Aku yang membuatmu terlalu lama menunggu, aku yang menghancurkan mimpimu, aku gak tau ini salahku atau salahmu yang jelas aku menyesal, aku sayang padamu tapi kau tak mau bersabar.
Aku Wirda, aku yang selalu diejekin jomblo oleh kawan kawanku, aku jomblo bukan karena tak laku, karena ini pilihanku takut dikecewakan oleh laki laki, tapi malah aku yang mengecewakan laki laki yang aku sayang, aku sudah bersama sama dengan laki laki itu selama tiga tahun, dia yang selalu mengabariku, memberikan perhatian padaku, dia yang selalu menunggu jawaban dariku, pada akhirnya dia berkata padaku, “Wirda ini untuk yang terakhir kalinya, mau kau jadi teman hidupku?” Aku yang selalu berkata, “aku belum siap”. Aku sangka dia akan seperti biasanya untuk menungguku selalu, ternyata dia marah, pergi untuk meninggalkanku, dan dia blok semua tentang aku, hingga aku tak bisa mengabarinya.
Setiap malamku penuh dengan rasa sesal, karena perhatian yang kau beri begitu dalam, tapi aku menyia-nyiakannya begitu saja, baru aku rasakan rasanya ditinggal orang yang begitu sayang pada kita, kenapa harus seperti ini, datanglah padaku lagi, akan kujawab aku mau, maafkan aku yang telah mengecewakanmu, berhari hari aku lalui hariku tanpamu begitu hampa, Tanpa ada lagi yang nyemangatiku seperti kamu nyemangati aku.
Mungkin ini yang dinamakan penyesalan, seribu maaf pun tak kan bisa mengembalikanmu, mau seberapa pun air mata ini menetes takkan membuatmu kembali, karena yang aku lakukan sekarang bagai mata yang berjuang untuk melihat telinga, mungkin ini yang kau rasakan dulu.
Cerpen Karangan: Sarah Sri Hartati