Setelah lulus dari sekolah menegah pertama aku memutuskan untuk masuk pesantren,,kedua orang tua ku terkejut mendengar keputusan yang ku ambil ini,,namun mereka menyetujuinya karena itu pilihanku sendiri dan tanpa paksaan.
Aku punya alasan tersendiri dengan memilih masuk pesantren yaitu ingin mencari pengalaman baru juga ingin menjadi pribadi lebih baik ke depannya..
Disana aku mendapat kesempatan mengenal orang-orang dan punya teman baru dengan segala kneseruan lainnya.
Bagaimana keseruan-keseruan itu..begini kisahnya...
Ayah dan Ibu pagi ini nampak bergegas mengantarku ke stasiun kereta api,,
Hiruk pikuk suasana di stasiun sangat terlihat..beberpa orang memuat barang bawaan mereka ke dalam kereta,,itu terlihat sebelum keberangkatanku mondok ke sebuah pesantren ternama di kota B itu,,sebuah "penjara suci" yang bagi sebagian orang terasa amat menyiksa karena peraturan2nya yang mengikat,,namun tempat itu banyak memberikan nilai2 keagamaan dan terkenal banyak menghasilkan santri2 hebat bahkan lulusan dari sana banyak juga yang menjadi ustadz or ustadzah kenamaan.
Aku yang baru 2 minggu lalu lulus dari sekolah tingkat pertama memutuskan untuk mengikuti pendidikan di sekolah Islami itu,, keputusan yang ku ambil atas kemauanku sendiri.
Sebenarnya banyak alasan yang mendasarinya..Selain aku ingin hijrah menjadi pribadi yang lebih baik,,aku juga ingin lebih memperdalam pengetahuan agamaku,,sebagai bekal ku mendidik anak2 ku kelak jika saatnya tiba aku menjadi orang tua,,selain itu aku juga ingin belajar mandiri,,karena selama ini segala keperluanku selalu di urus sama orang tuaku,,mungkin karena aku anak perempuan satu2nya di keluargaku,dengan kedua saudara laki2 yang selalu mengajakku bermain ala2 mereka dari sejak aku masih kecil dulu,, sehingga aku tumbuh menjadi anak perempuan yang sedikit tomboy,, juga karena orang tuaku teramat sangat menyayangiku karena aku anak tunggal perempuan di antara kedua kaka laki2ku.
Mereka mengajariku memanjat pohon,,main layang2,bermain kelereng,,main pedang2n,mobil2n meski ibu banyak membelikn boneka juga mainan anak perempuan lain,aku sepertinya tidak respek dengan mainan2 itu,,mungkin doktrin dari kedua kaka ku itu sehingga mainan anak laki2 menjadi lebih menarik untukku.
Aku menyadari jika sifat tomboy ku itu harus di buang jauh2,,jika tidak itu akan menyulitkanku sendiri nanti.
Salah satu solusinya ya dengan mondokk.
Ayah dan Ibu tentu saja sedih tatkala melepas kepergianku menuju Pesantren Al Falah itu,,meski mereka berusaha tegar dan tidak menangis di depanku tapi aku tau hati mereka saat ini sangat perih.
Karena anak kesayangan mereka harus pergi jauh untuk beberapa waktu demi sebuah pendidikan.
Kedua orang tuaku tidak pernah mengharuskanku untuk bisa menghafalkan Al quran atau berharap menjadi ustadzah di kemudian hari,,Mereka memiliki pengharapan yang sederhana namun mampu membuatku berairmata,,"menjadi wanita sholehah yang berakhlak mulia."
Apa kah aku mampu mewujudkan harapan mereka itu??
Sementara aku tau itu tidak mudah karena selama ini aku pribadi yang suka bersenang2,,have fun bersma teman2 di sekolah dulu,,jalan2 ke mall dan keseruan2 lainnya,,
Dan selama nanti aku mondok,,aku harus merubah semua kebiasaan itu dengan proses yang instan dan jujur,,itu tidak mudah untukku,,bisa begitu saja menyesuaikan diri dengan peraturan baru disana yang tentunya lebih ketat dari di sekolahku dulu.
"Yumna..nanti selama disana kamu jangan macam2..peraturan di pesantren itu harus kamu taati ya nakk,,jangan sampai nanti ada laporan tertulis untuk Ayah dan Ibu dari Kyai Abdullah tentang apa yang kamu lakukan yang melanggar tata tertib pesantren.
"Iya Ayah Ibu",, jawabku untuk menenangkan mereka namun aku sendiri tidak yakin apa aku bisa mentaatinya😆✌semua kan butuh proses.
Setelah berpamitan dengan ayah ibu,,memeluk dan mencium kedua tangan mereka,,aku pun memasuki gerbong kereta,,lalu mencari tempat duduk di dekat jendela agar aku bisa menikmati suasana alam di perjalanan nanti.
Tak berapa lama terdengar bunyi peluit panjang tanda kereta yang ku naiki akan segera berangkat.
Ayah Ibu melepas kepergianku dengan senyuman yang di kuat2kn, agar mereka tidak menangis..
Kereta mulai bergerak perlahan..mereka melambai ke arahku,,ku balas lambaian tangan mereka,,tanpa terasa bulir bening itu membasahi kedua pipiku.
Maafkan ananda mu ini ayah ibu yang harus meninggalkan kalian,,tapi ini demi kebaikanku,,jika nanti dalam perjalanan nya kutemukan rintangan,,aku yakin..aku pasti bisa melewatinya,,karena keputusan ini berasal dari hatiku bukan semata karena inginku.
Kereta semakin laju melesat meninggalkan kota kelahiranku.
Ada perasaan sedih meninggalkan kedua orang tuaku,, dtambah lagi kedua kaka laki2ku Bima dan Bagas tidak bisa ikut mengantarku. Hari ini kak Bima kuliah sedang kak Bagas jadi panitia Ospek di sekolahnya SMU Purna Bakti.
Di dalam kereta,,aku hbiskn dgn membaca komik humor yang sengaja ku bawa dari rumah untuk mengusir kebosananku selama di perjalanan.
Angin bertiup dari jendela kereta yang terbuka lebar, pergerakan kereta pun seperti ikut membuatku terlelap,padahal baru beberapa menit saja membaca,aku mulai merasa mengantuk,tanpa ku sadari komik yang ku pegang tadi terlepas dari tanganku dan terjatuh.
Sampai seorang gadis seumuran ku dengan pelan membangunkan ku.
"Maaf mbak..bukunya jatuh"
Aku terkesiap dan membuka mataku.
Seraya menatap wajahnya.
"Ohh Iya..makasih ya"
"Sama2 mbak"
Ternyata mbak yang duduk bersebarangan denganku tadi
Ohh ya kenalkan aku Yumna,,tapi panggil aja Unna ujarku.
Iya mbak..aku Cut Mei Rina,, panggil aja Imey dan aku asli Aceh,,namun orang tuaku bermukim di kota ini.
"Btw tujuan Imey mau kemana nih?"
"Aku mau ke pesantren Al Falah
Unna."
"Benarkahh??? Berarti tujuan kita sama dong"
Ohh yahh??? Wahh kebetulan yang tak terduga nih.
Kami pun tertawa bersmaa😄😄,,dan dimulai dari situ unna dan Imey berteman dekat.
Kereta berderit nyaring saat akan berhenti di stasiun kota dimana pesantren itu berdiri.
Aku dan Imey turun dari kereta lalu bersmaa2 menuju halte bus sekitar 300 meter jaraknya dari stasiun kereta api itu.
Tak berapa lama bus yang kami naiki berhenti di depan sebuah Ponpes Al Falah,,kami memasuki halaman pesantren,,dan menemui pengurus untuk memberitahu jika kami calon santri baru di pesantren ini.
Setelah menandatangi beberapa formulir kami pun di antar ke sebuah aula disana telah banyak santri2 lainnya,,tentunya santriwan dan santriwati di tempatkan di tempat yang berbeda dan di asrama yang berbeda pula,,karena kedua kubu itu bukan mahram jadi tak boleh saling liat,,saling bertemu aplagi saling sapa..jika ketahuan melakukannya akan mendapat hukuman dari pengurus.
Tapi sepertinya para santri tak takut dengan peraturan itu..yachh mungkin karena sebuah semboyan yang sering mereka dengar jika "Peraturan dibuat untuk Dilanggar",, maka tak ada efek jera dari mereka buktinya meski takziran atau hukuman selalu di berikan tetap ajaa msh bnyak yang melanggarnya.
Kembali ke cerita ...
Semua santriwati yang berada di aula,,nampak hening saat dua orang pengurus wanita memasuki aula.
"Selamat Siang dan selamat datang buat kalian"...Kenalkan Saya Bu Alya dan teman saya Bu Nisa kami pengurus yang akan membimbing kalian disini."
Kata Bu Alya yang sedikit tegas cocok dengan perawakannya yang big size hiiii😆😆
"Dan sekarang kalian akan dibagi dalam beberapa kelompok,,setiap kelompok terdiri dari 4 orang yang akan menempati asrama yang sama ujar" bu Nisa
(Bu Nisa ini orangnya lembut dan penyayang)
Kemudian nampak bu Alya dan bu Nisa membagi2kn tempat kami..
Aku dan Imey berharap bisa satu asrama nantinya.
"Semoga kita bisa satu asrama ya Unna"
"Iya Imey..semoga" saja.
Lama kami menunggu akhirnya nama kami disebut juga..
Dan benar saja seketika itu juga disebutkan bahwa Unna dan Imey satu asramaa ditambah dengan 2 rekan lainnya Syafa dan Zahra.
Jadilah sekarang kami tinggal disatu kamar,,kami berempat jadi berteman dekat dan tentu saja banyak kejadian2 seru yang terjadi dalam kebersamaan kami dhari2 berikutnya.
Dan keseruan itu bermulaa disini..
Setelah kami saling bersalaman,,bekenalan dan sedikit berbincang di aula tadi..kami lalu memasuki kamar yang telah di tentukan oleh pengurus..
Pintu kamar ku buka terlihat di sana 4 buah kasur yang terletak di lantai dan 4 buah lemari pakaian untuk setiap orang yg terletak di samping kasur tanpa di pan itu.
Kami lalu menempati masing2 kasur dan aku agak di pojok,,Imey di samping kiri ku,, sedang zahra dan syafa di seberangnya.
Melihat kondisi kamar yang kotor dan berdebu,, Kami lalu bergotong royong,,membersihkan kamar itu..menyapu dan mengepel ubinnya,juga mengelap lemari dan kacanya dengan kain yang sedikit dibasahi untuk menghilangkan debu yang menempel
Setelah ruangan terlihat bersih,,kami lalu menggelar kasur lantai itu,,menyapunya dengan sedikit memukul2nya agar debu pergi menjauh,,kemudian seprai kasurnya kami pasang,,nampak terlihat lebih rapi dan bersih kamar itu sekarang.
"Akhirnya selesai juga beres2nya" ujarku
"Iya Unna,,alhamdulilah" kata Imey
"Hari ini kita masih punya waktu untuk sedikit bersantai,,tapi nggak tau kalo besok" ujar Syafa.
"Iya karena ini hari pertama kita disini jadi kita msh di beri waktu saling mengenal satu dengan lainnya" kata ku lagi.
"Benar banget" kata Zahra.
"Zahra boleh tau nggak kenapa memilih mondok??" Ujarku.
"Alasan Zahra milih mondok sih karena ingin lebih memperdalam ilmu agama"
"Kalo Unna???" tanya Zahra
"Alasannya yang tak jauh berbeda dari Zahra,,ingin lebih mengenal agama selain itu ingin belajar mandiri"
"Nahh kalo Syafa sama Imey alasannya apa??"ujar Unna
"Smaa seperti kalian Unna
- Zahra" kata mereka berdua bersamaan.
"Karena kita sekarang tinggal bersma dalam waktu yang lama..untuk kenyamanan semua bagaimana jika merasa ada sesuatu yang gak enak dihati atau ada problem kita saling bicarakn satu dengan lainnya" ujar Imey.
"Setuju,,,mulai hari ini kita berempat bersahabt dan saling berbagi" ujar Unna lagi.
"Sangat Setuju.." kata Syafa dan Zahra berbarengan,,kami yang mendengarnya pun tertawa,,koq bisa barengan gitu ya ujarku.😄😄
Hari ini hari pertama kami memulai pelajaran di pesantren Al-Falah ini
Di awal2 saja sudah dihadapkan pada berbagai hafalan,,bagaimana nantinya.
Pola pembelajaran di pesantren ini sangat beragam,,terutama mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu agama islam,,dengan tujuan utamanya untuk mewujudkan manusia yang tafaquh fi al-din.
Di pesantren para santri juga diajarkan tentang
Aqidah/Tauhid,, membaca Al - quran,,Fiqih,,Bahasa Arab,, Tarikh Islam,, Hadist juga tentang Akhlak mulia.
Baiklah,,,Kita tinggalkan masalah pelajaran2 itu,, karena hal yang lumrah disini,,namanya juga pesantren yang pasti pelajarannya mencakup ilmu2 keIslaman.
Kembali pada keempat Santri yang sekarang lagi berada di kamar dan masing termenung,,asik dengan pikirannya sendiri.
Tanpa ku sadari air mata ku berlinang tatkala teringat sama ayah Ibu..
Ternyata ketiga temanku Zahra,,Imey dan Syafa juga memikirkan hal yang sama,,kangen ortu terutama Ibu.
Bagaimana tidak,,kami yang sebelumnya selalu bergantung sama Ibu..apa2 Ibu,,dikit2 Ibu,,mau ini panggil Ibu,,mau itu bilang Ibu dan sekarang harus mengerjakan semuanya sendiri..masak sendiri,,nyuci sendiri pokoknya apa2 sendiri..terasa berat itu kami lewati di beberapa hari ini di awal2 kami menjadi santri baru.
Seperti hari ini,,untuk bikin telur dadar ajaa aku harus di ajarin sama Imey yang emang punya hobby masak..kalo aku sih dulunya selalu tau beres karena semua2nya udah disiapin sama Ibu,,makanya cuma bikin telur dadar aja aku bingungnya setengah mati,telur yang telah ku masukkan dlm mangkuk kecil dan ku kocokk itu,,,kumasukkan dlm penggorengan lalu ku biarkan begitu aja sampai satu bagiannya gosong😲hihihii..😆,, terpaksa di ganti sama telur baru oleh Imey lalu dengan cekatan dia mengajarkan ku cara bikin telur dadar tanpa gosong..padahal langkah2 sangat mudah,,aku nya aja yang membuat sulit,,sebenarnya bukan masalah juga sih kan ini pertama kalinya aku masuk ke dapur dan pegang penggorengan jadi jika gosong itu mahh wajar,,hahhaa😃😃 namanya juga pemula😆✌
Ternyata bukan hanya kami berempat yang merasakan itu tapi teman2 lain juga. Bahkan Jihan santri di kamar sebelah kami,,sering menangis dan gak betah padahal belum begitu lama,,baru 5 hari saja tinggal disini.
Banyak hal2 baru yang tidak pernah kami duga sebelumnya terjadi..moment sedih..moment lucu dan berbagai keseruan kami alami seiring berjalannya waktu dan kebersamaan yang terjalin.
Tapi untuk di awal2 ini sihh banyak moments sedihnya..bisa dibilang masa paling berat juga,,Selalu berasa pengen pulang,, wajar sih kan dlm masa penyesuaian,,jika ditanyakan pada santri baru apa betah di pesantren,,pokoknya jawabannya pasti "gak betah".. Mau dikasih motivasi bagaimana pun juga tetap ajaa berasa pengen pulangnya besar banget.
Tapi kami sangat berharap bisa istiqomah dengan niat semula..memperdalam ilmu agama juga berakhlak mulia.
Kami berharap bisa melewati hari2 sulit ini dengan mudah.
Kalo ku pikir sih itu cuma masalah belum terbiasa ajaa..kan pengalaman baru,,nanti juga lama2 akan terbiasa bahkan ada rasa kangen dengan kebersmaan dan smua moment yang terjadi disana kelak jika sudah tiba hari harus berpisah.
Tak terasa sudah 2 minggu kami berada dan mengikuti pendidikan di Pesantren Al-Falah ini,,meski susah payah membiasakn diri dengan peraturannya,,belum lagi menghadapi para pengurus yang killernya minta ampun,,tapi itu tantangan bagi kami terutama untukku Unna si cwek tomboy ini,,ada2 ajaa ulahku yang sengaja bikin kesel mereka,,tapi aku menikmati itu.
Seperti malam ini aku,,Zahra,Imey dan Syafa baru kembali dari aula untk sholat Isya berjamaah.
Karena ada pengurus yang mengawasi gerak gerik kami dan menyuruh kami untuk segera tidur,,kami pun nurut ajaa,,tapi setelah pengurus pergi keseruan itu pun dimulai.
Malam ini aku berencana akan mengambil beberapa buah manggis yang tumbuh di halaman pesantren.
Karena aku sangat suka buah manggis dan akan berencana main tebak2n dg buah manggis itu..dulu juga kedua kakak laki2ku sering mengajak main tebak2n buah manggis,,dan selalu aku yang berhasil menebak isinya,,tentu saja pemenangnya akan memakan isi buah manggis itu, sejak saat itu aku suka rasanya.
Aku mengajak ketiga sahabatku untuk berpetualang malam ini,,
"Misi (Memetik buah manggis😃😃)harus segera dilaksnakn..sebelum negara api (para pengurus😜😂) menyerang ujarku.
Terang aja ketiga sahabatku itu kebingungan mendengar kata2ku barusan.
Aku yang memimpin pasukan malam ini untuk menyerbu manggis2 itu😂😂
Kami berempat berjalan mengedap2 melewati lorong2 Asrama putri agar tidak ketahuan pengurus.
Akhirnya sampai juga di depan pohon manggis itu,,dengan persenjataan seadanya..bbeberpaa batu dan kantung kresek hitam sbgai tmpt manggis2 itu.
Sebelum penyerbuan di lakukan,,aku brifing dulu ketiga sahabtku itu.
"Imey kamu harus selalu mengawasi sekitar kalo2 tentara api menyerang tiba2 jika nanti aku sudah di atas pohon itu" ujarku.
"Apaa??!! Kamu akan memanjat pohon manggis itu Unna?? Emang kamu bisa manjat?? Kata Syafa keheranan.
"Bisa dong Syafa" ujarku
Karena sedari tadi aku dan Zahra melempari buah manggis itu tapi gak kena2 juga,,berhubung tak ada galah untuk memetiknya terpaksa aku harus memanjatnya.
Aku pun memanjat pohon manggis itu,,sampai di atas aku segera memetik manggis2 yang bergelantungan disana,,dan ketiga sahabatku mengumpulkanya kedalam kantong plastik yang tadi ku bawa.
Baru setengah kantong kresek kecil terisi buah manggis tiba2 dari kejauhan terlihat Ibu Alya sedang melakukan ronda malam melihat2 keadaan sekitar dan kamar santri apakh masih ada yang belum tidur,dia nampak mengintip ke dalam bilik santri untuk memastikan.
Untung Imey melihat pergerakan bu Alya yang akan menuju halaman depan,,dia segera memberi kode sesuai dg apa yang ku perintahkn tadi dengan bersuara pelan..
"Negara api menyerang..segera sembunyi ujarnya..seraya mengendap2 menuju ke arah sebaliknya,,ke belakang ruang perpustakaan,,yang di ikuti oleh Zahra dan Syafa.
Lalu apa kabar diriku????? Ya ketinggalan lah di atas pohon..cengengesan sendiri gak tau harus apa,, udah gitu bu Alya berdiri dibawah pohon manggis itu,,dengan aku nangkring di salah satu dahan di atasnya.
Aku diam mematung,,tak bergerak sedikit pun,,lalu mencoba mencari cara bagaimana agar bu Alya menjauhi pohon ini,, Aku lalu mengambil sebiji manggis lalu melemparkan ke arah semak2,, perhatian bu Alya berpindah ke semak2 itu,,dia lalu melangkahkn kakinya menuju bunyi lemparan manggisku tadi dan menyenterinya.
Kesempatan itu ku gunakan untuk turun dari pohon, saat dibawah aku mencari2 sendalku,,dimana sendalku tadi ya??perasaan aku taruh disini batinku..Ahh bodo amat,,yang penting sekarang aku segera pergi dari sini sebelum kepergok bu Alya bisa kena takziran aku nanti pikirku,,seraya secepat kilat berlari menuju kamar melewati belakang perpustakaan.
Tiba di kamar Ketiga sahabatku menyambutku dengan harap2 cemas..
"Untung selamat" kata Imey
"Sendal mana sendal,,sendal Unna ada yang tau gak dimana???
"Sendal kamu selamat Unna..saat negara api menyerang..upppss..maksud Imel bu Alya mndekat..hal pertama yang Imel amankan adlah sendal mu Unna,, Imel lari dengan membawa sendal itu,,udah gitu pake tercecer lagi sebelah sendalnya terpaksa Imel balik lagi"😂😂
"Untung ajaa sendal sempat di ambil jika nggak bisa berabe..asli bakalan diserang habis2n smaa tentara api,,bisa2 terbakar nih kuping 😛😃ujarku
"Mey hasil perburuan tadi mana??"
"Ada koq Un,,Imel kasihkan sama Zahra waktu mengejar sendalmu yg tercecer tadi"
"Gak ada sama aku koq,,"
Nah lohh,,kemana ya,,perasaan tadi di pegangin terus,,apa gak sengaja terlepas sewaktu lari2 tadi kata Zahra.
"Woless..ada koq sama aku..tadi sih kantong kreseknya emang tercecer saat Zahra berlari,,tapi karena Syafa dibelakangnya,,otomatis terlihat lalu kembali Syafa ambil"
"Ini dia manggisnya",,kata syafa seraya menaruhnya di lantai.
Tiba 2 terdengar suara langkah kaki dan cahaya senter.
"negara api kembali mnyerang",, cepat selamatkan diri kalian ujarku.
Kami seketika diam,,hening tercipta,untung saja saat itu lampu kamar tidak dinyalakan,,jadi bu Alya gak tau jika saat ini kami belum tidur bahkan habis seru2n dihalaman sama manggis2 itu hihihii😆😆
Pintu kamar terbuka,,di saat yang tepat saat itu aku dan yang lainnya telah di atas kasur masing2,,jadi tak menimbulkan kecurigaan bu Alya.
Bu Alya nampak membuka pintu kamar untuk mencekk apakh kami sudah tidur apa belum.
Beberpaa saat kemudian,,bu Alya beranjak dari kamar,,kami kembali ke posisi semula dengan manggis2 itu,sambil tertawa pelan karena merasa berhasil mengelabui bu Alya,, Maafkan sedikit kenakalan kami ini bu Alya.🙏✌
Akhirnya kami bermain tebak2n manggis,,yang menang akan memakan manggis hasil tebakn tadi,,diselingi canda tawa di sela2nya,,lelah bermain kami lalu segera menghabiskan sisa manggis2 itu,,saat tinggal satu manggis entah kenapa perutku tiba2 sakit,,sperti ada gelombang air laut di dalam perutku ini,,dan tanpa bisa ku tahan lagi akhirnya sebuah tembakan melesat dariku..."Duuttt", bunyi yang keluar lewat bamper belakangku..
"Waoww aku terkentut😜",,seruku tanpa jaim sedikit pun,, terang aja ketiga sahabatku berlarian kesana kemari tapi gak bisa lari keluar karena psti akan di serang pasukan dari negara api😜😂,,jadilah mereka bertiga pasrah pada kehadiran bom atom ku itu dengan suara ledakan yang mampu menggetarkan lantai tempat ku duduk😅😅
"Ishh Unna..cantik2 koq buang angin sembarangan sih " kata Zahra.
"Maaf...kelepasan😆😆,,.mungkin gara2 tadi kelamaan nangkring di atas pohon jadinya masuk angin.
Lahh..ketimbang ditahan..jadi penyakit nanti" ujarku
"Benar2 ya Unna ini ternyata no jaim"kata Syafa seraya tertawa😄😄
"Itulah Unna yang sebenarnya jika kalian mau tau" kataku lagi.
Beberapa saat kemudian kami pun terlelap.
Jam 2.30 malam,,Bu Alya,,Bu Sari dan beberapa pengurus lain nampak membangunkan setiap santri untuk sholat tahajud..
Dengan susah payah mata ini terbuka karena masih sangat mengantuk,,tapi harus tetap bangun untuk sholat.
Kami beserta santri2 dari bilik lain pun di giring ke aula untuk sholat tahajud berjamaah.,,
Terseok seok langkah ini karena mata masih sangat mengantuk dan juga karena belum terbiasa dengan hal ini sebelumnya..
Yahh mungkin dulu aku hanya beberapa kali sholat di tengah malam,,hanya jika aku ingin saja,,bukan karena suatu kebutuhan bagiku,,tapi berbeda dengan sekarang dan hari2 berikutnya,,aku yang mulai terbisa dengan kegiatan ini,,menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan jiwa,,tiada hari ku lalu tanpa sholat di tengah malam,,dan jika sudah melaksanakan ibadah itu hatiku benar2 terasa damai..Alhmdulilah perubahan yang baik dariku.
Selesai tahajud kami para santri diharuskan melakukan dzikir harian sembari menunggu waktu shubuh tiba, walaupun dengan mata yg mengantuk tetap aja itu menjadi sebuah keharusan bagi kami.
Tiba waktu subuh kami kembali melaksanakan sholat subuh berjamaah,, usai sholat subuh kami
melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al Quran,,disana kami di ajarkan cara baca Al Quran yang baik dengan tajwid dan irama yang merdu.
Dalam setahun,biasanya para santri ditargetkan untuk bisa menghatamkan Alquran.
Kami juga diharuskan untuk menghafalkan ayat2 Al Quran itu juga beberapa hadist.Seperti hari ini..kelas kami di suruh menghafal salah satu surah dalam Al Quran dan nantinya akan di gunakan untuk mendukung pelajaran selanjutnya,yaitu khitobah atau dengan kata lain ceramah agama.
Nanti secara bergilir para santri maju kedepan untuk belajar berceramah. Tema yang dibawakan bisa tentang apa saja. Dan para santri diharuskan untuk menyelipkan Ayat Alquran atau hadits yang menjadi hafalannya tadi dalam isi ceramahnya.
Seperti hari ini kami akan melakukan ceramah di depan santri lain dengan hafalan yang sudah diberikan pengajar 2 hari yang lalu.
Bergantian kami maju satu2 ke depan,,dan apa yang terjadi,,aku lupa sama hafalannya ketika tiba giliran bercermah.
Unna nampak gugup saat itu,,udah gitu yang ngajar bab ini bu Alya lagi..kan beliau terkenal killernya..entah bagaimana nanti nasib Unna.
Di awal2 Unna nampak lancar ceramahnya,,dan tiba di bagian tengah mulai terlihat keanehan padanya,,dia terdiam tak bisa melanjutkan ayat Al Quran yang harusnya terselip di ceramahnya.
Lama ku terdiam,,Bu Alya mulai gelisah menunggu kelanjutan ceramah ku,,namun aku tak kunjung melanjutkannya.
"Ada apa Unna!!! Kenapa kamu mematung begitu,,Ayo selesaikan ceramahmu!!!" Bentaknya
"Saya lupa hafalannya bu",, ujar ku cengengesan.
"Apa??kenapa koq bisa lupa?
"Namanya juga manusia bu😜😃,,tak luput dari lupa ujarku asal,,karena saat ini perutku terasa sangat sakit,,seperti mules gitu"
"Unna sekarang juga kamu keluar!!!dan hari ini kamu ibu hukum membersihkan toilet"
"Waoww pucuk dicinta ulam tiba ujarku,, alhmdulilah..makasih bu Unna akan segera melakukannya"
Aku pun setengah berlari keluar dari kelas menuju toilet diiringi dengan bunyi duuut...duuttt..preett,,aku kembali mengeluarkan bom atom ku saat di depan pintu kelas yang terang ajaa mengundang tawa riuh dari seisi kelas😃😃..bahkan sempat ku tolehkan kepalaku tadi dan ku lihat ibu Alya juga ikut tertawa melihat kelakuanku barusan.
Baru kali ini ada orang yang di kasih hukuman mengucapkan alhmdulilah..
Mungkin itu juga dipikirkan bu Alya dan santri lainnya saat ini..ya terang aja.. aku kebelet,,perutku terasa mules saat di depan kelas tadi..makanya aku sangat senang saat mendapat hukuman itu.
"Udah gak pa pa..istrhat ajaa,,oleskan minyak angin di perutnya.
Syafakillah buat mu.."
"Aamiin..makasih bu"
Dia menggangguk lalu kembali mengajar di kelasku. Ternyata bu Alya baik juga batinku 😉 meski killer saat mengajar😎😄.
Hari ini di kampung sebelah akan di adakan hari pasar istilah kerennya bazarr,,disana banyak orang berjualan aneka makanan,,aksesoris atau barang kebutuhan rumah tangga lainnya,,dan tentunya dengan harga murah.
Kami yang mendengar itu jadi punya rencana..kebetulan hari tidak ada kelas karena tanggal merah,,para pengurus juga sedang sibuk di dapur masak2 buat acara sykuran malam nanti,,,yang biasa diadakan di malam jumat ini.
Aku kembali merencanakan penyerbuan ke daerah pasar itu bersma ketiga sahabatku.
"Imey ,, jam 8 pagi nanti di kampung sebelah ada bazarr lohh ujarku
" benarkah?? Wahhh bakalan rame tuh kampung"
"Bagaimana kalo kita kesana??" Ujarku
Bagaimna caranya?? Kata syafa..
"Takut ketahuan pengurus nanti kena takziran lagi" ujarnya
"Ya jangan sampai ketahuan lah ujar" ku
"Caranya??"kata Syafa
"Kita lewat belakang,,manjat pagar"
Ujarku tiba2 mndptkan ide konyol itu.
"Apaa????" Kata ketiga sahabtku bersmaan..
Aku bengong mendengar ucapan ketiga sahabatku itu,,
"Koq bisa ya kagetnya barengan gitu,celetukku.
Kami pun tertawa bersmaa😃😃
Karena semua ingin membeli aksesoris buat hijab jadinya mereka setuju dengan ide gila ku itu xixixixi😆😆
"Imey nampak celingukan melihat situasi dari depan kamar..Sepi,, pengurus tak terlihat batang hidungnya..sepertinya hari ini negara api tidak melakukan penyerangan wkwkwkk ujarnya padaku"😄😄
"Kalo gitu saat yang tepat untuk menjalankan misi kita,,menyusup memasuki bazar itu" ujarku
Yang kembali di daulat menjadi leader penyerbuan bazar😃😃
Kami berempat pasang sikap waspada saat melangkahkan kaki menuju bagian belakang asrama
Disana nampak jeruji besi tinggi sebagai pagar pembatas antara asrama dengan tanah kosong yang sering digunakan anak2 kecil bermain bola.
Setelah di rasa aman kami lalu memanjat pagar2 itu bergantian,,dan akhirnya sampai juga di tanah kosong dbaliknya..kami berempat cekikikan,,betapa kami sangat menikmati keseruan hari ini.
Kami bertoast ria tanda sukses melewati pagar pembatas tadi.
Kami berjalan bersisian sambil bergandengan tangan..
Tanpa sadar aku berteriak..
""I'm Free.."teriakku
Spontan Imey membekap mulutku
"Ssstttt!!! Jangan teriak2 Unna nanti kita ketahuan"
Di sertai pelototan galak dari Syafa dan Zahra ke arahku.
"I'm Sorry dears"✌✌ ujarku..cengengesan..😄😄
Kami pun segera berjalan menjauhi areal itu takut ada pengurus yang memergoki kami.
Sesampainya di areal Bazar kami sgera berkeliling untuk melihat2,,aneka aksesoris dan bross beraneka bentuk nampak terpajang di lapak penjualnya,,kami membeli beberapa bross cantik untuk hiasan hijab nanti.
Setelah lelah berkeliling kami berencana akan beli es kelapa muda di salah satu kedai disana untuk melepas dahaga,,karena cuaca hari ini terasa sangat terik bikin tenggorokan kering.
Tak terasa hari sudah menuju siang..kami pun segera pulang ke asrama,,sesampainya di dekat pagar belakang asrama,,aku pun memanjat pohon besar itu untuk melihat ke dalam asrama putri dari balik rerimbunan daun2 pohon itu..
pasukan..silahkan panjat,,kondisi aman ujarku mengintruksikan dari atas pohon.
Ketiga sahabatku lalu bergantian memanjat pagar itu dan terlihat menunggu ku di balik pagar..sementara aku terlihat turun dari pohon,,dan kini giliranku memanjat pagar itu,,ketika sedang menguatkan salah satu posisi kaki ku,,tiba2 badan ku tertahan,agak berat seakan susah digerakkan gitu,,ku lihat wajah ketiga sahabat ku juga seperti takut namun juga seperti ingin tertawa seraya menatapku..pokoknya ekspresi mereka saat ini susah di tebak.
Karena merasa ada yang aneh,,Aku segera menoleh ke arah belakangku,,mencari tau apa kah gerangan penyebab badanku tertahan dan berat..seketika aku terkejut melihat ustadz muda Luthfi berdiri di belakangku dengan memegang switter ku,,jadi itu rupanya yang menyebabkan badanku berat saat memanjat pagar tadi..
Akhrinya kami ketahuan oleh ustadz Luthfi,,dia menatap ku tajam,,lalu mengintrogasiku..
"Dari mana saja kalian ini???"
"Dari Bazar ustadz kata mereka"
"Siapa yang punya ide dan nyuruh kalian manjat pagar buat pergi ke bazar??"
Ketiga sahabatku diam. Tak berani mengadukanku pada ustadz Luthfi,,padahal gak papa juga meski mereka mengatakannya,,tohh emang benar aku yang mengajak mereka.
Namun dari mata ketiga sahabat ku ustadz Luthfi tau jika aku biang keroknya😃😃
Pandangan ustadz Luthfi beralih kepadaku..
"Siapa nama mu??" Tanya nya padaku..
"Unna ustadz.."
"Hemmm Unna".. ada sunggingan senyum di sudut bibirnya.
"Please🙏🙏..tolong jangan adukan saya dan teman2 pada bu Alya",,pintaku
"Saya akan bilang,,habis kamu udah melanggar peraturan dan kalian harus dihukum" katanya lagi
"Yaahhh ustadz' ujarku seraya menunduk
"Baikk,,kali ini saya gak akan adukan,,tapi jika nanti kalian mengulangi lagii,,dan saya memergokinya,,maka saya sendiri yang akan menghukum kalian."
"Mksih ustadz,, seraya tersenyum manis padanya"
"Cepet kalian kembali ke asrama,,sbntr lagii sholat jumat dan kalian akan sholat dzuhur"
"Saya permisi" ujarnya seraya berlalu.
"Ohhh selamaatt"...hampir ajaa ujarku,,kami berempat lalu segera menuju kamar,,seolah tak terjadi apa2.
Benar saja baru 15 menit tiba di kamar,suara adzan berkumandang,,sholat jumat pun di mulai.
Tak berapa lama bu Alya menyuruh kami untuk segera ke aula sholat dzuhur berjamaah.
Untung kami sudah berada di kamar jika tidak bakalan dapat hukuman berat.
Sebelum subuh aku segera beranjak ke kamar mandi,,sebelum keduluan yang lain pikirku.
Meski diluar gerimis dan udara terasa begitu dingin,tapi tak mengurungkan niatku untuk mandi.
Walau pun banyak cerita mistis seputar kamar mandi yang berada dibagian kanan dapur itu.
Ku dengar cerita2 dari beberapa santri yang sudah lebih dulu berada disini di antara 4 buah kamar mandi yang berjajar itu,,salah satunya ada yang pintunya suka terkunci sendiri,,dan sering terjadi penampakan disitu,,tapi yang namamya Unna tak percaya begitu saja dengan cerita2 mistis itu sebelum mengalami sendiri kejadiannya.
Aku masuk ke kamar mandi paling ujung karena disana ku lihat air dibak mandinya terisi penuh,,,masuklah aku ke dalamnya,,sewaktu aku akan menutup pintunya nampak makhluk yang bernama pocong itu sedang berdiri menatapku .
Mngkin karena mataku yang masih mngantuk jadi aku nggak ngehh jika itu bukan manusia,,meski bulu kudukku meremang saat itu aku tetap aja dengan kegiatanku,,ku hidupkan kran air yang ada disitu,,ku basuh kedua tanganku,,lalu ku basuh wajah ku,,dan ketika itu dari sudut mataku ada benda putih yang bergerak2 di dekat pintu,,aku berbalik ku lihat pocong itu bergerak,,bergonyang ke kiri kekanan,,mungkin dia mencoba menakut nakutiku.
Tapi yang namanya aku sudah terlanjur berada di dalam kamar mandi itu,,dan tu pocong berada di dekat pintu,,aku pun pasrah,,mau keluar juga dihalang2i smaa makhluk itu,,dengan nyali yang di kuat2kn,,ku pelototin pocong itu dan tiba2 saja aku mengajaknya bicara..
"Apa liat2!!! Mo ngintipin cwe mandinya ya..gak takut bintitan tu mata apa!!?
Pergi sana!!!..gangguin orang mandi ajaa!!!"
Pocong itu makin mempercepat gerakannya.
"Ngapain goyang2 gitu!!!pergi gak loe!!! kalo nggak mandi ku timpuk pake gayung baru tau rasa"
Entah kenapa tu pocong tiba2 nurut lalu pergi dengan menyisakan asap putih yang berbau sangat busuk.
Mungkin takut aku timpuk pake gayung kali ya😃😃
Aku pun menyelesaikan mandiku,,lalu segera keluar dari kamar mandi,,dan saat aku membuka pintunya nampak beberapa pengurus dan ketiga sahabtku dan beberapa santriwati lainnya berdiri di depan kamar mandi yang tadi ku masuki.
Aku bingung melihat orang2 yang ramai dan seperti terheran2 gitu
Sampai bu Alya menanyakan sesuatu padaku.
"Ngobrol sama siapa kamu di dalam Unna??"kata Bu Alya.
"Sama Pocong bu.."
Apaaa???? Teriak semua yang mendengar
"Nahh lohh..yang bener??" Kata bu Alya
"Beneran bu,,masa unna bo"ong smaa ibu"
"Emang kamu gak takut ketemu yang begituan"? Tanya bu Alya.
"Dibilang takut gak juga,,dibilang nggak ya ada takutnya juga sih bu"
"Tapi tadi kayaknya pocongnya deh yang takut sewaktu mau Unna timpuk pake gayung"😜😃
"Unna...Unna kamu nie benar2 ya,,pocong di ajakin ngomong pake di ancam mo ditimpuk lagi" kata bu Alya yang kebingungan melihat kelakuanku.
"Namanya juga Unna" bu kata Imey menimpali
Mereka pun tertwa bersmaan 😃😃,,sementara aku hanya cengengesan sambil menggigil menahan dingin.
Malam ini malam jumat biasanya para santri putra setelah pengajian melanjutkan kegiatan dengan Habsian,sambil melantunkan bermacam sholawat,, Suara rebana yang mereka bunyikan dtingkahi dengan lantunan sholawat yang bergema diseputaran pesantren itu membuat kami para santri putri yang saat ini berada di asrama sebelah ikut merasa gembira mendengarnya,,bahkan kami menari ala2 Arabian,,mengikuti irama2 musik rebana itu.
Namun ketika kami sedang asik bergoyang dan berdendang ria sambil cekikikan,,aku,,Imey,,Zahra dan syafa dikejutkan dengan pintu yang tiba2 terbuka,,dan nampaklah bu Alya di depan pintu dengan wajah marahnya.
"Apa2n Kalian ini!!!!!" Bentaknya
Kami semua sontak menghentikan kegiatan seru kami tadi setelah mendengar suara bentakan bu Alya.
Tanpa pikir panjang bu Alya mengeluarkan ultimatum untuk menghukum kami.
"Kalian semua saya hukum membersihkan aula sampai waktu tahajud tiba.."perintah bu Alya sebagai hukuman untuk kami.
Begitulah keseruan kami selama di pesantren,,meski sering mendapat hukuman tapi kami sedikit pun tak merasa jera.
Dan walau kami santriwati yang punya "perilaku yang sedikit berbeda" dari santri lain tapi soal pelajaran kami tak pernah menyepelekan,,terbukti kami bisa lulus dengan nilai terbaik dalam angkatan waktu itu..
Sungguh kenangan yang terindah dan takkan pernah terlupakan dalam hidupku.
●●●●●●●●●●●●●●●End●●●●●●●●●●●●●●
Thank's for readers,,,dtunggu like,,comen en sharenya ya..Support kalian semangat buatku berkarya 😉😘