Aku adalah seorang yang ngefans dengan seorang CEO bernama Gazzel Edelgard Alexander. Dia adalah seorang pembisnis muda yang sukses dengan umur yang menginjak 30 tahun. Sangat muda sekali bukan. Aku sangat mengaguminya.
Aku memanggilnya Gazzel. Aku seorang fans yang setia sekali aku mengikuti dia dari umur 7 tahun. Bayangkan umur ku sekarang sudah mencapai 23 tahun. Betapa lamanya aku ngefans.
Oh ya aku sampai lupa memberi tahu identitasku saking girangnya. Perkenalkan namaku Juliana Tarmiel. Tarmiel adalah nama ayahku. Ibuku sudah tiada di umurku 10 tahun.
Sekarang aku sedang berada di perusahaan ayahku meneruskan bisnis yang ayahku jalani dulu. Sebagai anak perempuan aku harus memiliki tanggung jawab yang besar membesarkan sebuah perusahaan.
Perusahaan ayahku lumayan besar tetapi tidak sebanding dengan perusahaan Gazzel
Terkadang aku lelah sekali dengan laporan laporan yang ku kerjakan, tetapi setelah melihat wajah Gazzel di handponeku seketika lelah ku hilang begitu saja. Evek dari bucin ini mohon dimaklumin ya kawan kawan hehehe.
Tiba-tiba saat sedang memandang fotonya aku mendapatkan telpon dari seseorang.
" Halo selamat siang, dengan siapa dan ada yang bisa saya bantu? " ucapku dengan semangat. Karena dalam nasehat ayahku dalam bekerja haruslah profesional.
" saya langsung to the point dengan anda, saya Razel asisten pribadi tuan Gazzel ingin bekerja sama dengan perusahaan anda." ucap Razel dengan dingin.
Mimpi apa aku semalam ya tuhan aku di ajak bekerja sama dengan perusahaan idola ku wahh senang sekali. Ingin rasanya ku teriak di ruangan ini dan melompat lompat tetapi harus ditahan sayang sekali.
" Iya pak, dengan senang hati, dan suatu kehormatan di ajak kerja sama dengan beliau" jawabku dengan elegan.
" Baiklah saya tunggu hari senin " ucap Razel dengan dinginnya.
" iya pak baiklah " ucapku mengakhiri telpon.
Tigaa.. Duaa... Satuu...
"Wahhh aku senang sekali, akhirnya mimpi ku jadi kenyataan, idola ku ku akan bertemu denganmu uwaaaa" ucapku berteriak sambil melompat lompat kegirangan.
Di malam harinya aku tak bisa tidur dibenakku aku membayangkan bahwa Gazzel akan ke perusahaan ku dan kita bercakap-cakap membahas kerja sama perusahaan setelah itu aku mengajaknya makan siang.
Wah itu adalah hari terbaikku dan aku tak bisa tidur akibatnya.
Berhari hari aku menyiapkan laporan dengan ditail untuk dipresentasikan dan pastinya menguntungkan kedua pihak.
Hari senin tiba saatnya presentasi dengan idolaku, aku bangun pagi dan semangat memulai hari baru.
Sesampainya di ruang rapat, aku gugup sekali semua orang telah hadir kecuali Gazzel aku sudah mengecilkan harpanku bahwa mungkin dia tidak datang karena sibuk secara kan perusahaannya besar.
Tetapi dia hadir rupanya wah aku senang sekali, aku tidak bisa menahan rasa girangku, kata kata ayahku bahwa kerja sama harus profesional aku singkirkan hal tersebut.
Dan akhirnya aku melompat lompat dan mengucap " akhirnya pak aku bertemu dengan anda pak, saya sudah ngefans semenjak saya enam tahun pak dan bla bla bla... " sambil menggenggam tangan Gazzel.
Pov Gazzel
"Aku ingin bekerja sama dengan perusahaan ini" ucap Gazzel. Sambil menunjuk pada kertas laporan tersebut.
" baiklah pak saya akan menghubungi perusahaan tersebut " ucap Razel.
Gazel melihat bahwa ada potensi di perusahaan itu dan dia berfikir menarik sekali bahwa perempuan yang memimpinnya.
Hari senin aku dikejutkan bahwa patner kerja samaku sangat kegirangan bahwa dia ngefans denganku, terlihat dirinya yang sangat bersemangat sekali.
Tanpa sadar aku tersenyum.
Pov Gazzel end.
Saking girangnya menceritakan betapa ngefansnya dia dengan Gazzel dia tidak melihat bahwa idolanya yang sangat jarang tersenyum itu. Akhirnya Tersenyum.
Di ruangan rapat mereka yang melihat Gazzel tersenyum itu sangat terkaget kaget bahkan ada yang membuka mulutnya menjadi huruf O. Bahakan asistennya Razel terkejut.
Karena Juliana membawakan presentasi yang memuaskan walaupun tadi Juliana sempat bercerita panjang kali lebar dengan idolanya itu. Sempat menghabiskan waktu. Pada akhirnya rapat berjalan dengan lancar.
Tidak ada angin hujan tiba tiba Gazzel meminta Juliana untuk makan siang dengannya. Razel terkejut karena selama ini para wanita yang selalu menggoda dan menawarkan makan siang kepada Gazzel tetapi ditolak mentah-mentah kawan-kawan.
Dengan gugup Juliana menjawab " Ba.. Baiklah pak dengan senang hati." dia tidak sadar bahwa mukanya memerah.
Gazzel yang melihat muka Juliana memerah iya tersenyum sangat tipis sekali.
" Mukamu merah sekali " ucap Gazzel menggoda Juliana.
Yang digoda tambah merah mukanya dan dia ingin sekali nyumput di bawah meja atau ada kardus kah yang bisa menutupi mukanya. Ia benar - benar sangat malu sekarang.
Di restoran tiba mereka memesan makanan dan sambil menunggu mereka berdua berbincang bincang. Yang satu menceritakan Gazzel dengan semangat 45. Yang satunya hanya mengangguk angguk saja.
Makannan telah tiba mereka memakannya dengan pelan dan menikmatinya.
" Ku antar kau pulang " ucap Gazzel dengan dingin.
Kapan lagi kan diantar idola kalo gak sekarang, langsung mau dong aku hahaha
" iya boleh pak " ucap Juliana sangat senang.
" jangan memanggilku pak, saya bukan bapak kamu! Panggil saya Gazzel!" ucap Gazzel dengan tidak senang.
" baik pa.. maksud saya Gazzel " ucap Juliana sambil menepuk mulutnya yang hampir mengucapkan kata pak disana.
Melihat Juliana menepuk mulutnya iya tersenyum gemas dengan tingkah juliana membuat dia ingin sekali cepat cepat menikahinya rasanya. Menurutnya Juliana adalah wanita yang unik menurutnya.
Di perjalanan keduanya diam dalam keheningan dan pikirannya masing masing.
Wahh seneng banget usaha aku gak sia sia, aku sudah membantu mengembangkan usaha ayah dan tujuanku dengan bertemu dengan Gazzel. Wah terima kasih ayahku tercinta. Sampai pulang aku ingin menceritakan hal ini kepada ayahku.
Tanpa sadar dengan lamunannya julia menghasilkan ekspresi yang berbeda dari mulai senang, imut dan tidak bersabaran. Membuat Gazzel semakin tertarik kepadanya.
Dia imut sekali ingin rasanya mengetahui apa isi dalam otaknya itu, dia memiliki berbagai macam eksperesi. Ia memikirkan apa ya? Aku ingin segera memilikinya.
Sesampainya di rumah Julia.
"oh ya terima kasih ya Gazzel untuk hari ini, ini hari terbaik dalam hidupku." ucap Julia
" sama sama. Boleh saya minta nomor mu? Kalau ada urusan bisnis saya bisa menghubungimu" ucap Gazzel.
Padahal dibenaknya Gazzel supaya lebih dekat dengan julia. Dasar modus si Gazzel.
"Baiklah, nomor ku bla bla bla"
" sampai jumpa, semoga fans ku ini tidur nyenyak " ucap Gazzel sambil melambaikan tangannya.
Blush pipi Julia memerah semerah buah apel, jantungnya berdegup cepat sekali, ia memegang pipinya terasa panas dan rasanya ingin lari menuju kamarnya.
" hati-hati di perjalannan Gazzel " ucap Julia. Julia langsung keluar dari mobil dan menuju pintu rumahnya dan segera masuk kamar dengan terburu buru seperti orang dikejar maling.
Ayahnya yang melihat putri semata wayang nya itu terheran heran ada apa sebenarnya dengan yang dialami Julia.
Ayahnya langsung kekamar putrinya Julia dan bertanya " ada apa putriku tersayang? Kenapa wajah mu memerah? "
" ayah tau kan aku mengagumi sekaligus menyukai Gazzel pengusaha muda yang diliput banyak media itu, aku bekerja sama dengan perusahaan nya ayah, ayah aku berterima kasih sama ayah karena perjuangan ayah, Julia dapat bertemu dengan nya Julia ingat kala itu kita makan aja susah julia harus cari beasiswa buat sekolah, ayah terus berjuang untuk julia supaya bisa makan. Terima kasih ayah. Aku sayang sama ayah hiks hiks "ucap Julia dengan tulus dan iya menagis kala meingat kejadian waktu dulu.
" iya nak ayah juga sayang sama Julia " ucap sang ayah sambil menangis memeluk putrinya.
Akhirnya pada malam itu terjadilah hubungan ayah dan anak semakin mengerat.
Keesokan harinya julia ingin memasak makanan sederhana untuk Gazzel karena telah mengantarkannya pulang kemarin.
Masakan yang ia buat hanya ayam goreng dan mie goreng sederhana sekali bukan semoga seorang Gazzel menyukainya.
Sesampainya ia tiba di ruangan CEO
Tok tok tok..
" pak saya Julia, boleh saya masuk?" ucapnya dengan irama degupan jantung yang cepat.
"masuk" ucap Gazzel.
Ia tiba di ruangan Gazzel dan ruangannya sangat mewah serba didominasi oleh hitam dan banyak buku buku bisnis dari bahasa yang berbeda.
" Ada apa kau kemari apakah kau merindukan ku? Ucapnya menyeringai.
Pipi Julia lagi lagi merah dengan degupan jantung yang kuat seakan ia sedang lari maraton lalu ia berkata tanpa sadar " iya eh bukan pak." " sa.. saya mau mengantar makanan untuk bapak " sambil menyerahkan bekal makan siang itu.
Gazzel tersenyum sambil menghampiri Julia, julia sangat berdegup kencang sekarang dan ia malangkah mundur perlahan lahan dan tiba tiba Julia berhenti di karenakan tembok yang menghalaginya. mereka berdua sudah saling dekat dan tiba-tiba Gazzel berkata di telinga Julia" ini kamu yang memasak hmm?" " istri yang baik sekali, sering sering lah seperti ini aku menyukainya "
Wow saudara saudara damagenya sangat kuat sekali. Rasanya Julia ingin pingsan saat ini juga. Ya Tuhan kuatkan lah hambamu ini dari makhluk yang sempurna di hadapan hamba saat ini.
" ba.. ba.. baikalah "ucapnya dan terburu buru ingin keluar tetapi segera dihadang oleh Gazzel.
Gazzel menyeringai dan berkata di telinga Julia " kau tak bisa kabur dari ku, ku akan memilikimu! " dengan suara bass yang mengintimidasi sekali kawan kawan ingin hati ini melayang rasanya.
" Ayo kita menikah! Tak ada bantahan!"
" eh.. eh.. " Julia tidak bisa berkata kata lagi ia sangat senang sekali ia menikah dengan idola nya itu kan yang sangat diimpikannya.
Walaupun tak romantis tetapi ia sangat senang sekalii, bayangkan kalo orang orang pasti melamar di taman, restoran, pantai dll tetapi ia dikantor. Wow pencapaian yang luar biasa sekali.
Tetapi Julia bingung karena baru sehari mereka bertemu dan Gazzel ingin menikahinya! Aku harus bertanya kepadanya "Tapi kan kita baru kenal sehari kenapa kau ingin menikahiku?" ucap julia.
" Saya meyukai mu pada saat kau bercerita bahwa kau ngefans denganku saat umur 6 tahun dan saya suka melihat wajah mu yang banyak ekspresi itu dan saya ingin kau bisa tersenyum bersamaku selamanya bersama anak-anak kita kelak. Walaupun banyak nanti yang menghujat pernikahan kita dan banyak rintangan dalam rumah tangga, kita harus percaya satu dengan yang lain tak boleh goyah ya dalam kepercayaan itu. Ku menyukaimu Juliana ku" sambil memeluk Julia.
Mendengar ucapan Gazzel julia sangat terharu bahwa seorang Gazzel menyukainya seperti itu dan air mata yang tidak bisa ditahan itu akhirnya keluar juga, itu adalah air mata terindahnya.
" Hikss.. Hikss.. Uwaaa.. Aku.. Aku.. Senang sekali aku.. Bahkan tidak berharap bahwa kita mempunyai hubungan spesial, dulu aku hanya berharap setiap hari ketemu denganmu di kantor sudah membuatku bahagia hiks.. Hiks.." ucap Julia sambil memeluk Gazzel.
Sesusai menagis lalu Gazzel berbicara di depan telinga Julia " Julia kita menikah 3 minggu lagi ya aku tak sabar segera memilikimu"
Deg jantungku berdebar cepat uwahh aku mauu dong dicap sebagai milikmuu, hmm apa aku becandain aja ya? Ok lah aku becandain
" Gazzel kenapa cuma 3 minggu waktunya kelamaan Gazzel, seminggu aja jadi cepet aku juga ingin di cap milikmu " ucapnya menggoda Gazzel.
Gazzel terkejut sekaligus menyeringai dan berkata " Wah boleh sayang aku akan nelpon ibuku dulu ya.." Gazzel langsung mengambil handphone disakunya dan menelpon ibunya " Ibu aku akan menikah dengan Julia Seminggu dari sekarang bu ku mohon disiapkan dengan cepat"
Niatnya Julia hanya bercanda tetapi dianggap serius oleh makhluk yang satu ini. Dasar Gazzel aku kan akan jadi semakin sayang sama kamuu uwuwu. #Evekbucin kawan kawan.
Disisi lain...
"Wahh nak itu kabar gembira sekali ibu akan punya cucu sebentar lagi horee. Oke ibu akan buat yang semegah mungkin ya nak tenang aja hasil nya akan bagus nanti" ucap ibu Gazzel girang karena ia sudah lama menantika cucu yang ingin ia gendong.
"Yah anak kita mau nikah ni satu minggu lagi kita adain yang mewah ya yah" ucap ibu Gazzel.
" Harus lah sayang, kita buat semegah mungkin." ucap ayah Gazzel.
Kalo ditanya kok orangtua Gazzel langsung setuju? karena mereka tidak mau menghalangi anaknya. Dan mereka pun tau bahwa Gazzel pasti tau memilih pasangannya sendiri dan yang pasti yang anaknya inginkan.
Kedua orangtua Gazzel pun sudah mengetahui bahwa Gazel sedang dekat dan ingin melamar seorang gadis bernama Juliana.
Bagaimana bisa keduanya megetahui itu? Itu karena Gazzel sendiri yang menceritakan kepada kedua orangtuanya tadi malam.
Gazzel menceritakan Juliana dengan senyuman tulus di wajahnya. Maka dari itu orangtuanya pun menyetujuinya melamar.
Tetapi masalahnya mereka tidak tau bahwa.. Anaknya melamar di Kantor! Mereka kira Gazzel akan melamar di tempat tempat romantis seperti ibunya yang dilamar di atas gunung dengan vila yang besar tetapi TIDAK.
Ya sudahlah yang penting happy ending hahaha
Kembali Di Kantor bersama kedua sejoli yang sedang romantis romantisnya..
"Uwah aku makin sayang deh sama kamu Gizzel love you" ucap Juliana sambil mencubit pipi Gazzel.
" Love you to " ucap Gazzel mencubit pipi Julia.
Mereka saling bermesra-mesraan di ruangan itu dan Author iri melihatnya Hiks.
Sebelum mejelang pernikahan Keluarga kedua pihak sangat lah sibuk dengan pernikahan Gazzel dan Juliana tetapi mereka...
"Sayang aku mau kau pijat punggungku" ucap Gazzel manja.
" Uh baiklah big baby ku " ucap Julia.
Sambil memijat Gazzel Julia bicara kepada Gazzel " Aku ingin pernikahan kita padahal sederhana saja, tapi mewah gak papa sih aku suka juga hehehe, oh ya kita bantuin mereka yuk "
"Gak usah kamu mijat aku aja aku pengen dimanja sama kamu" ucap Gizzel
"Uhh jadi manja gini ya kamu aku tambah suka deh" ucap Julia.
Dan Bukannya membantu mereka malah bermesraan sekali lagi.
Tibanya hari pernikahan keduanya gugup satu sama lain. Rasanya mereka berdua ingin cepat-cepat menyelesaikan pernikahan ini. Dengan Gazzel yang sangat tampan dan Julia yang cantik tamu undangan menganggap mereka sangat serasi.
Acara pernikahan mereka sudah selesai dan mereka akan melakukan hubungan suami istri tetapi gagal karena Julia yang sedang menstruasi dan karena hal itu Gazzel harus menahannya selama tujuh hari. Yang sabar ya Gazzel hahaha.
Selama menunggu tujuh hari itu Gazzel sangat lemas sekali rasanya, dia sering marah marah pada stafnya. Kan kasian stafnya. Melihat suaminya seperti itu ia merasa kasihan juga.
Tiba malam pertama mereka.
Gazzel sudah seperti singa yang kelaparan ingin memakan mangsanya dan pada malam itu Gazzel memainkan permainan yang sangat kasar. Kamar mereka menjadi saksi atas kenikmatan yang mereka rasakan.
6 tahun kemudian mereka mempunyai anak kembar cowo. Suasana rumah sangatlah bahagia karena kehadiran mereka apalagi sang Kakak dingin dan sang adik sangat ramah dengan orang lain. Akhirnya keluarga mereka Lengkap kebahagiaannya.
" Aku berterima kasih padamu sudah memberikanku kebahagiaan di rumah ini, rumah yang tadinya sepi menjadi ramai seperti ini. Aku akan selalu menyukaimu Julia " ucap Gazzel
" Terima kasih juga sayang sudah mencintaiku selama ini. Aku juga akan selalu menyukaimu Gazeel " ucap Julia.