“Apa arti sebuah kepastian untukmu? Jika kepastian hanya sebatas keragu-raguanmu, berarti kau suka membuat orang lain menunggu.”
Di beranda cafe yang sering kami kunjungi ini, aku menunggu Dimas dengan kesabaranku yang tersisa. Sesekali, aku menyesap hot cappucino-ku yang sudah tidak panas lagi. Mataku terus memandang ke halaman parkir yang penuh dengan kendaraan. Di sana adalah tempat orang-orang datang dan pergi. Sesekali, aku juga melirik ke layar ponsel hanya untuk melihat pukul berapa saat ini.
Menunggu adalah pekerjaan yang sangat kubenci. Apalagi jika yang ditunggu adalah sesuatu yang tidak pasti. Menunggu itu menyiksa. Menunggu itu menyebalkan. Jika kau ingin menjadi orang baik, cukup dengan tidak membuat orang lain menunggu.
Selagi menunggu, maukah kau mendengar ceritaku?
Hari sabtu, tepat seminggu yang lalu, Dimas mengirim sebuah pesan singkat padaku. Aku membuka ponselku untuk membaca kembali pesan itu. Begini katanya:
“Aku benar-benar minta maaf sama kamu. Untuk sementara waktu, aku belum bisa hubungi kamu dulu. Kita tahu bahwa jarak yang kita miliki sangatlah jauh. Aku memegang kepercayaanku, dan kamu pun begitu. Aku nggak akan memaksamu untuk ikut denganku, karena aku pun nggak mau dipaksa. Aku serahkan semua keputusan di tanganmu, karena jujur, aku nggak bisa memutuskanmu apalagi pergi meninggalkanmu.”
Aku pun mematikan layar ponselku setelah berkali-kali kubaca pesan itu. Kupalingkan wajahku dan memandang ke halaman parkir. Tanganku masih menggenggam ponsel, dan genggaman itu makin kuat saat kulihat seorang lelaki memarkirkan kendaraannya di sana. Lelaki itu Dimas. Ia belum sempat turun dari kendaraannya namun langsung pergi begitu saja. Ia pergi tanpa sempat menemuiku.
Tanpa bisa kukendalikan, air mataku mulai mengalir keluar. Dengan lirih kupanggil namanya dan mengucap kata rindu yang tidak dapat kusampaikan langsung padanya.
Yogyakarta, 17 September 2017 sya
Cerpen Karangan: Nisya Ayu Ariesta Blog: sunshines-dreams.blogspot.co.id Penulis adalah seorang manusia biasa yang memiliki misi untuk menghibur masyarakat yang butuh hiburan atau yang sedang dilanda kebosanan. Penulis adalah blogger yang viewer blognya adalah teman-temannya sendiri. Semoga melalui tulisan ini, lebih banyak lagi masyarakat yang saya hibur. Salam ^^