"MATI GUA!!" teriak Henny melihat gedung yang super tinggi di sana-sini. Tidak seorangpun orang yang dia kenali. Ia kehilangan jejak temannya di Negara Ginseng itu.
Mesti jalan ke mana nih gua? Ke sana atau ke sana? Batinnya terus merasa kebingungan karena ia buta arah.
Henny terdiam di persimpangan Kota Seoul. Banyak sekali orang berjalan kaki di sana, membuat kepalanya terasa pusing. Untungnya dia bisa membaca huruf Han-gul. Tetapi ia tak bisa berbahasa Korea.
"Riiitaaaaa!!" teriaknya di depan persimpangan itu. Semua orang yang meliriknya seperti berpura-pura tidak perduli. Ya, Henny bisa merasakan perbedaan kultur budaya untuk sesama orang Korea dan pendatang itu sangat berbeda di sana.
Rita telah menjelaskan padanya, bahwa ia harus bisa berbicara Bahasa Korea jika ingin dihargai oleh Orang Korea. Tiba-tiba semua orang berlarian menuju sebuah mini bus. Mereka menabrak pundak Henny kiri dan kanan hingga ia terjatuh.
"Sialan!!" teriaknya kesal. Tak seorangpun memperdulikan keberadaan gadis itu.
Eh, benar juga. Kan ini Korea, mana ngerti dia kalo gua ngomong kasar di sini, haha!
Ya, maaf ya semuanya. Henny memang tidak memiliki akhlak yang baik.
"Sialaaaan!!" teriaknya meluapkan emosi karena tak seorangpun yang berniat membantunya di sini. Henny yang terduduk di jalanan itu hanya bisa tertunduk lemas karena lelah berteriak.
"Indonesia?" tanya seorang pria tinggi di iringi banyak orang yang mengerumuni ia dan teman-temannya.
"Ah?" Henny melongok, mendongak menatapnya.
"Indonesia?" tanyanya lagi, berjongkok di hadapan Henny dengan logat bahasa asing yang mencoba mengucap Bahasa Indonesia.
"Ah? Lu orang Indo?" tanya Henny yang langsung berdiri. Pria itu ikut berdiri di hadapannya.
"Indonesia? Seblak?" Pria itu malah balik bertanya. Ia adalah RM, personil BTS. Salah satu Boy Band Korea yang terkenal di seluruh mancanegara. Sayangnya, Henny bukanlah seorang pecinta Boy Band Korea jaman sekarang.
Kedatangan Henny ke negara itu pun hanya untuk melakukan liburan musim panas. Karena Rita lah yang mengajak dan membayarinya untuk mendatangi negara itu dengan alasan negara Korea cukup terkenal dan tersohor, dengan wisata Pulau Jeju yang juga sudah Rita idam-idamkan sedari dulu.
Di mana letak Pulau Jeju? Jangan tanyakan hal itu pada Henny. Ia benar-benar buta arah. Tersesat di hari pertama ia menginjakkan kaki di negara tersebut.
Segera Henny memeluk pria tinggi itu seakan ia selamat dari ketenggelaman di laut lepas. Ia menemukan seorang nelayan yang bisa membawanya pulang dengan sampan yang nelayan itu bawa
Semua orang menjerit penuh keterkejutan saat Henny memeluk RM. Ketua Boy Band itu telah terkontaminasi oleh bakteri menjijikan dan virus yang ada di tubuh menjijikan seorang Henny.
Kembali tingkah Henny itu membuat semua orang yang ada di sana menganggap bahwa Henny adalah orang yang tak tahu malu.
"Lu bisa bahasa Indo? Bawa gua balik ke hotel! Gua mohon banget ini, Bang! Gua ke sini bareng teman gua, tapi gua nyasar!" jerit Henny tak melepaskan pelukannya. Para petugas keamanan mulai menarik Henny menjauh. Namun, ia tetap memeluk RM lebih erat.
"Gaaaa! Gua mau balik!! Lepasin gua!! Ga lepasin gua, gua pukul ye lu!! Lepasiiiin!!" teriak Henny mempererat pelukannya.
Tiba-tiba RM mengucap satu kalimat berbahasa korea dan petugas itu melepaskan Henny.
"Kamu rumah di mana?" tanya RM melepas pelukan Henny perlahan.
"Ke hotel! Hotel tempat teman gua nginep!" tegas Henny.
"Hotel? Hotel nama apa?" tanya RM lagi. Kembali Henny terdiam. Pasalnya ia tak mengingat apapun yang ada di sini. Ponselnya mati dan dia tak bisa menghubungi siapapun. Henny menepuk jidatnya dengan kuat.
"Tunjukin gua semua nama hotel yang ada di sini!" ucap Henny. Namun, RM tak mengerti apa yang Henny katakan. Ia hanya bisa berbahasa Indonesia keseharian saja. Ditambah lagi, bahasa yang Henny gunakan adalah bahasa yang tidak sesuai KBBI dan bukanlah bahasa baku.
Menyadari terjadinya pelesetan komunikasi, Henny segera mencoba berbahasa Inggris.
"You ... You. 'nunjukin' apa bahasa inggrisnya?! You give me foto all of hotel in korea!" tegas Henny. Dia sedang mencoba lebih keras untuk berbahasa Inggris meski dia tak menguasai Grammar bahkan tatanan bahasa Inggris yang baik dan benar. Ia hanya mencoba menggabungkan kata-kata yang ia tahu.
"Photo all of hotel? In Korea? Are you kidding? Korea has very many of hotels!" tegas RM.
"Ngomong apa sih lu? Kasih gua fotonya aja. Biar gua bisa tahu yang mana satu hotel tempat temen gua nginep!" bantah Henny yang tak mengerti akan omongan RM.
"Kamu akan sulit. Because, Korea will be very difficult for travelers like you," jelas RM lagi. Ya, RM benar. Pelancong akan sangat kesulitan jika ia kehilangan arah di Korea.
"Gua bakal kesulitan? Nyumpahin gua, lu?! Gua ga bisa ngomong bahasa Inggris. Gua juga ga bisa bahasa Korea. Gua cuma bisa ngomong nyablak kayak gini. Jadi gimana dong ini?!" jerit Henny. Tiba-tiba salah satu teman RM membisikkan sesuatu ke telinga ketuanya itu.
"You can come with us for a while and I can take you back to your home country. But it won't be easy." Lagi-lagi Henny menepuk jidatnya karena ia tak mengerti apa yang RM katakan.
"Lu punya HP ga?" tanya Henny menadahkan tangannya.
"Ah, HP?" tanya RM yang tak mengerti.
"Handphone, ponsel, smartphone, telepon, bodo amat apa aja yang penting bisa dipake buat google translate!" bentak Henny.
"Handphone? Yes aku punya," jawab RM mengeluarkan ponselnya. Segera Henny merampas ponsel RM dan membuat orang-orang terheran.
Henny membuka google translate dan menyuruh RM berbicara.
"Coba ngomong!" perintah Henny.
"Me?" tunjuk RM pada dirinya sendiri.
Translate : Saya?
Suara google translate itu terdengar dari ponsel RM.
"Nahhh! Pinter kan gua. Sekarang lu ngomong!" perintah Henny.
"I can take you back to Indonesia. But you have to come with us for sometimes. Because next week we will have a concert in there," jelas RM
Translate :
Aku bisa mengantarmu kembali ke Indonesia. Tapi Anda harus ikut dengan kami untuk beberapa waktu. Karena minggu depan kami akan konser di sana.
"Yahaha, bodoh! Kuy lah. Yang penting gua balik!" jerit Henny sambil tertawa.
RM BTS tidak semanis dan sebaik itu. Penyiksaan dimulai!
***
"Bawa ini!" perintah RM menyandangkan tasnya di pundak Henny, diikuti oleh teman-temannya.
Tumpuk!
Tumpuk!
Tumpuk lagi dan tumpuk lagi. 7 tas bertumpuk di pelukan Henny.
"Sialan!! Kenapa ga beli gerobak sekalian?!" teriak Henny.
"Geurobak?" tanya RM yang memutar tubuhnya melihat Henny berjalan sambil terbirit-birit di depan pintu rumah karantinanya.
"Ya, serah lu. Geurobak, gurobok, kerupuk, serah lu!" bentak Henny sambil berusaha berjalan.
"Do not argue with all my orders, or we will leave you in the middle of the city!" ancam RM.
"Yes of chord! Serah lu ngomong apaan. Sok inggris banget lu!" gerutu Henny. Teman-teman RM tertawa karena kesalahan berbahasa inggris yang disampaikan oleh Henny.
"Chord? Guitar?" tanya salah satu temannya sambil tertawa.
"Nenek lu suruh main gitar!" bentak Henny menghempas semua tas itu di atas sofa panjang.
"Eeettth!" teriak RM menghentikan gerakan Henny.
"What?! What again?!" balas Henny.
"Nothing, why are you always angry and grumbling?" tanya RM.
"Kambing?" tanya Henny heran, ia hanya menangkap kata 'grumbling' malah terdengar seperti 'kambing'.
"No! Kambing is goat. Grumbling!" RM memperlambat pengucapannya agar Henny mengerti.
"Hp!" Henny menadahkan tangannya lagi. RM terkekeh melihat tingkah Henny yang selalu mengandalkan Google Translate untuk berkomunikasi. Ia memberikan ponselnya kepada Henny dan seperti biasa, Henny menyalakan google translate.
"Ngomong!" perintah Henny mendekatkan ponsel RM ke arah mulut pemiliknya.
"Grumbling," ucap RM pelan.
Translate : menggerutu!
"Oooh, ngoceh? Maksud lu, gua ngomel terus gitu?" tanya Henny.
"What?" RM tak mengerti.
"Ngoceh is like a nyinyinyinyinyinyi!" ucap Henny membuat RM kembali terkekeh.
"I'm serius. You don't ngakak-ngakak, Kalo me lagi talking-talking! Ngomong apa sih gua, sialan!" Kembali RM terbahak mendengar bahasa Inggris yang digunakan oleh Henny.
"Don't ngakak!" perintah Henny menunjuk wajah RM sedekat-dekatnya. "'Ngakak' bahasa Inggrisnya apa sih?!" geurutu Henny membuka google translate dan menyalakan mikrofon ponsel RM.
"Ngakak!" tegas Henny mendekatkan mulutnya ke ponsel RM hingga air liurnya membasah bak air dari selang pemadam kebakaran ke layar ponsel tersebut. Segera RM seolah ingin muntah melihat tingkah gadis yang satu ini.
Tanpa rasa bersalah, Henny mengelap layar ponsel yang sudah terdapat begitu banyak bulir-bulir air liur itu pada kemeja yang RM kenakan.
"Eeww!" jerit RM menjauhkan bagian bajunya yang telah terkontaminasi oleh air liur Henny.
***
Hari pertama, Henny di perintahkan RM untuk memasak.
"Gimana gua mau masak? Bumbu aja kaga lengkap di sini! Beli bawang merah sono!" bantah Henny di hadapan semua persediaan makanan yang ada di rumah karantina tersebut.
"Can you speaking Han-gul?!" tanya RM kesal yang kesulitan menerima maksud dari semua argumen Henny.
"Han-gul? Gua ngomong korea?" tanya Henny yang masih terperangah mendengar pertanyaan RM. Yang ditanya pun malah mengangguk tak mengerti.
"Ne, anyonghazeyo," ucap Henny membungkuk. Setidaknya kata-kata semacam itu tidak asing untuk orang Indonesia.
"Anyeonghaseyo!" tegas RM membenarkan kalimat Henny.
"Anyong! Hazeyo," ucap Henny menekan intonasi kalimatnya pada bagian 'Anyong'. RM menggeleng, pertanda bahwa Henny salah mengucapkannya.
"Not 'Anyong'. But, 'Anyeong'." RM menunjukkan perbedaan antara 'o' dan 'eo' pada bibirnya.
"Anyongggg! Hazeyo," ucap Henny menarik full gas nada bicaranya.
"You can say it slowly. Anyeonghaseyo," ucap RM.
"Anny—ny—nyoonnnggg! Hazeyo!" teriak Henny yang berusaha menyucapkannya. "Susah! Bibir gua ga bisa monyong kayak elu!" bentaknya penuh kesal.
"It's a simple word," ucap RM.
"Simple word? You say it 'simple word'? Simple for you, for me is rumit word. Mikroskop Word. Eh, Microsoft world. Bodo amat!! SERAH GUA MAU NGOMONG APAAN!!" Lagi-lagi Henny kesal karena ia kesulitan berkomunikasi.
"Unique Girl," gumam RM sambil terkekeh.
"Gua tuh ga unik, gua kelainan." Henny menghempas kotak yang berisikan makanan khas korea bernama Kimchi.
"Give me kimchi!" perintah RM menjulurkan piring ke arah Henny.
"Kimchi?" tanya Henny tak mengerti. RM mengangguk. Mata Henny mulai menjelajah ke segala sudut meja. Pasalnya ia tak kenal dengan benda atau makanan atau apapun yang bernama Kimchi itu.
"Yang mana pula yang namanya Kimchi," gerutu Henny mengacak-acak bahan makanan yang sudah memenuhi meja.
"Kimchi," ucap RM lagi.
"Ini kali ya?" Henny menjulurkan sumpit. RM menatapnya penuh tandatanya. Pasalnya Kimchi adalah makanan yang sudah mendunia. Seluruh dunia tahu bahwa Kimchi adalah makanan khas Korea yang terdiri dari hasil fermentasi sayuran.
Tanpa kata RM mengambil kotak yang berada di hadapan Henny dan membukanya. Di dalamnya terdapat begitu banyak Kimchi.
"Kimchi!" tegas RM menunjuknya agar Henny tahu bahwa itulah Kimchi.
"Oooh! Gua kira sumpit," ucap Henny menggaruk jidatnya dengan sumpit yang ia pegang.
***
Hari keempat, Henny ditantang RM untuk tidak menggunakan google translate dalam berkomunikasi. Jika ia tidak memenuhi tantangan tersebut, konsekuensinya adalah Henny akan di buang ke tengah kota. Tentu saja, Henny akan menerima tantangan tersebut. Siapa yang mau hilang dua kali?
"Say 'Anyeonghaseyo' every meet me!" perintah RM.
"Ne, Anyonghazeyo!" bentak Henny, tak ikhlas menjalani tantangan.
"Not! You have to smile and say 'Anyeonghaseyo RM Oppa'," ucap RM tersenyum memperagakannya.
"Anyonghazeyo RM opa!" ucap Henny tersenyum sekilas dan kembali cemberut.
"Okay, we add to this challenge with 'have to smile every time you see me' how?" RM berniat untuk menambah tantangan itu dengan wajib tersenyum setiap Henny bertemu RM.
"Ditambah?!" jerit Henny yang segera menyadari maksud dari kalimat tersebut.
"Buang aja dah gua ke tengah Seoul! Nyusahin amat!" bentak Henny penuh keaal.
"Just a challenge. Just for fun," bantah RM sambil tersenyum.
"Fun? Nenek lu suruh main di Dufan! Gua cuma mau balik ke Indo," gerutu Henny.
"Why don't you just stay here?" tanya RM.
"Ya, of chord. Ga ngerti gua, lu mau ngomong apaan. Terserah!" ucap Henny pasrah.
***
Henny tak diperbolehkan keluar dari rumah karantina hingga semua personil BTS kembali ke sana. RM, sang ketua membuka pintu rumah karantina tersebut. Henny berdiri di sana menunggu mereka kembali karena ia merasa bosan.
RM terperanjat karena terkejut akan ekspresi Henny yang tertunduk dengan rambut panjangnya di depan pintu.
"What are you doing?!" bentak RM.
"I'm boring! Jinca jinca boring!" tegas Henny menunjukkan bahwa ia benar-benar merasa bosan.
"Geuddae?" tanya RM berbahasa Korea.
"Gede?" Henny merasa heran dengan kalimat itu. Henny menoleh ke dirinya sendiri. Mencari apa yang RM maksud 'gede'. Hingga sampai pada saat mata Henny terhenti di dadanya.
"Sialan!!" teriak Henny menutupi tubuhnya. Tidak, bukan itu maksud RM. Yang ia tanyakan adalah kelanjutan dari perasaan Henny.
Geuddae dengan penulisan Han-gul '그때' berarti 'Lalu' atau 'Kemudian'.
"No no no! Gueddae like a 'So', or in Indonesian like a 'Lalu kamu apa'. Ya, maybe like that," jelas RM.
"What's wrong with 'Gueddae'?" tanya Salah satu teman RM. Ia menjelaskannya dengan berbahasa korea bahwa ada kata yang mirip seperti itu di Indonesia yang memiliki arti 'besar'.
Seketika tawa mereka pecah. Pantas saja Henny menutupi tubuhnya.
***
Hari penghujungnya pun tiba. Henny dan grup BTS melunjur ke Indonesia. Sesampainya di Bandara, ada ribuan orang yang memadati pintu keluar. Ya, mereka adalah fans BTS.
"RM!"
"Jin!"
Mereka terus berteriak memanggil nama member BTS hingga Bandara menjadi ricuh.
"Waaaahhh!! Gua pulaaaanggg!! Di Korea ga enak! Gua ga bisa makan seblak!!" teriak Henny di belakang RM dengan begitu bersemangat.
***
Tepat di malam itu, BTS mengadakan konser. Henny sedang tertidur pulas di rumahnya. Tiba-tiba RM melakukan Panggilan Video pada Henny. Henny langsung menjawabnya dan mengarahkannya pada wajah yang sedang mengantuk.
Sambil mengucek matanya, Henny mengecilkan volume ponselnya yang terdengar sanngat berisik.
"Why?" tanya Henny dengan suara yang masih serak.
"We're doing a concert. Can you come over here?" tanya RM. Rupanya layar ponsel RM disambungkan ke layar konser di atas panggung mereka. Seluruh orang Indonesia menyaksikan wajah bodoh seorang Henny yang melakukan panggilan video pada RM, ketua BTS.
"Males gua. I'm lazy and tired. I wanna going to sleep and hoping, semoga cukup sekali aja gua ketemu sama orang kayak lu!" bentak Henny. Seketika semua fans BTS yang sedang hadir dalam acara konser tersebut meneriaki Henny.
"Apa kalian mengerti?" tanya RM pada fansnya. Ya, dia memang tak tahu apa maksud dari kalimat Henny selain ia mengatakan bahwa ia malas, lelah dan ingin tidur.
Henny memutus panggilan tersebut dan melanjutkan tidurnya. BTS pun melanjutkan konsernya.
***
Siang hari itu, Henny belum juga bangun dari tidurnya. Rumah sederhana yang ia diami bersama keluarganya itu, secara tiba-tiba memutar musik BTS - Boy With Luv. Henny berusaha sekuat tenaga menutupi telinganya. Mulai dari menutup kepalanya dengan bantal, tangan, guling. Namun, sama saja. Suara mereka tetap terdengar.
Henny berlari mengambil headset dan menyalakan ponselnya. Malah terdapat iklan toko online yang memampangkan wajah member BTS termasuk RM di sana.
"Aaaaarrrggghhh!!" teriak Henny yang selalu dihantui bayang-bayang RM BTS.
[END]
***
Aku ga sebar-bar Henny. Kalo ada BTS, ya minta foto dong. Tapi kayaknya mimpi doang sih itu 🤣 halu tross boss!
Kalo minta foto susah. Aku minta 'Love' aja deh di pojok kanan >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>