I LOVE YOU adalah sebuah kata-kata yang seharusnya memiliki makna kebersamaan, tapi kali ini aku mengucapkannya untuk sebuah perpisahan. Kutuliskan sebuah tulisan ini khusus untukmu.
Sampai saat ini aku tak tahu apa aku benar-benar mencintaimu, karena sejak aku mengalami patah hati terhebat dalam hidupku. Sulit rasanya untukku membuka hati bahkan untuk seorang wanita sebaik dirimu.
Dilema, itulah yang aku rasakan saat ini. Apa aku bisa membuatmu bahagia atau aku hanya akan membuatmu sakit. Aku belum bisa mencintaimu setulus hatiku karena aku takut semakin aku mencintaimu semakin pula aku menyakitimu.
Yang aku takutkan adalah kenyataan bahwa aku mencintaimu hanya sebagai pelampiasan agar aku bisa melupakan cintaku yang lama. Dan aku tak mau menyakitimu lebih dari ini, lupakanlah laki-laki brengsek ini, lupakanlah semua kata-kata manis yang pernah aku ucapkan untukmu.
Kamu, pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku dan kamu pantas untuk bahagia bersama laki-laki lain yang lebih baik dari aku yang bisa mencintaimu dengan tulus.
Kamu adalah sosok wanita yang kuat sehingga aku selalu merasa beruntung bisa kenal denganmu, tidak pernah ada rasa sesal di dalam hatiku sejak aku bertemu denganmu bahkan walaupun terlintas seperti angin yang berlalu.
Andai saja rasa ini muncul disaat bukan dalam keadaan seperti ini, mungkin aku akan membuatmu bahagia selalu dan aku akan menjadi laki-laki yang sangat beruntung bisa berjalan berdampingan bersamamu untuk menghabiskan waktu kita bersama-sama.
Sulit, sangat sulit rasanya untuk melepasmu tapi semua akan menjadi lebih sulit lagi jika aku tetap terus mempertahankanmu. Maaf, telah membuatmu masuk ke dalam hidupku. Maaf, karena telah mencintaimu hanya untuk menjadi pelampiasanku. Jika ada kata yang lebih tinggi dari kata “maaf”, aku pasti akan mengucapkan ribuan kali agar kamu mau memaafkanku.
Dan kini aku harus melepasmu karena ini bukanlah sebuah pilihan melainkan sebuah kewajiban. Terbanglah bagaikan seekor burung yang bebas menikmati indahnya dunia dari langit. Terbanglah bebas mengikuti kemana arah yang kau tuju. Dan kelak kita akan bertemu lagi sebagai seorang kawan.
I LOVE YOU
Cerpen Karangan: Diki Wijaya Facebook: Diki Wijaya