Eugeo pendekar hebat yang namanya menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, mengalahkan pasukan Orc yang menyerang desanya dengan kekuatan dan jurus dari pedang mawar biru.
menjadi pendekar adalah impian masa kecilnya, dan Eugeo pernah berjanji pada teman masa kecilnya, Alice jika suatu saat dirinya akan menjadi pendekar hebat.
Namun sayang kini disaat Eugeo telah menjadi pendekar Alice menghilang dan entah dimana, 10 tahun lalu Alice menghilang tanpa jejak, menyisakan pilu mendalam di hati Eugeo.
🍁🍁🍁🍁
Matahari baru saja muncul, sinarnya masih hangat memeluk raga, ditemani suara kicauan burung, Eugeo berjalan seorang diri menyusuri sungai kecil yang biasa dia datangi bersama Alice saat kecil dulu.
Dia terus berjalan sampai langkahnya terhenti di sebuah hamparan padang bunga yang indah, ingatannya pun melayang ke 10 tahun silam disaat mereka masih sama-sama kecil, berlari diantara hamparan padang bunga mengejar kupu-kupu yang berterbangan indah.
Seketika bayangan Alice yang sedang berlari nampak nyata dihadapannya, senyuman manis nya, tawa riangnya, semua seakan nyata.
Dengan rangkaian bunga ditangan mungilnya, Alice menghampiri Eugeo menyerahkan bunga itu, namun saat tangannya akan meraih Alice berpedar bagaikan cahaya, senyuman Eugeo pun berubah menjadi duka saat kenyataan Alice hanya ilusi.
“Alice aku pasti menemukan mu,” ucap Eugeo dengan tatapan lurus ke depan memandang hamparan bunga yang sangat cantik.
🍁🍁🍁🍁
Langit terlihat sangat kelam, jeritan, tangisan terdengar di setiap arah, kilatan cahaya terlihat seakan membelah langit, tidak salah lagi semua kekacauan ini adalah ulah para penyihir, mereka membabi buta menyerang desa peduduk.
Bau hanyir darah merebak menusuk penciuman, desa yang semula ramai kini hanya ada jasad-jasad yang bergelimpangan.
“Brengsek ... Para penyihir biadap!” ucap Alice yang nampak sangat gagah dengan baju zirah yang melekat pada tubuhnya.
Prok ... Prok ... Prok, terdengar suara tepukan tangan.
Alice membalikan badan, darahnya seolah mendidih melihat penyihir berdiri dengan menenteng kepala salah satu penduduk desa.
“Dasar penyihir sialan!”
“Wah ... Wah ... Wah, siapa ini, rupanya kesatria agung datang seorang diri, apa kabar Alice?”
Suasana sengitpun sangat terasa diantara mereka, tanpa basa-basi Alice menghunuskan pedang pada Black Witch.
Sekali tebasan pedang, kepala Black Witch pun seketika terpisah, namun dalam hitungan detik kepala kembali utuh dengan tubuhnya.
“Tebasan yang bagus, sekarang rasakan ini!” sebuah kilatan petir tertuju pada Alice, dengan sigap Alice menghindar.
Pertarungan dua orang dengan kekuatan yang hebat berlangsung dengan sengit.
“Arrgggh ...,” erang Alice saat serangan Black Witch tepat mengenai dada sebelah kanan nya.
Alice tersungkur, Black Witch menghampiri dengan seringai mengerikan, dengan sekali serangan lengan kanan Alice putus.
“Mati kau!” Black Witch kembali melayangkan serangan.
Alice memejamkan mata, kali ini dia kalah, dia pasrah ajal makin nampak di depan mata.
Satu detik, dua detik Alice tak merasakan apa-apa, saat membuka mata Alice melihat sang Black Witch kini membeku seperti es.
Dilihat sekelilingnya, semua pasukan Black Witch kini membeku, sebuah tanda tanya, kenapa hanya dirinya yang tak berubah menjadi es.
Terlihat dari kejauhan seorang pria berjalan menghampiri nya, dengan sisa kekuatan yang tersisa Alice bangkit dan bersiaga dengan pedang di tangan kirinya, yah ... Sekarang hanya tangan kirinya yang tersisa.
“Alice ... Alice ... Akhirnya aku menemukanmu,”
“Siapa?, Kamu siapa?, Jangan mendekat!”, Alice mundur karna sang pria terus mendekati.
“Alice ... Aku Eugeo, Eugeo!”
“Eugeo?” tanya Alice, seketika kepalanya terasa berat, mendengar nama Eugeo kepala Alice terasa semakin pening, dan akhirnya gelap yang kini Alice rasakan.
🍁🍁🍁🍁
Dengan telaten Eugeo merawat Alice, Eugeo menatap lekat wajah Alice yang sedang terlelap, wajahnya semakin cantik, dengan rambut panjang terurai, Eugeo bahagia setelah sekian lama pada akhirnya Eugeo bertemu dengan Alice, namun hatinya terasa sakit saat Alice tak mengenalinya.
Eugeo mengelus lembut kepala Alice, dalam hatinya dia berharap agar Alice bisa segera membuka mata, dan kembali mengingat akan dirinya.
"Akhirnya aku menemukan kamu Alice, tapi apa yang terjadi sampai kamu lupa siapa aku?," ucap Eugeo dengan tangan masih mengelus kepala Alice.
Eugeo terus menatap Alice sampai akhirnya Alice membuka mata, saat membuka mata yang pertama dilihat oleh Alice adalah mata berwarna hijau yang menatapnya penuh dengan kehangatan.
Untuk beberapa saat Alice merasa nyaman, namun logikanya menolak dengan kekuatan yang belum pulih Alice bangkit dari ranjang, secepat kilat Alice memojokkan Eugeo pada dinding kamar, Namun belum sempat Alice memukul wajah Eugeo Alice di buat tercengang melihat tangan kanan nya kini kembali utuh.
"Bagaimana kamu suka kan?" tanya Eugeo karna menyadari Alice sedang memperhatikan tangan kanan nya yang terkena serangan penyihir.
"Bagaimana mungkin?, seingatku aku kehilangan lengan, tapi kenapa sekarang tanganku utuh?" tanya Alice dengan raut wajah yang bingung.
Melihat Alice yang sedang bingung, Eugeo meraih Alice ke pelukannya.
“Alice ... Akhirnya aku menemukanmu, aku rindu sangat rindu,”
“Aku ... Tak ingat kamu siapa, jadi tolong lepaskan aku,” ucap alis dan berusaha keluar dari dekapan Eugeo.
“Aku mohon biarkan seperti ini dulu, aku rindu,” ucap Eugeo yang memeluk Alice semakin erat.
Merasakan ketulusan Eugeo akhirnya Alice membiarkan dirinya di peluk dan mencoba mengingat siapa Eugeo, namun semakin berusaha mengingat kepala Alice semakin berdenyut nyeri dan kembali kehilangan kesadaran.
🍁🍁🍁🍁
“Alice ... Alice,” terdengar suara anak kecil memanggil namanya, Alice menoleh ke arah sumber suara, terlihat dua orang anak kecil berlari kearahnya, menembus nya bagaikan udara.
Alice terdiam sejenak, dia kebingungan dimana dia sebenarnya?, Seingatnya tadi dia berada di dalam kamar tapi sekarang dia berada ditempat asing bersama dua anak kecil yang bisa menembus melewatinya.
“Eugeo ... Ayo kita kejar kupu-kupu” ucap Alice kecil pada Eugeo.
“Alice ... Tunggu,” Eugeo kecil ikut berlari mengejar Alice.
“Eugeo ... Kupu-kupunya cantik bukan?”
“Yah Alice,” mereka pun saling berkejaran di antara padang bunga yang indah.
Melihat pemandangan itu, kepala Alice dewasa terasa berdenyut hebat, badannya pun luruh ke tanah.
“Aaaaaaahhhhhh ...” teriak Alice merasakan sakit yang luar biasa, Alice sampai menangis karna tak tahan merasakan sakit yang dirasakannya.
Alice memejamkan mata, berharap rasa sakitnya mereda, namun Alice kembali membuka mata saat sentuhan hangat terasa di kepalanya.
“Alice ... Bangunlah,” ucap Alice kecil.
“Kamu?, Kamu bisa melihatku?” tanya Alice dewasa dengan raut wajah bingung.
“Yah kami berdua bisa melihatmu, benarkan Eugeo?”
Eugeo kecil hanya mengangguk meng iyakan.
“Kami berdua adalah kenangan masa kecil mu bersama Eugeo, jadi terimalah kenangan ini dan cepat lah bangun, Eugeo sangat merindukanmu,” ucap Alice kecil, kemudia Alice dan Eugeo saling berpegangan, memejamkan mata mereka lalu muncullah cahaya biru dari tangan Alice kecil, disentuhnya kepala Alice dan terasa sensasi hangat yang menenangkan.
“Alice ... Bangun lah, Eugeo menunggumu,” ucap Alice kecil.
🍁🍁🍁🍁
“Eugeo ... Eugeo ... Eugeo, yah Eugeo aku ingat sekarang,” ucap alis yang masih terbaring di tempat tidur.
“Eugeo!” teriak alice, dengan langkah yang masih gontai Alice turun dari tempat tidur, mencari keberadaan Eugeo namun sayang Eugeo tak ada di dalam rumah.
Alice berlari keluar dari dalam rumah, dia tau pasti Eugeo berada di satu tempat.
Alice berlari dengan air mata yang berlinang.
“Eugeo tunggu aku”
Senyum Alice akhirnya merekah, saat menemukan Eugeo yang kini sedang berada di padang bunga.
“Eugeo!” teriak Alice.
Merasa namanya di sebut Eugeo menoleh pada sumber suara, betapa bahagianya Eugeo melihat Alice.
Alice berlari, lalu memeluk Eugeo dengan erat.
Eugeo hanya bergeming, otaknya seolah berhenti berfungsi, namun akhirnya Eugeo tersenyum dan membalas pelukan Alice.
“Aku tau kamu pasti akan ingat tentang ku, terimakasih Alice kamu kembali,” ucao Eugeo penuh haru.
“Maaf, maafkan aku Eugeo, tapi sekarang aku ingat, aku ingat Eugeo”
“Tak ada yang salah, kamu kembali ingat pun aku bahagia, aku mohon jangan pergi lagi Alice.”
Alice menganggukkan kepala tanda setuju dengan permintaan Eugeo.
Hati Eugeo sangat bahagia sekarang, cinta yang selama ini dia cari akhirnya kembali.
Angin bertiup menerbangkan kelopak-kelopak bunga, terlihat sangat indah, sepertinya semesta ikut bahagia melihat Eugeo dan Alice kembali bersama.
Tamat.