Kisah ini berawal dari seorang pria kurang ajar yang memasuki rumahku dan Mencoba untuk memperkosaku. Aku dengan sekuat tenaga melawan dan berteriak. Namun apalah daya kekuatan seorang wanita dibanding pria, aku hanya melihat anakku yang sedang ketakutan berada diujung ruangan. Untungnya suamiku segera pulang, hingga pria itu mengurungkan niatnya untuk melakukan perbuatan kejinya. Aku pikir Tuhan telah mengirimkan malaikat untuk menolongku.
Tapi ternyata aku salah ....
Suamiku ...
Yang aku pikir akan menolongku dan merangkulku disaat aku ketakutan setengah mati.
Malah menuduhku melakukan sebuah perselingkuhan ...
Sakit
Hancur
Kecewa
Semua rasa itu menjadi satu. Aku hanya bisa menangis hingga rasanya air mataku hampir habis. Aku bersimpuh dan bersumpah namun suamiku tetap tidak percaya padaku.
Kejadian kelam itu ...
Membuatku Hancur.
Rumah tanggaku semakin hari semakin hancur ...
Ditambah wanita yang sengaja semakin mengobarkan api dalam rumah tangga kami. Siapa lagi kalau bukan pelakor.
Mungkin karena orang tua kami sudah tiada, hingga suamiku bingung harus kemana dia mencurahkan keluh kesahnya. Lalu suamiku memilih jalan yang terbodoh menurutku. Yaitu curhat pada wanita penggoda yang sejak lama menunggu kehancuran rumah tangga kami. Suamiku menjadikan wanita itu sebagai pelariannya. Hingga wanita itu menjadi besar kepala dan berharap akan dinikahi oleh suamiku.
Wanita mana yang tidak sakit, melihat sang suami berada dipelukan wanita lain. Hatiku rasanya tersayat.
Begitu sakit
Begitu perih
Namun sekuat tenaga aku menahannya. Hanya karena satu tujuan.
Yaitu anakku. Aku tidak ingin anakku menjadi korban karena ego orang tuannya.
Namun ternyata aku salah ..
Semakin aku ingin mempertahankan rumah tanggaku, semakin suamiku ingin menghancurkan nya.
Suamiku menceraikanku.
Bukan hanya itu, suamiku mengambil putri kecilku yang tak berdosa. Dia memisahkan anak dari ibunya di usianya yang masih begitu kecil.
Aku histeris ....
Mungkin aku akan sanggup hidup tanpa suamiku. Tapi tidak jika tanpa malaikat kecilku. Aku tidak akan membiarkan anakku jatuh pada wanita penggoda yang hanya mencintai suamiku, aku tidak bayangkan apa yang akan terjadi pada putriku jika bersama wanita itu. Tidak ada yang menyayangi anakku sebesar aku menyayanginya.
Lalu aku tidak punya pilihan. Aku tidak bisa terpuruk meratapi nasibku. Aku harus melawan, mencari keadilan.
Aku pergi kesuatu tempat dimana aku bisa membawa kembali anakku dengan cara itu. Aku memutuskan menjadi wanita simpanan seorang pria kaya yang memiliki kedudukan dan kekuasaan yang cukup tinggi, hingga aku rasa dia pasti bisa membantuku. Meski aku harus mengorbankan seluruh jiwaku.
Aku bertemu dengannya. Sosok pria yang menurutku sangat tampan dan berwibawa. Rahangnya yang tegas serta tatapannya Yang tajam. Sekilas, pria itu nampak menakutkan karena raut wajahnya yang dingin. Namun siapa sangka, bahwa pria itu ternyata sangat lembut.
Kami melakukan perjanjian seperti simbiosis mutualisme. Yaitu saling menguntungkan. Aku memintannya untuk mengambil alih hak asuh atas anakku, sementara dia memintaku menjadi wanita simpanan untuk memuaskan hasratnya kapanpun dia mau.
Aku setuju. Hanya saja aku ingin dia menikahiku secara sah, Hanya sah secara agama. Tidak lebih. Agar aku tidak merasa begitu berdosa saat melakukan hal itu, setidaknya kami sudah halal. Untungnya dia mengerti dan setuju.
Akhirnya aku berhasil mendapat hak asuh anakku. Mantan Suamiku nampak gusar dan kalut mendengar keputusan pengadilan. Akupun tersenyum penuh haru bisa kembali membawa anakku kedalam pelukanku.
Sesuai janjiku aku menjadi wanita simpanannya. Namanya Ersad Alvaro. Dia memiliki seorang istri yang sedang sakit parah. Entah karena aku terlalu cantik atau apa, hingga Ersad mau menjadikanku wanitanya. Padahal aku pikir pasti banyak sekali wanita yang mau menjadi wanitanya, tanpa dia harus bersusah payah melakukan sesuatu. Wanita akan dengan suka rela membuka paha mereka lebar-lebar dihadapannya.
Seiring berjalannya waktu, sikap Ersad semakin manis. Bukan hanya padaku, namun juga pada putriku. Aku bahkan sampai berfikir untuk mengharapkan hal lebih darinya. Hal yang tidak pantas dan tidak seharusnya aku dapatkan darinya. Yaitu Cintanya ....
Ya ... Ersad mencintaiku. Aku tidak tahu sejak kapan dia mencintai ku. Aku sendiri bingung apa aku pantas mendapatkannya atau tidak. Aku sempat berfikir apakah ini awal dari kebahagiaanku?
Namun belum sempat aku mengutarakan perasaanku. Mantan suamiku datang. Datang disaat aku sudah melupakannya. Dia datang saat semua kebenaran telah terungkap, dan memohon padaku untuk kembali padanya. Aku melihatnya menangis pilu karena penyesalan.
Aku memaafkannya
Aku sudah mengiklaskan semua yang telah terjadi. Dan berfikir ini pasti sudah rencana dari sang Ilahi.
Namun Ersad salah sangka melihatku yang memaafkan mantan suamiku. Aku melihat Ersad begitu murung. Wajahnya pun nampak memerah karena amarah. Ersad berfikir bahwa aku akan kembali pada suamiku dan meninggalkan nya.
Aku mendekatinya
Memegang kedua pipinya dan menatapnya dalam, serta penuh perasaan.
"Aku mencintaimu suamiku. Aku tidak tahu kapan cinta ini berawal sebagaimana aku juga tidak tahu bagaimana cara mengakhiri nya. Aku memaafkan mantan Suamiku karena aku ingin berdamai dengan diriku sendiri. Bukan untuk kembali padanya. Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku, namun aku hanya ingin kau tahu satu hal. Bahwa aku sangat mencintaimu."
Aku melihat perubahan yang teramat drastis dari wajahnya. Wajahnya nampak sumringah mendengar penuturanku yang penuh perasaan.
Ersad mengangkat tubuhku dan memutarnya. Menunjukan betapa bahagianya dia. Akhirnya, cinta, kepercayaan yang tidak pernah kudapatkan dari mantan suamiku. Kini aku dapatkan dari suamiku yang baru, meski aku hanya sebatas simpanan. Dan sewaktu-waktu istrinya sembuh, aku bahkan sudah siap menerimanya. Namun dugaanku salah, istri pertama Ersad ternyata meninggal dalam waktu yang begitu singkat. Aku melihat suamiku terpuruk atas kepergian istri pertamanya. Aku merangkulnya. menguatkannya dan selalu berada didekatnya. Aku bahkan menjadi pendengar setia saat dia menceritakan kenangan indah bersama istrinya dulu. Aku bahagia bisa membuat beban di pundak suamiku ringan karena selalu ada disisinya.
Dan akhirnya aku bahagia ...
Ersad bahagia ...
Sementara putriku? aku hanya tahu dia tidak keberatan dengan kehadiran Ersad. Jadi, aku pikir dia juga bahagia.
INILAH KISAHKU ....
Kisah yang berujung sebuah kebahagiaan yang tak ternilai dari banyaknya harta. Aku mencoba memetik hikmah dari setiap kejadian yang aku alami. Ternyata Allah SWT mempunyai rencana yang luar biasa indah dari semua kesakitan yang aku alami selama ini. Meski tadinya statusku hanya seorang wanita simpanan dengan teramat terpaksa. Kini aku telah menjadi istri sesungguhnya dari seorang pria yang mencintaiku dengan begitu tulus. Ersad mengakuiku di khalayak ramai sebagai istrinya yang kedua. Sebagai pengganti istri pertamanya yang telah tiada, karena berjuang melawan penyakit.
Aku diakui
Aku dihargai
Dan aku dicintai...