Pagi hari ini aku mulai masuk sekolah lagi setelah libur panjang. Sekarang aku sudah kelas XI. Namaku adalah Aenul Yakin, aku adalah orang yang suka bermimpi setinggi langit karana aku percaya pepatah yang mengatakan “kalau buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya” seperti itulah harapanku pada mimpiku.
Awal masuk sekolahku sungguh membosankan karena teman baikku belum masuk karena dia liburan ke luar kota. suatu hari aku bertemu seorang wanita yang teramat cantik. Dia adalah siswa baru di sekolahku. Aku mencoba menanyakan tentang dia kepada orang-orang mulai dari namanya sampai rumahnya. Aku sudah seperti seorang jaksa yang sedang menanyai seorang penjahat dimana aku harus dapat mengetahuinya. Ternyata tidak begitu sulit menemukan identitas dirinya karena dia juga sangat populer.
Namanya Sheryl dia adalah seorang yang pintar, aktif dalam kegiatan di sekolah, dan juga seorang yang sangat diinginkan para lelaki sekolahku. Setelah aku mengetahui tentang dirinya bukannya aku senang aku malah merasa minder karena dia terlalu sempurna untukku. Sedangkan aku hanya siswa yang biasa-biasa saja dimana aku ke sekolah hanya ingin belajar setelah waktu pulang ya pulang.
Seminggu sudah aku memendamkan rasa sukaku tanpa mempublikasikannya. Sekarang adalah hari senin dimana teman baikku mulai masuk sekolah lagi setelah liburnya yang lebih menyenangkan dari pada liburanku. kami berangkat bareng ke sekolah karena rumah kami tidak terlalu berjauhan. Aku mulai ceria kembali karena temanku dan kucoba melupakan dia. Aku tidak menceritakan tentang Sheryl kepadanya karena aku rasa dia mungkin dapat aku lupakan. Oh iya nama temanku adalah Sutris. Dia juga cukup ganteng dariku walaupun hanya beda sedikit.
Ada suatu hari aku dan Sutris menjadi pembimbing dalam kegiatan ekstrakurikuler teater dimana aku mengajari Sheryl berakting sebagai seorang putri. Saat aku mengajarinya keringat dengan deras menagalir dari tubuhku, karena jantungku tiba-tiba memompa dengan cepat. Tak lama aku dapat mengajarinya sehingga aku meminta Sutris untuk mengajarinya. Aku senang kami mengikuti ekstrakurikuler yang sama karena aku dapat mengetahui kontaknya dan juga dapat memandanginya setiap latihan. Aku rasa kami memang ditakdirkan bersama oleh karena itu kami selalu dipertemukan.
karena rasa percaya diriku itu aku mulai mendekatinya dengan seribu cara yang sudah aku pelajari di youtube namun dia masih belum dapat menjadi pacarku namun dia mengaggap diriku sebagai temannya. Mungkin karena pepatah yang aku percaya itu makanya aku hanya menjadi temannya bukannya pacarnya. Aku tidak ambil pusing yang terjadi walaupun sebagai temannya aku juga dapat membuatnya tersenyum karana bahagianya juga bahagiaku.
Dari saat itu kami mulai dekat sampai terdengar kabar duka itu. Dia pacaran dengan Sutris teman baikku. setelah aku mengetahui hubungan mereka aku mulai menjauh dari mereka dengan berbagi alasan aku menghindar dari mereka. Kucoba lihat diriku di cermin dan berbicara “Sheryl aku bahagia kamu jadian dengan Sutris karena Sutris adalah pria yang baik, kamu juga pasti bahagia bersamanya”. Setelah itu aku mulai Move on dan mencoba melupakan semuanya, aku juga sudah berani berbicara dengan Sheryl dan Sutris saat mereka sedang pacaran berkat youtube yang memberiku cara Move on 100% ampuh.
Tidak terasa aku sudah kelas XII begitu juga hubungan Sutris dan Sheryl juga sudah satu tahun. Setelah mereka jadian aku juga menjalin hubungan bersama seorang satu angkatan aku agar dapat melupakan Sheryl namun tidak bertahan lama dan sekarang aku ya jomblo.
Suatu hari keluarga sutris pindah keluar kota sehingga sutris juga ikut pindah. Tapi Hubungan Sutris masih berlanjut dengan Sheryl. Dua minggu sudah aku berkunjung ke tempat kakakku karena kota tempat kakakku adalah kota tempat sutris. Saat aku sedang jalan-jalan aku berpapasan dengan sutris yang sedang bersama seorang, lalu aku mengikutinya sampai dia berhenti. Wanita itu memeluk sutris dan menciumnya, aku memotretnya kalau saja Sutris membohongiku tentang apa yang kulihat. Ternyata benar wanita itu adalah pacar barunya, “terus bagaimana dengan Sheryl?” kataku padanya. ”Aku sudah putus seminggu yang lalu” katanya.
Aku selama libur memang tidak ingin tau apapun, sehingga aku tidak tau apa yang terjadi antara Sutris dan Sheryl. Tak banyak yang kutanya pada Sutris aku langsung pergi pulang bersiap untuk pulang dari tempat kakakku untuk bertemu Sheryl dan mengungkapkan cintaku padanya. Ternyata sekuat apapun aku mencoba melupakannya ternyata aku masih mencintainya dan aku tidak ingin dia menjadi milik orang lain lagi karena keterlambatan diriku untuk mengungkapkan rasa cintaku padanya seperti dulu.
Setelah aku sampai di rumahku aku bergegas ke tempatnya walau hari sedang hujan. Saat dia keluar aku langsung mengatakan apa yang ingin aku sampaikan “Sheryl dari dulu aku sudah menyukaimu… sebelum kau bertemu dengan Sutris… Sheryl aku suka kamu, cinta kamu, sayang kamu… kamu mau tidak jadi pacarku”. Lalu kami sama-sama terdiam, sampai sheryl tersenyum sadari berlari mendatangiku dan memelukku mengatakan “aku juga sayang kamu Aenul Yakin”.
Akhir SMA akupun begitu mengesankan, aku dan Sheryl berpacaran. Akupun lulus sekolah dan melanjutkan kuliah yang mana setelah Sheryl lulus dia juga melanjutkan kuliah disitu. Cinta kami begitu indah walaupun ada sedikit masalah kami tetap masih menjalankan hubungan ini sampai aku lulus kuliah dan bekerja lalu kami menikah.
Cerpen Karangan: Aenul_yakin Blog / Facebook: Aenul Yakin