Apa yang harusku lakukan ketika sahabatku membenciku hanya karena hal sepele?Haruskah penjelasan itu ia abaikan?Setidak pentingkah suatu penjelasan itu?Hingga akhirnya suatu kesalah pahaman pun muncul diantara kami.
Pada suatu hari satu pesan masuk melalui ponselku "Putri main yuk" dan ternyata pesan itu dari Nita.Nita adalah sahabatku kita udah lama tidak ketemu karena libur sekolah yang panjang.Akhirnya aku menjawab "yuk nit" seharian itu ku habiskan sisa pulsaku untuk membalas pesan dari Nita,sampai akhirnya kita menyapakati waktu dan tempat yang telah kita setujui untuk pergi main.
sesampainya disana aku menunjukkan senyum bahagia begitupun dengan Nita,Nita langsung menghampiriku dan memelukku dengan erat "Gimana kabarmu sehat" tanyanya padaku "Sehat"jawabku.Nita adalah sahabat terbaikku aku selalu menceritakan keluh kesahku padanya.Dia selalu membantu aku menyelesaikan masalah sesulit apapun itu,dan dia selalu ada saat aku membutuhkannya.
Tidak terasa matahari mulai tenggelam,akupun mengajak Nita untuk pulang "Nit pulang yuk udah sore nih"ujarku, "iya nih yaudah kamu ati-ati ya jangan ngebut"jawab nita, "iya kamu juga..sampai jumpa besok disekolah"jawabku.
Diperjalanan pulangku aku merasa seperti ada yang aneh dengan motorku,akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dan mengecek motorku,dan ternyata ban motorku bocor sedangkan disepenjang jalan itu tidak ada orang satu pun.Setelah 15 menit kemudian terlihat seorang laki-laki mengendarai motornya dari arah belakangku dan aku memberanikan diri untuk memberhentikan motor dia "Tolong berhenti kak" ujarku kepada orang itu,akhirnya dia mau berhenti dan langsung membuka helmnya. Terrnyata oh ternyata dia adalah kakak kelasku namanya Dimas. Kak Dimas itu anak terpopuler di sekolah,tidak ada yang tidak mengenali Kak Dimas dan dia juga kenal aku tetapi hanya kenal sebagai adik kelas tidak lebih.."Kenapa put"tanyanya padaku, "eh ini kak ban motorku kayaknya bocor deh"jawabku,lalu dia turun dari motor untuk mengecek ban motorku "bocornya parah nih put"ujar Kak Dimas, "Masa iya,gimana dong?"tanyaku padanya "yaudah kamu pulang aja sama aku nanti motor kamu biar temen aku yang ngambil"ujar Kak Dimas.Karena aku juga bingung mau bagaimana lagi dan disepanjang jalan itu hanya ada Kak Dimas akhirnya aku mau diajak pulang bareng oleh Kak Dimas "Yaudah kak kalau gitu,ayok"jawabku.
Akhirnya sampailah dirumahku "makasi ya kak atas bantuannya"ujarku kepada kak dimas, "iya sama-sama put"jawabnya, Kak Dimas pun langsung pulang dan aku masuk rumah untuk beristirahat.
Haripun sudah berganti,libur sekolah telah selesai dan aku bersiap-siap untuk sekolah.Aku berangkat sekolah diantar oleh papaku karena motorku yang belum selesai diperbaiki.Sesampainya disekolah aku melihat Nita dan Salma akupun menyapanya "Hei Nit Sal"sapaku, "Hai Put"jawab Salma,Nita mendengar dan tau bahwa aku yang menyapanya tetapi dia tidak membalas sapaanku tetapi dia membalasku dengan tatapan wajah yang tak damai.Akhirnya Nita pergi dan Salma pun menghampiriku.Salma adalah tetangganya Nita dia sering main ke rumah Nita.Salma memberitahuku tentang Nita "Put Nita marah sama kamu sampai dia nggak mau temenan sama kamu lagi katanya"ujar Salma, "Kenapa Nita semarah itu sama aku karena apa Sal"Jawabku dengan ekspresi terkejut, "Karena kamu dan Kak Dimas katanya tadi"jawab salma.
Nita memang dari dulu suka sama Kak Dimas tp Kak Dimasnya aja yang nggak peka sama perasaan Nita,tapi aku juga mau bagaimana lagi waktu itu kan hanya ada Kak Dimas yang bisa membantu aku,aku memutuskan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Salma dan akhirnya Salma mau mengerti keadaanku saat itu dan aku meminta tolong kepada Salma untuk menjelaskan semuanya ke Nita "Sal tolongin aku ya tolong jelasin ini semua ke Nita ceritakan kejadian ini yang sebenarnya kalau ini cuma salah paham"ujarku, "iya putt aku usahain untuk menolong kamu"jawab Salma "Makasi ya Sal" jawabku, "iyha sama-sama Put"jawabnya.
Aku heran dan berpikir bagaimana Nita bisa tau kalau aku kemarin sama Kak Dimas "ehh sal Nita tau kalau aku kemarin sama Kak Dimas dari siapa?"tanyaku pada Salma "katanya tadi sih ada yang ngefoto kamu sedang boncengan sama Kak Dimas terus foto itu dikirim ke Nita,tp Nita nggak ngomong siapa yang ngirim"jawabnya.
Akhirnya jam pulang sekolah telah tiba dan Nita masih marah ke padaku.Sesampainya dirumah aku menerima pesan dari Salma "Put Nita nggak mau mendengar penjelasan dari kamu,saat aku ngejelasin dia malah pergi" isi pesan Salma.Aku pun jadi bingung harus bagaimana..akhirnya aku memutuskan untuk menelvonnya dan menjelaskannya sendiri "tutt...tutt...tutt.." udah 3 kali aku menelvon Nita tetapi Nita tidak mengangkatnya tp aku tidak putus asa untuk menelvonnya aku terus mencoba menelvonnya, dan akhirnya sudah ke berapa kali aku menelvonnya akhirnya diangkat juga " halo nit maafin aku... ini cuma salah paham nit" Nita pun masih tetap diam dan akhirnya aku langsung ngejelasin semua kejadian yang sebenarnya,setelah aku menjelaskan semua kejadian itu akhirnya Nita mau memafkan aku "Iya Put maafin aku juga ya aku udah nggak mau mendengar penjelasan kamu"Ujar Nita.
Akhirnya kita pun baikan lagi dan masalah ini kita jadikan pelajaran bahwa suatu masalah tidak akan cepat selesai tanpa adanya penjelasan.