Kisah ini dimulai dari anak yang tinggak di kampung mekar jaya, anak ini bernama “Ahmad nursidiq alwi”. Tetapi orang sering bilang dengan sebutan “amak”. Amak adalah salah satu murid SMA di kota Cikampek yang diminati para cewek-cewek. Tetapi diantara cewek-cewek yang mengejarnya Amak hanya ingin satu cewek yang dicintainya yaitu Anjani.
Di suatu ketika Anjani yang sekelas dengan amak tiba tiba bertemu di kantin. Anjani yang saat itu membeli coklat tiba tiba lupa membawa uang anjani kaget “Hah uangku ke mana, ouh iya uangku ketinggalan di rumah”. Tiba tiba amak datang dengan gayanya yang cool “ada apa Anjani” Anjani menjawab dengan cemas “Ini amak uangku ketinggalan di rumah dan sekarang aku bingung mau bayar pake apa” Amak pun mengeluarkan gayanya yang cool (dengan tangan dimasukan ke kantong) “Tenang jani aku akan bayar coklat yang kamu beli kalau kamu mau semua coklat ini aku bayarin, apa sih yang enggak buat kamu”. Anjani menjawab dengan bahagia “beneran mak” Amak menjawab dengan serius “Iya beneran” lalu anjani mengucapkan “Terima kasih ya mak” amak menjawabnya “Sama-sama”.
Keesokan harinya amak mendatangi rumah Anjani niatnya sih mau ketemu Anjani tetapi yang keluar bapaknya. Bapaknya Anjani ini adalah seorang petinju, amak pun langsung takut melihatnya dan dengan wajah yang berkeringat amak pun langsung kabur.
Tetapi bapaknya anjani tidak seperti yang ada di pikirannya amak yang galak dan suka memukul, tampang boleh sangar tapi hati lembut. “belum juga ditanya malah kabur” kata bapaknya anjani dengan muka yang biasa biasa saja. “Dasar amak pria bercinta” kata anjani.
Tamat
Cerpen Karangan: Sunanda Blog / Facebook: Sunanda