"Wkwkwkwkwk ....
terdengar tawa indah begitu nyaring membatalkan sholatnya dipojok kamar , aku yang sedang bisik- bisik sama Widia tentu saja kaget.
"kesambet loe ndah ?" Tanyaku
" gak "
jawab indah cepat .
" trus??? ... Napa shalat dipojok malah ketawa " cecar Widia bertanya.
Masih sambil cekikikan indah berkata
" sumpah lucu tadi jawaban Melinda tadi " telunjuknya nunjuk ke arahku.
Mataku menyipit bingung.
" ya aku tau balung nama da kuning , Widia somplak " jawabnya menerangkan masih sambil cekikikan .
Aku mengeleng2kan kepala
" Dasar bocah " gumanku pelan.
Widia cm angkat bahu dan berlalu keluar kamar sambil berkata
"ayo Mel ,indah biar kelarin sholatnya dulu".
Aku mengekor Widia keluar kamar ,sambil liat tv diruang tengah kos-kosan .
" mending omongnya lanjut sini saja dari pada kedengaran indah gak khusuk entar sholatnya"
akhirnya Widia angkat bicara juga setelah diam beberapa saat memilah acara tv.
Aku hanya diam tanda mengiyakan,karena memang benar perkataanya.
"Kapan loe lihat mahluk itu?" Tanya Widia ,dan aku pun mulai bercerita kembali tentang sosok misterius yang aku liat kemaren malam.
*****
Aku , Melinda .
Asal daerah Pati ,Jawa tengah .
Bekerja di Senayan Plasa sebagai kasir disebuah butik milik seorang artis dilantai dua .
Aku tinggal disebuah paviliun yang dijadikan kost - kostan untuk beberapa mahasiswa universitas Moestopo dijalan Hanglekir .
Dari sekian orang yang kost hanya aku yang sudah bekerja .
Aku memilih kost mahasiswa karena berpikir tentang kenyamanan .
Mahal sedikit tapi tak terlalu berisik karena padat penduduk .
*****
Widia , penghuni kamar sebelah Melinda .
Mahasiswi jurusan ekonomi semester tiga .
Meskipun Widia lebih muda dari Melinda tapi dia bisa berpikir lebih dewasa dalam menyikapi beberapa masalah .
Indah teman kuliah Widia ,anak Bogor .
Tapi lebih sering numpang tidur di kamar kost Widia .
Alasannya tentu saja karena besok ada kuliah pagi , jadi takut telat kalo harus berangkat dari Bogor .
Sifatnya yang ramah dan sedikit slengean menjadikanya tampak selalu ceria dan terkesan tidak serius .
****
" Sejak kapan loe bisa liat makhluk gituan "
Yang ini suara indah dari arah pintu saat keluar kamar .
" Gak tau gua ,gak pernah merhatiin "
" Trus tau ntu astral dari mana ? "
" Eh dodol ... Mana ada manusia wajahnya rata " Widia yang menjawab .
Tadi sebelum indah selesai shalat dan keluar kamar ,Melinda memang sudah sedikit bercerita tentang ciri - ciri makhluk yang dia lihat kemaren .
" Serius loe .... !!! " Suara indah memekik kaget ,terlihat raut ketakutan disana .
" Loe gak sedang nakut - nakutin gue kan ...??? " imbuhnya mengelus tengkuknya sendiri yang serasa merinding membayangkan apa yang ada dalam banyanganya .
*****
Sebenarnya Melinda sudah merasakan hawa yang lain saat pertama masuk bangunan kostnya ini .
Tapi ditepisnya semua rasa yang mengganjal demi dapat kost yang nyaman .
Namun dugaanya salah .
Terlihat nyaman karena tak bising ,tapi malah matanya yang gak nyaman tiap ada aja makhluk lain yang menampakan diri .
Sebenarnya Melinda tak menghiraukan keberadaan mereka tapi yang satu ini seakan meneror.
Ngikut aja kemana Melinda berada selama masih dalam bangunan kost itu sie ...
*****
Hatinya semakin tak nyaman setelah beberapa kali melihat mereka .
Ditambah sudah hampir tiga hari sesosok mahluk selalu mengikuti .
Sebenarnya Melinda tidak setakut itu jika mereka menampakkan diri dalam keadaan yang tidak buruk .
#####
Melinda kecil
Saat itu mungkin Melinda berumur sekitar tujuh tahun .
Tiap tengah malam Melinda selalu terjaga jika dirinya tertidur dibale besar yang ada diruang tengah saat nonton tv.
Sayup - sayup didengarnya orang sedang berbicara .
Tadinya Melinda pikir suara dari televisi yang belum di matikan . Ternyata bukan.
Telesivi sudah mati.
Lampu juga sudah padam ,hanya mengandalkan pendar Dinar dari teras depan yang masuk melalui celah - celah lubang angin dan bingkai jendela kayu .
" Siapa yang ngobrol dalam gelap ? " Pikir Melinda kecil .
Terlihat diruang tamu ada beberapa orang sedang bicara seperti sedang ada tamu yang membicarakan hal penting .
Dari tempat Melinda tertidur memang tak tampak jelas , apalagi keadaan ruangan yang kekurangan cahaya .
Semua ada sekitar empat orang yang terlihat sudah sepuh seusia neneknya .
Melinda berpikir neneknya berkunjung .
" Nenek .... Nenek .... "
Melinda memanggil - manggil ke arah orang yang dilihatnya .
Tak lama dirasakannya tubuhnya terguncang dan ada yang memanggil namanya .
Melinda terlonjak kaget .
Ternyata dia masih tertidur .
Tapi banyangan itu terlihat sangat nyata dan dia sedikit mendengar mereka berbicara .
Bahkan salah satu orang yang terlihat paling tua melihat kearahnya sambil berbicara dengan yang lain .
*****
Selepas kejadian malam itu Melinda selalu berusaha agar tidak tertidur saat nonton tv .
Meskipun kadang memang masih tertidur juga tanpa bisa dicegah .
Biasanya dia memang menangis jika sudah tertidur dan harus dibangunkan untuk pindah ke kamar oleh ibunya .
Sebab itulah Melinda dibiarkan saja tertidur dibale ruang tengah .
Seperti malam ini ,Melinda kembali tertidur dan terbangun seperti malam itu .
Tapi bedanya sekarang dia seperti ada diantara orang - orang yang sedang duduk dan berbincang .
Ruang tamu ini memang rumahnya ,tapi orang - orang yang ditemui tak satupun Melinda kenal .
" Dia memang bisa liat kita ,balung kuning "
Salah seorang dari mereka bicara ,tampak lebih tua dari yang lain .
" Tapi belum bisa mengendalikan " jawab yang lain sambil menatapnya .
Melinda bingung dan takut .
Mau menangis tapi kok mulutnya seperti terkunci .
Mau lari ke kamar atau teriak manggil ibunya juga tak bisa .
Badannya seperti kaku dan menjadi patung .
*****
Saat pagi ternyata Melinda terbangun sudah ada di atas tempat tidur kamarnya .
Saat keluar kamar dan berpapasan dengan ibunya yang mau ke dapur Melinda bertanya .
" Ibu pindahin aku ke kamar ? "
" Ndak ,kamu pindah sendiri mungkin " jawab ibunya .
Melinda jadi bingung .
" Ehhh ,aku kan tidur didepan tv " Melinda memicingkan mata berpikir .
Ibunya hanya mengangkat bahu dan berlalu dari hadapan Melinda .
*****
Sejak mengalami kejadian - kejadian aneh ,Melinda semakin peka dengan hal - hal tidak diketahui orang lain .
Kadang dia seperti melihat setitik bayangan hitam ditembok yang berubah menjadi semakin besar lalu kembali kecil .
Begitu berulang - ulang sampai Melinda menjadi pusing sakit kepala .
Kadang saat terbangun tengah malam dan ingin pipis ke arah dapur didengarnya ada suara orang sedang memasak dengan aroma masakan yang sedap .
Dia pikir ibunya tapi waktu pagi saat bertanya ibuknya menjawab tidak .
*****
Seiring berlalunya waktu ,Melinda semakin acuh dan tak peduli dengan seagal hal yang dia lihat .
Yang terpenting dia tak melihat semua itu dalam keadaan yang sebenarnya dari wujud - wujud meraka .
Tapi ini dijakarta dan dia melihat ujud asli ,bikin takut . Sungguh .
Tentu saja Melinda sering berpikir apa yang dia miliki ini ,apakah anugrah atau musibah ???
Melinda berpikir jika ada orang yang bisa menghilangkan kemampuannya ini dia mau kok ngilangin .
Dia mau hidup normal kebanyakan orang .
*****
" Wid ,bantu gue dong cariin orang pintar atau ustad gitu yang bisa nutup kemampuan gue " pinta Melinda pada Wiwit pagi suatu pagi saat dirinya mau berangkat kerja .
" Besok coba ikut gue "
" Kerumah temen ,katanya babenya ustad yang bisa macam gituan "
Beberapa hari yang lalu Widia bercerita masalah Melinda sama salah satu temen ya yang orang Betawi dan dari keluarga yang religius gitu .
" Siip dech...besok gue ambil cuti kalo gitu "
*****
Besoknya mereka pun akhirnya berangkat sesuai rencana.
Saat tiba dirumah temen Widia dan sedikit berbasa - basi Melinda mengutarakan maksud kedatanganya .
" Neng ,banyak orang pengen punya kemampuan kayak neng "
" Kenapa ini mau diilangin ??? "
Si babe temen Widia bertanya .
" Ngak nyaman Beh ..."
Jawab Widia pelan .
Si babe nganguk dan mulai berdoa ,tak lama dia membuka matanya .
" Gak bisa neng ,ini udah dari keturunan dan kebetulan neng yang dipilih "
Melinda mengerutkan dahi ,mencerna omongan Babe .
" Semua keluarga saya orang biasa Beh "
" Gak semua neng "
" Tapi neng gak usah suseh ,ada yang jagain neng dan gak ganggu "
" Neng harus bersyukur ,tak semua orang punya balung kuning ntu "
Melinda pun mengambil nafas panjang dan membuangnya pelan .
Benarkah ....
Tamat