"Alhamdulillah! Ternyata aku hamil!"
Wanita berusia 35 tahun bernama Kayla Ashyana terlihat sangat gembira dan bahagia ketika tahu bahwa ia hamil. Sebab, Kayla divonis bahwa ia tidak akan pernah bisa memiliki keturunan (mandul).
Hati Kayla dan suaminya merasa sedih saat mengetahui hal tersebut. Namun, keyakinan Kayla, dan harapannya yang begitu besar, bangun disetiap sepertiga malam, memanjatkan do'a agar Tuhan memberinya keturunan dengan sabar dan tabah. Tanpa bosan, ia terus meminta dan yakin pada Tuhannya.
Ia sudah menunggu selama 7 tahun. Selama itu, ia tidak pernah merasa jerah dan putus asa berdo'a agar diberikan keturunan. Dan akhirnya kesabaran dan penantiannya itu, Allah jawab pada malam ini.
"Aku harus memberitahu Mas Farhan soal kehamilanku ini," ucapnya begitu girang sambil meraih ponsel dan berniat menghubungi Farhan.
Namun, ia urungkan niatnya itu dan berpikir akan memberitahu suaminya langsung saja saat ia pulang bekerja.
Kayla begitu tidak sabar menunggu kepulangan suaminya tersebut. Ia terus saja membayangkan ekspresi wajah Farhan ketika memberi kabar gembira ini.
Tatkala jarum jam terus berputar. Malam semakin pekat, tetapi Farhan belum juga pulang. Kayla mulai cemas, karena tidak biasanya Farhan bekerja sampai selarut ini.
"Kenapa Mas Farhan, belum pulang juga? Sudah jam 20: 35. Biasanya jam 19:45 sudah pulang. Sebaiknya aku telepon Mas Farhan saja," ucap Kayla.
Lantas, Kayla mencoba menghubungi Farhan. Tidak lama panggilannya diterima oleh Farhan.
"Hallo, assalamu'alaikum! Mas lagi dimana? Kok, belum pulang?" tanya Kayla.
"Wa'alaikumussalam. Iyah sayang maaf, Mas lupa ngabarin kamu. Mas harus nganterin bos pulang dulu. Mobilnya mogok, jadi Mas anterin. Rumahnya lumayan jauh, jadi Mas pasti bakalan telat pulangnya. Kamu nungguin, yah? Aduh! Maaf yah, sayang," jawab Farhan dari sebrang telepon terdengar menyesal.
"Iyah Mas, gak papah, kok. Aku emang nungguin kamu sejak tadi. Aku ingin ngasih kabar gembira. Yah, tadinya aku mau nagsih tahu langsung sama Mas. Tapi, karena aku sudah menelpon Mas. Aku akan kasih tahu kamu sekarang," balas Kayla terdengar begitu bahagia ditelinga Farhan.
"Kabar gembira apa, sayang?" tanya Farhan, sambil menyetir mobilnya.
"Aku... Hamil, Mas!" seru Kayla dengan sangat jelas ia ucapkan.
Farhan yang mendengar kabar gembira itu langsung tekejut senang dan ingin menangis. Akhirnya penantiannya untuk menjadi seorang ayah terwujud.
"Kamu serius sayang?! Aku... Aku akan menjadi seorang ayah?"
"Iyah, sayang. Cepatlah pulang. Aku akan menunjukkan hasil tes nya sama Mas, kalau aku beneran hamil!" seru Kayla mempertegas kabar baik itu.
"Aku akan segera pulang! Kalau begitu, tunggu Mas pulang. Assalamu'alaikum!"
"Iyah, Mas. Wa'alaikumussalam."
Farhan begitu bahagia akan kabar kehamilan isterinya. Ia pun bergegas pulang dan mempercepat laju mobilnya. Ia tidak sabar ingin sekali memeluk isteri tercintanya.
Namun, ketika ia sedang melaju dijalan raya. Ada sebuah mobil truk yang mengangkut banyak kayu menyelip mobil Farhan dari arah kirinya dengan kecepatan penuh.
Ketika itu mobil truk dengan muatan kayu tersebut tiba-tiba oleng dan beberapa ikatan yang mengikat kuat kayu-kayu besar yang diangkutnya putus. Sehingga beberapa kayu berjatuhan dan menyebabkan sebuah kecelakaan besar. Farhan tidak bisa menghindari kecelakaan tersebut.
Mobilnya bertabrakan dengan mobil lainnya ketika mencoba menghindari kayu-kayu besar yang berjatuhan dijalan.
"Kayla...." ucapnya dengan lemah ketika mengingat sang isteri yang sedang menunggu kepulangannya saat ini. Air mata Farhan mengalir, ia belum siap pergi meninggalkan isterinya yang tengah mengandung seorang anak yang telah mereka impikan selama 7 tahun.
Farhan sejenak memimpikan kelahiran anaknya. Dalam mimpinya itu, ia akan tersenyum bahagia, menggendong bayi, memandikannya, mengajaknya bermain, dan mengajarinya mengaji. Sejenak mimpi itu terbayang dalam pikirannya. Dan membuat garis senyum di bibirnya.
"Maafkan aku Kayla...." ucap Farhan sebelum akhirnya ia kehilangan kesadarannya.
Tatkala Kayla masih menunggu Farhan dengan wajah yang berseri-seri. Ia benar-benar tidak sabar ingin segera Farhan pulang dan memeluknya.
"Mas Farhan cepatlah pulang!" gumam Kayla sambil membelai perutnya dengan halus dan perlahan.
Kayla menunggu Farhan cukup lama. Malam pun sudah semakin larut. Tapi, Farhan masih saja belum pulang. Kayla lagi-lagi merasa sangat cemas. Dan menelpon Farhan untuk kedua kalinya.
"Assalamu'alaikum, Mas. Kamu kenapa lama banget? Jalanannya macet, yah Mas?" tanya Kayla menerka-nerka.
"Hallo, apakah ini dengan keluarga Pak Farhan?"
Kayla terhenyak kaget ketika yang mengangkat ternyata bukanlah Farhan.
"Iyah? Saya isterinya. Ini dengan siapa, yah? Mas Farhannya kemana?" tanya Kayla lagi mencoba menyelidiki dan menepis pikiran buruknya.
"Mohon maaf, Bu. Suami anda mengalami sebuah kecelakaan dan beliau baru saja dibawa ke rumah sakit Harum Jaya....."
Kayla begitu terkejut mendengar kabar yang menimpa sanga suaminya. Tiba-tiba saja, seluruh tubuhnya melemas. Ia terjatuh duduk dilantai. Air matanya tidak terbendung lagi. Ia pun meraba perutnya.
"Astagfirullah, Mas Arlan!" Tangis Kayla pecah saat itu juga.
Ia tidak pernah menduga dihari seharusnya ia berbahagia atas kehamilannya. Ia malah harus berduka atas apa yang menimpa pada suaminya.
Lantas, kayla segera menuju ke rumah sakit. Tidak henti-hentinya Kayla berdo'a supaya Allah menyelamatkan nyawa sang suami.
Allah mengabulkan do'anya dan menyelamatkan Farhan dari kematian. Namun, Kayla harus ikhlas menerima bahwa Farhan koma setelah menjalani operasi besar.
Sungguh, kabar itu menyayat hati Kayla. Namun, Kayla sadar. Bahwa apa yang menimpa suaminya itu adalah kehendak Allah. Semua itu ujian dari kasih sayangnya.
Kayla ikhlas dengan apa yang telah terjadi. Ia percaya bahwa semua yang Tuhan rencanakan, adalah yang terbaik bagi dirinya. Selama kehamilannya, Kayla dengan sabar mengurus sang suami yang tertidur koma.
Sementara kandungan Kayla semakin hari semakin membesar. Namun, ia tidak pernah jerah ataupun merasa lelah menemani dan menunggu sang suami terbangun kembali, jika Allah mengizinka.
Kayla tidak henti-hentinya berdo'a dan bermunajat kepada Allah disetiap sepertiga malamnya. Memohon dan meminta agar suaminya diberi kesempatan untuk menjadi seorang ayah bagi anaknya kelak. Setiap hari, ia tidak pernah bosan untuk berdo'a kebaikan dari Tuhan.
8 bulan pun berlalu. Kandungan Kayla semakin membesar. Ia tetap setia menunggu suaminya sampai sekarang. Ketika Kayla berdo'a untuk kesekian kalinya disepertiga malam saat ini. Sebuah keajaiban pun terjadi. Setelah usai berdo'a dengan penuh harapan kepada Allah, Kayla melihat mata Farhan terbuka sedikit demi sedikit.
"Mas Farhan?" panggil Kayla.
"Kayla..." balas Farhan meski ucapannya itu tidak jelas.
Kayla tersenyum bahagia diiringi dengan air mata rasa syukurnya mengalir dari dua sudut matanya.
"Subhanallah, Ya Allah! Terimakasih, banyak!" seru Kayla sambil menciumi tangan suaminya. Kayla terus saja memuji Allah dengan mengucapkan "Alhamdulillah."
Note: Cobaan adalah bentuk kasih sayang Allah pada hambanya. Jangan pernah bosan untuk berdo'a dan berharap belas kasih darinya. Karena Allah menyukai hambanya yang selalu berdo'a dan bergantung kepadanya.
Semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi buat kita. Terimakasih.
Assalamu'alaikum wr.wb