Usai sebulan sudah Gina bekerja di perusahaan majalah yang tidak terlalu jauh dari jarak rumahnya. Setiap pagi, ia mampir ke kedai roti di depan gang rumahnya, untuk membeli sarapannya. Selama diperjalanan, Gina baru teringat karena lupa membawa proposal yang akan didiskusikan pada rapat hari ini.
Yang mana jaraknya, belum terlampau jauh dari daerah tempat tinggalnya. Ia bergegas untuk kembali ke rumah dan mengambil proposalnya. Lalu, segera menuju halte bus yang akan mengantarnya ke tempat kerja. Selama 20 menit lamanya ia pun sampai di depan kantornya, karena usai mengejar proposal yang lupa dibawanya. Biasanya, jika jalannan tidak terlalu padat dan pergi berangkat pagi, Gina hanya menempuh 10 menit untuk tiba di kantornya.
Waktu tepat pukul 09.00 WIB, Gina yang datang terlambat tiga puluh menit dari jam masuk di kantornya. Segera menuju ruang meeting untuk mengikuti rencana kerja hari ini. Dipagi hari, umumnya rekan-rekan kerja berkumpul untuk mengemukakan pendapat atau ide-idenya dalam pertemuan rapat pagi hari. Agar pekerjaan atau proyek dapat selaras antar seluruh bagian di perusahaan majalah.
Selesai pertemuan rapat, para karyawan mulai bekerja pada tugas dan proyeknya masing-masing. Sedangkan, Gina berada di ruang meeting karena ada janji dengan pelanggannya pada pukul 10:00. Tiba-tiba, pintu ruang rapat dan seorang pria menghampirinya. Lalu, Gina pun mengangkat wajahnya dan melihat bahwa pelanggannya adalah teman makannya selama ini. Sungguh pertemuan yang dianggap keajaiban atau ditakdirkan. Walaupun, mereka telah menjadi teman makan. Satu sama lain tidak saling mengenal nama mereka masing-masing. Mereka pun, hanya bertemu untuk menemani santapan hidangan makan malam.
Awal mereka bertemu dan menjadi teman makan, terjadi pada saat Gina sedang janji bertemu untuk makan malam di restoran bersama kekasihya. Yang saat itu, adalah hari peringatan satu tahun mereka menjalin hubungan. Namun, Gina menunggu selama satu jam, di restoran favoritnya sedangkan kekasihnya juga tidak muncul. Saat itu, dia juga berusaha menghubungi kekasihnya, karena ia khawatir jika diperjalanan terjadi sesuatu yang buruk.
Sedangkan, Danny yang saat itu pula sedang bertemu dengan temannya untuk menyantap hidangan bersama-sama. Melihat, Gina yang sendirian duduk di pojok ruangan pada meja dua kursi yang belum terdapat piring hidangan. Dan sedang terlihat sedih dan murung, akhirnya memesan sebuah hidangan steak yang menjadi hidangan favorit direstoran tersebut.
Kemudian, Gina langsung menyantap hidangan pesanannya sendirian tanpa ditemani oleh seorang pun, karena menahan lapar selama menunggu kekasihnya yang tak kunjung datang. Selesai menghabiskan makanannya di restoran Gina memutuskan untuk pulang ke rumahnya, tanpa menunggu berlama-lama lagi.
Dan keesokan harinya, Gina kembali menghubungi nomor telepon kekasihnya yang tidak datang semalam untuk makan malam. Namun, panggilan yang tetap tidak juga diangkatnya. Gina pun telah merasa kecewa, dan segera menyibukan dirinya dengan membersihkan rumahnya serta melanjutkan aktivitasnya.
Dan, seusai kejadian tersebut. Gina sudah menyerah dan melupakan kekasihnya. Yang ternyata, memutuskan hubungannya dengan mengirimkan sebuah pesan di smartphone-nya. Yang bertuliskan, “AKU SUDAH BERADA DI EROPA, MARI KITA SALING MENJALANI KEHIDUPAN MASING-MASING”. Gina pun memutuskan untuk tidak membalas pesannya, karena telah kecewa dan kaget akan perilaku kekasihnya itu. Dan, memutuskan untuk menjalani kehidupannya sendiri tanpa kekasih yang selalu mengatur dan membebaninya bila ingin pergi kemana pun.
Setelah satu minggu berlalu, Gina bertemu lagi dengan Danny di ruangan meeting kantornya. Dan Danny menyadari pernah melihat Gina sebelumnya di restoran, yang saat itu sedang sendirian dengan pakaian yang mempesona, layaknya pasangan yang sedang menikmati hidangan makan malam berdua.
Tetapi, Danny selesai menyantap hidangan dan pergi membayar tagihan makanan dan saat itu juga melihat Gina yang terlihat sedih sambil berjalan keluar sendirian. Dari sanalah mereka pertama bertemu dan tak terduga akan kembali melihat satu sama lain di ruang meeting perusahaan tempat Gina bekerja.
Cerpen Karangan: Nathania Blog / Facebook: Post / Nathania Burgudy