Pada suatu malam, awal dimana kita saling mengenal. Aku menuliskan sebuah status, status yang isinya perasaan kesal terhadap abang abangku. Tapi dia tiba tiba komen di statusku dan menghiburku. Membuatku tersenyum, tertawa senang seperti aku lupa dengan masalahku. Namun tidak terduga ternyata ia adalah teman dari teman sekolahku dulu waktu SD. Dan ternyata rumah kita juga deketan, masih satu daerah.
Hari demi hari kita mulai chatan lewat FB, BBM. Hingga pada akhirnya aku menjatuhkan hatiku padanya. Dia selalu bisa membuatku tersenyum disaat orang lain membuatku bersedih.
Tepat pada 12-08-16 kita jadian, awal awal pacaran dia tidak begitu percaya. Dia selalu cemburuan, dia selalu marah jika aku dekat dengan pria lain. Tapi aku tidak pernah letih untuk meyakinkan dia. Berkali kali setiap kali dia marah, kesal, dia slalu minta putus tapi aku selalu meyakinkan dia hingga pada esokannya dia luluh kembali dan meminta maaf.
Awalnya aku kira aku tidak ingin jatuh hati terlalu dalam tapi semakin kesini aku semakin menyayanginya, aku begitu bahagia ketika bertemu dengannya. Dia bahkan mengenalkanku kepada orangtuanya, saat itu aku merasa benar benar menjadi orang yang paling bahagia di dunia.
Namun, semenjak dia pindah kerja. Hari demi hari, bulan demi bulan dia semakin berubah, jadi lebih cuek, jutek. Dia telah berubah menjadi orang yang sangat sibuk, hingga pada suatu hari dimana aku mempertanyakan semuanya kenapa dia berubah. Dia begitu marah dan langsung minta putus.
Sedih, sakit dan air mata tidak mau berhenti mengalir. Setiap kali mengingat kata kata itu keluar dari mulutnya, berkali kali aku meyakinkannya tapi dia tetap bersikeras pergi. Sakit memang, tapi setidaknya kami berpisah bukan karena adanya orang ketiga. Tapi karena dianya yang mau fokus kerja, bahagiain orangtuanya.
Dan aku sebagai wanita, hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Satu hal yang sama sama kita tau adalah kita berpisah disaat kita benar benar masih saling menyayangi. Dan yang selalu aku pinta dari Allah adalah, jika memang hati kita telah terikat, berjodoh maka pertemukan dan persatukan kami kembali disaat yang tepat. Amiin
Cerpen Karangan: Nurhayati Blog / Facebook: Nur hayaty