Disebuah kota terdapat beberapa pondok pesantren salah satunya pesantren Ash-Shiddiq. Pondok tersebut terdapat sekitar 350 santri yang dipimpin seorang Abah (kyai)yang bernama Rasyid yang memiliki istri yang bernama umi Kulsum yang sudah almarhum 1 tahun yang lalu. Abah Rasyid memiliki 1 anak laki-laki yang bernama Gus Hamdan yang berumur 19 tahun.
Pada suatu hari ada santriwati baru yang datang dari luar kota yang bernama Aisyah berumur 17 tahun. Aisyah dikirim ke pesantren karena 1 Minggu yang lalu Aisyah ditinggal oleh kedua orang tuanya karena kecelakaan saat pulang dari pekerjaannya. Dan pesan terakhir kedua orang tuanya yaitu Aisyah harus menjadi anak yang Sholehah dan lebih baik dari sebelumnya.Dan akhirnya Aisyah ingin jadi santri ,Aisyah ingin mewujudkan pesan terakhir kedua orang tuanya. 2 hari kemudian Aisyah diantar pamannya ke pesantren Ash-Shiddiq.
Pada saat Adzan magrib berkumandang Gus Hamdan dan para santri bergegas menuju masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah .Pada saat Hamdan terburu buru Hamdan tidak sengaja Ia menabrak salah satu santriwati dan ternyata adalah Aisyah. Aisyah langsung berdiri dan ucap maaf tanpa melihat siapa yang menabraknya ,Aisyah langsung menarik tangan Aminah yaitu sahabat satu satunya dipesantren itu untuk bergegas menuju kemasjid. Gus Hamdan sempat melihat wajah santriwati itu meski hanya sekejab tetapi dengan kebengongan melihat tingkah santriwati itu yang bergegas kemasjid, Gus Hamdan hingga lupa untuk meminta maaf pada santriwati yang telah ditabraknya tadi. Lalu iqomahpun berkumandanga tanda bahwa sholat akan segera dilaksanakan akhirnya Gus Hamdan bergegas mengambil air wudhu.
Setelah sholat dan mengaji Gus Hamdan selalu absen ke Abah untuk hafalan Al-Qur'an ,dan Abah memiliki janji jika Hamdan hafal 30 juz semua permintaannya akan dipenuhi Abah. Sekarang Gus Hamdan udah mencapai 20 Juz. Setelah lulus SMA Gus Hamdan disuruh Abah untuk fokus ke hafalan Al-Qur'an nya.
Pada saat Gus Hamdan akan tidur tiba tiba Ia teringat kembali santriwati yang tadi ditabraknya. Gus Hamdan baru pertama kali memikirkan seorang perempuan padahal Ia belum mengenalnya . Gus Hamdan berfikir bahwa suatu saat nanti akan santriwati yang sedang ada difikirannya.Itu pertama kali Gus Hamdan merasakan jatuh cinta:).
Pada pukul 02.30 tiba tiba Aisyah terbangun dan Ia ingin melaksanakan sholat tahajud,dan akhirnya Ia pergi ke masjid sendiri untuk sholat malam.
Setelah sholat selesai ternyata ada salah satu Ustadzah yang mengetahui Aisyah telah melaksanakan sholat tahajud padahal sebelum adanya Aisyah tidak ada satupun santri yang pernah bangun disepertiga malam untuk sholat karena pesantren ini baru dibangun 1 tahun yang lalu dan belum banyak program kegiatan termasuk sholat malam karena hanya terdapat beberapa pengurus. Setelah Ustadzah melihat Aisyah sholat malam sendiri Ustadzah kagum dan bangga melihat kerajinan Aisyah.
Keesokan harinya Ustadzah bertemu dengan Abah dan membicarakan semua tentang Aisyah yang rajin sholat malam. Akhirnya Abah memiliki rencana untuk menjadika Aisyah menjadi pengurus baru untuk jadwal sholat malam . Ustadzah disuruh Abah untuk mengumpulkan semua santriwatinya. Setelah semua terkumpul Abah memberi informasi bahwa akan ada pengurus baru. Semua santri berharap akan ditunjuk untuk menjadi pengurus baru. Abahpun menyuruh Ustadzah untuk menceritakan semua apa yang dilihatnya tadi malam. Ustadzahpun langsung menceritakan bahwa Ia kagum dengan salah satu santriwati yang rajin sholat malam , Ustadzah menceritakan bahwa Ia tadi malam melihat salah satu santri yang pergi ke masjid sendiri untuk melaksanakan sholat tahajud. Semua santri bingung siapa yang dimaksut Ustadzah. Sedangkan Aisyah hatinya berdebar-debar karena Ia merasa bahwa semua yang diceritakan Ustadzah adalah dia. setelah Ustadzah menceritakan Abahpun memberi tahu siapa yang dimaksut Ustadzah
"Itu alasan Abah kenapa Abah akan membuat
pengurus baru karena santri Abah ada yang
rajin bangun malam untuk melaksanakan
Sholat tahajud jadi Abah akan jadikan pengurus
baru untuk jadwal sholat tahajud yaitu .....
Aisyah......"ucap Abah sambil bertepuk tangan , Ustadzah langsung menyuruh Aisyah untuk kedepan menyampaikan sesuatu.
Setelah pemilihan pengurus baru Abah teringat santri putra yang belum memiliki pengurus seperti Aisyah , akhirnya Abah teringat putranya dan menjadinya putranya sebagai pengurus untuk jadwal sholat malam juga.
Setelah pemilihan itu selesai ada salah satu geng yang tidak menyukai Aisyah menjadi pengurus baru mereka adalah Vivi,Eta dan Dalia. Mereka tidak setuju karena mereka merasa tersaingi, Aisyah santri baru udah jadi pengurus sedangkan Vivi dan temannya yang udah lama belum pernah jadi pengurus.
Dengan ketidak terimanya Vivi dan temannya memiliki niat untuk mencelakai Aisyah agar tidak dijadikan pengurus lagi. Pada waktu sholat tahajud Aisyah bangun dan mulai membangunkan santri lain . Setelah itu Aisyah ingin ketoilet tanpa Ia sadari ternyata ada yang mengikuti Aisyah ke toilet yaitu Vivi dan temannya. Disitulah Vivi akan membuat ulah.
"cepat Carikan tali!".Ucap Vivi kepada temannya
"Untuk apa Vi?".Jawab Eta yang tidak mengerti maksut Vivi
"Udahlah cepatkan cari!".Ujar Vivi agak keras
setelah mendapat tali, Vivi menguci toilet Aisyah dengan tali tersebut.Akhir ya Vivi dan temannya meninggalkan toilet dan pergi ke masjid.
Saat Aisyah membuka pintu Aisyah terkejud bahwa pintuny tidak dapat dibuka
"kenapa bisa terkunci".ucap Aisyah dalam hati.
Dengan rasa takutnya Aisyah berteriak sekeras mungkin hingga berkeringat dingin.
Setelah Gus Hamdan membangunkan santri laki laki Gus Hamdan langsung pergi ke masjid,ditengah perjalanannya Ia mendengar suara seseorang meminta tolong. Gus Hamdan langsung mencari sumber suara dan ternyata suara itu berasal dari wilayah santriwati. Seumur hidup Gus Hamdan tidak pernah memasuki wilayah santriwati karena itu udah peraturan dari pesantren. Gus Hamdan bingung meminta pertolongan siapa karena keadaan sepi semua santri udah berada di masjid. Dan ternyata suara itu semakin keras meminta tolong. Gus Hamdanpun memberanikan diri untuk mengecek sebenarnya apa yang terjadi,dan ternyata ada salah satu santriwati yang terkunci. Gus Hamdanpun langsung membuka pintu dan Hamdan juga terkejut bahwa itu adalah perempuan yang selalu ad difikirannya. Sebelum Aisyah mengetahui siapa yang menolongnya Aisyah udah keburu pingsan karena terlalu lama terjebak dalam toilet. Hamdan dengan keadaan paniknya langsung menggendong Aisyah dan dibawa ke masjid. Semua santri dan Abah terkejut melihat anaknya menggendong salah satu santriwati apalagi dengan keadaan pingsan. Uztadzahpun juga terkejut karena santriwati itu adalah Aisyah.
Abah langsung menanyakan semua kepada Hamdan sebenarnya apa yang terjadi dan Hamdanpun langsung menceritakan bahwa ada yang mengunci Aisyah di toilet dan Hamdan mendengar suara triakan Aisyah saat meminta tolong. Setelah Aisyah sadar Ustadzah langsung menanyakan tentng ap yang terjadi dan Aisyah menceritakan bahwa ada yang menguncinya di toilet tetapi Aisyah tidak mengenal siapa orang yang telah menguncinya.
Keesokan harinya semua santriwati dikumpulkan dan Ustadzah membahas siapa yang mengunci Aisyah tadi malam. Satupun tidak ad yang mengaku
"Ustadzah gimana kalau melihat di CCTV
aj".saran dari Aminah sahabat Aisyah
Akhirnya Ustadzah menyetujui saran dari Aminah , setelah Ustadzah melihat CCTV ViVi ,Eta,dan Dalia di panggil Ustadzah kedepan semua santri untuk meminta maaf atas perbuatannya termasuk kepada Aisyah. Ustadzah pun juga tidak lupa untuk memberikan hukuman kepada Vivi dan temannya.
Setelah masalah selesai semua santriwati kembali ke asramanya masing masing. Dan Aisyahpun masih memikirkan Hamdan yang telah menolongnya tadi malam
"Hei....kenapa bengong ,ada masalah lagi?" tanya Aminah
"Enggak kok aku nggk kenapa kenapa".jawab Aisyah sambil senyum-senyum malu
" Hmmb ada yang nggk mau cerita nih sama sahabatnya sendiri" Ledek Aminah
"Hehehehehe iyh iyh...cerita" jawab Aisyah.
Akhirnya Aisyah menceritakan santri yang telah menolongnya tadi malam dan disisi lain Aisyah bertanya kepada Aminah siapa Hamdan itu, akhirnya Aminah menceritakan semuanya bahwa Hamdan adalah Gus dia anak kandung Abah. Aisyah terkejut mendengar bahwa Hamdan seseorang yang ada difikirannya adalah Gus anak kandung Abah . Pada malam hari Aisyah entah kenapa selalu kefikiran Hamdan itu sampai Ia tidak bisa tidur,setelah itu Aisyah menyadari bahwa Ia telah jatuh cinta pertama kepada Gus Hamdan.
Dua tahun kemudian Hamdan udah mencapai 30 juz dan Hamdan memiliki permintaan untuk menikahi santriwati yaitu Aisyah. Abahpun menyetujui karena itu udah janji Abah. Abahpun langsung menelfon pamannya Aisyah bahwa Gus Hamdan putranya akan melamar Aisyah dan paman Aisyah pun juga setuju karena Paman Aisyah percaya bahwa Gus Hamdan bisa membawa Aisyah ke jalan yang benar.
Beberapa hari kemudian Aisyah mendapatkan telepon dari pamannya , bahwa Aisyah harus pulang tanpa basa basi telfon langsung dimatikan oleh paman karena takut pasti Aisyah tanya panjang lebar ada apa kok tiba tiba disuruh pulang. Akhirnya beberapa jam kemudian Aisyah dijemput paman untuk segera pulang dan paman juga masih merahasiakan tentang perjodohan antara Aisyah dan Gus Hamdan.
Keesokan harinya lamaran dilaksanakan dirumah paman tanpa persiapan apapun karena Aisyah pasti akan tanya ada apa sebenarnya . setelah Aisyah disuruh paras sama bibi Aisyah sempet nanya
"Sebenarnya ada apa sih bi?" Tanya Aisyah
"Keluarga non mau kesini ".Ucap bibi
bibi juga berusaha berbohong karena itu perintah dari paman Aisyah.
setelah keluarga Gus Hamdan dan sebagian santri datang , Aisyah disuruh keluar dan Ia sangat terkejut melihat santri Ash-Shiddiq berada di depan rumah pamannya sambil memainkan Hadrah .Aisyah tidak tau sebenarnya apa yang terjadi ,Aminah sahabat Aisyah langsung menghampiri Aisyah dan memberi tahu bahwa Aisyah akan dilamar oleh seseorang. Sebelum Adanya menanyakan siapa yang akan melamar Gus Hamdan pun langsung keluar dari mobil dan Aisyah terkejut ternyata Ia dilamar oleh seseorang yang telah Ia cintai dalam diam.
Setelah acara selesai Aisyah diajak Gus Hamdan untuk hidup di pesantren selamanya. Pada hari itu juga Abah memberikan hadiah kepada Hamdan untuk melanjutkan tugas Abah yaitu memimpin Pesantren Ash-Shiddiq bersama Aisyah.
Akhirnya Aisyah dan Hamdan hidup bahagia dan pesantren juga semakin maju.;)