Kalian boleh berharap bahwa Jeon Jungkook itu kekasih kalian, walaupun sebenarnya dia adalah milikku. Namaku Park Yoora, seorang penerjemah yang bekerja di salah satu stasiun tv nasional Korea Selatan. Memiliki kekasih seorang Idol terkenal sedikit banyak membuat kesabaranku terlatih. Bagaimana tidak, setiap hari aku selalu mendengar banyak sekali wanita yang memuji bahkan berpikiran mesum kepada kekasihku termasuk rekan kerjaku.
"Maknae BTS itu memang sangat tampan dan panas ya, lihat tubuh berotot juga tato di lengan kanannya! Sangat tampan sekali," ujar Min Mijoo temanku yang bekerja bersama denganku menjadi editor di salah satu stasiun TV yang sama.
"Aku rasa, semakin hari dia semakin tampan dan gagah," balas Kim Junsi temanku juga yang merupakan staff administrasi di kantorku.
Aku hanya memutarkan bola mataku malas lalu melahap makan siangku. Kami sedang berada di cafetaria, beristriahat makan siang, dan mereka berdua sibuk bergosip tentang si Maknae BTS yang juga pacarku.
Bukan salah mereka sebenarnya, karena mereka tidak tahu jika Idol mereka itu sudah memiliki kekasih. BigHit, agency yang menaungi BTS itu memiliki peraturan yang ketat, dan bahkan bukan hanya BigHit tapi agency lain juga sama ketatnya mengenai masalah dating para Idol yang ada dibawah naungannya. Jungkook sendiri yang memintaku untuk merahasiakan hubungan kita jika masih ingin berasamanya.
"Yoora, apa kamu tidak tertarik dengan Jeon Jungkook?" tanya Minjoo tiba-tiba. Aku mengerutkan keningku, tentu saja aku tertarik dengan kekasihku, tapi aku tidak bisa berbicara jujur kepada mereka.
"Sedikit, dia bukan tipe pria idamanku," balasku berbohong.
"Sedikit? Lalu yang seperti apa lelaki idamanmu itu?" tanya Junsi kali ini.
"Aku menyukai lelaki yang memiliki bahu lebar, jadi Kim Seokjin lebih menjadi favorite-ku." Minjoo dan Junsi menganggukkan kepalanya lalu kami kembali menuju kantor karena jam istirahat sudah hampir selesai.
Ini tahun ketiga hubunganku dan Jeon Jungkook. Jika kalian penasaran bagaiman bisa aku dan Jungkook berpacaran, singkatnya kala waktu itu BTS menghadiri acara musik di stasiun TV tempatku bekerja, kami berpapasan saat Jungkook baru kembali dari kamar mandi dan aku akan pergi menuju ruangan para artis untuk menemui temanku yang merupakan MUA salah satu girlband.
Kejadian yang sangat klise, Jungkook tertarik denganku dan dia mengajakku berbicara lalu meminta ID Kakaotalk milikku. Aku yang terkejut dan tidak percaya sempat terdiam beberapa saat hingga Jungkook melambaikan tangannya di depan wajahku.
"Nuna?" ujar Jungkook dan aku pun tersentak kaget lalu berusaha menghilangkan kegugupanku.
"N-ne?" balasku pelan.
"Aku tidak suka berbasa-basi, waktuku tidak banyak. Aku tertarik padamu jadi apa boleh aku meminta ID Kakaotalk milikmu?" Jungkook mengulangi pertanyaannya dan aku segera menganggukkan kepalaku.
Dari saat itu, Jungkook sering menghubungiku di sela-sela jam latihannya. Terkadang mengajakku untuk bermain ke apartment miliknya. Bersantai, memasakkan makanan untuknya, dan memuaskan nafsunya.
Hari ini adalah jadwal aku untuk ke apartment Jungkook, dia mendapatkan istirahat setiap tanggal 15 hingga 17 jika tidak ada jadwal comeback, fanmeet, acara TV, dan world tour. Biasanya kami menggunakan waktu dua hari itu untuk berpacaran.
"Kook-ah, aku kira kamu belum sampai," kataku saat memasuki apartment dan melihat Jungkook yang sedang duduk di sofa depan TV, menikmati semangkuk sereal cokelat dengan baju kebesaran khas dirinya.
"Sudah dari jam dua tadi, Nuna. Mandilah dulu, aku akan menyiapkan makan malam." Jungkook tersenyum kearahku lalu melanjutkan memakan serealnya.
Aku menghampiri dirinya dan mengecup kening pemuda tampan itu sebelum mencuri satu sendok sereal yang sedang Ia makan.
"Aku mandi dulu," kataku lalu melenggang menuju kamar.
Selesai mandi, aku mengenakan prodak skincare dan bodycare yang biasa aku kenakan lalu menganti baju dengan piyama bermotif kelinci kecil berwarna putih. Aku mengikat rambutku menjadi gumpalan kecil diatas kepala lalu menghampiri Jungkook di mini bar yang ada di apartment nya.
Wangi rempah khas korea langsung menghampiri indra penciumanku, Jungkook membuat sup iga sapi yang sangat menggugah selera. Aku segera duduk di kursi kosong yang ada di depan Jungkook, kami hanya terhalang oleh meja dengan mangkuk di atasnya.
"Jungkook-ie, teman-temanku kembali membicarakanmu lagi. Telingaku panas sekali mendengarnya," keluhku seraya memakan makan malam yang sudah Jungkook buat.
Jungkook di depanku hanya terkekeh kecil dan menopangkan dagunya di telapak tangan kanannya. "Resikomu memiliki pacar tampan," ujarnya.
"Mereka terus saja membicarakan seberapa panas dirimu, seberapa gagah dan rupawannya Jungkook si Maknae BTS! Mereka juga semakin menjadi semenjak kamu mengenakan tato!" aku kembali merajuk kesal, kedua pipiku mengembung karena nasi dan daging yang kumakan.
Jungkook tersenyum lembut lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap pipiku. "Yang penting, hanya Nuna yang tau seberapa panas dan gagahnya diriku saat di ranjang," dia menggodaku dan aku memutarkan kedua bola mataku malas.
"Tuan Jeon, mohon untuk tidak mesum di depan makanan atau para dewa akan menghukum dirimu dengan tidak memberikan makan selama satu tahun," ancamku.
"Baik, Nona Park, silakan lanjutkan makan malammu dan kita lanjutkan pembicaraan ini di kamar karena aku sangat merindukan kekasihku ini." Wajahku sedikit merona, aku tersenyum kecil lalu kami melanjutkan memakan makan malam kami.
Ya ...
Menjadi kekasih seorang Idol memang sedikit melelahkan karena kita tidak bisa bertemu dengannya setiap hari, membeberkan tentang hubungan kami di media sosial atau kepada teman-teman kami, juga tidak boleh cemburu mendengar banyak orang memuji dan menginginkan kekasih kita.
Tapi aku juga sangat bersyukur karena aku memiliki kekasih yang baik, tampan dan juga sangat menyayangiku.
Jungkook-ah saranghae ...
Tamat
Ini cerpen pertamaku, gimana pendapat kalian? Kalau kalian suka, aku bakalan coba bikin cerpen dengan tema seperti ini lagi! pstt~ kalian boleh request Idol dan pasangannya juga loh~
Maaf kalau banyak typo yaa
Jangan lupa mampir ke profileku ya, aku juga bikin novel biasa. Like dan comment jangan lupa ya!!