Di hari dimana Fallon dilantik menjadi Perdana Mentri di kekaisaran Agernt. Turunlah sebuah ramalan untuknya.
" TIDAK LAMA LAGI AKAN TERJADI KRISIS BESAR YANG AKAN MELANDA KEKAISARAN AGERNT. WAHAI PERDANA MENTERI FALLON INGATLAH SATU HAL INI, APA PUN YANG TERJADI HANYA AKAN LAHIR SATU PENGENDALI SEPIRIT DARIMU. DAN SAAT PUTRI MU BESAR NANTI DIA AKAN TERHUBUNG DENGAN SEPIRIT AIR YANG AGUNG, YANG AKAN MENURUNKAN HUJAN DI DAERAH KEKAISARAN AGERNT YANG TANDUS AKIBAT KUTUKAN BANGSA IBLIS. DAN ORANG-ORANG AKAN MEMANGILNYA DENGAN PENGENDALI SEPIRIT."
Keira adalah nama Putri pertama Perdana Mentri, sekaligus satu - satunya pengendali sepirit menurut ramalan. Keira tumbuh sebagai nona yang rendah hati dan tulus. Dia hanya punya satu harapan yaitu cinta kasih dari ayahnya. Keira berusaha menyerap semua pelajaran dan memulai sebelum anak seusianya. Hanya demi menjadi pewaris tanpa celah. Tapi suatu hari muncul seorang anak perempuan bernama Stella dia mengaku anak dari mantan istri pertama Perdana Mentri Fallon. Karena kemunculannya kehidupan Keira jadi hancur.
" Keira Fallon, karna kesalahan mu menipu semua orang di kekaisaran Agernt, kamu harus membayar dengan nyawamu?!" kata Perdana Mentri Fallon sebelum Keira dijatuhi hukum pancung.
" ayah,,,,?!" teriak Keira.
" apa yang terjadi??" teriak Maria.
" nona???" panggil Maria.
Maria adalah pelayan setia Keira yang selalu menemani Keira selama ini. Bahkan Maria lah satu-satunya pelayan yang melayani dan merawat Keira sejak dari kecil.
" Maria, kamu masih hidup?" tanya Keira bingung.
" nona?? apa nona habis mimpi buruk?!" tanya Maria.
" nona, tuan muda hari ini akan datang kesini jam 10 nanti?" kata Maria.
Keira yang masih bingung pun berlari keluar untuk menemui adiknya.
" Aiden,,, Aiden,,,?!" panggil Keira.
" kakak?!" kata Aiden yang terkejut dengan penampilan Keira.
Keira yang tak peduli apapun langsung memeluk adiknya. Dia teringat akan Aiden yang enggan pergi dari sisinya, Aiden yang percaya sepenuhnya pada kakaknya, dan Aiden yang sangat menyayangi Keira.
" kakak, kenapa kakak berkeliaran dengan baju tidur?" tanya Aiden.
" Aiden, apa kamu baik - baik saja? kenapa kamu ada di alam baka bersamaku?" kata Keira.
" apa kakak habis mimpi buruk??" tanya Aiden.
" sebaiknya kakak kembali dan ganti baju, tidak baik kalau berkeliaran dengan baju tidur kak!?" kata Aiden.
Keira pun tersadar apa dia semalam hanya mimpi, tapi jika mimpi sangat terlihat nyata, Keira memikirkannya sepanjang perjalanannya ke kamar untuk berganti pakaian.
" nona??!" kata Maria
" iya, ," jawab Keira.
" pakaian apa yang ingin nona kenakan pagi ini, untuk memberi salam pada Tuan?" tanya Maria.
" Maria, mulai hari ini aku tidak akan memberi salam pagi lagi pada Ayah." kata Keira tegas.
Maria yang bingung hanya menuruti perkataan Keira.
" iya selama ini aku selalu berjuang keras untuk mendapatkan cinta kasih dari ayah, tapi tidak lagi. aku ingin bisa melindungi orang-orang yang tulus sayang padaku dan orang - orang yang berharga untukku" kata Keira dalam hati.
Disisi lain ternyata Perdana Mentri Fallon mengalami mimpi yang sama dengan Keira. Tapi Perdana Mentri Fallon tidak ingat detail dari mimpinya. Hanya saat dia bangun, dia merasa kehilangan yang mendalam akan kehilangan Keira.
" Dani, apa Keira sudah datang?" tanya Perdana Mentri Fallon.
" hari ini nona Keira tidak datang Tuan, mungkin beliau kurang sehat?!" kata kepala pelayan Dani.
"kirim dokter ke kediaman Keira?!" kata Perdana Mentri.
" Baik , tuan,,,?!" kata Dani.
Disisi lain Keira yang duduk dibawah pohon melihat seleksi ujian masuk sebagai kesatria.
" dia, dia, dan dia pasti akan lulus masuk kesatria,?!" kata Keira.
Emil Astrada yang berada di samping Keira sebagi wakil ketua bingung dengan ucapan Keira.
" bagaimana ketua tau mereka yang belum ujian akan lulus?" tanya Emil.
Keira pun hanya diam. Dia teringat lagi akan mimpinya semalam. Dia teringat akan Emil yang membelanya agar tidak dijatuhi hukuman mati. Emil yang selama ini selalu bertengkar dengan Keira dan salah satu yang mempercayai bahwa Keira tidak bersalah.
" Emil,,,?!" kata Keira.
"iya ,?!" jawab Emil.
" aku, minta maaf padamu atas semua sikapku padamu selama ini,?!" kata Keira.
" nona?!" kata Emil yang belum selesai dan disela Keira lagi.
" mulai sekarang aku tidak akan ribut lagi masalah pengambilan keputusan didalam pasukan, sejujurnya selama ini aku iri padamu, karna kamu bisa akrab dengan yang lain dan mereka juga menghormati mu. intinya aku minta maaf padamu,,,?!" kata Keira
"Nona kita sudah menyelesaikan seleksi pasukan kesatria baru" kata salah satu kesatria.
" baiklah" kata Keira.
Keira pun berjalan keatas podium.
Emil yang masih terkejut dengan kata - kata Keira masih terdiam dan sesaat mengikuti Keira keatas podium.
" Selamat karna kalian telah masuk kedalam pasukan kesatria kekaisaran Agernt." kata Keira.
" malam ini ada pesta penyambutan kesatria yang baru masukkan?"tanya Keira pada Emil.
" ya, namanya saja yang penyambutan. sebenarnya itu hanyalah acara minum - minum" jawab Emil.
" makan dan minum sesuka kalian semua biaya aku yang akan tanggung?!" kata Keira.
" wuaaa....wuaa.." teriak senang kesatria baru.
" jangan - jangan ketua juga akan datang" pikiran beberapa kesatria lama. Para kesatria lama yang tak berani bersenang-senang saat ada Keira dalam acara itu.
"ah, kalau ketua datang pasti tidak akan nyaman" bisik kesatria Roy.
" apa kali ini jua tidak akan senang - senang dengan puas" kata kesatria Alen.
Mendengar bisikan-bisikan mereka wakil ketua Emil memegang pedang bersiap menebas mereka. mereka yang sadar bahwa Emil melihat mereka pun langsung diam dan merinding ketakutan.
" ehem - ehem,,,, sebagai tambahan hari ini aku tidak akan ikut" kata Keira.
Mendengar itu mata kesatria lama pun berbinar saking senangnya.
" selama ini, aku sudah seenaknya ikut dan menghancurkan suasana, aku minta maaf,," kata Keira.
seakan tersambar petir para kesatria lama pun seakan membatu mendengarnya.
" aku tidak punya niat jahat,, aku hanya ingin bisa dekat dengan kalian kalau aku ikut,,?!"kata Keira
" aku tidak tau kalau kalian tidak bisa bermain nyaman karna aku, untuk kedepannya tidak akan terjadi hal itu lagi, jadi bersenang-senanglah dengan nyaman,,,?!" kata Keira.
wakil ketua dan kesatria lama pun terdiam antara terkejut, bingung dan merasa bersalah.
" apa aku salah lagi ya? kenapa suasananya jadi begini" kata Keira dalam hati.
" emt... karna ada urusan aku pergi dulu." kata Keira sambil berlari meninggalkan para kesatria.
" bagaimana ini,, sepertinya ketua mendengar kalau kita tidak nyaman?" kata Roy sambil memegang bahu Alen.
" aku harap ketua tidak ikut dan sadar diri,, itu bukan makian kan??? " kata Alen.
"kita tidak tau nona berpikir begitu juga atau tidak?!" kata Tio
" Dia ikut hanya ingin dekat dengan kita,,,?!"teriak Roy sambil memegang kepalanya.
" lagian kenapa beliau hanya makan tanpa ekspresi, aku kira itu pertanda berhentilah dan bubar?!" kata Alen.
" bukanlah artinya seperti ini, jaga wibawa kesatria dan kembalilah ke asrama dengan tenang.." teriak Roy sambil memegang kepalanya.
" anu, bukannya ini karna nona murid teladan dan tidak tau caranya bersenang-senang ya??" kata Safira salah satu kesatria wanita.
para kesatria lama yang sadar akan kata - kata Safira.
"ka,, kalau begitu nona rajin hadir hanya karna ingin dekat dengan kita, tapi nona tanpa sengaja mendengar agar nona sadar diri dan tidak ikut...?!" kata Roy terkejut dan bingung.
" pantas saja tadi nona terlihat murung?! ternyata semua gara - gara kita,,?! " kata Emil.
" bagaimana ini wakil ketua???" tanya Roy.
" aku akan minta maaf sebagai perwakilan." kata Emil.
" lain kali,,, tidak. Tolong katakan tidak apa-apa kalau ketua datang" kata Alen.
" kami akan mengajari beliau cara bersenang-senang!!!" kata Roy bersemangat.
" aku, akan berusaha?!" kata Emil.
"kami mengandalkan wakil ketua...!!" teriak semua prajurit itu.
Emil pun berjalan meninggalkan mereka. Emil yang berjalan sendiri untuk menghampiri Keira teringat kata-kata Keira tadi.
" ternyata nona tidak membenciku ya?! padahal kemarin beliau masih sensitif padaku,,,?! tapi hari ini nona terlihat bebas..?!" kata Emil lirih.
Disisi lain Keira yang menemui Perdana Mentri Fallon di ruang kerjanya.
" Saya datang untuk menyampaikan terima kasih karna telah mengirimkan dokter ke kediaman saya.?!" kata Keira.
" kalau tujuanmu hanya itu, cukup dengan tulisan saja, kamu membuang-buang waktu,,?!" kata Perdana Mentri Fallon
" mana mungkin saya mengganggu Tuan hanya karena alasan itu?!" kata Keira.
" untuk kedepannya saya tidak akan memberi salam pada anda di pagi hari.?!" kata Keira.
Perdana menteri Fallon terbelalak kaget dengan kata - kata Keira.
" Di pagi hari Anda pasti sangat sibuk. Karena ambisi saya sehingga anda tidak nyaman. saya minta maaf.?!" kata Keira sambil membungkukkan badan.
" lagian mau datang atau tidak pasti tidak pedulikan?!" kata Keira dalam hati.
" Terserah kamu saja?!" kata Perdana Mentri Fallon.
" terima kasih, lalu saya minta satu hal lagi?!" kata Keira.
" HM?" kata Perdana Mentri.
" saya ingin berhenti menjadi ketua pasukan kesatria untuk sementara?!" kata Keira.
" Baiklah.?!" kata Perdana Mentri Fallon.
" kalau begitu saya permisi?!" kata Keira.
Emil yang tak sengaja mendengar itu hanya diam dibalik pintu. Sebelum Keira keluar Emil pun meninggalkan tempat itu.
Keira pun meninggalkan tempat itu dan kembali kekediaman nya.
Tak lama setelah Keira pergi dari ruangan Perdana Mentri Fallon. Emil pun muncul dihadapan Keira.
" nona?!" kata Emil
Keira pun berhenti dan menoleh kebelakang.
" ada apa Emil?" tanya Keira.
" nona, para kesatria yang lain, meminta nona datang ke penyambutan kesatria baru nanti malam?!" kata Emil.
" tidak, mereka tidak akan nyaman jika aku datang?!" kata Keira.
" tapi, nona?!" kata Emil terhenti.
" nona, saya mewakili para kesatria untuk minta maaf dan berharap dengan tulus nona akan datang ke pesta penyambutan nanti malam?!" kata Emil.
" mereka juga akan mengajari nona cara bersenang-senang?!" kata Emil
" saya mohon nona datang?!" kata Emil sambil membungkukkan badan.
" baiklah,,?!" kata Keira.
" untuk yang terakhir kalinya?!" kata Keira lirih sambil berjalan pergi.
meski lirih Emil masih mendengar kata - kata Keira.
" sebenarnya Nona kenapa?!" kata Emil dalam hati.
saat malam hari di pesta penyambutan. semua bersenang-senang meski Keira ikut di sana. bahkan para kesatria yang sempat berprasangka buruk pada Keira minta maaf padanya. Dengan begitu Keira yang tadinya tak bisa bersenang-senang pun mulai merasa bahwa dirinya juga diakui dan dianggap oleh kesatria yang lainnya. Di penghujung acara Keira pun berdiri dan berkata " para kesatria baru selama karena sudah bergabung dengan pasukan kesatria kekaisaran Agernt. mulai sekarang kalian akan berlatih keras untuk menjadi seorang prajurit yang kuat dan tangguh." kata Keira. terdengar sorak sorak sebelum Keira selesai bicara.
" Dan satu hal lagi, mulai hari ini kalian akan dipimpin oleh Emil sebagai ketua pasukan, sebagai mantan ketua, aku minta maaf jika selama ini membuat kalian tidak nyaman.?!" kata Keira lalu meninggalkan acara tersebut.
para prajurit yang masih bingung dan syok pun terdiam murung melihat Keira pergi. Mereka merasa bersalah akan semua yang telah mereka katakan tentang Keira. Emil yang melihat Keira pergi pun langsung menyusulnya.
" nona,,?!" panggil Emil.
Keira berhenti dan menoleh kebelakang sambil tersenyum lalu berbalik dan pergi dari tempat itu.
Emil yang melihat Keira merasa sakit di dadanya, Emil berlari menyusul Keira. langkahnya terhenti saat melihat Keira duduk ditepi danau.
"nona?! apa saya boleh duduk disini?!" tanya Emil
" iya,?!" kata Keira.
" kenapa nona ingin berhenti menjadi ketua?!" tanya Emil.
"Emil, kamu lihat bintang di atas?" kata Keira
" ya nona?!" kata Emil
" indah kan?!" kata Keira
Emil hanya mengagumkan kepala sambil tersenyum melihat keindahannya.
" mereka bebas menunjukkan keindahan mereka,,!?" kata Keira
" aku jua Emil," kata Keira lagi.
" aku juga ingin bebas dan indah seperti mereka?!" kata Keira.
" kalau aku terus berada disini, aku tak kan bertambah kuat, ,,?!" kata Keira
" tapi nona?!" kata Emil.
" ingatlah Emil tugasmu disini adalah untuk mengganti ku untuk sementara? apa kamu bersedia atau menolak?!" tanya Keira.
" saya akan menjalankan perintah nona, tapi saya akan tetap menjadi wakil ketua. karena posisi ketua hanya pantas untuk nona?!" kata Emil
" baiklah setelah aku menjadi kuat, aku berjanji padamu aku akan kembali menjadi ketua kalian,,?! baiklah, aku harus pergi sekarang Emil. Selamat tinggal?!"kata Keira.
" nona kami,, tidak aku akan selalu menunggu kepulangan nona?!" kata Emil.
Keira tersenyum dan menjabat tangan Emil.
Keira pun pergi dan memulai pencarian arti dari hidupnya, untuk membangkitkan kekuatan sepirit air yang agung dan menghentikan bencana yang akan datang.
TAMAT