Matahari mulai turun dari langit ketika ku sedang duduk di teras rumah sambil membaca novel kesukaanku, ditemani alunan musik Hardcore yang kuputar dari handphoneku.
Tiba-tiba handphoneku bergetar tanda ada yang menghubungiku, spontan aku langsung meraih dan melihat, ternyata Riska pacarku yang menghubungiku, ia bilang “Yank, besok pagi aku ke jakarta” katanya. “Jam berapa kamu kesini?” Jawabku. “Kira-kira jam 8 pagi” Sahutnya. Aku akui bahwa aku sangat senang karena ia akan ke Jakarta karena kami menjalani hubungan jarak jauh (LDR).
Aku di Jakarta sementara ia di Banten. Sudah delapan bulan aku pacaran dengannya dan aku tidak tau kenapa bisa bertahan padahal ia sering berkhianat padaku bahkan sekarang ia juga berkhianat karena aku tau dia punya pacar lain disana, meskipun aku sudah tau tapi tetap aku menyayanginya.
Hari yang kutunggu sudah tiba, aku terus menyanyakan sudah sampai mana ia, kira-kira pukul sebelas pagi aku datang ke stasiun Universitas Pancasila tempat kami biasa janjian. Tidak lama kemudian datanglah kereta comuterline dan kulihat dari luar stasiun sosok dirinya yang begitu manis mengenakan Hijab biru tua, celana bahan dan membawa tas kuning yang biasa ia bawa kemana-mana. “Sungguh manis ciptaan tuhan yang satu ini” kataku dalam hati. Setelah itu kami melepas rasa rindu karena dua bulan tidak bertemu tapi itu hanya dua hari karena setelahnya ia harus pulang ke banten untuk sekolah.
Mulai dari situ masalah demi masalah terus datang pada hubungan ini, mulai dari orangtuanya yang tidak setuju dan pengkhianatan yang terus ia lakukan padaku, hingga pada suatu hari ia memutuskan hubungan ini. Memang perih rasanya tapi sudah kuputuskan untuk tidak bersamanya lagi, bukan kali ini ia memutuskanku tapi sudah tidak terhitung jari lagi. Biasanya aku langsung meminta maaf padanya meskipun aku tidak tau aku salah apa.
Dengan kata “PUTUS” yang telah dia katakan berarti dia lebih nyaman dengan pacarnya yang satu lagi yang berinisial W, iya aku tau karena aku sudah pernah bertemu dengan orang itu saat berkunjung ke rumah Riska, kami putus di bulan mei 3 hari setelah monthsive ke 11 bulan. Mulai saat itu aku sudah tidak berkomunikasi lagi dengannya karena itu hanya akan membuka luka di hatiku lagi.
Kira-kira seminggu habis kejadian itu aku mulai membuka hati kembali telah kubuang semua kenangan bersama Riska. Dan sekarang aku menemukan seseorang yang selalu membuatku bahagia tanpa ada pengkhianatan, ia bernama Rachel gadis gangster yang sungguh sempurna dengannya aku berharap ia menjadi yang terakhir di hatiku, dia yang kusayang selalu.
Hari-hari yang aku jalani dengannya sungguh berbeda, ia selalu membuatku tertawa dengan tingkahnya sungguh tidak ada pertengkaran sama sekali ditambah kedua orangtua kami setuju dengan hubungan ini, bahkan Ayahnya memberikan restu jika setelah lulus nanti aku boleh menikahi anaknya ditambah penghasilan sampinganku setara dengan karyawan di kantor, jadi aku tenang saja.
Saat hari ulang tahunnya aku memberikan hadiah yang tidak akan pernah ia lupakan, yaitu sebuah buku cerita yang kutulis sendiri, isi ceritanya tentang kami berdua dari awal bertemu di Stasiun Bojong, PDKT hingga kami berpacaran dan itu saat-saat paling mengasikan yang pernah aku rasakan.
Dia memberiku hal yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya dan satu lagi, ia membuatku melupakan sakit hati yang pernah kurasakan sebelumnya.
Riska lihatlah aku bahagia disini, apa kau juga bahagia dengannya disana? Maaf Riska, aku harus melupakanmu terima kasih telah menemaniku selama ini, terima kasih Riska semoga kebahagiaan selalu ada di sisimu.
Terima kasih Rachel kamu sudah datang di kehidupanku, akan kujaga kamu selalu sampai akhir hidupku.
Cerpen Karangan: Candra Wijaya Pramoda Wardhana Blog / Facebook: Candra Astaroth