Ada sepasang pria dan wanita sikaf nya bertentangan mereka adalah teman sekelas di sekolah SMA negeri Ciamis apakah mereka jodoh
Indra adalah anak yang nakal. tapi semenjak kedatangan murid baru yang bernama citanda dia terlihat aneh.
Indra selalu menjahili citanda namun citanda selalu sabar dan tidak pernah marah. Sikapnya ini membuat Indra makin penasaran apa yang akan terjadi jika dia marah.
Apapun cara nya yang Indra lakukan untuk membuat citanda marah selalu gagal.
Tapi kali ini dia melihat citanda baik sekali kepada teman nya. Indra pun mendapat kan ide.
Indra menyirami teman citanda. Setelah itu Indra melihat wajah citanda begitu marah dan merah.
“apa yang kau lakukan kepada teman ku, aku tahu kau ingin membuat ku marah, maka lakukan lah kepada ku, jangan melibatkan teman ku” Ucapan citanda dengan sangat keras dan marah.
Tapi itu tidak membuat Indra diam malah makin membuat Indra menyukai nya.
“kalo kamu ingin melindungi teman mu maka pulang sekolah bareng lah bersama ku” Ucap Indra sambil mengejek nya.
“akan ku lakukan tapi aku mohon jangan seperti itu lagi kepada teman ku” ucapan citanda dan sudah tenang.
Setelah itu mereka pun pulang bareng dan romantis nya Indra dia memegang tangan citanda sangat erat, dan anehnya citanda melakukan hal yang sama dia memegang nya dengan erat.
“jadi lah kekasihku, aku sangat mencintaimu, saat pertama kali aku melihat mu entah mengapa perasaan ini tidak bisa berpaling”
Ucap Indra dengan tulus.
“yah aku menerima nya,aku tahu kamu adalah orang baik,kamu melakukan hal yang nakal cuman untuk perhatian kan”
Akhirnya mereka pun saling jatuh cinta. Di malam pertama mereka sulit tidur dan saling bertelepon an, mereka merencanakan apa yang akan mereka lakukan besok.
Ke esok an harinya.
Mereka berjalan-jalan,main,makan. Di saat makan mereka saling menyuapi mereka saling menikmati cinta nya karena ini adalah cinta pertama mereka.
Indra mendapatkan Boneka di permainannya,dan di berikan kepada Citanda. Lalu citanda membalasnya dengan memeluk dan mencium pipi nya.
Setelah itu mereka pun berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing. Entah kenapa itu begitu berat bagi Indra dan tidak ingin berpisah.
Di perjalanan pulang, Indra tidak melihat kemana-mana dia hanya berjalan lurus.
“kenapa mata ku menangis, di mana jalannya, kenapa aku terdampar,apa ini begitu banyak darah”
Tanpa di sadari Indra sudah berada di tengah jalan dengan penuh luka.
“aku tidak ingin mati,aku ingin berjalan pulang”
“tolong aku, sembuhkan aku’’
“tuhan,ibu,ayah tolong aku”
Tidak lama kemudian.
“apa aku ada dikamar, lagi lagi mimpi panjang yang seperti nyata”.
«tamat»