Eun-Kyung adalah seorang gadis korea biasa. Ayah dan ibunya hanya bekerja sebagai petani. Eun-Kyung adalah penggemar berat Shin Hye-sun. Dia selalu menonton drama korea yang diperankan oleh Shin Hye-sun.
Pagi hari yang cerah, Eun-Kyung bersiap untuk pergi ke sekolah. Saat hendak berangkat, Eun-Kyung melihat foto Shin Hye-sun yang sengaja dipajang olehnya sambil tersenyum. Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Saat Eun-Kyung membuka pintunya, tertanya yang mengetuk pintu adalah Dae-Hyun dan Yoo-Joon.
Dae-Hyun dan Yoo-Joon adalah teman sekelas Eun-Kyung. Mereka bertiga berangkat ke sekolah bersama. Saat sedang berjalan menuju sekolah, mereka bertiga melihat ada kerumunan warga di depan restoran. Karena penasaran, mereka bertiga ikut melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ternyata, para warga sedang berkumpul untuk meminta tanda tangan Shin Hye-sun.
“Bukankah itu Shin Hye-sun?" tanya Yoo-Joon.
“Benar, dia adalah Shin Hye-sun," Jawab Eun-Kyung dengan ekspresi bahagia.
“Bukankah kau penggemar beratnya, Eun?" tanya Dae-Hyun kepada Eun-Kyung.
Eun-Kyung memangguk dan tersenyum senang, karena dia bisa bertemu orang yang sangat dia idolakan. Dae-Hyun dan Yoo-Joon menyuruh Eun-Kyung untuk minta tanda tangan Shin Hye-sun. Akhirnya, Eun-Kyung memberanikan diri untuk minta tanda tangan kepada Shin Hye-sun.
Shin Hye-sun menyanggupi permintaan Eun-Kyung.
“Siapa namamu?" tanya Shin Hye-sun dengan senyum ramahnya.
“Aku Eun-Kyung," ucap Eun-Kyung sambil tersenyum senang.
Shin Hye-sun memberikan selembar kertas yang telah ditanda tangani oleh dirinya sendiri kepada Eun-Kyung. Setelah mendapat tanda tangan, Eun-Kyung melompat kegirangan dan memeluk Dae-Hyun.
“Hei... Eun sadarlah," ucap Dae-Hyun.
Eun-Kyung baru sadar kalau dia telah memeluk Dae-Hyun. Karena malu, Eun segera berjalan meninggalkan Dae-Hyun dan Yoo-Joon.
Sesampainya di sekolah, Eun-Kyung langsung masuk kelas. Dia masih memperhatikan tanda tangan yang diberikan oleh Shin Hye-sun kepadanya sambil senyum-senyum sendiri.
“Lagi lihat apa tuh, kok senyum-senyum sendiri?" tanya Choi Yoen-Jin.
Choi Yoen-Jin adalah anak laki-laki yang menyukai Eun-Kyung sejak lama. Namun Eun tidak menyadari hal itu. Eun menganggap Yoen-Jin hanya sebatas teman. Yoen-Jin berusaha untuk melupakan perasaannya kepada Eun-Kyung.
“Eh... ini lagi lihat tanda tangannya Shin Hye-sun," ujar Eun.
“Wah... daebak, bagaimana kau bisa mendapatkannya?" tanya Yoen-Jin.
“Tentu, Eun gitu loh," ucap Eun sembari mengibaskan rambutnya.
Singkat cerita, bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar sekolah untuk pulang. Sesampainya di rumah, Eun-Kyung segera ganti baju dan pergi ke sawah. Sepulang sekolah, Eun memanf selalu membantu orang tuanya bekerja di sawah.
Akhirnya pekerjaan keluarga Eun telah selesai. Karena hari sudah mulai petang, Eun dan orang tuanya memutuskan untuk segera pulang. Sesampainya di rumah, ibu menyuruh Eun untuk mandi dan tidur. Eun menurut dan segera mandi lalu tidur.
Setelah selesai mandi, Eun merebahkan tubuhnya di kasur. Dia memandangi gambar Shin Hye-sun.
“Aku ingin menjadi Shin Hye-sun di kehidupanku berikutnya," ujar Eun kemudian tertidur.
Eun-Kyung terbangun dari tidurnya. Eun terkejut, karena dia bangun di kamar yang mewah.
“Aku ada di mana?" tanya Eun bingung.
Eun turun dari kasurnya dan hendak keluar kamar. Dia terkejut saat sedang melihat cermin. Ternyata, sekarang Eun ada di tubuh Shin Hye-sun. Seorang perempuan masuk ke dalam kamar. Dia adalah Hwa-Young, manager Shin Hye-sun.
Hwa-Young mengatakan bahwa, Shin Hye-sun harus segera berangkat untuk syuting episode terakhir dari drama “Why Should I" bersama Kim Myung-soo. Eun-Kyung bingung harus bagaimana. Akhirnya Eun, menyanggupi permintaan manager Shin Hye-sun tersebut.
Sesampainya di lokasi syuting, ada yang memanggil Sin Hye-sun dari belakang.
“Hye-sun," seseorang memanggil Shin Hye-sun.
Ternyata dia adalah Kim Myung-soo, lawan main Shin Hye-sun dalam drama “Why Should I".
“Myung-soo," Eun bertubuh Hye-sun memanggil Kim Myung-soo.
“Hari ini kita akan syuting episode terakhir, semoga semua berjalan dengan lancar," ujar Myung-soo.
“Iya, semoga semua berjalan dengan lancar," ucap Eun, walau sebenarnya dia ragu.
Syuting episode terakhir dari drama “Why Should I" dimulai.
“Baiklah, nona Hye-sun. Di adegan selanjutnya, Anda harus menangis," ujar Hwa-Young.
“Menangis?" tanya Eun kaget.
Hwa-Young menganggukkan kepalanya.
“Baiklah," ucap Eun.
“Apakah aku bisa berakting menangis?" tanya Eun ragu.
Adegan Shin Hye-sun dimulai, Eun berusaha untuk menangis. Namun, sudah berkali-kali dia mencoba, tetap saja dia gagal melakukan adegan menangis. Kim Myung-soo bertanya apakah, Hye-sun baik-baik saja. Eun menjawab bahwa ia baik-baik saja.
“Jadi aktris tidak semudah yang aku bayangkan," ujar Eun dalam hati.
Tetapi, karena ini adalah drama yang dimainkan oleh sang idola. Maka, Eun kembali mencoba dan melakukan yang terbaik. Eun berhasil melakukan adegan menangis dengan sangat baik. Kim Myung-soo, sutradara, dan para kru drama memuji kehebatan Shin Hye-sun dalam adegan menangis.
Syuting drama telah selesai, tetapi jadwal kegiatan Shin Hye-sun tidak hanya sampai situ saja. Hwa-Young mengatakan bahwa Shin Hye-sun harus menghadiri acara talkshow lalu meet & greet. Eun segera berangkat untuk pergi ke acara talkshow.
Saat hendak dimulai, Eun mendadak menjadi gugup dan ragu. Namun, demi sang aktris favoritnya, Eun melakukan talkshow ini. Kemampuan bicara Eun sangat baik, karena dia adalah penggemar berat Shin Hye-sun. Jadi, dia tau tentang Hye-sun.
Setelah talkshow, Eun berangkat untuk meet & greet bersama para fans. Baru kali ini, Eun dimintai tanda tangan dan diajak berswafoto. Eun senang karena melihat para fans nya senang. Sama seperti Hye-sun yang senang karena melihat Eun senang.
Saat sedang istirahat setelah meet & greet, ponsel Shin Hye-sun berdering. Ternyata itu adalah notifikasi komentar dari akun media sosial milik Shin Hye-sun. Eun terkejut saat sedang membacanya. Ternyata, itu adalah hate comment.
Eun merasa bersalah kepada Hye-sun, karena dia telah membuat fansnya kecewa. Karena melihat Hye-sun cemas, Hwa-Young menanyakan apa yang terjadi. Eun menjelaskan semuanya. Hwa-Young mengatakan bahwa hate comment itu adalah hal biasa dalam industri entertaiment.
“Tapi kenapa mereka memberikan komen kebencian?" tanya Eun.
“Setiap orang berbeda-beda, ada yang suka dan ada yang tidak. Kau harus fokus terhadap orang yang menyukaimu dan jangan hiraukan orang yang tidal suka kepadamu," jelas Hwa-Young.
Eun-Kyung mengerti dan mengucapkan terima kasih kepada Hwa-Young.
“Eun-Kyung," seseorang memanggil Eun.
“Iya, siapa ya?" tanya Eun.
“Nak bangun, udah pagi," ujar Ibu Eun.
Eun terbangun dari tidurnya. Ternyata, semua kejadian itu hanyalah mimpi.
“Jadi itu hanya mimpi?" tanya Eun pada dirinya sendiri dengan kecewa.
Tetapi, walaupun begitu, Eun tetap senang. Karena dia bisa merasakan hidup sebagai seorang aktris. Dan bisa merasakan suka dan duka Shin Hye-sun, aktris kesukaanya. Eun berjalan untuk mandi, tetapi Eun berhenti sejenak untuk melihat foto Shin Hye-sun.
“Ternyata hidup menjadi aktris tidak semudah yang aku bayangkan. Tetapi jangan khawatir, aku akan selalu mendukungmu, kak Hye-sun," ujar Eun-Kyung.
---Tamat--
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.