Rangga Riswanda
Rangga adalah seorang Ceo dari perushaan terkenal yang di bangun oleh keluarga Riswanda sikap nya sangat digin dan terkenal kejam membuat nya susah untuk menemukan jodoh .
Felysia Zeline
Felysia adalah mahasiswa yang memiliki sikap ceria dan cenderung periang keluarga nya cukup sederhana .
Novianti Ayu
Novi adalah sekertaris pribadi dari rangga ia pernah menjalin hubungan dengan rangga namun karna rangga sibuk ia sediri yang memutuskan hubungan nya .
*******
Malam itu keluarga Riswanda sedang mengadakan makan malam bersama di rumah megah nya .
" Pak David semenjak sekola dasar kita sudah bersahabat kita sudah sama" tua , bagimana kalo kita jodohkan Felysia dengan Rangga ??" Tanya Riswanda ayah dari rangga .
"Ah...Saya gimana felysia aja maaf dia tidak ikut karna belajar" balas Pak david ayah dari felyca .
" Iya rangga juga , saya khawatir dia akan menjalang seumur hidup karna tidak punya wanita ia hanya sibuk dengan pekerjaan nya "Sahut ibu dari rangga .
" Pertemukan saja mereka besok gimana ?? biar mereka kenalan " usul ibu dari felysia dan mereka setuju .
Setelah makan malam selesai keluarga felysia pun pulang sementara itu ayah rangga memberi tahu kan rencana nya .
" Apa ?! Rangga ga mau di jodohin apa apaan ini ranga bisa cari sendiri batalkan perjodohan itu !" Tolak rangga ia tak suka kalo diri nya di perintah se enak nya .
" Rangga ! kau ini bukan anak muda lagi kau sudah dewasa dan ayah ibu mu sudah tua kau harus nya sudah menikah jangan pernah tolak perjodohan ini !" tegas riswanda .
"Felysia sangat baik na,dia juga pintar ayah mu tau yang terbaik ya kita akan percepat pernikahan nya . besok kamu jemput felyca "Sambung ibu dari rangga dan hanya helaan nafas jawaban dari rangga .
*****
Pagi itu Felysia masih tidur di ranjang nya ia sangat tidak mau akan perjodohan yang di katakan oleh ibu dan ayah nya .
" Felysia... Bangun dan sarapan nak " ibu felysia melihat anaknya yang tampak lesu di ranjang .
" Iya .. ahhh..bu apa perjodhan nya bisa di to-" Ucapan felysia seletika terhenti karna ibu nya telahn mengangkat jari telunjuk nya .
Felysia bangun , mandi, sarapan dan berangkat hari yang sangat cerah tapi tak secerah hati nya .
Berikut nya setelah pulang felysia masih menunggu calon suami nya ia sangat lah jengkel menunggu , tapi tiba lah mobil Hitam kilat yang sangat mahal menghampiri nya .
" Heh ! Lo masuk " Rangga memalingkan wajah nya felysia masuk dam duduk lalu rangga memajukan mobil nya .
" Lo Felysia yang mau di jodohin sama gue kan ? " tanya Rangga menatap sinis.
" iya kamu rangga kan ? hai salam kenal " balas felysia ia menyempat kan diri tersenyum .
" Alah ga usah so baik deh , lo ga mau kan perjodohan ini kenapa lo ga maksa buat di batalin !" bentak rangga .
" heh aku juga udah maksa tapi apa ??? ga guna tau gak orang tua kita ga mau perjodohan ini di batalin" balas felysia ia memanyun kan bibir nya merasa kesal.
" Ya udah lah gimana lagi kita nikah aja " dengan santai rangga menyetir.
" hah !? ga pokok nya kita harus batalin " tegas felysia .
" Ga guna juga kita batalin " balas rangga .
" Ni cewe imut juga kalo marah " Batin Rangga .
sesampai nya di rumah felysia ibu dan ayah rangga sudah ada dan seperti nya kabar menikah akan segera di luncurkan .
" Eh Nak rangga silahkan duduk, aduh maaf ya rumah nya kecil ga kaya di rumah rangga "sahut ibu felysia rangga dan felysia pun duduk.
" Ah tante ga papa kok dulu juga rangga sering kesini main sama felysia " balas rangga .
" Wahh wah masih inget kamu rangga " sahut ibu rangga .
" iya iyalah kalo felysia pasti sudah lupa , hahahaha " Balas rangga di ikuti tawa nya .
" Hehe ihsss...iya iya " felysia mencoba seperti rangga yang so bahagia tapi iya ta bisa .
" Kita sudah putuskan untuk mengegelar acara pernikahan minggu depan bagaimana ?" tanya ibu rangga .
" apa !? minggu depan tante tapi kan kita baru aja ketemu " balas felysia ia sangat tidak mau menikah di usia nya ke 21.
"kan seminggu lagi syaang masih bisa di pakai buat kalian biar bisa deket ya " sahut ayah felysia .
" Ya ya terserah kalian saja ah aku dan felysia hanya menuruti saja " balas rangga ia tersenyum sontak felysia kaget karna maksud dari rangga .
" wahh Rangga kamu kata nya terkenal kejam tapi ternyata kamu sangat dermawan sekali ya " puji ayah dan ibu felysia .
" Ah tante bisa saja " .
" maaf om , tante , mah , pah Felysia mau ke kamar dulu " felysia pun pergi ke kamar nya di susul ibunya .
" Nak " felysia mendudukan tubuhnya di kasur nya .
" Nak kamu boleh menolak tapi kamu harus menikah dengan rangga dan ingat keluarga kita bisa sukses karna bantuan dari keluarga mereka kuliah mu juga akibat dorongan bantuan keluarga mereka jadi kamu harus hormat " ibu felysia meninggalkan felysia .
" apa bener hidup keluarga ku jadi sukses karna mereka ... tapi aku belum siap " Batin felysia .
*****
Keesokan harinya felysia berjalan jalan santai di taman bersama rangga rangga tertinggal di belakang karna fokus pada ponsel .
ia melihat calon istri nya dari belakang , dulu saat rangga masih sekola dasar ia menyukai felysia .
" Felysia ... tunggu " rangga menghampiri felysia .
" apa ? " tanya felysia mukannya memasang wajah malas .
" cepat lilit kan jaket aku di pinggang kamu cepet " rangga memberikan jaketnya .
" aaapaan sih ga ga ga mau " balas felysia ia memalingkan wajah nya .
" Kamu lagi datang bulan liat berdarah " rangga menatap felyca dengan sontak felysia mengambil jaket itu dan melilitkan nya .
" astaga ...untung saja " felysia mengusap perut nya ya memang terasa sakit .
"Pantes aja perut aku sakit banget " felysia memengangi perut nya .
" kita ke toilet dulu mumpung darah nya belum terlalu banyak " balas rangga .
" Tapi aku ga bawa pembalut " felysia menundukan pandangan nya .
" Ya beli dong cepet aku tunggu di sini " balas rangga ia duduk di rerumputan .
" Aku yang beli nya ? " tanya felysia ia masih malu tapi ia butuh bantuan rangga .
" ya iyalah masa aku , aku kan cowo " Rangga meminum air dengan santai sambil memainkan Hp nya .
felysia pun pergi dan membereskan masalah diri nya perut nya terasa sangat sakit .
setelah selai dengan masalah nya felysia tak pergi ke rangga, ia duduk di kursi pinggir karna perut nya terasa sangat melilit .
" Aahh... sakit banget " felysia melihat sekitar sudah aga sepi ia memutuskan ke tempat rangga .
betapa terkejut ia melihat rangga tengah di peluk oleh seorang wanita berbadan aduhai .
" Dasar laki² ini makanya aku ga mau pacaran pasti bakal gini ihhh gimana kalo nikah pasti dia selingkuh "
Felysia memgangi perut nya sambil menatap rangga dan wanita itu tiba tiba rangga mendorong nya .
" heh Ga usah peluk -peluk -!" rangga melipat tangan nya di dada .
" Ranggaa aku masij sayang aku mohon nikahlan dengan ku " wanita itu memgengi tangan rangga .
" Siapa yang ngajak putus ? siapa yang manfaatin aku ?? pergi -! masih mending kamu aku anggkat jadi sekertaris " rangga memalingkan wajah nya .
" Ak-aku minta maaf " di tengah percakapan mereka terdengar bunnyi
" Brukkk"
Sontak mereka melihat dan terbelak kaget melihat felysia yang memengangi perut nya dengan kesakitan .
" FELYSIA !! " Rangga menggendong felysia dan membawa nya masuk ke mobil meninggalkan wanita itu.
" Bangun.." Rangga menepuk pelan pipi felysia .
" Ngh..aaahh sakitt " Felysia bangun dan merintih ke sakitan kemudian ia pun duduk dan minum air yang di berikan rangga.
" Masih sakit ?? " tanya rangga tapi felysia tak membalas nya ia hanya diam .
" apa kau tuli ?? apa masih sakit ?? kau mau pulang ??? " rangga yang tak mendapat respon pun langsung pergi pulang .
****
Beberapa hari nya felysia sibuk dengan persiapan pernikahan nya ia juga merasa tidak enak karna takut rumah tangga nya seperti sinetron yang kandas .
" Wah baju nya pas sekali nak " puji mamah rangga .
" ah ..iya iya ini kan karna tante juga " felysia agak malu karna di puji .
" Gimana nak apa kamu sudah siap menikah cuma hitungan hari lagi lho.. ciee" mamah rangga memeluk kejap calon menantu nya .
" Ah tante " Felysia masih sangat belum siap karna wanita itu .
****
Hari yang di tunngu tunggu dan di nanti nanti pun datang acara dan dekorasi Gedung sangat mewah tamu yang di undang pun dari kalangan atas .
Felysia sangat cantik dengan gaun pernikahan yang modern di tambah hiasan ke nusantaraan sangat serasi dengm Rangga yang tampil gagah dan tampan .
Kata kata ijab kabul yang sakral membuat semua tertuju dan serentak mengucap kan kata "Sah" akhir nya felysia dan Rangga pun resmi suami istri .
Para tamu undangan pun bersalam mengucap syukur doa tak luput uang amplop hehe ~
" mamah senang " beribu ribu kata senang dari orang tua terucap serta banyak kebahagian yang terpancar .
******
Malam tiba acara sudah selesai saat nya pengantin beristirahat , Felysia memasuki rumah megah dengan perasaan campur aduk.
" Selamat datang di Rumah keluarga Riswanda nak , kalian istirahat ya di kamar rangga " sambut mamah rangga yanh sangat antusias .
" Iya tante " balas nya .
" Ayo cepet ikut aku " rangga berjalan duluan sementara felysia mengikuti nya dari belakang .
" Ini kamar aku " Rangga membuka pintu kamar nya terlihat kasur yang berwarna putih ke biruan dan koleksi mainan sertar komik tertata rapi kamar yang begitu elgan .
Felysia masuk dan duduk di kasur itu sambil melihat sekeliling nya ia sangat menyukai kamar yang sangat simple itu .
" Udah liat ² nya ? mau mandi ga ?" tanya Rangga yang berdiri di sebelah felysia .
" Ah ...hehehe iya iya aku mandi" felysia masuk membawa baju gantinya tapi baju pengantin nya terlalu susah untuk di buka ia melirik keluar melihat hanya ada rangga .
" apa aku minta bantuan ke tante aja apa ke Rangga ?? aah ke tante aja "
Felysia keluar menuju luar kamar tampak rangga heran melihat nya dan aneh .
" Heh ! mau kemana ? " Tanya rangga ia menghentikan langkah Felysia .
" Ak-Aku mau ke tante " balas felysia ia rada takut melihat tatapn rangga.
" Mau apa ? " tanya nya sambil menghampiri felysia .
" Ma-mau .....minta bantuan " balas felysia gugup melihat rangga yang sudah mendekat .
" Bantuan apa ? jelas " Rangga menatap felysia ia memasukan tangan ke saku celana nya .
" Se-Sebenarnya baju ini.. A-aku susah buka nya rest seleting nya juga macet " felysi menunduk namun rangga membalikan badan felysia yang membuat nya terkejut .
" Aaaa..kamu mau apa ??" tanya felysia ia menerka nerka sentuhan tangan rangga .
" Aku aja yang bukain inget aku suami kamu " Rangga membuka nya dan terlihat Bra hitam milik felysia.
" Udah ? " tanya felysia ia membalikan tubuh nya dan langsung pergi.
" Dasar " .
Setelah mandi felysia keluar dengan baju tidur rok pendek berwarna ungu rambut panjang nya masih basah kulit nya putih .
" Kamu ga mandi??" pertanyaan felysia membuyarkan lamunan rangga ia tak menjawab dan langsung pergi.
Selasai mandi rangga keluar dengam Handuk yang ia lilit di pinggang tampak Felysia seperti habis dari luar ia kaget melihat tubuh kekar suami nya .
" Aaaaaa......." Felysia menutup muka nya nya ia kaget namun rangga yang merasa geli pun iseng mendekati nya .
" Felysia...kita main " rangga membisikan kata itu dan membuat felysia bergidik .
" Ma-main apa ?? " tanya gugup felysia ia melihat rangga yang sudah dekat dengan nya .
" Bisa mundur ?" Kata itu di hempas oleh rangga bukan nya mundur rangga malah memajukan diri nya dan memeluk felysia dan tiba tiba mencium bibir nya.
" Mmmphh..." Dorongan sekuat apapun yang di keluarkan felysia percuma karna rangga malah menguatkan nya dan ia membanting tubuh felysia .
" Aahh...kau mau apa !!? rangga " felysia mencoba untuk duduk namun tangan nya dia pegang oleh rangga kemudia ciuman rangga menuju leher membuat jejak lalu ke dua gunung Felysia sehingga felysia tak kuat menaham suara nya.
" Ah..." rangga begitu semangat mendengar nya ia pun melanjut kan aksi nya sampai puncak nya .
*****
Pagi itu Felysia sudah tidak ada di kamar ia keluar membantu mertua nya menyiap kan masak dan peristiwa semalam ia ta bisa lupakan .
"Eh itu Rangga , Sini nak makan " Sahut ibu rangga yanh juga ikut duduk tatapan mata felysia sangat ta berartti antara malu , kaget , bercampur .
Mereka pun makan bersama Rangga memperhatikan felysia yang agak aneh
" Mah Aku sama Felysia mau ke rumah baru aku sudah siapin rumah nya ga jauh dari kantor kok " Rangga menyuapkan makan nya .
" Uhukkk..uhkkk" ibu rangga memberi minum felysia yang tersedak .
" Sayang ati ati dong " tepuk pelan mamah rangga.
" Iya makasih tante eh mamah " Felysia menatap rangga seketika mereka memalingkan wajah tidak dengan rangga ia melihat tanda merah di leher istri nya dan terbelak Kaget .
" Uhukk....uhukkk" Felysia mengambilkan minum suami nya minum lalu rangga membisikan sesuatu
" Apa tanda merah di leher mu yang ada tiga itu ulah ku ??" bisik rangga hanya anggukan jawaban nya .
" Hah gila padahal kan niat nya cuma iseng kok ke pancing aisshh pasti dia malu "
Rangga seletika melamun namun lamunan nya membuyar saat felysia memberi nya minum lagi .
Selesai makan rangga dan Felysia membereskan baju karna mereka segera pindah.
" Felysia ..." Rangga menghentikan langkah felyisa.
" Apa ? " tanya felysia yang membawa koper nya .
" Lupain yang malem " Rangga pergi ke mobil nya sementara felysia mematung .
" Lupain ??? dia udah nyentuh aku masa aku bisa lupain apa dia bakal hianatin aku ??? mamah ..."
Tak lama felysia ikut masuk ke mobil tampak muka rangga datar dan digin felysia masih berfikir apa rangga akan meninggalkan nya .
Sampai lah mereka di Rumah mewah milik Rangga merek masuk dan membereskan satu persatu ruangan .
Jam 16.00 semua sudah beres felysia yang sudah sangat lelah tertidur di sofa rangga hanya melirik nya dan tersenyum .
" Bangun ...woyy..." Rangga menepuk pipi felysia dan ia bangun akan tetapi padangan nya masih kabur dan masih ngatuk ia tiba² memeluk rangga .
" Ah maaf maaf " felysia melepaskan nya mereka pergi ke supermarket untuk beli bahan bahan seeta merrka makan di luar .
saat makan malam mereka berpapasan dengan wanita yang pernah berjumpa di taman .
" Rangga ! " wanita itu memeluk erat tubuh rangga seketika felysia berjalan duluan .
" Aahss awas inget aku udah ada Yang punya plis jangan gini " Rangga mengikuti Felysia pergi .
" Fel ..tunnggu fel .." felysi membalikan badan dan menatap rangga .
" Kalo masih lama ngapain ngajak aku " felysia memanyunkan bibir nya dengan cepat rangga menyium nya .
" Ranggaa !!!" karna malu felysia pun duduk menutup muka Rangga ikut duduk dam langsung memeluk nya.
*****
Keesokan nya Felysia menyiap kan kemeja kantor Rangga iya juga membuat kan sarapan .
" Makan dulu ? " tanya felysia melihat suami nya begitu terburu .
" Di kantor aja aku duluan " Rangga pergi meninggalkan felysia ia sedikit kecewa.
Ting-!
Sebuah pesan masuk ia pun melihat nya dan terbelak kaget .
" Halo ... Felysia Kamu tau ga kalo Rangga itu punya pacar dan gara gara kamu mereka putus jadi kamu itu Perusak hubungan " ~ No tidak di ketahui
" Maaf kamu siapa ??"~Felysia
Setelah membalas nya felysia menyapu dan membersihkan rumah ia begitu ke walahan karna rumah nya besar .
Keringat mulai bercucuran Felysia memutuskan duduk di sofa ia sangat lelah seharian bahkan juga sempat membuat masakan .
'Tok..tok..tok...
Suara ketukan pintu berasal dari Rangga karna ia ta mendapar jawaban ia pun masuk ke rumah .
" Felysia ..... aku pulang ... fell" Rangga meletakan tas di meja ia melihat sekitar dan menuju kamar sambil membuka dasi nya .
" Felysia.... Ya ampun dimana dia apa mau rumah ini di Bobol maling felysia... " Rangga membuka kamar nya dan terlihat istrinya yang baru saja mandi sedang tertidur tampak kilatan dari rambut nya yang basah .
" Fel... " Rangga tersenyum dan mengusap rambut istri nya yang lelap .
" Ngh..." Felysia mengusap matanya dan melihat suami nya di depan nya tengah melirik sinis .
" Rang-Rangga " Felysia seketika bangun dan berdiri hampir saja ia jatuh karan kepala nya masih berat .
" Kamu kecapean apa perlu aku panggilin pembantu ??" tanya Rangga ia melihat Felysia yang seperti nya ke lelahan .
" Ahh enggak enggak , Kamu mandi ya aku udah siapin makan " saar hendak melangkah rangga memegang tangan nya .
" Ada apa ?".
" Apa aku boleh meminta nya ?" Felysia menelan saliva ia melirik ke arah suami yang sudah memasang wajah tampan nya .
" Mandi dan makan dulu ya " Felysia bergegas pergi dari kamar menuju meja makan beberapa menit kemudian Rangga turun tanpa ekspresi tapi wajah nya sangat tampan di balut baju santai nya .
" Apa yang kau masak ?" Rangga duduk dan melihat makanan yang di siap kan istri nya .
" Ah aku masak sayur asem sama ikan goreng kata mamah itu masakan kesukaan kamu " Felysia menyiap kan nasi ke suami nya .
" Ya, emang ke sukaaan aku. cuma aku ga suka kalo masakan nya ga enak " Rangga menyuap kan makan ke mulut
" Iya " Felysia menatap Rangga yang makan perlahan kemudia makan dengan lahap itu membuat nya senang .
" Apa enak ?? " tanya nya di sela sela waktu makan namun rangga hanya melirik dan mengatakan " lumayan aku menghargai makanan jadi aku memakan nya"walaupun membuat felysia merasa agak sedih tapi ia tak lebay .
Setelah makan Rangga melanjutakn kerja nya di kamar ia memain kan laptopnnya Felysia menghampiri nya sambil membawa kan nya Air teh hangat karna hujan di luar .
" ini aku buatin " Felysia menaruh nya lalu ia melihat posel satu pesan pun ada pada nomor yang tak ia kenal .
" Felysia ... halo ..Rangga ternyata Punya pacar lagi lho dia juga pacaran di kantor upss..haha ~ No yang tidak di ketahui .
" Jangan Cari masalah aku tau dia setia !!!! dan kalo kamu ngamcem atau apapun aku laporin ke polisi mau !!!" ~ Felysia .
Felysia menaruh handphone nya ia melamun memikirkan bagaimana kalo Rangga Selingkuh .
" Kamu mikirin apa ?" Lamunan Felysia seketika membuyar tak kala rangga yang sudah ada di samping nya .
" Ah tidak , apa kau sudah beres ?? " Felysia menatap suami nya yang sedang menatap nya .
" Pekerjaan kantor ku sudah beres tapi ada satu hal yang belum beres " tatapan dari rangga sudah sangat di ketahui oleh Felysia .
" Apa ??" Felysia menelan ludah nya kasar lalu tak pakai basa basi Rangga menindih nya.
" Kau tadi sudah janji , aku kan sudah mandi dan makan maka aku akan mengambil hak ku jangan menolak sayang " Rangga menciumin setiap inci tubuh Felysia sementara felysia hanya pasrah dan tidak menolak nya.
******
Keesokan hari nya Felysia membuat kan sarapan dan menyiapkan segala nya sperti biasa .
Rangga pergi kerja namun ia lupa tak membawa Berkas berkas nya sedang kan saat ini ia akan Meeting .
" Aahh sialan Ketinggalan apa aku chat Felysia aja ahhs iya deh " Rangga mengrimkan pesan ke felysia .
" Felysia ... Apa aku boleh minta bantuan ??? " ~ Rangga
" Apa ?" ~ Felysia
" Ambil kan Berkas ku ke kantor jam 10.30 bisa ??" ~ Rangga
" Bisa dimana ? "~ Felysia
" di kamar , maaf repotin kamu tau kan kantor aku tinggal langsung ya ke sana " ~ Rangga
"Iya " ~ Feylsia
Rangga memasukan kembali handphone nya ia terseyum dan berlalu pergi , sementara Felysia ia sedang menyiap kan berkas dan baju yang nanti ia pakai .
Pukul 09.00 Felysia yang sudah siap untuk pergi ia membekal kan makanan untuk suami nya dan segera pergi ke kantor naik Taxi .
sesampai nya di sana ia berjalan ke arah sekertaris ia melihat ke arah sekitar .
" Mbak...maaf saya mau ketemu Ceo Rangga " Felysia tersenyum kedua wanita itu terkejut melihat istri boss nya .
" Wah Istri nya Ceo Rangga ya ?? " tanya salah satu sekertaris itu .
" Iya " singkat felysia ia masih melihat sekitar namun ia melihat satu sekertaris yang tampak nya sangat cantik .
" Heh siapa kamu ??? Ahh Felysia kamu felysia ya ?" wanita itu terkejut dan kaget .
" Iya saya Istrinya Ceo rangga " Balas felysia ia menatap sekertaris cantik itu dan ia merasa pernah bertemu dengan nya .
" Oh , ayo aku akan tunjukan jalan nya perkenalkan aku Novi sekertaris pribadi Ceo Rangga " seketika Felysia langsung kenal sosok novi ia adalah wanita yang pernh memeluk rangga .
" Oh " Setiba nya di Ruangan Rangga felysia melihat sekitar dan mulai mengetuk .
"Eh ga usah di ketuk masuk aja " Felysia dan Novi pun masuk mereka melihat Rangga yang sibuk dengan laptop nya .
" Kenapa ga mengetuk pintu ??? apa kau lupa cara sopan santun ??" Rangga tak melirik seketika Felysia menunduk.
" maaf , kalo begitu aku pulanh dulu ini berkas dan ini bekal makan untuk mu maaf " Felysia membalikan badan lalu pergi .
" Bukan kamu , kalo kamu bebas untuk apa di sini aku bicara kepada novi " seketika felysia menghentikan jalan nya .
" Kau pergilah biarkan aku bersama istri ku " Novi pun pergi sementara rangga menghampiri felysia ia memeluk nya dari belakang.
" bukan kau jangan pergi " rangga mendudukan tubuh di sofa yang ada di ruangan itu .
" Rangga aku buat kan makanan " Felysia duduk di sebelah suaminnya .
" Apa Aku boleh mengatakan sesuatu ??" Tanya felysia ia meremas roknya.
" Apa ?? Tanya kan saja " Rangga menatap Felysia namun saat felysia akan bicara Novi mengetuk dan mengatakan rapat akan di mulai sehingga rangga pun pergi .
" Aku rapat dulu kamu tunngu saja di sini duduk lah di mana pun kamu suka jangan buka apa apa dan ingat jangan pulang nanti aku antar " Jelas Rangga ia pun meninggalkan Felysia .
Felysia bediri ia melihat benda benda dan barang barang Ia terduduk di Kursi Rangga .
" Wah nyaman sekali " Felysia menutup mata sekilas ia melihat laci yang terbuka saat hendak menutup satu foto tersimpan .
" Apa ini " Felysia mengambil dan terkejut itu adalah foto Rangga dengan Novi sekertaris nya tampak mereka berpeluk mesra .
" Aku sudah mulai menyukai nya tapi dia tidak mungkin menyukai ku novi adalah pacar nya " Felysia menaruh nya seketika ia sedih mengingat kalo suami nya hanya melaksanakan tugas dari ibu nya saja .
Dua jam berlalu Rangga kembali ke ruangan nya melihat istri kecil nya sedang melamun ke sembarang arah .
" Hei kau kenapa ?" Rangga menghampiri Felysia dan membuyar kan lamunannya .
" Ah Iya iya , sudah selesai ? " Tanya felysia ia menatap rangga yang tengah meminum air tampak sedikit keringat membuatnya makin tampan.
" Iya , aku mau makan bekal mu " Rangga mengambil bekal nya dan memakan nya felysia hanya menatap nya .
" Kau mau makan juga ??" Rangga sekilas melihat lalu kembali makan felysia mengambil tisu dan mengelap keringat rangga .
" Sebenarnya aku sudah sangat memcintai kamu dari SMP cuma kamu ga peka akhir nya aku ga pernah ketemu lagi kamu sampai sekarang dan kamu jadi suami aku itu membuat aku bahagia walau ini terpaksa "
Felysia melamun seketika ia mentap ke arah laci yang tadi , rangga hanya melirik aneh Dan pesan pun muncul saat felysia membuka handphone satu pesan dari nomor yang tak di kenal datang .
"Felysia kalo menurut ku kau jangan membuat hati kedua mahluk itu bersedih " ~ No tidak di ketahui
" Lo siapa sih ??" ~ Felysia
" Ga penting gw siapa jauhin Rangga atau lo tau akibat nya "~ No tidak di ketahui
" Dengar Rangga suami saya !" ~ Felysia
" Ya dan sekertaris nya pacar nya mereka selalu bermain api di belakang mu " ~ No tidak di ketahui
" Apa kamu teman sekeetaris rangga ? " ~ Felysia
" Aku ...hahahaa payah "~ No tidak di ketahui
Felysia mengakhiri pesan nya berapakali ia telepon untuk memastikan semua namun si nomor itu ta membalas .
" Seperti nya kau sakit ayo pulang " Rangga sudah memberes kan makan nya ia berdiri dan mengemasi laptop nya .
" Apa kau pulang sekarang ? " Felysia berdiri menghampiri Rangga dan mengandeng tangan suami nya ia juga menyenderkan kepala nya ke pundak rangga .
" Ayo kita ke dokter " Rangga merasan ada yang tak beres dari felysia .
" Aku Ga sakit kita pulang aja " Felysia berjalan pulang bersama Rangga .
*******
Setelah makan malam felysia duduk di ranjang nya sementara Rangga memainkan laptop nya di sebelah felysia .
" Kau kenapa ?? Hari ini kau sangat berbeda cerita pada ku ada masalah apa ?" Rangga menutup laptop nya ia menggenggam tangan felysia sambil menatap nya .
" A-aku..ah tidak apa apa , apa aku boleh bertanya ??"Felysia menatap rangga .
"Hmm, katakan lah" .
" Apa kau mencintai sekertarismu ??" Rangga membulatkan mata akan apa yang ia dengar.
" Sekertaris ?? Novi ?? Aku tidak ada apa apa pada nya dia hanya mantan ku dan aku tidak menyukai nya " Rangga menepis Pikiran negatif felysia.
" Siapa yang kau cintai " .
" Kau " seketika felysia menatap Rangga karna terkejut pipi nya memerah bak Kepiting rebus.
" Kenapa terkejut?? kau kan istri kuu jangan berfikir yang aneh aneh " Rangga memeluk istri nya dengan pelukan hangat .
" Aku juga mencintai mu " di balik hangat nya pelukan felysia mengungkapkan perasaan nya.
" Aku sudah tau " rangga melepas kan pelukan nya dan menatap felysia ia mendekat kan wajah nya lebih dekat lebih dekat lebihhhh dekat dan ketukan pun membuyar kan nya.
'Tok...tok....tok..
" Ada yang datang " Felysia dan rangga melihat dan membuka pintu mereka terkejut karna orang tua Rangga datang.
" Mamah...papah..silahkan masuk" Mereka pun masuk setelah berpelukan.
" Wah..wah..Felysia kamu kok kurusan nak " Felysia hanya tersenyum dan meletakan cangkir teh di meja itu.
" Silahkan di minum mah pah " Felysia medudukan tubuh samping Rangga .
"Makasih ya sayang selain berkunjung papah punya berita yang mungkin tidak enak di dengar " Rangga dan felysia penasaran akan hal yang tidak enak itu.
" Hal apa Pa ? " Tanya Rangga ia begitu penasaran akan hal itu.
" Bulan depan kita ada bisnis dengan proyek besar di Bali jadi beberapa minggu kamu harus di sana oh iya ajak Novi sekertaris kamu dia bagus dalam bekerja " Felysia sedih seketika mendengar kalo novi ikut.
" Aku akan pikirkan lagi " Rangga tau felysia tidak mau ia pergi.
" Rangga ayah mohon ikut lah nak ini hanya satu kali lagian bulan depan ko kita ke bali nya " Ayah rangga sangat sangat ingin menjalan bisnis nya.
" Ikutlah Rangga hanya seminggu lagi pun itu kan bukan sekarang tapi bulan depan " felysia menatap rangga ia tau kalo bisnis ini sangat lah penting.
" Tapi kau bagaimana ??" tanya Rangga ia merangkul felysia.
" Kau ini aku sudah besar aku akan tunggu di sini " Mamah rangga dan ayah nya tak menyangka kalo hubungan suami istri anak nya sangat hangat.
" Kalian ini Sangat serasi mama juga dulu begitu kok sama ayah kamu " candaan itu membuat mereka semua tertawa.
Hari terus berlalu Felysia tak membaca seluruh pesan yang di berikan oleh nomor itu sekarang ia ta memiliki beban pikiran lagi .
Bulan depan yang mereka tunggu pun akhir nya hanya perlu menunggu sehari lagi rangga masib tidur di kasur nya sementara felysia sudah mual dan mual.
" Uuaaakkk.." Ia memuntahkan cairan bening saja dan ia merasa sangat lah mual.
" aku terlambat datang bulan aku juga sangat lah mual akhir akhir ini apa aku hamil??? " gumam Felysia ia memasak sambil menunggu pesananya datang .
" Selesai aku tinggal bangun nin Rangga " saat hendak menaiki tangga pesanan yang ia pesan datang ta pakai basa basi dengan perasaan dak dik duk ia memcoba Tespack nya dan hasil nya ia hamil.
" Apa !? " senyuman mengembang lebar di wajah felysia ia tak menyangka ada malaikat kecil di tubuh nya dan ia bergegas membangun kan rangga.
" Rangga..Rangga ...angga bangun " Felysia menggoyang goyang kan tubuh suami nya itu.
" Nanti sebentar lagi " Rangga masih sangat mengantuk karna pekerjaan nya semalam .
" Rangga bangun aku punya malaikat kecil di tubuh ku " Rangga masih tak tau apa maksud perkataan Felysia ia pun bangun dan duduk .
" Malaikat apa ?? Hoaamm" Tanya rangga ia menguap karna sangat mengantuk .
" Aku hamil " Rangga membulat kan mata dan sangat terkejut.
" Kamu serius " Felysia mememperlihatkan tespack nya tak pakai basa basi rangga memeluk nya dengan sangat erat .
" Ahhss aku akan menjadi ayah ..." Rangga masih terus memeluk felysia .
" iya Rangga ...ini anak kita " mereka berdua sangat sangat senang dan memutuskan untuk menghubungi orang tua masing masing dengan respon yang sangat heboh.
" Sekarang kamu mandi aku udah siapin sarapan " Rangga pun mengiyakan ia tak henti henti tersenyum senang.
selesai makan Rangga kembalu duduk santai dengan felysia ia terus memegangi perut felysia.
" Tunggu sudah berapa bulan malaikat kita di sana ??" Tanya Rangga.
" Ga tau " Felysia menguyah snack yang ia pengang sambil menonton film anime favorit nya yaitu Kimetsu No yaiba .
" Kita ke dokter ya kita periksa terus kita beli susu sama vitamin buat kamu ayo " Rangga bergegas berdiri.
" baiklah " Mereka memeriksa kandungan felysia dan membelu semua keperluan ibu hamil .
usia kandungan felysia 2 minggu lebih ia harus banyak istirahat agar sehat dan teratur olahraga .
" Felysia kamu harus banyak istiraht ya apa perlu aku kasih pembantu ?? Ato kamu tinggal di rumah mamah aja " Rangga khawatir dengan kondisi felysia .
" Aku di rumah mamah aja ya nanti kalo udah pulang kamu jemput aku ya " .
" iya ".
Hari esok berlalu mamah dan papah felysia ikut ke bandara melihat kepergian rangga .
" Nak jaga ayah mu ya dan ingat jangan ke capean " mamah rangga memeluk putra nya sementara Felysia terus bertatapan dengan Novi .
" Sayang " tatapan itu seketika ambyar tak kala rangga memeluk rangga erat ".
" jaga kesehatan ya mah , om, tante aku titip anak sama istri aku ya " rangga terus memeluk Felysia .
" Sudah rangga kamu juga ya jaga kesehatan dan Jangan dekat " Novi " Felysia membisikan kata kata itu di telinga rangga .
" iyaa " rangga mengelus rambut felysia saat semua sudah pamit Rangga berbalik dan berjalan tapi ia berbalik lagi dan berlutut di hadapan Felysua semua orang tampak mengamati nya.
" Ayah akan segera pulangg kamu di perut ibu mu dulu jangan menyusahkan nya ya " felysia mengelus rambut rangga dan mereka pun berpisah .
" cih lebay hum... momen ini yang aku tunggu aku akan membuat Rangga ke tanggan ku " Novi hanya bisa bergerutu dalam hati.
******
Semalaman felysia khawatir dengan Rangga ia sangay merindukan nya sementara di Bali Rangga baru saja selesai meeting ia pun memutuskan
Rangga memutuskan untuk pergi ke kamar hotel nya ia melihat novi yang tampak ke sakitan .
" Ahhsssitt " Novi membungkuk ia merasakan heels nya yang membuat kaki nya sakit .
" Nov kamu kenapa ?? " Rangga membantu Novi ke kamar nya ia mengendong nya .
sesampai nya di kamar Rangga mendudukan Novi di sofa dan mengambil kotak obat lalu ia memoleskan nya.
" Ahhh sakit " Novi meringkis kesakitan .
" Lain kali pake heels yang pendek saja heels mu terlalu tinggi " Rangga duduk di sebelah Novi .
" Iya " sebuah panggilan video dari felysia masuk rangga berdiri dan mengangkat .
" Rangga " Seutas senyuman tergurat di wajah felysia ia sudah sangat merindukan suami nya.
" Lagi apa ?? udah makan ?? banyaklah istirahat ya " Rangga pun tak bisa sembunyi ia sangat lah rindu dengan istri nya .
" Sudahh kamu di mana ?? apa sudah makan ??" Novi yang sedanh duduk pun berniat jahat .
" Aku-" omongan Rangga terhenti saat Novi sengaja nenumpahkan air.
'Crang....
" Aahhh aduhh maaf Rangga aku bersihkan ya kamu pergi lah ke kamar mu " Felysia yang mendengar kalo suami nya sedang ada di kamar wanita lain ia merasa sedih .
" Baiklah " Rangga melihat ke arah istri nya yang sudah mematikan panggilan itu ia mencoba memberitahu hal yang sebenar nya terjadi .
" Felysia aku tadi hanya membantu Novi saja aku ga ngelakuin apa apa kok " ~ Rangga .
" Iya "~ Felysia
" Kamu marah ?? " ~ Rangga
" Ga kok kamu jangan telat makan " ~ Felysia
felysia mengaakhiri chat nya ia melihat nomor yang selalu spam akan hal menyakit kan karna nomor nya sudah ia blok jadi ia tak mendapat pesan itu akab tetapi nomor yang tak di kenal kembali muncul .
" Felysia Kamu mau tau siapa Yang spam dan menakuti mu itu adalah aku Novi " ~ Novi
" Well Felysia suami mu itu sedang menikmati ku tadi kenapa kau menggangu cinta kami "~ Novi
" Ceraikan Rangga karna dia juga Memiliki anak dari ku " ~Novi
Seketika membulatkan mata nya ia juga menutup mulut akan hal yang ia baru baca bulir air mata nya menetes begitu saja saat ia melihat poto Novi yang sedang tidur bersama Rangga suami nya .
" Astagfirulah " Felysia menelepon ranga tangan nya masih bergetar hebat air mata ta terbendung .
" Ya felysia " Jawab rangga dari telepon itu .
" Kamu selingkuh jawab aku!!! " Kata itu begitu menusuk telinga rangga .
" Selingkuh apa yang kamu katakaan aku tidak pernah selingkuh dari mu " Rangga terus mengelak karna ia tak selingkuh ia pun kaget melihat bukti dari felysia .
" Aku akan bicara pada Novi " Rangga mengerat kan tangan nya ia sangat geram.
" Tidak perlu urus saja anak mu dan ceraikan aku !!!!" Felysia menutup telepon nya rangga segera ke kamar novi .
" Novi !!! " Novi membuka kan pintu dengan santai .
" Ada apa ?" Seketika rangga mengeratkan tangan nya ke pundak novi dengan kuat .
" lepas ...ahh..ada apa ini " .
" Jangan pura pura kau bicara apa aku tidak pernah menyentuh mu kenapa kau bersandiwara !!!!" Teriak rangga dengan penuh emosi .
" kau sudah tau ?? Hah menikahlah dengan ku aku sangat mencintai mu aku sangat mencintai mu " Novi memeluk rangga .
" Apa yang kau lakukan aku sudah memiliki anak aku sudah memiliki istri " Rangga melihat wajah novi yang sudah menangis .
" Tapi aku hanya mencintai mu " .
" Kau banyak yang suka kumohon beritahu felysia kalo ini sandiwara mu aku tidak ingij berpisah dari nya aku mohon " Rangga memohon karna ia tau istri nya telah bicara pada orang tua nya .
" Tidak rangga aku tidak mau aku sangat mencintai mu aku rela menyewa orang untuk berfoto seolah itu dirimu aku juga membuat felysia mengirinkan pesan" dan aku membuat semua menjadi begini karna aku ingin kau menjadi miliku" air mata novi tak terbendung lagi ia sangat mencintai rangga.
" Kau sudah gila , aku memiliki istri aapa kau paham kenapa kau tidak menikah dengan Reno yang sucah jelas selalu menggoda mu " Reno adalah teman novi ia memang menyukai novi namun cint nya selalu di tolak .
" Dengar kau itu sudah aku anggap adik aku mohon beritau semua nya aku sudah memiliki anak tolonglah mengerti " Novi terdiam ia juga tau kalo ia salah ia pun memeluk rangga .
" Baiklah " Novi dan rangga berpelukan dan ' Jebrakkk pintu kamar terbuka ayah rangga yang sudah tau kalo rangga selingkuh .
" Rangga!!! " Teriak ayah nya mereka pun melepas pelukan nya .
" Ayah " .
" Jadi benar selama ini kau menyelingkuhi Felysia kau tega rangga kau ... felysia sedang hamil ia memberitahu sebari menangis dan kau ayah sungguh malu !!!" Ayah rangga sudah sangat kecewa .
" Tidak ayah iini salah paham ayah aku dan novi tidak ada hubungan apa apa ayah aku mohon percayalah" Rangga memohon agar ayah nya pecaya akan apa yang terjadi sebenar nya .
' Takkkkkk
Satu tamparan lolos mengenai pipi Rangga ayah nya sudah sangat marah akan perlakuan anak nya sementara movi hanya menyaksikan akibat perbuatan nya .
" Ayah boleh menampar ku berlulang kali tapi aku mohon percayalah ayah aku tak pernah begini " Kata kata itu sudah tidak ada arti bagi ayah rangga.
" Kita pulang ayah sudah mempersiapkan nya ayo " Mereka semua pulang sesampainya di rumah pukul 07.00 pagi.
Rangga sudah melihat di rumah felysia ayah ibu dan mamah nya sangat kecewa dengan rangga.
" Assalammualaikum " Mereka menjawab dan duduk .
" Dimana felysia " Rangga mencari pandngan nya tapi ta mendapati .
" Kau masih menanyakan putri ku setelah kau hamili wanita di sebelah mu !" Ayah felysia sudah sangat marah.
" Justru kami ke sini mau memberi tahu semua nya yang terjadi " Jelas Novi .
" Aku mohon aku ingin bicara dengan istriku biarkan novi yang menjelaskan " Tanpa melirik ibu felysia memberitahu nya kalo istri nya sedang di kamar nya dan belum makan rangga segera menemui nya sementara novi memberitahu semua .
" Felysia...buka pintu nya sayang aku bisa menjelaskan semua " Rangga menggedor pintu kamar felysia kuat kuat .
" Pergilah ...hiks..." Ternyata Felysia sudah menangis dan sangat kecewa.
" Apa kau tidak mau melihat suami mu buka kan pintu aku ingin bicara " Rangga masih mencoba masuk .
" Aku tahu pernikahan kita itu paksaan tapi aku mencintai mu kenapa kau menyakiti hati ku kenapa !!!!" Teriak felysia suara nya terdengar parau .
" Aku juga sangat mencintai kamu aku mohon buka kan pintunya " Rangga pun masuk saat felysia telah membuka kan pintu nya.
" Dengar aku sangat mencintai kamu semua ini adalah sandiwara Novi kenapa kau ta memberi tahu aku yang sesungguhnya kalo sering di beri pesan tentang itu " Rangga ta mendapati jawaban .
" bicara lah aku mohon aku minta maaf " Felysia tak menjawab ia masih diam
" Sebelum nya aku..sudah melihat foto mu bersama novi di laci kantor dan saat aku pulang dari minimarket banyak orng yang bilang kau itu lebih cocok dengan sekertarisnya" Segukan dari suara felysia.
" Dulu memang aku pernah pacaran sekarang aku kan sudah punya istri dan malaikat yang kau kandung " Rangga mengusap perut felysia.
" Jangan sentuh aku !".
" Aku tidak akan menyentuhmu kalo kau memang tidak mau tapi makan lah dari kemarin kay tak makan aku kan bawa novi ke kamar ku dan bicara yang sejujurnya "Rangga mengajak novi novi berbicara sesunguh nya keluarga pun sudah tau masalah sesungguhnya .
" aku benar benar minta maaf aku janji tidak akan mengganggumu " Novi meneteskan air mata felysia yang tau sebenar nya novi sangat kesepian memeluk nya erat erat.
" sudah aku tau kau kesepian anggap lah aku kakak mu " Felysia juga ikut menangis .
" Kalo begitu sampai jumpa aku tidak ada balik ke sini aku akan pulang ke rumah ku yang ada di Rusia " dan novi pun pergi dengan air mata nya.
beberapa menit kemudian Rangga masih di kamar felysia ia terus membujuk nya makan tapi felysia tidak mau .
" Kau tidak bicara padaku , kau tidak mau makan aku akan pulang bersama orang tua ku kalo itu mau mu " rangga pun turun dan menyuruh orang tua nya untuk pulang duluan sementara ia msih mencoba membujuk .
" Felysia .. makan lah " Rangga terus membujuk .
" Nak jangan sperti ini kasihan angga dia baru pulang dan belun istirahat sama sekali " Ayah felysia menasihati dan pergi karna tidak mau ikut canpur urusan anak nya begitu pula ibu felysia.
" aku pingin Mangga tapi aku kan sedang marah "
Felysia begitu pingin mangga melirik ke arah rangga dan ia pun memutuskan memberi tahu keinginan nya.
" Rangga " Rangga pun terseyum karna Felysia membuka mulut nya .
" hum?? mau apa ??" .
" Berjanjilah untuk setia karna aku mencintai mu " Rangga pun mengiyakan dan berjanji.
" Bukan aku yang mau tapi anak mu yang mau tolong belikan aku mangga dengan saus gula merah " Rangga pun agak heran .
" Emang ada saus gula merah ??" Tanya rangga .
" Ada cepat belikan " Rangga pun menuruti ia tau kalo istri nya sedang mengidam .
Sementara di cafe novi melamun reno yang melihat nya menghampiri nya .
" sayang kamu kok melamun " .
" Aku sedang ada masalh diamlah ".
" Kau selalu jahat pada ku padahal aku sangat mencintai mu " Novi berfikir bahwa harus nya menerima Reno yang sudah jelas mencintainya .
" Reno aku ingin menjadi pacar mu aku akan mencoba menyukai mu " Reno yang terkejut sangat senang walau novi belajar mencintai nya .
******
Beberapa bulan perut felysia sudah semakin membesar dan hari dimana felysia akan melahirkan pun terjadi tepat nya jam 08.00 semua orang tua mereka sudah berada di luat ruanngan sementara felysia dia dalam bersama rangga.
" Aaaaaaaaakkkkhhh " Teriak felysia ia mencengkram tangan rangga.
" Aaahh...huh...hah..huh..aku tak kuat... ahh " keringat sudah membasshi muka dan seluruh tubuh Felysia .
" Ayo berjuang lah demi anak kita sayang !!" Rangga menguatkan istrinya untuk terus berjuang dan
" Eakkkkk eakkkk eakk " tangisan bayi itu memecah lamunan keluarg Felysia bernafas legas saat bayi nya sudah di bersihkan orang tua nya pun ikut masuk dan Rangga meng adzan kan anak nya .
" Rangga siapa Nama anak kita ??" Tanya felysia mata nya masih terasa berat .
" Nama nya ERLANGGA " mereka semua berbahagia akan kelahiran anak itu semua tawa dan senyum terlukis.
~Selesai~
*Maaf kalo ada Kata kata yang slaah*
Terimakasih sudah mau baca salam Author ❤
Mari tekan Like 👍