Sampai di sebuah restoran, ya.. karena lapar aku segera melahap makanan yang telah disediakan, ditengah aku asyik makan tiba-tiba ferly menggenggam tanganku dan menghentikan gerakanku, “fa, jujur aku masih cinta sama kamu, bahkan tambah cinta sama kamu, aku ga mau bohong sama diri aku sendiri”
Terdiam aku dibuatnya, bingung harus menjawab apa, jujur aku bahagia dengan hal ini karena selama ini aku masih mengharap ferly kembali, mungkin ini jawaban takdir “fa, aku mau kita balikan, karena aku ga bisa jauh sama kamu fa” ucap ferly memandang mataku, tak menunggu lama karena memang saat ini yang aku tunggu “sama, aku juga ga bisa jauh dari kamu” jawabku menunduk, tampak sumringah dari wajah ferly
Ya.. Senyum manisnya kembali aku saksikan, aku sangat bahagia dengan keadaan ini berharap waktu dapat terhenti sejenak agar aku dapat menatap wajahnya lebih lama, kini aku lega ferly dapat aku miliki kembali. Kabar baik untuk hatiku, yang pasti akan sangat menerimanya.
Kini ferly mengantarku ke kantor kembali “yaudah selamat bekerja sayang aku duluan” ucap ferly tersenyum manis, ya Tuhan aku ga tahan sama senyumnya hingga aku tak dapat berkata-kata lagi. Dengan cepat aku menghampiri vania “kamu harus dengar kabar baik aku van” “apaan sih fa? Bahagia banget” “aku balikan sama ferly” ucapku dengan bahagia dan aku rasa vania pun menyambutnya dengan bahagia, ya karena vania adalah sahabat yang sangat baik.
“Ya udah lanjutin yuk kerjanya” ajakku memasuki ruangan, beberapa jam kemudian jam pulang tiba, terlihat mobil ferly terparkir di depan. Aku pun menghampirinya dengan kerennya ferly membuka kaca dan berkata “cantik pulang yukk” ohh hatiku meleleh, kembali gombalan ferly dapat aku rasakan
Belum aku memasuki mobil ferly tiba-tiba terlihat mobilku memasuki halaman kantor, mungkin itu eno menjemputku, terdiam ferly memandangnya, saat eno menampakan wajahnya seketika raut wajah ferly berubah ya mungkin ia mengira kalau aku masih ada hubungan dengannya “fa udah pulang? Ferly” ucap eno melirik ferly
Ferly memandangku berharap aku menjelaskan semua padanya “iya dia eno” “jadi kamu masih sama dia, terus apa maksud kamu fa?” Ucap ferly yang sedikit marah, eno pun memandangnya bingung “dia suami kak eren fer” mendengar kata-kataku ferly tampak terkejut “iya, aku suami eren” sambar eno mendekat
“Jadi..” “Iya fer, kemarin mereka menikah, kejadiannya memang mendadak” jelasku menjauh dari ferly “no, aku pulang sama ferly ya” “oh iya, hati-hati ya” eno pun berlalu, aku rasa ferly masih bingung dengan keadaan ini “fer itu cuma masa lalu” “gimana pun dia mantan kamu fa, rasa cinta itu pasti masih ada” “ga sama sekali fer, aku mohon percaya sama aku” ucapku memandangnya dari belakang, perlahan wajah ferly menoleh padaku sedikit senyum terlihat di bibirnya “aku percaya sama kamu” ucapnya tersenyum melepas kaca mata ku “ahh, ferly balikin” ucapku membuatnya tertawa bahagia “ya udah pulang yuk” ajak ferly membukakan pintu untukku
Sampai di rumah, kak eren mama papa dan eno sedang membersihkan halaman taman seketika geraknya terhenti setelah mobil ferly memasuki garasi rumah, aku dan ferly pun menghampiri mereka disana “sore ma pa” ucapku mencium tangan mama dan papa “yulfa kamu..” Ucap kak eren melirik ferly, tersenyum aku mendengarnya
“Yeyy, selamat ya cepet nyusul” ucap kak eren membuatku serta ferly tersenyum malu. Terlihat senyum terlontar dari bibir mama juga eno, tapi tidak dengan papa, ada apa dengan papa? “Papa ga setuju” ucap papa mengejutkan jagat raya “loh pa..” Gumamku bingung dengan keputusan papa “papa udah terlanjur jodohin kamu sama anak temen papa, dan akhir bulan ini dia mau ngelamar kamu” jelas papa begitu mengejukan, tidak biasanya papa mengambil keputusan sepihak “aku ga mau pa jangan paksa aku” “keputusan papa udah bulat ga bisa diganggu gugat” jawab papa dan berlalu “ma papa kenapa sih ma?” “Mama ga tau fa, papa juga ga pernah cerita soal ini” “ga biasanya papa begini” gumamku menjauh
“Fer, apa dengan ini kamu bakal nyerah” “aku bakal berusaha untuk kita fa, semoga keputusan om hutama bisa dirubah” jawab ferly dengan gigih aku tersenyum dengan pernyataannya “nak ferly, jangan menyerah ya, tante yakin pasti pintu hati om bisa terbuka buat hubungan kalian” ucap mama memberi semangat ferly “makasih tante, pasti aku akan berusaha, yaudah aku pamit dulu ya fa” “iya hati-hati sayang” bibir ferly tersenyum manis menanggapi ucapanku.
Keesokan harinya, di kantor aku menceritakan semuanya pada vania, aku yakin vania merasakan apa yang aku rasa “yang sabar ya fa, mungkin memang ferly cinta sejati kamu makanya allah selalu ngasih ujian buat hubungan kalian” tuturnya menasehatiku. Huufft aku menghembuskan nafas pilu, kerjaan pun masih banyak yang aku abaikan lantaran aku tak fokus bekerja
Hari telah malam, aku yang sedang sendiri di balkon kamarku, tiba-tiba melihat sebuah mobil memasuki halaman rumahku, aku pikir itu tamu papa aku pun mengabaikannya. Tak lama kemudian mama memanggilku “sayang, dipanggil papa tuh” “kenapa ma?” mama hanya tersenyum kecil dan mengangkat alisnya
Aku pun berjalan menemui papa di ruang tamu, tampak ada 2 pria disana, aku tak tau dia siapa “iya pa” ucapku tanpa melihat kedua pria itu “yulfa ini om amir, dan anaknya yang mau ngelamar kamu” mendengar ucapan papa perlahan aku menolehkan wajah pada laki laki itu Dan mengejutkan wajahnya sangat familiar bukan orang asing bagiku
“Kiki” gumamku memandangnya, ya.. Ternyata kiki yang papa jodohkan untuk aku, ahh kenapa harus kiki bukankah selama ini aku menghindari nya? “Kalian udah kenal” tanya papa setelah mendengarku mengucapkan namanya, “udah pa” “bagus dong kalau gitu, yaudah kalian ngobrol ngobrol gih” “maaf pa, aku capek banget mau istirahat dulu permisi” ucapku berlalu menuju kamar, ya.. Itu alasanku untuk menjauhi kiki
“Aku ga habis pikir, ada apa sama papa sebenarnya?” gumamku seorang diri, hatiku begitu gelisah mendadak aku teringat akan ferly, apa benar dia ingin memperjuangkan aku? Tapi aku tau sifat papa keputusannya tidak pernah bisa diganggu gugat, aku khawatir dengan keadaan ini, aku harus berbuat apa Tuhan?
Sepanjang malam aku terpikir akan hal itu bagaimana kalau papa benar menjodohkanku dengan kiki, oh my god apa aku harus kehilangan ferly untuk kedua kalinya? Aku tak nyenyak memejamkan mataku hingga tak disadari terdengar suara ayam berkokok dan pagi pun tiba aku harus kembali beraktifitas
Di kantor, masih cukup pagi aku menaruh kepalaku di atas meja, Rasanya mataku tak dapat terbuka, ya.. Ngantuk karena semalaman aku tidak tidur, begitu nikmat saat ini aku dapat memejamkan mataku dengan tenang, dan tak kusadari vania memasuki ruanganku dan membanggunkan dari mimpi “fa kamu tidur?” tanya vania memandang mataku yang memerah
“Aku ngantuk banget fan, semalaman aku ga bisa tidur” “kok gitu kenapa” “aku bingung van, disaat sekarang aku bahagia karena balikan sama ferly papa malah jodohon aku sama orang lain, dan kamu tau dengan siapa papa jodohin aku..?” jelasku melontarkan tanya ya vania menjawabnya hanya dengan gelengan kepala “sama kiki” tambahku membuatnya terkejut, dan entah kenapa wajahnya tampak begitu marah dan sedih tanpa kata ia meninggalkanku setelah berkata “ada ferly diluar”
Tak lama kemudian, ferly memasuki ruanganku “hay cantik” sapa ferly yang sedikit gombal menurutku tapi ga bisa dipungkiri gombalan yang keluar dari mulutnya selalu buat aku klepek klepek, setelah cukup lama aku dan ferly berbincang perlahan aku menjelaskan tentang perjodohan itu “dan laki laki itu adalah kiki fer” terkejut ferly mendengar nama itu
Tiba jam pulang kantor, saat aku dan ferly melangkah kaki keluar kantor tiba-tiba sebuah mobil terhenti tepat di hadapanku perlahan kaca mobil pun terbuka “fa pulang yukk” ucapnya padaku, ya.. Dia kiki “aku sama ferly ya kamu duluan aja” “ini perintah papa” ucapnya dengan wajah datar, ucapan itu sedikit memaksaku, aku tidak menyukai keadaan ini
“Aku ga mau” “fa” mendengar ucapan kiki yang memaksa, ferly tampak geram “kalau ga mau jangan dipaksa dong” ucap ferly menatap wajah kiki “weey santai dong bro jangan emosi, dia tanggung jawab gue” jawab kiki ketus “bro gue mohon jangan paksa yulfa untuk hal itu, gue ga mau liat dia ga bahagia” “dan lo pikir gue bakal nyakitin dia, enggak bro gue cinta sama dia”
“Gue mohon ki, kita sahabat dari dulu, gue ga mau persahabatan kita bubar karena hal ini” “oh.. Sorry bro, sahabat memang sahabat tapi cinta harus diperjuangin, yulfa mau ikut pulang aku apa dimarah papa?” tanya kiki menoleh padaku dan mengabaikan ferly
Aku bingung harus bagaimana, aku memalingkan wajahku pada ferly terlihat ia mengangguk yang artinya mengizinkanku untuk pulang bersama kiki, baikalah kali ini aku ikuti kemauan kiki, tak menunggu lama mobil pun berjalan, aku sedih melihat ferly seorang diri disana.
Hari ini tanggal 30 artinya ini akhir bulan dan kiki akan datang melamarku hari ini, aku rasa semua perjuangan ferly selama ini sia sia, memohon pada papa sudah ferly lakukan bahkan ia rela kehujanan di tengah malam hanya untuk mendapat restu papa tapi itu semua ga ada gunanya, toh nyatanya hari ini tetap terjadi
Puncak acara, aku benar tak dapat berbuat apa-apa, pasrah itu kata satu satunya yang dapat aku ucap, terlihat ferly berdiri di ujung sana pemandangan itu menambah kesedihan di hatiku, tidak disangka kehilangan ferly untuk kedua kalinya, saat ini tiba saat pemasangan cincin
Mengejutkan tiba-tiba papa memanggil ferly untuk mendekat, ada apa ini? Perlahan ferly melangkahkan kakinya dan menunduk setelah berada di samping papa “pegang ini” ucap papa setelah memberikan sebuah cincin yang ia ambil dari tangan kiki, tampak bingung dari wajah ferly, begitu juga aku yang tidak mengerti situasi ini
“Ini apa om?” tanya ferly dengan suara paraunya “om salut sama perjungan kamu fer, om restui hubungan kalian, dan kamu bisa lamar yulfa sekarang juga” ucap papa, are you serius pa? kata-kata itu menggetarkan hatiku, bahagia ya sangat bahagia, inilah takdir yang aku mau, tak menunggu lama ferly segera memasangkan cincin itu di jari manisku.
“Pa jelasin ini maksudnya apa?” tanyaku pada papa, aneh tak nampak raut bingung dari wajah mama kak eren eno vania bahkan kiki sekalipun, perlahan papa menjelaskan semua kalau ternyata ini permainan papa untuk melihat perjuangan ferly, oh my god ini hadiah teristimewa yang pernah ada
Tapi siapa kiki? Dari mana papa mengenalnya dan kenapa ia mau melakukan ini “jadi kiki ini sepupu kamu fa” jelas papa “dan kiki juga dah tunangan sama vania” tambah mama yang seketika membuat mataku terbelalak, ternyata ini telah diketahui semua pihak kecuali aku dan ferly, ahh bodo amat dengan keadaan yang membingungkan ini, intinya sekarang aku bahagia bersama ferly, dan tidak akan kehilangan ferly untuk kedua kalinya.
-END-
Cerpen Karangan: Titin Enggi Febriana Blog / Facebook: Egif Fanha