! Gimana kabar kakak disana?! Ku harap sakit yang kakak rasakan sebelumnya sekarang sudah tak terasa lagi.
Apa kakak tau? Untuk menepati dan melaksanakan janji kakak di taman belakang sekolah itu tak lah mudah.
Bukti nya sampai saat ini aku masih sering menangis sendirian ditengah gelap malam.
Dan kini ku mulai berubah menjadi sesosok pemurung dingin dan penyendiri.
Maaf kak, tapi Freya yang periang ramah dan supel kini telah menghilang bersamaan dengan hilang nya sosok kakak disisi ku.
Tapi kakak tenang saja. Sekarang aku tengah berjuang tuk kembali menjadi sosok Freya yang kakak kenal.
Tidur lah dengan tenang kak. Karena sampai kapan pun kau adalah kakak terbaik yang pernah aku miliki sepanjang masa.
Thanks for everything kak Fay! I love and miss you so much😊💙
Tertanda : adik mu tercinta, Freya
________________________________________
Yeayy selesai😂
Cerpen pertama aku nih. Yang udah baca ini plus suka boleh lah ya pencet tombol (❤).