Kring… kring… Bel waktu pulang sekolah telah berbunyi. Leon berjalan melewati taman sekolah, dan disana terdapat beberapa orang yang sedang asik ngobrol. Leon bersekolah di SMA 2 Tirtanigya dan kini menginjak awal kelas 10.
“Dia itu siapa? kok aku baru lihat dia kumpul sama gengnya sih Rika” gumam Leon. “Hai Leon apa kabar?” tanya Rika. “Baik.” jawab Leon singkat sambil berjalan meninggalkan Rika. “Kok dia cuek banget sih jadi cowok.” ucap Yuna lantang sehingga Leon mendengar perkataannya. Leon memandang wajah Yuna dengan tatapan tajam, dan dia mengatakan “Bukan urusan kamu.” Yuna adalah cewek yang baik dan juga lucu, tapi terkadang perangainya cuek dan dingin.
“Aku jadi penasaran sama cewek yang tadi itu, ehm… namanya siapa ya?” pikir Leon. “Kamu lagi mikirin Yuna ya” sapa Rika dengan genitnya. Rika adalah cewek yang memiliki sikap ingin dekat ke semua laki laki yang ada di sekolah dan sangat bertolak belakang dengan sikap Yuna. “Aku nggak mikirin Yuna kok, udah dulu ya Rika. Soalnya aku harus ke perpustakaan.” ucap Leon dengan nada santai.
Saat Leon ke perpustakaan, dia kebingungan mencari buku geografi. “Mana sih bukunya, kok dari tadi aku nggak ketemu buku geografi yang tentang ketahanan pangan itu.” Leon terus mencari dari rak paling atas sampai paling bawah. “Gimana caraku mengerjakan tugas dari Bu Ani kalau sekarang aja nggak ketemu.” keluh Leon. “Kamu pinjam buku geografi punyaku aja. Karena mungkin di perpustakaan sekolah buku itu nggak ada.” perkataan Yuna begitu lirih. “Makasih ya Yuna.” ucap Leon lirih.
Leon duduk termenung di taman sekolah “Kayanya aku suka sama Yuna deh.” ucapnya. “Pokoknya mulai hari ini aku harus deketin Yuna, dan aku yakin Yuna bisa suka sama aku. Tapi gimana caranya ya?” Leon mulai memikirkan cara mendekati Yuna tanpa mengumbar sikap cueknya.
Esok harinya Yuna duduk berdiam diri di taman “Hai cantik kamu lagi ngapain?” tanya seseorang dari belakang Yuna. Tanpa disuruh dan diperintah Yuna langsung menoleh ke arah suara itu. Dia kaget dengan apa yang dia lihat saat ini, tapi dia mencoba tenang. “Itu kan Leon sih cowok cuek, tapi ternyata manis juga sih kalau dia ngomong kaya gitu ke aku.” ungkap Yuna dalam hati, karena dia takut Leon mendengarnya. Leon dan Yuna berpacu pandang cukup lama. “Aku lagi duduk emang kamu nggak bisa lihat apa? udah deh nggak usah sok romantis kaya gitu, biasanya aja cuek.” Yuna mulai sadar dan menjawab dengan cuek. “Mau ke kantin bareng nggak? aku yang traktir deh.” kata Leon dengan nada manisnya. Yuna langsung berdiri dan berjalan pelan “Maaf aku nggak laper mending kamu ajak temenmu yang lain aja” kata Yuna. Leon mengerutkan dahi dan menatap Yuna dari belakang.
“Dasar cewek aneh. Di kasih sikap romantis nggak mau, emangnya aku salah apa sih?” emosi Leon memuncak sehingga dia marah marah sendiri di taman itu.
“Dasar cowok aneh. Waktu itu kan dia cuek banget sama aku, dan sekarang malah sok-sokan romantis gitu. Maksudnya apa coba? Biar aku naksir sama dia atau dia cuma mau ngerayu beribu wanita, termasuk aku.” pikiran-pikiran Yuna mulai runtuh sesampainya di rumah bahkan dia seperti orang tidak waras, karena dia bertanya dan juga menjawab pertanyaan sendiri tanpa ada orang yang menggubrisnya. “Tapi tenang aja, aku nggak bakal kepancing sama sifatnya yang kini berubah jadi romantis. Aku yakin itu.” dia menyakinkan dirinya.
Saat sampai di sekolah dia berjalan santai untuk masuk ke kelasnya. “Hai Yuna, sini ikut aku dulu.” tangan yuna ditarik, dan berjalan ke arah taman. “Ada apa sih kamu narik aku kaya gitu?” bentak Yuna. “Maaf aku harus narik kamu kaya gitu, soalnya ada sesuatu yang harus aku omongin sama kamu.” “Ngomong apa?” tanya Yuna dengan nada keras. “Aku sebenarnya tau perasaanmu Yun, mending kamu jujur aja sama aku.” “Aku nggak punya perasaan apa apaan, udah deh jangan ganggu aku dulu untuk saat ini” ucap Yuna berjalan ke kelas meninggalkan Rika.
Yuna kini mulai cuek dengan semua keadaan, canda tawanya mulai memudar sejak dia kenal Leon. Saat Leon menghampiri Yuna di kelas, dan Leon membawakan seikat bunga mawar, dan mulai membacakan puisi cintanya. “Aku benci kamu Leon” teriak Yuna memecah keadaan romantis itu. Yuna mulai berlari ke taman. “Aku nggak ngerti dengan sikap Leon yang aneh seperti itu. Kenapa dia bersikap manis sekali padaku, aku takut dia hanya mempermainkan perasaanku.” air mata Yuna membasahi pipinya.
Tanpa disadari ternyata ada Leon yang melihat Yuna menangis, tapi dia tak menghampiri Yuna “Aku akan merubah sikap romantisku dengan sikap asliku yang nggak romantis. Aku akan bersikap santai dan cuek padanya saat ini, karena aku tak mau membuatnya menangis terus.” ucap Leon lirih dan mulai pergi ke perpustakaan.
Di perpustakaan ternyata Leon melihat Yuna melewati pintu masuk perpustakaan, dan Leon langsung menghampiri Yuna “Nih aku balikin buku geografimu.” ujar Leon cuek dan keluar dari perpustakaan. “Itu tadi kan dia, kok cuek gitu.” pikir Yuna. “Kenapa perasaanku jadi aneh gini ya sama Leon. Kenapa sikap cueknya itu buat jatungku berdebar-debar gini.” Yuna mulai merasakan ada perasaan yang tak biasa di hatinya. “Masa iya aku jatuh hati padanya, padahal kan sikap aslinya udah kembali.” gumamnya.
“Leon.” teriak Yuna. “Ada apa?” jawab Leon singkat. “Aku mau minta maaf dengan sikap cuek ku dulu, bahkan aku pernah buat kamu malu gitu.” ungkap Yuna menyesal. “Iya nggak apa apa” “Sebenarnya kamu itu dulu kenapa sih harus bersikap aneh gitu?” tanya Yuna penasaran. “Karena aku cinta sama kamu.” ucapan Leon membuat jantung Yuna seperti berhenti berdetak. “Jadi kamu benar-benar cinta sama aku?” ucap Yuna menyakinkan. “Iya.” ucap Leon. “Aku sebenarnya juga cinta sama kamu, tapi aku sukanya dengan sikap aslimu.” ucap Yuna. “Bukan masalah bagiku.”
Leon dan Yuna pun pacaran, tapi hubungan yang mereka jalin tak ada yang namanya romantis, malah terkesan aneh. Karena hubungan yang saling mengerti dan mengahargai satu sama lain cukup membuat mereka nyaman untuk pacaran, ya walaupun tanpa romantis seperti di film-film gitu.
Cerpen Karangan: Niken Fadilawati Blog / Facebook: Niken Fadilawati Namaku Niken Fadilawati, aku lahir di Blitar tanggal 05 Agustus 2001. Hobiku menulis dan membaca, tapi aku kadang juga suka buat lagu