"Bagaimana perasaanmu ketika seseorang yang kamu kagumi begitu lama, akhirnya melihat mu??"
_____________________________________
Namaku Ishika Agatha, aku lahir dikeluarga yang sederhana, tidak kaya tapi tidak miskin juga hahaha,,
yah!!!.. begitulah, aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara, dan aku hidup bahagia dengan mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuaku.
Hari ini adalah hari dimana aku baru saja lulus dari SMA Kertajaya, salah satu sekolah yang ada di kota S dan minggu depan aku akan memulai petualanganku untuk mendaftar di Universitas yang aku inginkan.
Tiket pesawat ku telah siap aku akan berangkat ke provinsi X untuk mendaftar di universitas tujuanku, aku berangkat sendiri tanpa ditemani siapapun, kufikir aku telah dewasa jadi mengurus semuanya sendiri ku rasa aku bisa menanganinya, orang tua ku melepasku dengan doa dan harapan agar aku selalu sehat dan urusanku juga berjalan lancar.
Dan disinilah aku, tiba di kota X adalah hal yang baru bagiku karena ini pertama kalinya aku datang ke Provinsi ini, jadi semua masih terasang asing bagi ku berbeda dengan kota tempat kampung halamanku disini sangat padat dan ramai. Aku segera menghubungi salah satu keluargaku yang tinggal dikota ini.
Mengurus untuk kuliah semua nya sendiri bukanlah hal yang mudah banyak cobaan dan rintangan yang aku hadapi tapi akhirnya perjuanganku pun mendapat hasil, aku lulus masuk dan terdaftar sebagai salah satu Mahasiswa Jurusan Busana, Fakultas Teknik di Universitas Surya di kota X, aku sangat senang dan segera memberitahu kedua orangtuaku dan mereka pun bersyukur atas keberhasilanku.
Waktu berlalu begitu cepat sekarang aku telah memasuki semester 4, sekarang sekitar tahun 2015 sungguh cepat rasanya seperti baru kemarin aku menjalani masa ospek dan pengenalan kampus,, yah.. Juga beberapa kejadian dikerjain senior.
Aku mengagumi salah satu senior yang berada di Fakultas yang sama denganku, dia berada di Jurusan Otomotif..
Yah.! Jurusnku adalah Jurusan Busana tetapi masuk dalam Fakultas Teknik yang pada umumnya mayoritas laki-laki, entah apa yang para petinggi-petinggi kampus ini fikirkan sehingga jurusanku yang dominan wanita dimasukkan dalam Fakultas Teknik ini., kadang aku berfikir "oh, mungkinkah mereka merasa laki-laki yang ada di fakultas ini terlalu kesepian sehingga diberi warna baru, yah.! Terserah lah"
Di Fakultas ku ada slogan yang sudah jadi rahasia umum, bunyi slogannya itu "Busana milik Otomotif" hahah aneh bukan.?
Tapi ada alasan dibalik slogan itu, alasannya karena dari zaman bahela tiap generasi angkatan diJurusanku selalu ada yang menikah dengan Jurusan Otomotif, entah itu mahasiswa atau para dosennya.. itulah sebabnya slogan tersebut tercipta dengan sendirinya. Tapi alasanku mengagumi senior ku itu tidak ada kaitannya dengan slogan tersebut.,
Senior ku itu bernama "Irman Setiawan" dia Mahasiswa Otomotif angkatan 09, sedangkan aku angkatan 013, dia sebentar lagi akan menyelesaikan perkuliahannya...
Aku mengaguminya karena dia orang yang cerdas, kecerdasannya sudah terkenal diFakultas karena dia juga menjabat sebagai ketua BEM Fakultas ku dulunya, existensinya tidak sampai disitu di Universitas pun dia banyak terlibat dalam organisasi-organisasi yang berperan besar dalam kemahasiswaan , dia juga supel, terkadang jahil dan terkadang dia bisa bersikap dingin atau cuek. Tapi... Dia tidak pernah melihat kearah ku, aku yang selalu mengamatinya dari jauh seperti stalker hahahah.,
Begitulah,. Aku mengaguminya sangat lama, bahkan ketika dia menyelesaikan kuliahnya dia tidak pernah mengetahui kalau aku mengaguminya,,
Yah.. alasannya sederhana karena aku tak pernah berani menyapanya duluan apa lagi untuk mengatakan bahwa aku mengaguminya, aku hanya berani mengamatinya dari jauh, juga mencari beberapa info tentangnya lewat beberapa senior yang aku kenal, lewat penyelidikan ku aku mengetahui Jurusan dan angkatannya atau siapa wanita yang tengah dekat dengannya, sejauh ini hanya rumor saja dia berpacaran dengan wanita ini atau wanita itu untuk kejelasannya aku tak pernah mendapatkan fakta itu didepanku, aku hanya selalu mengamatinya saat dikampus karena didepan jurusanku ada banyak gazebo-gazebo kecil jadi banyak jurusan-jurusan lain yang selalu nongkrong didepan jurusanku, salah satunya 'dia',,,
Aku sangat senang melihatnya tersenyum, giginya yang rapi dan matanya yang ikut melengkung saat dia tersenyum sangat manis, sampai terkadang temanku menegurku kalau aku tidak berkedip saat melihat kearahnya.
1 tahun telah berlalu,. sekarang tahun 2016 bulan agustus, kak Irman sudah menyelesaikan kuliahnya jadi orang yang selalu ku amati sudah tak ada lagi dikampus ini, aku masih menjalani rutinitasku dikampus juga ikut beberapa organisasi diluar kampus yang membuatku sangat sibuk, aku kadang berfikir "apakah aku telah mengalahkan kesibukan seorang presiden.? Hahah, entah, bagaimana kabarnya sekarang.?"
Saat ini sosmed yang sedang tren adalah BBM, dan akibat share juga invite Id sana sini, aku tanpa sengaja berteman dengan kak irman, karena dia tidak pernah memasang foto profil mukanya,, jadi ada cerita bagaimana akhirnya aku mengetahuinya.,
Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku memiliki beberapa kegiatan diluar kampus salah satunya "MLM" hahah,.
Seperti MLM pada umumnya yang harus mencari orang untuk mengajak mereka bergabung dengan cara membuat promosi secara besar dan luas, entah lewat iklan atau sosmed.. Akupun melakukan hal semacam itu, aku sering update status tentang kegiatanku atau share berbagai macam promosi agar orang melihat, dan semoga ada yang tertarik.
Karena sering share promosi, ada beberapa orang yang koment ingin tau bisnis MLM seperti apa yang sedang aku lakukan, dan beberapa diantaranya membuat janji temu denganku untuk dijelaskan tentang MLM nya,,
Hari ini, sekitar jam 12 siang ada jadwal untuk bertemu salah satu orang yang ingin mengetahui tentang MLM yang sedang aku lakukan, aku mengajak satu orang kawanku, karena orang yang akan ku temui tersebut laki-laki dan dia bilang akan mengajak satu orang temannya, maka aku mengajak satu orang temanku agar aku tidak sendiri dan merasa canggung nantinya,,
Awal ketemu aku tak percaya dengan apa yang aku lihat, orang yang selama ini selalu aku lihat dari jauh sekarang berada didepan mataku sedekat ini dengan dibatasi sebuah meja.. dan entah, mengapa aku merasa waktu disekitarku berhenti sejenak dan jantungku berpacu dengan cepat, kalau temanku tidak segera menegurku mungkin aku masih berada dalam dunia khayalanku, aku akhirnya bisa mengendalikan raut wajahku kemudian kamipun membahas bisnis tersebut hingga sore hari.
Sejak saat itu, aku dan kak irman akhirnya sering berkomunikasi membahas bisnisnya sekalipun dia akhirnya tidak ikut bergabung dalam bisnis ini, atau membahas hal lain, kami chattingan bisa dibilang tidak begitu intens hanya sesekali dalam sebulan atau bisa jadi tidak ada chattingan dalam beberapa bulan, aku tidak pernah mengharapkan lebih... sedekat inipun sudah cukup buatku karena dalam fikiranku "bukan wanita sepertiku yang dia cari, karena aku tidak kaya juga tidak begitu pintar, jadi ku fikir dia akan mencari wanita yang sepadan dengannya".
Setelah beberapa lama chattingan aku akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan bahwa aku sudah lama mengaguminya dan berharap dia bisa menganggapku sebagai adiknya, dan aku bersyukur karena dia tidak keberatan dengan hal tersebut.
Jadi, kami akhirnya selalu chattingan layaknya saudara. Bahkan ketika aku berangkat menuju provinsi B untuk melakukan Praktek industri yang bagian dari Matkul Jurusan dia menyemangatiku dan memintaku untuk membelikannya ole-ole, karena ini permintaan pertamanya jadi aku merasa sangat senang.
Setelah aku menyelesaikan Praktek industriku dan pulang kembali ke kota X, kami bertemu dekat kost-ku dan aku memberikan ole-ole yang sudah aku janjikan padanya karena dia buru-buru kami tak berbincang banyak hal, dia hanya mengatakan "kamu terlihat tambah cantik dan putih, ketika kembali, dan terima kasih untuk ole-ole nya"., akupun membalas "terima kasih atas pujiannya kak", rasanya mukaku berwarna merah padam setelah dia mengatakan hal itu, kemudian diapun pamit.
Beberapa tahun telah berlalu, akupun telah menyelesaikan kuliahku,, selama kurung waktu itu kami kadang chattingan, kemudian aku mengetahui dia sudah bekerja diprovinsi lain dan beberapa kali pindah-pindah kota di provinsi tersebut,.
Ya! Kami tidak berada diprovinsi yang sama, kami menjalani kegiatan kami masing-masing dan akhirnya selama beberapa lama kami tak berkomunikasi ataupun bertemu.
Hingga suatu hari, saat aku tengah menuju provinsi C dia melihat statusku, dan tiba-tiba chat bertanya "bagaimana kabar? Dan aku mau kemana?",,
lalu akupun membalas chatnya "kabarku baik kak, dan aku menuju provinci C karena ada urusan pekerjaan".
Sejak saat itu, dia mulai berkomunikasi denganku secara intens saking seringnya satu hari sepertinya tiga kali kami melakukan Video Call atau lebih, sangat instens,,
Waow,.. aku bahkan tak menyangka bahwa kami berubah menjadi sedekat itu, aku berada diprovinsi C selama sebulan dan ternyata dia telah kembali ke kota X, begitu aku kembali ke kota X, kami membuat janji untuk bertemu.
Saat hari-H, pertemuan kami aku bingung akan memakai busana apa untuk membuatnya terkesan dan memberitahunya bahwa aku telah berubah seperti penempilanku, lama memilih akhirnya aku memutuskan pakaian yang akan aku kenakkan.
Kami bertemu dicafe tempat pertama kali kami bertemu waktu itu, bukan tanpa alasan kami memilih bertemu ditempat itu, selain jaraknya yang dekat dengan tempat tinggal kami, ditempat itu pula aku jatuh hati padanya.
Saat kami bertemu, kami membicarakan banyak hal, awalnya kami flashback dengan membicarakan hal-hal mengenai kampus, lalu aku kemudian secara serius menceritakan tentang bagaimana aku begitu mengaguminya dan perasaanku yang terus berkembang padanya, sekalipun kami baru beberapa kali bertemu dan hanya berkomunikasi lewat Hp.
Berbeda dengan dulu.. kalau dulu aku tidak akan seberani ini mengutarakan isi hati dan fikiranku tapi sekarang berbeda, karena banyak hal yang telah ku lalui sehingga membuatku lebih percaya diri dan berani untuk mengatakannya, tapi akupun mengatakan perasaanku tidak berharap mendapatkan balasan yang sama darinya, aku hanya ingin mengatakannya karena bisa jadi suatu saat nanti aku tidak akan mendapatkan kesempatan yang sama..
Dia terdiam begitu lama, mendengarkan aku cerita tanpa memberikan komentar apapun dia hanya menyimak apa yang aku katakan, "entah apa yang ada difikirannya saat ini.?"
Setelah selesai bercerita akupun, menunggu respon darinya...
Akhirnya diapun berkata, "Sebenarnya aku juga sudah lama menyukaimu, entah kapan mulainya, aku merasa nyaman berkomunikasi denganmu, aku bisa membahas banyak hal dan menjadi diriku sendiri saat berbicara denganmu,, dulu aku ragu mengatakannya, karena aku belum siap... jadi aku menunggu sambil berusaha untuk menjadi laki-laki yang layak untuk kamu, dan belakangan ini seringannya kita berkomunikasi akhirnya memperkuat perasaanku padamu, dengan sabar aku menunggu kapan kamu akan kembali dan aku ingin secepatnya bertemu denganmu".
Mendengarnya mengatakan hal tersebut di iringi dengan musik yang sedang terputar di Cafe sangat mewakili perasaanku saat ini, tanpa sadar air mataku jatuh karena saking senangnya aku karena dia juga merasakan hal yang sama denganku...
"Sekarang aku telah siap, dan aku tak ingin berpacaran, jadi.. Maukah kau menikah denganku.? 'ini' telah lama ku persiapkan" diapun mengeluarkan cincin dari sakunya, , beberapa detik aku terdiam dan masih menitikkan air mata bahagia..akhirnya akupun menjawab "ya, aku mau" dengan segera dan tanpa ragu sedikitpun.
Hari ini aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia, didunia ini. Begitu lama aku mengaguminya, dan perlahan perasaanku terhadapnya berubah tanpa kusadari, aku selalu berfikir bahwa bukan wanita sepertiku yang dia cari, makanya selama kedekatanku dengannya aku tak pernah mengharapkan hal yang lebih. "Ternyata aku salah, hanya fikiranku saja yang membatasi segalanya, dan hanya fikiranku saja yang membuatku merasa rendah diri, juga tidak percaya diri".
Dihadapan semua orang yang ada di Cafe itu dia melamarku dengan cara yang sederhana, dengan bunga dan sebuah kotak cincin ditangannya, aku menyukai kesederhanaan yang penuh cinta itu.
Setelah itu, kami bertemu kedua orang tua kami masing-masing dan menceritakan berita baik ini,, kemudian kak Irman membawaku untuk bertemu kedua orang tuanya, dan beberapa minggu setelahnya aku mengajaknya bertemu kedua orang tuaku, kamipun memesan tiket pesawat dan segera berangkat menuju kampung halamanku.
Setiba, dikampung halamanku di kota S,, dengan penuh percaya diri dan juga keberanian yang besar kak Irman menghadapi kedua orang tuaku dan menyampaikan niat baiknya,, dan aku bersyukur karena kedua orang tuaku menyambut niat baiknya dengan penuh bahagia.
Kamipun menunggu kedua orang tua kak Irman tiba di kota S, untuk bertemu kedua orang tua ku dan membicarakan tentang waktu yang baik dan juga tempat pelaksanaan Pernikahan kami.
Dan akhirnya waktu dan tempatnya telah ditetapkan. Setelah itu kami sangat sibuk mengurus berbagai keperluan Pernikahan kami., mulai dari undanlgan, dekorasi, pakaian dan lain-lain.
Dengan izin Tuhan yang Mahaesa, kamipun melaksanakan Pernikahan disalah satu Ballroom Hotel yang ada dikota S,,
Acara Akad dan Resepsinya berlangsung dengan lancar dan meriah. Kerabat, teman dan sanak saudara semua datang dan mendoakan kebahagiaan kami, semua orang sangat bahagia., kamipun mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir diacara bahagia kami.
Setelah acara Pernikahan kami selesai, aku dan kak Irman menuju salah satu kamar yang telah disiapkan yang ada di Hotel ini., kami berdua sangat lelah karena berdiri terlalu lama untuk menyambut tamu yang hadir, setelah berganti baju dan mandi,,.
Kami berbincang-bincang sedikit sambil duduk di balkon teras yang ada dikamar kami, aku mengatakan padanya sambil menatap kedua matanya dan mengengam tangannya "Terima kasih banyak, karena telah memilihku menjadi istrimu aku sangat bahagia".. dan diapun juga mengatakan "Terima kasih juga untuk menjadikan ku Suamimu, dan terus menyukaiku selama ini,, mulai sekarang aku akan menjagamu dan membahagiakan mu",, Lalu diapun mengecup ringan keningku.
Hari ini kami telah resmi menjadi Suami Istri dan aku sangat bahagia, bahwa ternyata Tuhan yang mahaesa menetapkan aku berjodoh dengannya.
End
_____________________________
Nb: ini karya cerpen pertamaku, kritik dan saran sangat membantu.
Terima kasih 😊