Aku menatap tubuh itu terbaring nampak nikmat dalam balutan hangat selimut. Setelah beberapa menit melihatnya terlelap, aku lalu berjalan kembali menuju tubuhku.
Namaku Setiadi, panggil saja adi. Sejak kecil aku memang mempunyai kelebihan ini. Saat jasadku tertidur, aku dapat mengendalikan rohku untuk berkelana ke macam-macam tempat.
Hal yang paling sering kulakukan adalah seperti tadi. Mengamati pujaan hatiku terlelap dalam mimpi. Melihat senyum indahnya saat tertidur adalah sebuah kenikmatan tiada tara bagiku. Nira tetap cantik, meski dalam tidurnya ia sering mengorok, atau kadang juga kentut.
Ah iya, yang kubaca di internet, kemampuan ini mempunyai efek samping yang mengerikan. Saat rohmu tidak bisa kembali ke jasadmu, maka itulah akhir hayatmu. Kau akan terjebak!
Tentu saja aku menyadari resiko itu. Aku selalu mendengarkan lagu sebelum tidur dan tidak akan dimatikan sampai aku bangun. Ini adalah metodeku agar aku tetap bisa kembali pada jasadku.
Jujur saja, aku sangat bersyukur dan sangat menikmati hal ini.
—
Bocah itu berlarian tiada henti di rumah. Walau sudah berkali-kali dimarahi oleh ibuku, ia masih saja melakukannya. Entah sudah berapa buah gelas atau piring yang dipecahkannya.
Dia adalah adiku. Namanya Kurnia. Usianya masih 8 tahun. Seorang bocah hiperaktif, selalu bergerak tanpa pernah diam.
Ah.. Aku tidak terlalu menyukai alam nyata. Aku ingin melihat Nira, aku ingin tidur!
Aku lalu beranjak ke kamar. Tak lupa, aku mulai menyetel lagu-lagu slow yang akan tetap membimbingku untuk kembali pada jasadku. Aku lalu berbaring, mengatur tempo nafasku, rileks.
Ah, berhasil, seperti biasanya. Aku kini melihat jasadku tertidur. Dengan semangat 45 aku mulai melangkahkan kakiku menuju rumah Nira. Aku tidak ingin melewatkan jam tidurnya.
Dalam perjalanan, aku sedikit menyanyi karena telingaku masih mendengar suara alunan musik. Sesekali aku ikut bersenandung.
Namun suara itu tiba-tiba hilang sesaat setelah aku sampai di kamar Nira. Mulai panik, aku berbalik arah dan sebisanya mengingat jalan pulang. T-tapi, ini tidak seperti biasanya. Jalanan tiba-tiba gelap! Sialan… Pasti ada yang mematikan lagu itu! Aku terjebak disini, dalam dunia yang awalnya menjadi kenikmatan, Namun kini menjadi sebuah petaka bagiku.
Cerpen Karangan: Hakim Irham Blog / Facebook: /irham.ibad.3