Besok adalah hari terakhir berada di hutan ini, sebelum kembali aku dan vania berjalan menikmati alam sekitar termasuk danau indah diujung sana “wow, ini bagus banget” ucap vania tertawa bahagia, sebuah perahu menghiasi danau ini, bunga bunga tertanam dengan rapi bak taman kota yang dirawat setiap hari
Pemandangan hijau kini di hadapan kita, aku begitu menikmati udaranya, tiba-tiba terlihat seorang pria yang juga berdiri di tepi danau memandang indahnya danau itu “fa, kok ada cowok ganteng disini?” Tanya vania padaku wajahnya tak asing seperti pernah bertemu
Perlahan vania menghampirinya “mas, ngapain disini?” Tanya vania, pria itu tak menjawab apa-apa kembali ia meluruskan pandangannya “apa lagi putus cinta ya?” Gumam vania melirikku Aku tidak tau “ga papa” pria itu menjawab pertanyan vania, terlihat pria itu berjalan menuju padaku dan vania diacuhkan begitu saja “hay, aku kiki” ucapnya tiba-tiba memperkenalkan diri “yulfa” jawabku bingung dan sedikit mengerikan benar manusia atau bukan?
Dan beruntung terdengar suara ferly yang mendekat, mencengangkan ferly mendekati pria aneh itu “kiki” “ferly, lo ngapain?” “Ada acara sekolah, lo kok manyun sendiri ada apa” “putus cinta gue” jawabnya lesu “pantes kaya orang aneh” gumam vania menunduk
Sampai tenda “kenal ya sama cowok aneh tadi?” “Dia itu temen aku di sekolah lama yank, kenapa sih?” “Aneh ajaa, kaya orang ling lung” mendengar ucapanku ferly tertawa lirih “namanya juga lagi putus cinta wajar lah” “iya, padahal ganteng kok ya diputusin kalau aku yang punya dia ga akan aku lepasin dia, senyumnya manis banget, gayanya juga keren, tapi sayang lagi galau jadi kaya orang bingung, apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama?” Sambar vania yang membuat aku serta ferly tertawa
Keesokan harinya, kita bersiap siap untuk kembali kerumah masing-masing “selamat tinggal danau cintaku” ucap vania lucu membuat aku, ferly serta teman-teman lain tertawa, kami pun meninggalkan tempat, Sampainya di rumah, “makasih ya sayang udah nganterin sampek rumah” ucapku pada ferly “iya yank, aku langsung deh kaya capek banget”
Ya, wajah ferly begitu lelah, matanya sayu nan sipit karena ngantuk “yaudah ga papa, sampe rumah buruan mandi terus istirahat” “iyaa bawel, yaudah by sayang” ucap ferly dan berlalu, “mama, aku pulang” teriakku mencari keberadaan mama papa dan kak eren.
Beberapa hari kemudian hari ini sekolah libur, aku yang terduduk di teras rumah bersama kak eren tiba-tiba handphoneku berdering “yank, jalan yukk BT nih” ya, telepon dari ferly, senang? Pasti dong siapa yang ga suka diajak pacarnya jalan “boleh” jawabku bahagia “kenapa dek?” Tanya kak eren yang melihatku tersenyum-senyum sendiri
“ferly kak, ngajak jalan” “ferly, kamu jadian sama dia” tanya kek eren memandang wajahku dengan raut malu malu “kemaren kak waktu camping” “ciee, pacar baru ni” “kakak, udah ahh” “kakak penasaran kaya apa sih ferly itu sampe buat adik kakak ini tergila-gila” mendengar ucapan kak eren aku hanya tersenyum
Beberapa jam kemudian, terdengar suara mobil berhenti di depan rumahku, ferly ya itu pasti dia, dengan penampilan yang sudah rapi aku keluar rumah menemui ferly “hay” ucap ferly tersenyum manis, senyumnya itu loh yang bikin ga tahan manissss banget bak madu tercampur gula.
Tampak kak eren berjalan membawa nampan berisi dua gelas disana, aku rasa kak eren modus ia hanya ingin tau wajah ferly saja “dek ini minumnya” ucap kak eren menaruh nampan itu tanpa memperhatikan wajahku ataupun ferly, perlahan wajah manis kak eren menoleh pada ferly begitu pun ferly matanya yang juga terus melirik pada kak eren
Entah apa yang mereka pikirkan setelah kini mereka mrlihat jelas wajah masing masing, mereka hanya terdiam dan terus memandang, aku sedikit terganggu dengan pemandangan ini, bagaimana pun kak eren adalah gadis cantik yang banyak memikat para laki-laki “ekhemmm” aku berdehem berharap pandangan mereka putus dengan segera
“Fer, ini kak eren kakak aku” kenalku pada ferly, tangan ferly yang dengan lambat mengulur untuk kak eren begitu pun kak eren, sedikit kata tanya hadir dalam hatiku atau mungkin perasaanku saja, terlihat dengan cepat kak eren berlalu dan tak menunggu lama aku dan ferly juga berlalu pergi
Di perjalanan, pandangan mata ferly tak tentu apa yang sedang ia pikirkan? Apa kak eren? Tapi apa yang harus dipikirkan “ferly kenapa sih dari tadi aku perhatiin ada yang aneh sama kamu” tanyaku memandang ferly “aneh apanya? Aku ga papa kok” jawabnya menghelak, aku tau ada yang sedang ferly pikirkan
Perjalanan pulang, “fer, hari ini kamu lebih banyak diam ya” tanyaku yang terus memakan es cream kesukaanku “ya enggak lah sayang, aku bahagia jalan sama kamu siapa bilang banyak diam?” Sampainya di rumah, ferly terduduk lesu, disana juga ada kak eren yang sedang sibuk dengan laptopnya tapi lirikan mata kak eren tidak bisa dibohongi yang terus melirik ferly
“Bentar ya sayang, ke belakang bentar, kakak temenin ferly bentar ya” “ok dek” aku pun meninggalkan mereka berdua, sengaja aku ingin tau yang sebenarnya aku yakin ada sesuatu dibalik mereka, dan benar perlahan langkah ferly mendekati kak eren
“Masih inget sama aku?” Tanya ferly yang sepertinya sedang memandang kak eren “masih” jawab simple kak eren yang tetap sok sibuk dengan leptop di depannya “aku ga nyangka ya ternyata yulfa itu adik kamu” “aku juga ga nyangka ternyata ferly yang dimaksud yulfa selama ini kamu” “ya, buat apa aku nunggu kamu lagi? Dulu kamu ninggalin aku, kamu bilang mau nikah”
Ucapan ferly mengguncang hatiku, ternyata ferly mantan kak eren, dan aku tau putusnya pun terpaksa, karena pada saat itu kak eren sedang dijodohkan oleh papa, apa masih ada rasa cinta diantara mereka? Segera aku keluar menemui mereka, sontak ferly pun menjauhi kak eren
“Aku capek mau tidur, kalau kalian masih mau ngobrol lanjutin aku ga akan ganggu” ucapku kesel, raut wajah kak eren maupun ferly terlihat bingung “loh kenapa sih dek?” Tanya kak eren mendekati aku “bukannya aku ganggu kalian ya?” “Kok gitu, ada apa sih sayang?” “Udah deh, aku tau kok kalau kamu mantan kak eren” terkejut ferly dan kak eren mendengar ucapanku
Aku berlari keluar rumah, berjalan tanpa tujuan, teriakan ferly terdengar memanggil namaku “fa plis dengerin aku” teriak ferly yang menghentikan langkahku “ya, dia memang mantan aku, tapi aku ga punya perasaan apa-apa lagi sama dia” “ga usah bohong, aku tau kalian putus karena terpaksa, jadi aku yakin rasa cinta itu masih ada”
“Fa aku cinta sama kamu, bukan sama eren” “aku ga mau egois fer, bahagia diatas penderitaan orang lain, aku yakin kak eren masih mengharapkan kamu karena sampai sekarang kak eren belum punya pengganti kamu, balik deh sama kak eren” “itu namanya kamu egois fa, ga mikirin perasaan kamu” “fer, asal kak eren bahagia aku juga bahagia” “terus aku? Apa aku bahagia fa? Kamu ga mikirin aku”
Bantah ferly terus menerus mengelak tak lagi berkata aku berlalu meninggalkan ferly sendiri, di rumah aku melintasi kak eren “yulfa” ucap kak eren menghentikan langkahku “kakak minta maaf kakak ga ada maksud” jelas kak eren mencoba menjelaskan tanpa menunggu lama dan tak perlu penjelasan aku meneruskan langkahku menuju kamar
Keesokan harinya, aku yang sedang membersihkan rumah tiba-tiba terdengar suara motor memasuki halaman rumahku, ferly ya.. Itu dia “yulfa” ucapnya mendekat “kak eren ada ferly” teriakku memanggil kak eren dan tak menghiraukan kedatangan ferly, kak eren pun keluar rumah “kenapa fa?” “Tuh ferly pasti mau ketemu kakak” “ga fa, aku mau ketemu kamu” “aku sibuk”
Jawabku simple dan terus menyelesaikan tugasku “fa ferly dateng buat kamu, jangan kaya gini dong” “kalian masih sama-sama cinta kan? Balikan aja lagi” “yulfa, ferly ini pacar kamu ga mungkin dong” “ya udah ferly kita putus” mendengar ucapanku seketika semua mata terbelalak dan terdiam
Dengan sigap aku berlari meninggalkan mereka berdua, ini bukan keadaan yang aku mau, bukan situasi seperti ini yang aku mau, tapi bagaimana pun kak eren itu kakak aku, ga seharusnya aku egois, karena aku tau kak eren masih punya rasa sama ferly
Beberapa bulan kemudian, aku bahagia karena semua hak milik keluarga balik lagi, termasuk perusahaan dan rumah, kini aku tingga di rumah mewahku lagi, ini yang dinamakan ada hikmah dibalik cobaan, dengan cobaan ini aku lebih bisa menghargai uang tidak menghambur-hamburkan untuk berfoya-foya
Di sekolah, aku kembali turun dari mobil mewah aku berjalan sepanjang lorong menuju kelas, aku tau pandangan mata-mata itu bukan pandangan seperti dulu lagi, kembali para laki-laki itu mencuri perhatianku, tiba-tiba bruukk aku menabrak ferly “maaf” ucapku simple dan berlalu, aku selalu sedih disaat seperti ini, makin sering aku sama ferly makin susah buat lupain dia, selama ini aku berusaha buat jauh dari dia tapi nyatanya kembali aku bertemu dengannya.
“Tunggu fa” ucap ferly menghentikan langkahku “aku ga mau kaya gini terus, ok kalau kamu mau kita putus, ok putus. Tapi aku mohon sikap kamu nyakitin aku, aku mau kamu seperti biasa jangan kaya gini” jelas ferly dari sisi belakangku, aku tak menghadapnya karena sesungguhnya aku tak sanggup menatap wajahnya, rasa cinta ini terlalu dalam begitu susah untuk dilupakan.
Aku meneruskan langkahku aku terus memikirkan ucapan ferly dan fixs kata-kata putus itu keluar dari mulutnya, tapi ya sudah lah demi dia juga kak eren, dan lagi akibat aku tidak fokus kembali aku menabrak seseorang pria berkaca mata yang membawa tumpukan buku “sorry” ucapku seraya membereskan buku-buku yang jatuh berserakan, perlahan pria itu menegakan kepalanya
“Kiki” gumamku memandang wajahnya mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu “hay fa” “aduh, sorry banget ki, aku ga sengaja” “iya ga papa kok, oiya ferly mana?” Tanya kiki membuatku menunduk “fa kenapa?” “Ga papa, yaudah aku duluan” ucapku tak menjawab pertanyaannya dan berlalu
Tiba di kelas aku yang yang terduduk dan menghela nafas, tiba-tiba vania datang mengejutkan “yeyy, cewek no 1 di sekolah udah balik lagi” ucap vania tertawa sontak melihat tingkah vania aku pun tertawa
Jam pulang sekolah, saat aku memasuki mobilku yang sudah standby aku melihat ferly duduk di atas motornya, sumpah!! Dia keren banget dia ganteng banget, aku jadi tambah nyesek kehilangan dia
Sepanjang perjalanan aku memikirkan dia “kenapa sih ini harus terjadi?” Gumam seorang diri “mbak lagi galau ya?” tiba-tiba suara itu terdengar, ya.. Sopir itu, selama ini aku tak pernah memiliki sopir yang ikut campur urusan aku, aku terus memperhatikannya tampaknya sopir baru
“Mas sopir baru ya?” “Bukan mbak, saya anak pak zul, bapak lagi sakit sementara aku gantiin bapak” jelas eno yang membuatku mengangguk “nama saya eno mbak” “ya, aku yulfa” “iya mbak saya tau kok mbak kan cewek no 1 di sekolah” “apaan sih” terlihat senyum manis muncul di bibir eno
Beberapa menit kemudian, setelah aku memperhatikan penampilannya, berkemeja tapi celananya abu-abu “no kamu masih sekolah?” “Yaelah mbak, saya kan satu sekolah sama mbak” “ahh masa sih, kelas berapa?” “3” “loh sama dong, kok aku ga pernah tau” “ya mungkin karena saya kuper kali mbak, kalau saya sih dari dulu kenal sama mbak, dari waktu masih populer-populernya sampai saatnya mbak jatuh dan ga ada yang peduli lagi hingga saat ini reputasi mbak kembali lagi, saya tau semuanya”
“No, kamu merhatiin banget apaa sok tau banget” ucapku membuat eno tertawa, gayanya keren ga cocok jadi sopir, sampainya di rumah, di meja makan terlihat begitu banyak makanan “mama, kok masak banyak banget ada apa sih?” Tanyaku menghampiri mama di dapur “iya sayang, ga ada apa-apa kok nanti malem mama ngundang keluarga ferly kesini” Mendengar jawaban mama aku terkejut “apa mau ngelamar kak eren?” Seketika mama tertawa “cemburu ya?” Ledek mama melirikku, huumm entahlah perasaanku kini kalut, kalau benar nanti malam ferly datang untuk melamar kak eren berakhir sudah rasaku, ga ada harapan lagi untuk bersama ferly
Ferly selalu membayang-bayangiku, sementara bosan di rumah membuat pikiranku selalu tertuju pada ferly aku melangkah keluar rumah, terlihat eno yang tertidur di bangku teras itu “eno, bangun” ucapku membangunkan eno sontak kaget saat eno melihatku “siap mba, mau dianter kemana?” “Ke mall yukk, BT di rumah” ajakku yang lalu berjalan memasuki mobil.
Sampainya di mall, entah apa yang hendak kucari rasanya hanya ingin menghabiskan waktu saja, dan eno yang terus mengikutiku dari belakang bak putri khayangan yang dijaga para dayang “mbak maaf ni, dari tadi cuma muter muter doang, mau cari apa sih?” Tanya eno padaku, ya sedari tadi aku memang hanya berjalan tanpa memilih satu barang pun
“Aku BT no, nanti malem ferly mau ngelamar kak eren, apa perasaan aku harus berakhir begitu saja?” Curhatku pada eno, tak menjawab apa-apa eno hanya diam menunduk, tiba-tiba terdengar suara kiki memanggilku dari sisi kanan “yulfa” langkahku dan eno pun terhenti
“Hay fa, hemm ini siapa?” Tanya kiki menunjuk eno, aku hanya terdiam dan sedikit melirik eno “pacar kamu ya? Aku tau kok kamu udah putus sama ferly” mendengar kata-kata kiki segera aku berkata “ya, ini eno pacar aku” tampak bingung timbul pada wajah eno “ya udah ki, kita duluan ya” ucapku yang lalu menarik tangan eno, terasa dingin dan kaku saat aku menggenggam tangannya
Cerpen Karangan: Titin Enggi Febriana Blog / Facebook: Egif Fanha